Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.
Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.
Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 : Saat Takdir Memilihku
Devan di kelilingi kekuatan Magis, dirinya kini di warisi banyak kekuatan alam, dari lima sesepuh alam moana. Dan bidadari pun yang mereka sebut dayang di alam moana, akan resmi melayani Devan sepanjang hidup nya.
Sosok Devan semakin berwibawa, terlebih dirinya memiliki ketampanan yang tak biasa, memiliki hidung mancung, mata coklat serta rahang tegas, menambah pesona nya itu. Setelah usai, dengan peresmian Devan menjadi penguasa alam moana, kelima sesepuh itu memberkati nya.
"Semoga, kelak engkau menjadi seorang, raja yang melindungi rakyat nya, dan semoga kau menjadi raja yang bijaksana di alam moana serta alam manusia!" ucap ki Amar seraya memegangi kepala Devan, dengan tangan kanan nya.
"Terimakasih para sesepuh, saya merasa terhormat bisa di berikan tanggung jawab besar ini!" ucap Devan.
Malea sert Syafir yang hadir disana, memberikan hormat kepada raja baru mereka Devan sama hal nya dayang yang lain nya pun melakukan hal yang sama, dengan Syafir serta Malea.
Setelah beberapa lama, Devan pun bertanya kepada ki Amar. "Apakah aku harus terus berada disini ki?" tanya Devan.
"Tentu tidak selama nya, kau bebas keluar masuk tempat ini,ini adalah istana mu, dan setelah ini kami pun akan bersemayam di suatu tempat, yang tak akan kalian ketahui" jawab Ki Amar.
Devan sejenak terdiam, dimana tempat yang tak di ketahui itu, Pikirnya. Kini Devan berada di kamar istana yang akan menjadi hunian barunya, Devan sedang di layani oleh puluhan dayang di kamar nya, termasuk Malea serta syafir. Ada yang memijati nya, dan banyak lagi, Devan menikmati pelayanan dayang nya itu.
"Apakah tuan perlu, pijatan yang lain nya?" tanya Malea.
"Nanti saja, untuk saat ini aku masih ingin mencerna semua yang telah terjadi, tak pernah ku sangka aku akan berada di tempat ini, yang bahkan tak pernah ku kunjungi sama sekali" jawab Devan.
"Baiklah tuan" jawab Malea.
Devan menikmati setiap, sentuhan lembut para dayang nya itu, hingga tak sadar dia pun tertidur. Malea memberi isyarat kepada yang lain nya, agar meninggalkan tempat itu sementara, agar tak mengganggu Devan yang sedang beristirahat.
Singkat cerita Marvin terbangun, melihat jam tangan nya yang sudah terlalu lama dia disini. Dia jadi teringat ibu nya di alam nyata. "Ini sudah sore, apakah tak sebaik nya kita kembali?" tannya Devan pada Malea.
"Tenang tuan, jika di dunia nyata 1 hari, berarti disini tuan sudah menghabiskan waktu selama 10 hari" jelas Malea.
Mendengar itu Devan, sedikit terkejut. "Ternyata lama sekali!" timpal Devan.
Malea menjelaskan bagaimana, perbedaan waktu di alam nyata serta di alam moana. Sehingga Devan mengerti karena perbedaan dimensi waktu yang membuat, waktu di alam Moana menjadi kebih cepat.
"Apakah mereka, para dayang memiliki nama? Ahh tentu mereka memiliki nya bukan, aku tak mau menghapal nya, mereka banyak sekali hahahaha" celetuk Devan di iringi tawa.
Malea serta syafir yang selalu setia menemani, hanya mengulum senyum mendengar itu. Bagaimana tidak mengingat nama banyaknya dayang akan membuat Devan bingung, namun seiring berjalan nya waktu yang pasti Devan akan mengingat nya.
Singkat waktu Devan sudah kembali, setelah enam hari berada di alam moana. Telihat disana Vivi sedang sibuk merapihkan barang di toko, sebelum keadaan toko mulai ramai. "Kau rajin sekali, pagi-pagi sudah berada disini" tanya Devan.
Sontak mendengar suara Devan itu membuat Vivi menoleh. "Eh.. Devan, biar lebih siap aja, dan tidak terlalu berantakan juga, agar terlihat rapih" ucap Vivi.
"Jangan terlalu pagi, buka toko juga masih 1 jam lagi bukan" timpal Devan.
Mereka pun berbincang, seraya Devan membantu membereskan barang-barang di toko milik nya. Sekarang Devan akan memperbanyak kegiatan nya, di alam moana. Setelah dia menyelesaikan urusan nya di alam nyata, dia
kembali menuju alam Moana namun kini hanya bersama Malea. Saat tiba di alam moana Devan sudah di sambut, oleh seluruh mahluk disana yang kini mengenal nya sebagai raja moana. Tak lupa juga disana Devan tentu di kawal oleh Manjo.
"Selamat datang kembali tuan!" sapa manjo.
Devan tersenyum saat di sapa oleh mahluk, paling kuat disana yaitu manjo yang memimpin semua mahluk,yang ada disana dan menjadi yang terkuat.
"Apakah tidak ada masalah selama aku tak ada disini?" tanya Devan.
"Tidak tuan, semua nya tentram dan aman, tak ada masalah yang berarti" jawab Manjo mahluk hitam besar itu.
Hingga tiba di halaman utama, gerbang sudah terbuka lebar, saat mengetahui kedatangan Devan serta Malea.
"Selamat datang tuan!" sambut puluhan dayang disana.
Devan pun membalas sambutan itu dengan senyuman khas nya. Tak lama setelah itu Devan berdiri di balkon istana, dia menyapu pandangan nya ke wilayah istana, alam yang indah namun memiliki kekuatan dan aura magis yang sangat kuat.
"Malea, apakah hanya seperti ini kehidupan ku saat ini, tak ada pertarungan atau pun yang lain nya" tanya Devan.
"Untuk saat ini ya, tuan hanya akan menjalani kehidupan biasa,
namun tuan harus tetap waspada, karena bahaya akan selalu mengintai kita dimana pun" jawab Malea.
"Baiklah aku mengerti" timpal Devan.
Setelah perbincangan yang cukup lama, Devan melakukan aktivitas seperti biasanya dengan Malea. Dirinya mulai saling menempel kan bibirnya, hingga tak sadar mereka sudah berada di atas ranjang ruangan Devan, Malea pun menikmati setiap sentuhan, dari Devan.
Devan menggerayangi tubuh Malea, tangan nya mulai menyisir seluruh tubuh nya, dan keadaan semakin memanas, dan seterus nya hingga mereka selesai melakukan kegiatan Intim itu. Menyatukan tubuh dengan dayang nya, membuat Devan semakin menjadi kuat. Terlebih jika dia melakukan nya dengan beberapa dayang sekaligus.
Kini Devan mencoba hidangan yang dimasak, oleh para dayang untuk Devan, disana terlihat banyak sekali makanan yang tersaji, dengan aroma yang menggugah selera Devan.
Saat mencoba makanan itu, Devan terkejut karena makanan, yang dia coba enak semua, tanpa ada kurang sama sekali. "Ini enak sekali, aku suka dengan ini" ucap Devan.
Karena para dayang bukan lah manusia, jadi mereka hanya memperhatikan saja raja mereka.
"Jika tuan menginginkan lebih banyak lagi, maka kami akan membuatkan nya kembali" ucap seorang dayang disana.
"Tentu, nanti akan ku beritahukan kepada kalian" jawab Devan.
"Tuan, ada seseorang yang hendak bertemu dengan mu" ucap Malea kepada Devan.
"Siapa itu?" tanya Devan.
"Mereka dari kaum siluman" jawab Malea.
Devan heran, siapa yang hendak menemui nya dan apa maksud tujuan nya menemui Devan, namun Devan tak memikirkan itu terlalu dalam lagi. Dia hanya fokus dengan makanan nya saja.