NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Di dalam paviliun reot, Ji Yu masih terengah-engah memegangi kantong emas yang beratnya bukan main, lalu Ji Yu pun berkata, "Guru, tanganku rasanya mau copot. Emas-emas ini benar-benar ujian iman dan otot..."

Li Zie yang sedang asyik mengunyah sisa daging terakhir, melirik Ji Yu dengan santai. Li Zie hanya menjentikkan jarinya ke udara. Wush! Dalam sekejap, kantong emas di pelukan Ji Yu menghilang, masuk ke dalam ruang dimensi cincinnya.

Ji Yu melongo, tangannya masih dalam posisi memeluk angin. Ia berkedip beberapa kali sebelum berteriak tertahan, "Kalau punya ruang dimensi, KENAPA TIDAK DARI TADI SAJA, GURU?! Aku sudah hampir patah tulang menggendongnya sepanjang jalan!"

Li Zie hanya menyeringai tanpa dosa dan berkata, "Anggap saja itu latihan fisik, Ji Yu. Biar kau tidak terlihat seperti pengawal kerupuk."

Ji Yu masih ingin protes. Tapi ia tahan, matanya sudah mengantuk, ia pun segera tidur karena waktu hampir pagi.

...****************...

Keesokan paginya, matahari baru saja mengintip saat pintu paviliun yang sudah rapuh itu ditendang dengan kasar. BRAK!

"Bangun, anak sialan! Apa kau sudah jadi mayat?" teriak sebuah suara melengking yang menyakitkan telinga.

Itu Cui Ma, pelayan setia Selir kesayangan Menteri Li. Ia datang dengan wajah angkuh, berharap melihat Li Zie sudah kaku karena kelaparan dan dingin. Li Zie yang mendengar itu langsung memberi kode pada Ji Yu.

Dalam sekejap, Li Zie berbaring di tempat tidur kayu yang keras, matanya sayu, dan wajahnya dibuat sepucat mungkin kemampuan akting dokter yang luar biasa.

"Oh, ternyata masih bernapas?" Cui Ma melangkah masuk, hidungnya dikerutkan karena jijik melihat keadaan kamar itu.

Cui Ma kembali berkata dengan arogan, "Dasar keras nyawa! Berapa banyak nyawamu sehingga begitu sulit masuk ke neraka? Tapi bagus lah jaga dulu nyawamu, karena Nona muda ku akan segera menikah!"

Cui Ma berjalan mendekat, tangannya yang gempal sudah terangkat, bersiap untuk mencubit lengan Li Zie dengan keras seperti yang biasa ia lakukan. "Bangun!"

Namun, sebelum tangan itu menyentuh kulitnya, gerakan Li Zie lebih cepat dari penglihatan manusia biasa. Dengan satu jentikan jari yang tersembunyi di balik selimut, sebuah jarum perak halus meluncur tepat ke titik saraf di pangkal lengan Cui Ma.

Zat!

Cui Ma mematung. Tangannya mendadak kaku di udara, terasa dingin dan berat seperti bongkahan batu.

"Eh? T-tanganku..." Cui Ma mencoba menggerakkannya, tapi lengannya benar-benar mati rasa dan tidak bisa ditekuk.

Li Zie perlahan membuka matanya, menatap Cui Ma dengan pandangan lemah yang menipu, dan suaranya di buat selemah mungkin, "Cui Ma... ada apa dengan tanganmu? Kenapa kau mengangkatnya seperti itu? Apa kau terkena kutukan?"

"Kau! Apa yang kau lakukan padaku?!" teriak Cui Ma panik, wajahnya yang tadi angkuh kini berubah ketakutan saat melihat tangannya tergantung lemas tak bertenaga.

Ji Yu yang berdiri di sudut ruangan hampir saja menyemburkan tawa. Ia tahu benar itu adalah ulah gurunya.

"Aku? Aku hanya putri yang hampir mati, Cui Ma," bisik Li Zie dengan senyum tipis yang sangat mengerikan bagi siapa pun yang melihatnya. "Mungkin itu adalah balasan karena kau terlalu sering menggunakan tangan itu, untuk menindas orang yang seharusnya tidak kau ganggu."

Cui Ma masih berusaha menggerakkan lengannya yang mati rasa, wajahnya sudah pucat pasi antara panik dan bingung. Li Zie, melihat momen yang tepat, tiba-tiba memutar matanya ke atas hingga hanya terlihat bagian putihnya saja.

Li Zie meraih pergelangan tangan Cui Ma yang sehat dengan cengkeraman sedingin es, dan berkata dengan suara bergetar, khas orang yang sekarat, "Cui Ma..." suara Li Zie berubah menjadi bisikan serak yang menggigil, seolah datang dari lubuk kuburan. "Gerbang neraka sudah terbuka untukku... tapi jalannya sangat sepi..."

Cui Ma gemetar hebat, kakinya lemas. "A-apa yang kau katakan, Anak Sialan?!"

Li Zie tiba-tiba tersenyum lebar yang nampak sangat mengerikan dengan wajah pucatnya, Li Zie kembali berkata dengan suara yang menyeramkan, "Aku tidak mau pergi sendiri... Ayo, Cui Ma... Aku akan membawamu bersamaku sekarang juga... Kita akan jadi pelayan di istana hantu bersama-sama..."

"AAAAAAAKKKKKHHH! SETAAAAAANNN!"

Cui Ma menjerit histeris. Ia menyentak tangannya sekuat tenaga, lalu lari terbirit-birit keluar paviliun. Cui Ma bahkan sempat menabrak kusen pintu hingga hampir terjungkal, sambil memegangi lengannya yang masih menggantung lemas seperti sosis rebus.

Ji Yu langsung menutup pintu dan tertawa sampai guling-guling di kursi bambu yang reot, "Guru! Kau lihat wajahnya? Dia lari seperti melihat hantu!"

Li Zie langsung duduk tegak, menghapus akting sekaratnya dengan santai dan berkata, "Hmph, berisik sekali dia. Ayo lanjut tidur sebentar, emas-emas di ruang dimensiku butuh ditemani."

Terimakasih hadiah dan bintang limanya 😄

komenannya juga.

1
ilensya
aku ga sabar soalnya😄🙏
Fitria: Author baru up, kak. Kemarin lagi sibuk banget soalnya
total 1 replies
ilensya
mana ya lanjutan nya
ilensya
lanjut dong thor jangan lama2 up nya
ilensya
pencuri handal
ilensya
makan terus si li zie, epek bertahun-tahun cuma dikasi tajin encer🥲
ilensya
kapok lu
ilensya
rasakan kau
ilensya
💪💪💪
ilensya
ji yu 🤣
ilensya
haha gatau aja kamu,, dia sekarang juragan emas🤣
ilensya
jangan harap jubah itu kembali feng
Fitria: Makasih udah mampir, Kak.
total 1 replies
ilensya
🤣🤣🤣
ilensya
gahabis pikir aku sama si li zie
ilensya
haha mengerikan
ilensya
li zie hebat banget
ilensya
💪
ilensya
makin seru
ilensya
jadi orkay li zie
ilensya
💪💪💪
ilensya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!