NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 13.

Sore itu latihan di akademi akhirnya selesai, beberapa trainee keluar dari ruang simulator dengan wajah lelah. Ada yang langsung menuju ruang istirahat, ada yang masih berdiri di koridor membahas latihan tadi.

Namun memang suasana di akademi terasa berbeda sejak pagi. Kehadiran Arkana sebagai instruktur baru membuat banyak trainee tegang. Apalagi cara Arkana yang terus menekan Leya di simulator tadi cukup terlihat jelas.

Di dekat pintu hanggar, Rafi dan Viola berdiri sambil melihat ke arah Leya.

“Sejak dia datang, akademi jadi terasa aneh. Sekarang ditambah sikap Kapten Arkana padanya yang juga terasa ganjil.“ Rafi mendengus.

“Kau benar, begitupun Kaisar. Sejak awal aku suka padanya... setelah dia dekat dengan Kataleya, dia malah terlihat berbeda.“ Viola menimpali.

Viola dan Rafi menatap ke arah Leya dan Kaisar yang berjalan keluar dari ruang simulator bersama.

“Dua orang itu, selalu merasa paling hebat.“ Rafi menggertakkan giginya.

Rasa iri karena tak mampu mengungguli Leya perlahan berubah menjadi kebencian di hati Rafi.

Leya melewati mereka tanpa berkata apapun, tatapannya bahkan tak berhenti sedikitpun pada keduanya. Baginya, mereka hanya pesaing dalam perebutan kursi kapten pilot, jadi tak ada kebencian dalam hatinya. Sejak menjadi pilot, Leya sudah terbiasa dengan persaingan seperti itu. Di setiap akademi, selalu saja ada orang yang ingin saling mengalahkan.

Kaisar pun hanya melirik Rafi dan Viola, tapi tak berkata apa-apa.

Begitu keluar dari hanggar, Leya berhenti di dekat parkiran. “Aku pulang dulu.“

“Kau memang terlihat lelah, istirahat yang cukup.“ Kaisar begitu perhatian.

“Latihan hari ini memang melelahkan,“ Leya menghela nafasnya.

“Karena Arkana?“

“Bukan.“ Jawab Leya.

“Lalu?“

“Karena aku harus membuktikan sesuatu, bahwa aku pantas berada disini.“

Kaisar tersenyum. “Leya, percayalah. Kau tak perlu membuktikan dirimu pada siapapun.“

“Kenyataannya tidak sesederhana itu,“ Leya membuka pintu mobil murah yang ia beli beberapa hari lalu, kemudian masuk ke dalamnya. “Kaisar, jangan cari masalah dengan Arkana hanya gara-gara aku. Jangan biarkan... aku merasa bersalah padamu nantinya.“

Kaisar malah tertawa kecil, “Tenang saja, hati-hati di jalan.“

“Aku pergi,“ pamit Leya.

Kaisar berdiri dia samping mobilnya sendiri, dia memperhatikan mobil Leya yang perlahan keluar dari area parkir. Tatapannya mengikuti mobil wanita itu sampai benar-benar menghilang di tikungan jalan depan akademi.

“Sepertinya kau benar-benar memperhatikan istriku.“ Seseorang berbicara dari belakang.

Kaisar menoleh, Arkana berdiri beberapa meter di belakangnya. Pria itu masih mengenakan seragam Instruktur, tangannya bersedekap. Wajah Arkana datar, tapi tatapannya jelas-jelas tidak ramah.

Kaisar memasukkan kedua tangannya ke saku celana, “Dia adalah rekan latihanku di akademi, wajar saja kalau aku perhatian padanya. Hubungan kami harus dekat agar bisa berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik.“

Arkana tersenyum tipis, senyuman yang lebih mirip sindiran. “Perhatianmu terlalu jauh untuk sekedar rekan latihan. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya dijadikan alat oleh Leya untuk membuatku cemburu.“

Kaisar terkekeh geli. “Astaga, aku heran. Bagaimana Leya bisa menikah dengan pria sepertimu? Bodoh dan terlalu percaya diri. Bahkan wajahmu tebal sekali, sudah mengkhianati Leya tapi masih berani menampakkan dirimu di depannya seolah tak terjadi apa-apa.“

Kaisar menyandarkan tubuhnya di mobil, “Padahal wanita yang kau khianati itu lah... yang dulu berkorban demi kariermu. Leya sampai rela memberikan posisi kapten itu untukmu.“

“Kau—“ Arkana melangkah maju, wajahnya menegang.

“Jaga macam-macam pada Leya!“ Kaisar memotong.

Arkana menatap tajam Kaisar. “Dia masih istriku, jaga jarakmu!“

Kaisar kembali tertawa, kali ini tawa mengejek. “Kapten Arkana, kau sudah tidak punya hak itu. Sebentar lagi, hubungan kalian berakhir.“

“Kau pikir... kau tau apa yang terjadi di dalam rumah tanggaku?!“ Arkana menggeram.

Kaisar mengangkat bahu, “Aku tidak perlu tahu, karena kejadian di restoran sudah membuktikan segalanya. Kau pengkhianatnya, dan Leya adalah korbannya.“

Lalu Kaisar membuka pintu mobilnya, “Aku peringatkan, kalau kau terus menekan Leya di akademi, aku tidak akan tinggal diam."

“Kau mengancamku?“ Arkana mendengus.

Kaisar menatap dalam-dalam, tatapannya berubah dingin. “Bukan ancaman, tapi peringatan! Rekaman pilot senior bermesraan dengan pramugari di area parkiran...“

Arkana langsung menbeku.

Kaisar melihat reaksi Arkana, lalu tersenyum menyeringai. “Dan juga... rekaman di restoran saat wanita selingkuhanmu membuat keributan. Kalau rekaman-rekaman itu muncul di internet atau sampai di pusat maskapai, menurutmu... reputasi siapa yang akan hancur?“

Kedua pria itu saling menatap tajam, angin sore berhembus di area parkir hanggar yang mulai sepi.

“Kau ingin bermain kotor?!“ Arkana akhirnya bicara.

“Jangan berpura-pura, mengenai bermain kotor... kau lebih dulu yang melakukannya.“ Kaisar masuk ke dalam mobilnya.

Mesin mobil menyala, Kaisar menutup pintu mobilnya. Sebelum mobilnya bergerak, kaca jendelanya turun sedikit.

“Jadi mulai besok, Kapten. Latih semua trainee dengan cara yang sama, jangan berani-beraninya menekan Leya seperti tadi.“ Suara Kaisar terdengar dingin.

Mobil Kaisar kemudian melaju keluar dari parkiran, sementara Arkana masih berdiri terpaku di tempatnya.

1
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘴𝘦𝘯
Tuti Tyastuti
𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘨𝘹 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘫 𝘳𝘢𝘧𝘪 𝘬𝘭𝘰 𝘬𝘮 𝘤𝘢𝘱𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘷𝘪𝘰𝘭𝘢
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩🤔
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘪 𝘳𝘶𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘱𝘰𝘬 𝘪𝘯𝘴𝘢𝘧 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪
Tuti Tyastuti
𝘵𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘨𝘹 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘱𝘶
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘪𝘬
Tuti Tyastuti
𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘭𝘰 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘳𝘦𝘴𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘳𝘢𝘧𝘪
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘮𝘱𝘰𝘴 𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘶𝘥𝘪
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘩𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘩𝘰𝘳𝘦𝘦𝘦 𝘢𝘳𝘴𝘦𝘯 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘦𝘬🤭1
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘤𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘱𝘢𝘮𝘦𝘳 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘩
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘩𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 💪
evana gusani
baru mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!