NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:657.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Paket berupa ancaman itu membuat Risa panik. Bagaimana tidak? Foto-foto vulgar dirinya itu bisa menjadi bumerang jika dilihat oleh Cakra. Untung saja yang menerima dan membuka paket hanya dirinya saja. Saat ini Cakra sedang ada di kantornya. Risa tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Cakra ikut melihat foto ini.

"Sialan Andre! Dia terus mengancam aku!" dengkus Risa.

Risa memasukkan foto-foto sialan beserta bekas bungkus paketnya itu ke dalam plastik hitam. Tidak ingin mengambil risiko dengan meninggalkan jejaknya, Risa memilih untuk membakarnya di belakang rumah.

Perlahan, api mulai melahapnya hingga menjadi abu. Risa menghembuskan napas lega, meskipun dadanya masih berdegup kencang.

"Untung aja aku bisa menghilangkan jejaknya, huuuffftt."

Risa masih berada di depan tempat pembakaran, menunggu hingga apinya padam. Memastikan semuanya sudah menjadi abu. Baru saja ia membalikkan badannya untuk kembali ke dalam rumah, ponsel di saku celananya berdering.

Sebuah nomor baru tanpa nama yang memanggilnya.

"Siapa?"

Alis Risa saling bertautan. Dia tidak menjawab panggilan dari nomor asing itu hingga nada panggilnya selesai. Namun, nomor itu langsung memanggilnya lagi.

Akhirnya, Risa meneken tombol hijau.

"Halo," ucapnya sesaat setelah panggilan terhubung.

"Halo, Risaaaa," balas sebuah suara riang laki-laki di seberang sana. Dalam sekejap, Risa bisa mengenali siapa orang itu dari suaranya.

"Andre!" pekiknya. Panik, Risa menoleh ke kanan kirinya memastikan tidak ada orang yang mendengar. Semuanya terlihat aman. Para pekerja di rumah ini sedang ada di dalam rumah.

"Andre! Berani-beraninya kamu ngancem aku terus ngirim paket nggak jelas kayak gitu!" sembur Risa dengan bisikan yang tertahan.

Andre adalah salah satu mantan Risa sebelum ia menjalin hubungan dengan Cakra. Hubungan mereka terjalin cukup lama. Bahkan sudah tidak terhitung lagi berapa kali mereka melakukan hubungan se*sual selama berpacaran.

"Berani-beraninya kamu ninggalin aku demi cowok lain!" balas Andre santai.

Risa berdecak, "Aku ada misi yang harus aku lakukan!"

"Aku nggak peduli itu!"

Hening sejenak. Napas Risa memburu. Dadanya naik turun tidak beraturan.

"Dengar ya, aku tau kamu lagi hamil," tandas Andre. Membuat sepasang mata Risa membola sempurna. "Dan aku yakin, anak itu—"

"Stop!" potong Risa. "Mau kamu apa sih? Bisa nggak berhenti gangguin aku? Aku udah jadi istri orang sekarang."

"Nggak bisa," Andre menyahut cepat. "Aku nggak bisa melepas kamu gitu aja setelah kamu ninggalin aku demi cowok lain. Kalau kamu mau aku berhenti gangguin kamu, kamu harus turutin apa aja yang aku mau!"

Ancaman Andre itu membuat Risa mendesah frustasi. Risa pikir setelah dia memenangkan Cakra dan menyingkirkan Disa, dia akan menjalani kehidupan yang sempurna. Sayangnya semua tidak semudah yang Risa bayangkan.

Andre yang licik diam-diam mengambil gambar dan video saat mereka sedang bersama. Hal itu dia jadikan untuk mengancam Risa. Berguna baginya, dan merugikannya bagi Risa.

"Kamu mau apa?" tanya Risa geram.

"Uang. Lima puluh juta. Harus ada dalam waktu satu minggu. Kalau tidak .... "

Risa mendengkus.

"Aku nggak main-main. Suamimu kan kaya. Gak sulit kan dapetin uang segitu?"

Sialan!

Risa mematikan telepon secara sepihak. Memang tidak sulit bagi Cakra untuk mengeluarkan uang lima puluh juta. Tetapi, apa yang harus Risa katakan untuk mendapatkannya tanpa membuat Cakra curiga?

Cakra bukan pria yang pelit. Dia memberi jatah bulanan yang cukup besar untuk Risa. Namun jika Risa ingin meminta uang tambahan, Cakra harus tau jelas untuk apa uang tersebut.

*

"Dis, ibu bisa minta tolong?"

Disa, yang baru saja nongol ke depan setelah selesai memasak sekaligus mengambil gambar untuk bahan kontennya, menjawab, "Minta tolong apa, Buk?"

"Anterin pesanan dong ke rumahnya Bu Wulan," pinta ibunya.

"Kenapa diantar? Biasanya juga pada dateng ke sini yang mau beli," keluh Disa. Melihat cuaca yang sedang terik-teriknya, rasanya enggan untuk keluar rumah walaupun ke tetangga. Apalagi rumah Bu Wulan lumayan jauh jika ditempuh dengan jalan kaki.

"Nggak apa-apa, sama tetangga juga. Tolong ya, Dis, anterin. Ibu kan sibuk ini lagi banyak pembeli."

Di depan warung ibunya memang sedang ada beberapa orang yang sedang menunggu pesanan mereka dibuat. Ada yang ingin makan di tempat ada juga yang ingin dibawa pulang.

Disa mengeluh panjang. "Huuuuhhh, yaudah deh. Mana pesanannya?"

"Itu sudah ibu bungkusin." Rahmi menunjuk bungkus plastik di sudut meja yang berisi dua styrofoam.

Disa mengambil sweater dan payung kecil di dalam rumah. Ia ingin menggunakan motor biar cepat, tetapi rasanya terlalu berlebihan jika hanya pergi ke tetangga tapi menggunakan motor. Maka itu, Disa memilih jalan kaki.

"Pergi dulu, Bu," pamit Disa.

"Iya, hati-hati," Rahmi menoleh, menatap Disa yang sudah mulai jalan. "Ya ampun ... Keluar bentar doang pake sweater sama payung segala. Dasar kemayu banget Dis, Dis." Ia tersenyum geli.

Rumah Bu Wulan yang dituju tidak terlalu jauh. Tetapi jika harus ke sana sambil jalan kaki di tengah terik matahari seperti ini, rasanya cukup melelahkan. Bikin keringatan sebadan-badan.

Sampai di rumah tingkat dua lantai itu, Disa memencet bel. Tak lama, gerbang besi itu menggeser terbuka. Si pemilik rumah itu sendiri yang membukanya.

"Disa?"

Disa mengulas senyum ramah. "Tante Wulan. Ini Disa mau nganter pesanan."

"Ya ampun, Dis ... Masuk dulu sini. Kasihan banget panas-panas begini."

Wanita cantik separuh baya itu menarik tangan Disa hingga melewati gerbang. Dia mempersilakan Disa duduk di kursi terasnya yang adem dan sejuk sebab dekat dengan tanaman yang tertanam rapi dan subur di halaman rumahnya.

"Maa ya, Tante ngrepotin kamu."

"Ah, enggak kok, Tan, nggak ngrepotin sama sekali," balas Disa. Padahal dalam hati dia membenarkan jika tindakan Wulan ini memang merepotkan. Seharusnya di siang-siang begini, Disa sedang nonton film sambil rebahan di kamarnya.

"Eh iya, ini pesannya, Tan. Kata ibu itu lima puluh ribu."

"Sebentar ya, Tante ambilkan uang sekaligus minuman buat kamu."

Wulan membawa masuk pesanannya tanpa menunggu jawaban dari Disa. Disa tidak ingin disuguhi minuman. Dia ingin langsung pulang supaya tidak diajak ngobrol lama-lama. Banyaknya orang yang mempertanyakan kandasnya hubungan Disa dan Cakra membuat Disa enggan bersosialisasi dengan tetangganya.

Mereka sangat kepo!

Lima menit kemudian, Wulan kembali muncul. Kali ini tidak sendirian. Wanita itu menggandeng serta anak lelakinya yang masih bujang sambil marah-marah, sedikit.

Rayyan.

"Apa sih, Ma?"

"Nih, gara-gara kamu nggak mau beli sendiri ke warungnya Bu Rahmi, sekarang jadi Disa kan yang harus panas-panasan nganter ke sini!" omel Wulan setelah meletakkan segelas es sirup di hadapan Disa.

Disa loading sesaat. Ini ada apa? Karena sangat kehausan, Disa langsung meminum minuman yang disuguhkan.

"La terus kenapa? Rumah Disa sama kita juga nggak terlalu jauh kok," bela Rayyan.

"Kasian dong Disanya."

"Mama nggak kasian sama aku? Kalau aku yang keluar panas-panasan, mama nggak kasihan?"

"Rayyan! Kamu kan cowok, ya beda dong!"

"Bedanya apa sih?"

"Kamu mah nggak ngerti!" Wulan lalu menoleh ke arah Disa. Wajahnya yang semula merengut, langsung tersenyum sumringah. "Maaf ya Disa. Harusnya Rayyan yang beli sendiri ke warung, tapi dia malah minta delivery order katanya."

Disa tersenyum. "Nggak apa-apa kok, Tante."

Wulan mengulurkan uang lima puluh ribuan. "Ini uangnya ya, Dis."

"Makasih ya, Tante. Kalau gitu, Disa pamit pulang. Makasih Tante minumannya, maaf langsung ke ludes."

Wulan melihat gelas Disa yang ternyata sudah habis. Hanya tinggal tersisa potongan es batunya saja. Seketika, tawanya dan Disa pecah.

"Haus, Dis?"

"Hehehehehe," Disa malah cengengesan.

"Pulangnya jangan jalan kaki, Dis, biar Rayyan aja yang nganterin."

"Eh, gak usah Tante," tolak Disa menggeleng-geleng.

"Nggak apa-apa. Kasihan kamu masa jalan kaki sih, mana lagi hamil lagi." Wulan menatap Rayyan penuh permohonan, "Anterin Disa mau kan, Ray?"

Rayyan tak langsung menjawab. Dia sempat menatap Disa selama seperkian detik.

"Aku bukannya nggak mau, Ma. Tapi ... Takut menimbulkan fitnah. Gimana nanti kalau ada yang liat aku boncengan sama istri orang, lagi hamil pula."

Disa dan Wulan otomatis saling bertatapan.

Disa menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, "Disa pulang sendiri aja, Tante. Permisi."

"Eh Disa sebentar," cegah Wulan. "Ada titipan buat ibu kamu, tunggu ya."

Wulan menarik ujung kaos Rayyan supaya mengikutinya masuk ke dalam rumah.

"Ambil kunci motornya!" titahnya. "Kamu nggak tau ya kalau Disa abis cerai? Dia bukan istri orang lagi. Mama tau Disa lagi hamil juga Vina yang cerita."

...****************...

1
Omah Tien
mama raiyan baik ya mau bermantu janda sdh punya anak
Ellina Seraphine
kan.. kan.. gw tebak Risa hamil bukan anaknya Cakra.. 🤣
Katherina Ajawaila
iya bener kelamaan kAllau 1 thn 40 hr nya bocil aja biar tar belah duren nya barengan sm 40 hr lahir nya si kembar
Katherina Ajawaila
Disa jgn mau balik sm Cakra jikok, jorok ngk jelas bekas jablai piala bergilir😡
Katherina Ajawaila
habis nge jablai. percaya aja itu pelacur mu hbs lahiran juga ngk ada takut nya, mmg dasar anjing betina bentar lg juga bunting 😆
Katherina Ajawaila
kereeen lah Rayyan, biar kejengkang Cakra😁
Katherina Ajawaila
waaaauuu keren lah Dosa jadi istri kspten Rayyan, pilot booo, biar keje. ngk ang bu yuni liat baby nya pasti yg cewek mukanya Cakra 🥰
Katherina Ajawaila
org Bpk nya Bukan kamun, kamu hanya pencuci dot nya aja Cakra, yg nk bisa gambil lah muka nya, apa lg kalau di tes DNAnya, jauh k laut ngk kelihatan😆
Katherina Ajawaila
lo aja bego Cakra kenapa Risa bekelit paduin sm Andre, itu lo hanya tempat cuci botol yh di manfaatin
Katherina Ajawaila
mantap karna aku hamil anak Andre bukan kamu mas, jawab pelacur
Katherina Ajawaila
kelar ketahuan bejad nya Risa semoga 🤬
Katherina Ajawaila
pelacur ketahuan srjengkak lg langsung cabut loh 5 huruf. perek aja belagu. 😔
Katherina Ajawaila
nmnya pelacur nhk. mungkin nolak krn mmg profesinya, semoga ketahuan biar msk dua" di prodeo. mantap kan jablai 🤑
Katherina Ajawaila
m yuni ngk takut dosa ua ngejilit kelar
s" menantunya yg asli yg mana yg udh bolong br di amgkatsntu yg mana, biar aja pasti bakal ketahuan nanti nya
Katherina Ajawaila
mantap, kabualan terus, org pelacur ya pinter ngeles aja
Katherina Ajawaila
mantap lo Tida pelacur receh ngk. malu jual lendir sana sini belum aka kena penakut kelamin 🤬
Katherina Ajawaila
mati aja lo Cakra yg lo anter bukan darah daging mu, ntar juga ketahuan 😖
Katherina Ajawaila
tau" hamil aggur Risa,krn anak. zinah
Katherina Ajawaila
keren PP nya Cakra, semoga menjadi. kenyataan yg kuasa akan unjukin. siapa sebenarnya cucu yg asli dara Cakra stau. yg. beramai ramai
Katherina Ajawaila
kita lihat itu pasti anak beramai ramai ngk jelas pecun, bisa" cacat, di situ mau blng apa lg semesta merestui atau karma berlaku, tunggu aja Disa tgl main nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!