NovelToon NovelToon
PANGERAN KETUJUH DAN PECAHAN DEWA

PANGERAN KETUJUH DAN PECAHAN DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irhab Hauzan

Chu Feng, putra ketujuh yang bersembunyi di balik topeng "tak berbakat", berubah takdir saat sebuah pecahan dari Dewa Kekacauan Purba yang hancur jutaan tahun lalu memilihnya. Bersama tombak yang terus berevolusi dan pasukan binatang ilahi, ia merangkak dari murid sekte kecil menuju kenyataan bahwa dunianya hanyalah sudut kecil dari semesta yang jauh lebih luas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhab Hauzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Murid Baru

Hari pertama Chu Feng sebagai murid Sekte Awan Langit dimulai jauh lebih sederhana dari yang pernah ia alami sepanjang hidupnya di istana.

Kamarnya di asrama murid hanyalah ruangan kecil berukuran tidak lebih dari lima langkah persegi, dengan sebuah ranjang kayu sederhana, meja kecil untuk belajar, dan satu jendela kecil yang menghadap ke halaman latihan utama. Jauh dari kemewahan paviliun timur yang dulu ia tempati, namun entah kenapa, ruangan sederhana ini terasa lebih nyata dan lebih miliknya sendiri dibandingkan istana megah yang penuh dengan intrik dan kepura-puraan.

Hei, yang kini sudah cukup pulih untuk berjalan normal meski masih menyisakan sedikit kepincangan, menjelajahi setiap sudut kamar barunya dengan rasa ingin tahu seekor anak binatang, mengendus-endus ranjang dan meja sebelum akhirnya memutuskan untuk bergelung di sudut ranjang Chu Feng sebagai tempat favoritnya.

Pagi itu, seorang murid senior—wanita muda dengan rambut diikat rapi dan sikap yang tegas namun tidak bermusuhan—muncul di depan pintu kamarnya.

"Kau murid baru itu?" tanyanya, mengamati Chu Feng dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan menilai. "Aku Zhao Lin, murid senior tingkat tiga. Tetua Wang menugaskanku untuk menunjukkanmu seluk-beluk sekte ini."

"Terima kasih atas kesediaanmu," Chu Feng membungkuk sopan. "Namaku Chu Feng."

"Aku tahu," Zhao Lin mengangguk singkat, matanya melirik sekilas ke arah Hei yang mengintip dari balik kaki ranjang. "Kabar tentang murid baru yang datang dengan surat pengantar kerajaan sudah menyebar ke seluruh sekte semalam. Beberapa murid penasaran, beberapa lainnya... kurang senang."

"Kurang senang?" Chu Feng mengangkat alis.

"Sekte kita kecil, dan sumber daya kita terbatas," jelas Zhao Lin, mulai berjalan keluar kamar, memberi isyarat agar Chu Feng mengikutinya. "Beberapa murid khawatir kehadiranmu—terutama karena hubungan dengan kerajaan—akan mengubah dinamika sekte, atau lebih buruk, menarik perhatian yang tidak diinginkan dari pihak luar."

Chu Feng mengangguk paham, tidak sepenuhnya terkejut dengan kekhawatiran semacam itu. "Aku mengerti kekhawatiran mereka. Aku tidak berniat mengubah apa pun di sini, hanya ingin berlatih dan berkembang seperti murid lainnya."

Zhao Lin melirik ke arahnya sejenak, sesuatu di matanya menunjukkan sedikit keterkejutan atas jawaban sederhana namun tulus itu. "Kita lihat saja," katanya, meski nadanya sedikit lebih ramah dari sebelumnya.

Perjalanan keliling kompleks sekte tidak memakan waktu lama, mengingat ukurannya yang memang jauh lebih kecil dibandingkan sekte-sekte besar yang biasa Chu Feng baca di kitab-kitab perpustakaan istana. Total jumlah murid di Sekte Awan Langit, menurut Zhao Lin, tidak lebih dari dua ratus tujuh puluh orang—jauh menyusut dari catatan sejarah yang pernah menyebutkan sekte ini memiliki lebih dari seribu murid di masa kejayaannya sebelum tragedi Desa Kabut Hening.

"Aula latihan utama," Zhao Lin menunjuk sebuah bangunan yang meski tampak lebih terawat dari bangunan lain, masih menunjukkan tanda-tanda usia yang tidak bisa disembunyikan sepenuhnya. "Di sinilah sebagian besar latihan dasar dilakukan. Tetua Wang dan dua tetua lainnya bergantian mengajar teknik dasar kultivasi setiap pagi."

"Hanya tiga tetua?" tanya Chu Feng, sedikit terkejut mengingat sekte-sekte besar biasanya memiliki puluhan tetua untuk membimbing ratusan atau ribuan murid.

"Dulu ada tujuh," jawab Zhao Lin, nada suaranya sedikit getir. "Empat lainnya gugur atau meninggalkan sekte setelah tragedi sepuluh tahun lalu—entah karena kehilangan kepercayaan, atau karena luka yang mereka derita terlalu berat untuk terus mengajar."

Mereka melanjutkan perjalanan menuju area lain—perpustakaan sekte yang meski jauh lebih kecil dari perpustakaan istana, tetap menyimpan beberapa kitab kultivasi dasar dan menengah yang cukup untuk membantu murid berkembang; dapur umum tempat seluruh murid makan bersama, mencerminkan kesederhanaan hidup di sekte ini; dan akhirnya, sebuah lapangan terbuka di bagian belakang kompleks, tempat beberapa murid tampak sedang berlatih teknik dasar dengan berbagai jenis senjata.

Di antara para murid yang berlatih, seorang pemuda bertubuh tegap dengan pedang di tangannya menghentikan latihannya ketika melihat Zhao Lin dan Chu Feng mendekat.

"Ah, murid baru yang katanya datang dari kerajaan," katanya, nada suaranya jelas mengandung sedikit ejekan. "Aku Liu Bo, murid tingkat empat. Dengar-dengar kau punya surat pengantar khusus dari kaisar sendiri?"

"Benar," jawab Chu Feng sederhana, tidak terpancing nada mengejek itu.

"Menarik," Liu Bo menyeringai, memutar pedangnya sekali dengan gerakan yang cukup terampil, jelas menunjukkan bakat yang lebih baik dari murid-murid seusianya. "Tapi surat pengantar tidak akan membantumu banyak di sini, Pangeran—" ia sengaja menekankan kata itu dengan nada mengejek, "—kalau kau tidak bisa menunjukkan kemampuan nyata. Di sekte ini, kekuatan yang berbicara, bukan gelar atau koneksi."

"Aku setuju denganmu," Chu Feng menjawab tenang, tidak menunjukkan tanda-tanda tersinggung. "Aku tidak datang ke sini untuk mengandalkan gelar."

Liu Bo mengangkat alis, sedikit terkejut dengan jawaban yang tidak sesuai ekspektasinya. Ia jelas mengharapkan reaksi defensif atau marah, bukan ketenangan yang justru membuat ejekannya terasa kurang bermakna.

"Kita lihat saja buktinya," katanya akhirnya, sedikit kehilangan momentum ejekannya. "Latihan bersama besok pagi. Kalau kau memang punya sesuatu untuk dibuktikan, tunjukkan di sana."

"Aku akan hadir," jawab Chu Feng sederhana, sebelum melanjutkan langkahnya mengikuti Zhao Lin yang sudah menunggu di kejauhan, sedikit geli dengan interaksi yang baru saja terjadi.

"Jangan terlalu ambil hati soal Liu Bo," kata Zhao Lin ketika mereka sudah cukup jauh dari lapangan latihan. "Dia memang begitu pada semua murid baru, terutama yang datang dengan latar belakang yang mencolok. Tapi dia tidak benar-benar jahat, hanya... kompetitif secara berlebihan."

"Aku tidak keberatan," Chu Feng tersenyum tipis. "Aku sudah terbiasa dengan ejekan semacam itu."

Zhao Lin melirik ke arahnya, rasa ingin tahu jelas terlihat di matanya, meski ia tidak mendesak lebih jauh untuk bertanya tentang latar belakang murid baru ini.

"Latihan bersama besok pagi," katanya akhirnya, mengubah topik, "adalah sesi rutin di mana murid-murid baru menunjukkan kemampuan dasar mereka di depan tetua dan murid senior lainnya. Ini bukan pertandingan resmi, tapi cukup penting untuk menentukan kelompok latihan mana yang akan kau ikuti selanjutnya."

"Aku mengerti," Chu Feng mengangguk, sudah mulai menyusun strategi dalam pikirannya—seberapa banyak yang harus ia tunjukkan, dan seberapa banyak yang harus tetap ia sembunyikan, bahkan di tempat baru ini.

"Kau kembali memikirkan strategi," komentar suara di dalam dirinya, nada geli terdengar jelas. "Kebiasaan lama sulit dihilangkan, Pangeran Ketujuh."

Aku hanya berhati-hati, Chu Feng membalas dalam hati, meski ia tahu suara itu benar. Meski aku sudah meninggalkan istana, bukan berarti aku bisa langsung menunjukkan segalanya di tempat baru.

"Kebijaksanaan yang wajar," setuju suara itu. "Tapi ingatlah, di tempat ini, kau punya kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru—tanpa beban ekspektasi bertahun-tahun seperti di istana. Manfaatkan itu dengan bijak."

Chu Feng mempertimbangkan kata-kata itu selagi ia dan Zhao Lin berjalan kembali menuju asrama, matahari sore mulai memantulkan cahaya keemasan di atas bangunan-bangunan sederhana Sekte Awan Langit yang meski jauh dari kejayaan masa lalunya, kini menjadi rumah baru baginya untuk memulai babak berikutnya dalam perjalanan hidupnya.

1
Nanik S
Chu Feng ..harusnya cepat tinggalkan sekte dan mulai mengembara👌
Irhab Hauzan: terimakasih 👍🙏
total 1 replies
Nanik S
Hei...jadilah kuat agar bisa melindungi Tuanmu
Irhab Hauzan: siap laksanakan 👍
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus💪💪💪
Irhab Hauzan: gas👍👍
total 1 replies
Nanik S
Menjadi Murid sekte
Nanik S
Chu Feng ada teman dalam perjalanan
Nanik S
Akhirnya Chu Feng pergi menuju Sekte Langit
Irhab Hauzan: lanjut kak🙏
total 1 replies
Nanik S
Siapa nanti yang akan berkhianat pada Chu Feng apakah itu Su Yue
Irhab Hauzan: ditunggu kelanjutannya 🙏👍
total 1 replies
Nanik S
Chu Feng harus berlindung disekte dan terus berlatih agar menjadi Kuat
Irhab Hauzan: terimakasi🙏😄
total 1 replies
Nanik S
Keturunan siapakah sebenarnya Ibu Chu Feng
Nanik S
Lanjutkan💪💪💪
Irhab Hauzan: terimakasih 🙏
total 1 replies
Nanik S
Chu Yan... kenapa tidak malu melawan adiknya yang paling Lemah
Irhab Hauzan: suka mbuly soalnya😄👍
total 1 replies
Nanik S
Chu Feng.... mulai menunjukan kemampuannya dan pasti akan berbahaya bagi Kakak²nya😇😇😇
Irhab Hauzan: ditunggu kelanjutannya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Nanik S
Chu Feng memang harus berhati hati karena kelicikan wanita
Irhab Hauzan: 😄😄😄 wanita memang tipudaya
total 1 replies
Nanik S
Semoga pangeran Ketuju tidak terlalu tertarik dengan asmara agar cerita ini tidak membosankan
Irhab Hauzan: terimakasih atas masukanya🙏
total 1 replies
Nanik S
Ada yang mengawasi ... dan kenapa sang Dewa tidak menyadarunya
Irhab Hauzan
terimakasih masukanya🙏
Nanik S
Lanjutkan Tor... jangan sampai ada perjodohan atau pernikahan muda pasti Ceritanya sudah TDK akan menarik
Nanik S
Lanjutkan Tor💪💪💪
Nanik S
Dewa... yang dianggap Intensitas tertinggi
Nanik S
Semoga cerita ini sampai selesai
Irhab Hauzan: terimakasih supportnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!