NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Boneka Kosmik

Debu kemerahan sisa kehancuran Formasi Sepuluh Ribu Dewa perlahan turun, menutupi kawah raksasa yang sebelumnya merupakan Alun-Alun Luar Taichu.

Di tengah kehancuran itu, Lin Xuan berdiri seorang diri. Tatapannya tertuju pada gerbang emas raksasa yang menjadi jalan menuju Kota Dalam.

Pelindung kuno yang telah menyelimuti tembok selama ribuan tahun kini lenyap. Para Tetua yang masih berada di dalam seharusnya sudah ketakutan.

Namun, gerbang setinggi ratusan tombak itu tidak runtuh.

Sebaliknya, pintunya perlahan terbuka.

Krreekk!

Suara gesekan logam berat mengguncang ruang. Dari balik gerbang yang gelap, terdengar langkah kaki.

Satu langkah.

Doom!

Tanah di bawah kaki Lin Xuan retak.

Bukan karena ledakan Qi, melainkan tekanan dari bobot sesuatu yang sangat berat.

Dari balik gerbang muncul sosok raksasa setinggi lima belas meter.

Ia sama sekali tidak menyerupai dewa kuno. Tidak ada sayap cahaya, ataupun jubah megah. Seluruh tubuhnya tersusun dari logam bintang hitam. Kepalanya tanpa wajah, hanya permukaan obsidian licin yang memantulkan cahaya dingin. Urat-urat logam tebal menjalar di antara rangkanya seperti akar pohon tua.

Saat itulah suara Shen Ziyue bergema di lautan roh Lin Xuan.

"Xuan! Mundur! Tinggalkan tempat itu sekarang!"

Di kejauhan, dari atas kapal utama armada Tianyu, wajah Ziyue tampak pucat.

"Itu bukan Tetua. Itu Perdana Menteri Taichu, penjaga terakhir Kota Dalam yang diciptakan langsung oleh ayahku sejak era primordial!"

Suaranya bergetar.

"Ia bukan makhluk hidup. Ia adalah Boneka Kosmik!"

Lin Xuan menyipitkan mata.

"Ia tidak memiliki lautan roh, jiwa, ataupun Qi. Tubuhnya ditempa dari inti seratus bintang mati. Kepadatannya dibawah kekuatan Ayah ."

Tatapannya menjadi serius.

Dibawah Kaisar Taichu.

Meskipun hanya tubuh buatan, kekuatan fisiknya sudah jauh melampaui Level 11 mungkin di level 12.

Namun, Lin Xuan justru tersenyum tipis.

"Kaisar tua itu rupanya meninggalkan seekor anjing penjaga untuk melindungi rumahnya."

Ia memutar lehernya. Di dalam tubuhnya, Tungku Daging Kesengsaraan Level 11 mulai bergejolak. Kekuatan dahsyat bangkit dan cahaya perak menyelimuti tubuhnya.

Boneka itu mengangkat kepala.

Tanpa suara dan tanpa peringatan, tubuh raksasanya lenyap.

Bam!

Udara meledak.

Dalam sekejap, ia sudah berada di depan Lin Xuan. Tinju hitam sebesar rumah menghantam lurus ke dadanya.

Terlalu cepat!

Lin Xuan segera menyilangkan kedua lengannya.

Hukum Tolak!

Cahaya perak meledak ke segala arah, membentuk penghalang yang sebelumnya mampu memusnahkan armada kapal perang Taichu.

Tinju boneka menghantam penghalang.

Trangg!

Hukum Tolak Lin Xuan bergetar hebat.

Lalu...

Pecah.

Kekuatan tolak yang selama ini tak terkalahkan gagal menghentikan tinju tersebut. Kepadatan tubuhnya benar benar berada di Tungku Daging Level 12 Awal terlalu mengerikan.

Tinju hitam itu menembus penghalang dan menghantam kedua lengan Lin Xuan.

Kraak!

"Ugh!"

Tulang kedua lengannya retak. Tubuh Lin Xuan terlempar seperti meteor, menghantam sisi kawah dan menembus lapisan bumi hingga puluhan mil.

Batu panas berhamburan di sepanjang lorong yang terbentuk oleh tubuhnya.

Lin Xuan terbatuk dan memuntahkan darah perak. Kedua lengannya bergetar hebat, sementara rasa sakit menjalar hingga ke tulang belakang.

Belum sempat berdiri, tanah di atasnya meledak.

Boneka itu telah menyusul.

Kaki raksasanya turun untuk menginjak tubuh Lin Xuan. Ia segera memancarkan Hukum Tolak dari kedua kakinya dan melesat keluar dari lorong tepat sebelum kaki boneka menghantam dasar bumi.

Boom!

Magma menyembur ke segala arah.

Lin Xuan kembali ke udara terbuka. Ia mengusap darah di dagunya, tetapi belum sempat mengatur napas, boneka itu sudah menerjang lagi.

Lin Xuan menghilang dengan dorongan Hukum Tolak dan muncul di belakang lehernya.

"Hukum Tolak: Meriam Bintang!"

Seluruh kekuatannya terkumpul pada tangan kanan.

Dong!

Tinju itu menghantam punggung boneka. Namun, hasilnya hanya sebuah cekungan dangkal beberapa milimeter.

Sebaliknya, kekuatan pantulan dari tubuh boneka menghantam balik tangan Lin Xuan.

Krak!

Buku-buku jarinya hancur dan darah perak menyembur.

"Gaaah!"

Tubuh Lin Xuan terdorong mundur.

Boneka itu berbalik dengan kecepatan mengerikan. Tangannya menyambar dan menangkap kaki kiri Lin Xuan, lalu mengayunkan tubuhnya seperti sehelai kain.

Blaaam!

Tubuh Lin Xuan menghantam pilar batu.

Blaaam!

Kemudian lantai obsidian.

Blaaam!

Sekali lagi.

Darah perak berceceran di tanah. Beberapa tulang rusuknya patah dan luka dalam memenuhi tubuhnya. Bahkan Tungku Daging Kesengsaraan Level 11 kesulitan memulihkan kerusakan yang terus bertambah.

Akhirnya, boneka itu melepaskan cengkeramannya.

Lin Xuan terlempar ke tengah kawah dan jatuh keras di antara bebatuan. Jubah putihnya telah robek dan tubuhnya bersimbah darah perak. Kedua lengannya bahkan hampir tidak bisa digerakkan.

Boneka itu berjalan mendekat.

Kaki kanannya terangkat tinggi. Bayangannya menutupi wajah Lin Xuan.

Kematian hanya berjarak satu langkah.

Namun, ketika menatap kaki raksasa yang hendak menghancurkan kepalanya, mata Lin Xuan tiba-tiba menangkap sesuatu.

Di sela persendian lutut boneka itu, tampak cairan biru mengalir di antara roda gigi dan rangka logam.

Pikiran Lin Xuan berputar cepat.

Tiba-tiba ia teringat pada singa tembaga yang pernah dihadapinya di dalam Labirin Kuali.

Saat itu, ia tidak mengalahkannya dengan kekuatan. Ia menguras panas dari tubuhnya.

Sebuah pemikiran langsung muncul.

Boneka ini bukan makhluk hidup.

Tubuhnya memang memiliki kepadatan setara Level 12 Awal, tetapi ia tidak memiliki darah, meridian, ataupun organ yang mampu menjaga keseimbangan tubuh.

Makhluk hidup memiliki cara untuk membuang panas dari dalam tubuh. Semakin kuat tubuh mereka, semakin besar pula panas yang harus mereka tahan.

Lin Xuan sendiri membutuhkan aliran darah dan Qi agar tubuhnya tidak terbakar oleh kekuatan yang terkandung di dalamnya.

Namun, boneka ini berbeda.

Ia hanyalah benda mati.

Seluruh panas yang dihasilkan oleh pergerakan tubuhnya pasti terperangkap di dalam rangka logam.

Dan jika panas itu terus menumpuk...

Senyum tipis muncul di wajah Lin Xuan.

Tepat ketika telapak kaki raksasa itu hampir menyentuh wajahnya, ia memiringkan kepala.

Blaam!

Kaki boneka menghantam tanah hanya beberapa jari dari kepalanya.

Gelombang kejut membuat pandangannya bergetar. Namun, di balik darah yang mengalir dari sudut bibirnya, senyum perlahan muncul.

Itu adalah senyum seorang alkemis yang baru menemukan kelemahan musuhnya.

"Kasihan sekali."

Lin Xuan memaksa tubuhnya bergerak mendekati pergelangan kaki boneka.

"Tubuhmu memang sekeras tubuh dewa, tetapi kau tetap benda mati."

Ia menempelkan telapak tangan pada sambungan logam. Cahaya perak perlahan muncul di matanya.

Kali ini bukan Hukum Tolak.

Melainkan getaran halus yang merambat jauh ke dalam rangka boneka.

"Kau boleh memiliki kekuatan Level 12."

Senyumnya semakin lebar.

"Tapi selama kau masih terikat pada hukum langit dan bumi, aku masih bisa menemukan cara untuk menghancurkanmu."

Mata Lin Xuan bersinar tajam.

Sang Kaisar Alkemis akhirnya menemukan kelemahan Boneka Kosmik.

Dan kali ini, ia tidak akan menghancurkan musuhnya dengan tinju.

Ia akan menjadikan tubuh boneka itu sebagai tungkunya sendiri.

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!