NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sinar matahari siang jatuh terik menyinari jalan setapak berbatu giok di Kediaman Keluarga Ye, namun hawa dingin seolah menyertai setiap langkah Ye Xuan. Di belakangnya, Qing'er berjalan dengan langkah yang jauh lebih ringan. Rona sehat telah kembali ke wajah gadis itu, dan sisa energi dari larutan Pil Peningkat Qi tanpa sadar mulai membentuk pusaran spiritual tipis di sekeliling tubuhnya.

​Para pelayan dan penjaga yang berpapasan dengan mereka segera menepi, menundukkan kepala dalam-dalam. Tidak ada lagi bisik-bisik ejekan. Kemenangan mutlak Ye Xuan di arena turnamen telah mengukir teror di benak setiap anggota klan pinggiran.

​Tujuan Ye Xuan bukanlah Aula Utama, melainkan Paviliun Logistik.

​Bangunan dua lantai yang terletak di sayap timur ini adalah tempat penyimpanan seluruh bahan makanan, uang perak, dan sumber daya dasar klan. Di dalam ruangan utama yang mewah, Diaken Ye Ba sedang duduk bersandar di kursi berlapis kulit harimau. Meja di hadapannya dipenuhi oleh hidangan daging panggang, anggur berkualitas, dan tumpukan koin perak.

​Beberapa penjaga dan pelayan kepercayaannya berdiri mengelilinginya, tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon sang diaken.

​"Hahaha! Biarkan saja si sampah itu menjadi juara turnamen. Memangnya kenapa kalau dia bisa mengalahkan Tuan Muda Ye Tian? Selama Tetua Pertama mengendalikan urat nadi klan, Ye Xuan tidak akan mendapatkan sebutir beras pun dari paviliun ini!" Ye Ba menenggak anggurnya dengan rakus. "Aku ingin melihat, seberapa lama arogansinya bertahan saat pelayan kecilnya itu mati kelaparan dan dia harus mengemis di kakiku!"

​"Diaken Ye benar-benar brilian!" puji seorang penjaga berwajah beringas. "Tanpa sumber daya, kultivasinya pasti akan mandek. Pada akhirnya, Keluarga Ye tetap milik Tetua Pertama."

​Namun, tawa mereka terhenti secara brutal.

​BLAAAM!

​Dua daun pintu kayu mahoni setebal sepuluh sentimeter yang mengunci ruangan itu meledak berkeping-keping. Serpihan kayu melesat layaknya badai panah, menancap di dinding dan pilar ruangan. Beberapa penjaga menjerit saat serpihan kayu merobek kulit mereka.

​Di balik debu yang mengepul, siluet Ye Xuan melangkah masuk dengan tenang. Pedang Besi Bintang Jatuh yang hitam pekat bertengger diam di bahu kanannya, memancarkan aura tekanan yang membuat udara di dalam ruangan mendadak menjadi sangat tipis.

​"Y-Ye Xuan?!" Diaken Ye Ba melompat dari kursinya, wajah gemuknya seketika pucat pasi. Anggur di tangannya tumpah membasahi jubah sutranya.

​"Aku mencari anjing-anjing yang berani menyentuh jatah makananku. Ternyata mereka sedang berpesta di sini," suara Ye Xuan terdengar datar, matanya yang sedingin danau es menyapu ke seluruh penjuru ruangan sebelum terpaku pada Ye Ba.

​Ye Ba menelan ludah dengan susah payah. Kengerian saat Ye Xuan meremukkan pergelangan tangan Ye Ming tempo hari kembali terngiang di benaknya, apalagi setelah mendengar apa yang terjadi pada Ye Tian. Namun, memikirkan bahwa ia sedang berada di wilayah kekuasaannya dan dilindungi oleh belasan penjaga elit klan, keberanian palsu kembali merasuki dirinya.

​"Lancang! Ini adalah Paviliun Logistik, jantung Keluarga Ye! Beraninya kau menghancurkan properti klan?!" Ye Ba membentak, menunjuk Ye Xuan dengan jari gemetar. "Penjaga! Tangkap pemberontak ini! Jika dia melawan, lumpuhkan kakinya! Tetua Pertama akan melindungiku!"

​Delapan penjaga elit yang rata-rata berada di Alam Kondensasi Qi Bintang Tiga segera mencabut senjata mereka. Mereka ragu-ragu sejenak, namun iming-iming hadiah dari Tetua Pertama membuat mereka mengertakkan gigi dan menerjang maju dari berbagai arah, mengepung Ye Xuan.

​Qing'er yang berdiri di ambang pintu memekik tertahan, mundur selangkah.

​Ye Xuan tidak sedikit pun mengubah ekspresinya. Ia bahkan tidak repot-repot menurunkan Pedang Besi Bintang dari bahunya. Saat bilah-bilah pedang dan tombak para penjaga itu berjarak setengah meter dari tubuhnya, Ye Xuan hanya menghentakkan kaki kanannya ke lantai.

​BOOM!

​Sebuah gelombang kejut Qi Naga Primordial berwarna keemasan meledak dari titik pijakannya, menyapu ke segala arah layaknya badai topan.

​Delapan penjaga elit itu merasa seolah dada mereka baru saja dihantam oleh godam baja raksasa. Senjata di tangan mereka bengkok seketika, dan tubuh mereka terlempar ke udara secara bersamaan, menabrak dinding dan pilar paviliun hingga memuntahkan darah segar. Hanya dalam satu tarikan napas, kedelapan kultivator Bintang Tiga itu terkapar di lantai, mengerang kesakitan dengan tulang rusuk yang retak, lumpuh total tanpa Ye Xuan perlu menyentuh mereka.

​Keheningan yang mencekam langsung mencekik ruangan itu.

​Kaki Ye Ba gemetar hebat hingga lututnya saling beradu. Matanya melotot menatap Ye Xuan yang melangkah perlahan mendekatinya. Ini bukan kekuatan Bintang Tiga atau Bintang Empat. Tekanan Qi murni yang baru saja meledak itu nyaris menyamai para tetua klan!

​"T-Tuan Muda Ye... K-kita bisa bicarakan ini baik-baik..." Ye Ba mundur perlahan hingga punggungnya menabrak meja hidangan. "J-jatah makanan Anda... saya akan mengembalikannya sepuluh kali lipat! Tidak, seratus kali lipat! Semuanya ada di gudang belakang—"

​"Aku sudah mengatakan apa yang akan kulakukan pada anjing yang berani memblokir jalanku," sela Ye Xuan dengan nada yang sama sekali tidak memendam amarah, melainkan murni kebosanan seorang algojo.

​Tangan kiri Ye Xuan melesat ke depan, mencengkeram kerah jubah Ye Ba, dan mengangkat pria gemuk seberat seratus kilogram itu ke udara dengan mudah.

​"Kau menyukai kursi roda, bukan? Kudengar Ye Ming dan Ye Tian sangat menyukainya belakangan ini. Sebagai anjing yang setia, kau harus menemani majikanmu."

​"TIDAK! AMPUN—ARGGGHHH!"

​Tanpa memberikan kesempatan Ye Ba untuk memohon lebih lanjut, Ye Xuan mengangkat kaki kanannya dan menendang kedua lutut pria gemuk itu secara beruntun dengan kecepatan kilat.

​KRAK! KRAK!

​Suara remukan tulang yang mengerikan bergema di ruangan itu. Lutut Ye Ba hancur sepenuhnya, terlipat ke arah yang berlawanan. Ye Xuan melepaskan cengkeramannya, membiarkan diaken itu jatuh ke lantai layaknya segumpal daging tak bertulang, menjerit histeris sambil memegangi kakinya yang cacat permanen.

​Ye Xuan menepis lengan bajunya, mengambil sebuah kantong spasial kecil dari pinggang Ye Ba yang mengerang, dan melemparkannya kepada Qing'er yang masih terpaku di ambang pintu.

​"Ambil semua koin perak dan emas di ruangan ini. Mulai hari ini, kendali logistik klan ada di tangan Halaman Barat. Jika ada yang keberatan, suruh mereka menemuiku."

​Qing'er mengangguk dengan cepat, matanya berkaca-kaca dipenuhi campuran rasa takut, kagum, dan kelegaan. Tuan mudanya benar-benar telah berubah menjadi dewa pelindung yang tak terkalahkan.

​Namun, belum sempat Qing'er memunguti koin perak di lantai, langit di atas Kota Awan Merah tiba-tiba meredup.

​WUNGGG—!

​Sebuah tekanan spiritual yang sangat masif, kuno, dan tajam layaknya miliaran pedang tak terlihat, turun dari langit dan menyapu seluruh penjuru kota. Tekanan ini bukan setingkat Alam Pembentukan Fondasi. Ini jauh melampaui itu. Udara seolah membeku, dan burung-burung yang sedang terbang di langit langsung jatuh ke tanah, tak mampu mengepakkan sayap mereka di bawah hegemoni aura tersebut.

​Di seluruh kediaman Keluarga Ye, para penjaga, pelayan, dan murid jatuh berlutut tanpa bisa menahan tubuh mereka. Di Paviliun Utama, bahkan Tetua Pertama Ye Cang dan Tetua Ketiga Ye Kuang terpaksa mengerahkan seluruh Qi mereka hanya untuk bisa berdiri dengan tubuh gemetar.

​"Alam Inti Emas... Kultivator Alam Inti Emas telah tiba!" suara gemetar Ye Cang bergema dari kejauhan, dipenuhi teror dan penghormatan.

​Sebuah raungan elang raksasa membelah langit, disusul oleh suara pria paruh baya yang menggema ke seluruh penjuru Kota Awan Merah, diperkuat oleh Qi yang luar biasa murni.

​"Aku, Penatua Lu Zifeng dari Sekte Pedang Azure, datang atas nama sekte untuk mencari bibit-bibit unggul! Seluruh jenius muda di kota ini yang berusia di bawah delapan belas tahun, berkumpullah di Alun-Alun Pusat Kota dalam waktu satu jam! Mereka yang terlambat, dianggap membuang takdir!"

​Pengumuman itu layaknya guntur di siang bolong. Utusan dari sekte raksasa yang seharusnya tiba tiga hari lagi, ternyata datang lebih awal!

​Di dalam Paviliun Logistik, Qing'er telah jatuh terduduk sambil memegangi dadanya karena sesak napas. Ye Ba dan para penjaga yang lumpuh pingsan seketika tak kuat menahan tekanan spiritual dari suara tersebut.

​Namun, di tengah ruangan itu, Ye Xuan tetap berdiri tegak layaknya pilar penyangga langit. Tubuhnya tidak goyah satu milimeter pun. Tekanan Alam Inti Emas yang mengerikan di luar sana hanyalah semilir angin musim semi bagi jiwa seorang mantan Kaisar Dewa.

​Ye Xuan mendongak menatap atap paviliun. Sudut bibirnya perlahan melengkung, membentuk senyuman buas yang memancarkan arogansi absolut.

​"Alam Inti Emas fana, beraninya kau mencoba menekan langit di atasku?" gumam Ye Xuan pelan. Ia menyarungkan kembali Pedang Besi Bintang ke punggungnya. "Waktunya tepat. Mari kita lihat apakah sekte pedang ini pantas menjadi batu asahanku."

1
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!