Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Kamu sengaja ya mempermalukan mas di depan ibu - ibu tadi." tanya Aldi setelah berpindah membeli sarapan di tempat lain.
"Lah, aku ga ngomong apa - apa mas. Ibu - ibu tadi hanya bicara sesuai apa yang mereka liat dan dengar." jawab Ima santai.
"Kamu senang karna mereka memihak kamu?"
"Hmmm...." angguk Ima.
"Harusnya kamu tidak membuka aib rumah tangga kita pada orang luar. " bentak Aldi.
"Itu bukan aib aku mas tapi itu aib kamu sendiri. Lagian itu juga fakta kok, masa aku harus bohong." jawab Ima tetap santai.
Aldi semakin kesel dengan jawaban dari Ima. Tapi sebisa mungkin ia tahan emosi yang siap meledak kapan saja. Ia sangat mencintai Ima tapi juga berbagi hati dengan yang lain. Ia tak mau melepas Ima tapi juga tak mau menceraikan Tina. Lelaki maruk.
"Sarapan mana, Ima?" suara cempreng mertua memekakkan telinga.
"Kata mas Aldi ga usah, ma. Yang mau sarapan beli aja sendiri atau mama kalau mau masak silahkan. Banyak kok bahan - bahan di kulkas." ucap Ima santai.
"Kenapa bukan kamu saja yang masak?" tanya mertuanya.
"Malas, aku cukup makna ini aja." Ima mengakat kue yang ia beli.
"Kok kamu cuma beli buat diri sendiri, kamu ga mikir banyak orang di ruamh ini." omel mama.
"Ga."
"Kamu ini bener - bener makin hari makin kurang ajar. Aldi lait tuh istri kamu, sudah mulai ga benar. Sebaiknya kamu ceraikan saja wanita mandul itu." Ima malas mendegar drama mertunya yang selalu saja menyalahkan dirinya. Apalagi suaminya yang sama sekali tak berani membantah mamanya.
"Sudahlah ma, nanti aku surih Tina beli sarapan untuk mama. Kalau ga aku pesan gofood aja."
"Ya sudah, terserah kamu ajalah. Yang penting sarapan ada.:
"Iya, ma."
"Ima ga usah di beliin, biar aja nanti ia kelaparan." mertua yang aneh, menantu pilih - pilih, padahal Ima adalah istri pertama Aldi tapi kenapa wanita itu begitu membenci Ima. Jika bukan karna bantuan Ima, resto tidak akan maju seperti sekarang.
Tapi itulah sifat manusiawi, sepertinya mama mertua tak rela Ima menikmati hasil jerih payah dirinya dan suami.
Menghindar bukan berarti kalah atau lemah, cuma Ima ingin otaknya tak panas mendegar ocehan tak bermutu yang selalu merendahkan dan menghujat dirinya.
Ima duduk si balkon ditemani oleh segelas susu coklat panas dan kue yang tadi ia bawa. Udara lagi mulai terasa panas saat mentari bersinar semakin garang.
"Ima, ini sarapan untuk kamu." rupanya Aldi tetap memesankan sarapan untuk Ima meski mamanya melarang.
"Aku udah kenyang, mas." jawab Ima sambil menghabiskan susu yang sudah mulai dingin.
"Ya, Mas udah beliin buat kamu. Di makan ya." rayu Aldi.
"Kasih yang lain aja, mas." tolak Ima.
"Yang lain udah pada sarapan, tinggal kamu yang belum."
"Buat mas aja." Ima tetap menolak pemberian suaminya karna hatinya masih terlalu sakit dengan perkataan mertunya.
"Mas udah, ayo di makan dulu. Mumpung masih hangat." Aldi membuka bungkus makanan yang langsung mengeluarkan aroma yang menggugah selera.
"Mas suapin ya." rayu Aldi." Aaaaakkk...." Aldi menyodorkan satu senduk bubur ayam kesukaan Ima sebenarnya. Karna merasa tak tega, Ima terpaksa memakan bubur pemberian Aldi walau hanya sedikit.
"Udah, mas. Aku dah begah banget."
"Baru juga beberapa suap udah begah aja."
"Kan aku udah makan kue dan segelas susu."
"Ya sudah, Mas turun dulu ya. Mau taro ini di dapur." Aldi keluar membawa siaa bubur dan meletakkannya di dapur.
"Loh kok ga abis." tanya mama saat melihat Aldi meletakan bubur di dapur.
"Aku ga nafsu, ma." bohong Aldi.
"Kamu sakit?" tanya mama.
"Ga, ma. Cuma lagi ga kepengan aja makan bubut."
"Kalau ga suka ngapain di beli, buang - buang uang saja. Trus kamu mau sarapan apa? di rumah ga ada apa - apa."
"Nanti aja di resto aku makan, mq. Aku ganti baju dulu, ma." Aldi diam - diam berbohong demi Ima, padahal bubur itu jatah dirinya tapi karna tak tega makanya Aldi memberikan buburnya pada Ima.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 🙏🙏😘