NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Gerbang perak Aula Utama Istana—sebuah mahakarya arsitektur setinggi lima belas meter yang ditempa dari baja mitril dan dilindungi oleh tujuh belas lapis Aegis Barrier tingkat Sovereign—tidak hancur oleh ledakan.

​Segil-segil perlindungan yang telah bertahan selama empat abad mendadak kehilangan kerapatan molekuler, meretas menjadi serbuk perak yang jatuh tanpa suara ke lantai marmer.

​Langkah kaki pertama bergema.

​Tuk.

​Bukan langkah seorang pahlawan. Bukan pula irama melangkah seorang penakluk. Itu hanya gesekan sol sepatu kulit milik Ren Vaelen—seorang pemuda biasa kasta Zero-Core yang napasnya terengah-engah, tubuhnya memar, dan matanya memancarkan rasa sakit manusiawi yang nyata.

​Ren hampir ambruk di ambang pintu. Ia adalah manusia fana yang rapuh.

​Namun, di belakang punggung Ren, udara di Aula Utama tidak sekadar bergetar—ia berhenti berfungsi. Tiga puluh lima jenderal kasta Sovereign, tiga Pangeran Tinggi, dan Kaisar Aethelgard mendadak merasa seperti dada mereka dihimpit oleh bobot seluruh benua.

​Mereka melihat Ren Vaelen... tapi jiwa dan insting bertahan hidup mereka mendeteksi sesuatu yang jauh lebih mengerikan di belakang pemuda itu.

​Di luar keberadaan Ren yang berdarah-darah, terdapat sebuah bayangan tak bertepi yang memproyeksikan keberadaannya ke dalam ruangan. Sebuah entitas di luar tatanan fiksi yang sengaja menggunakan Ren Vaelen sebagai satu-satunya "titik tambat" agar dunia Aethelgard tidak hancur berantakan.

​The Absolute Anomaly. Sang Tokoh Utama Sejati yang sedang menyaksikan ruangan ini melalui mata Ren.

​"Berhenti di tempatmu, sampah Zero-Core!" gertak Jenderal Valerius, melompat dengan pedang berlapis aura tembaga Sovereign bersuhu ribuan derajat.

​Ren bahkan tidak sempat bereaksi secara fisik—refleks tubuh manusianya terlalu lambat untuk kecepatan kasta Sovereign.

​Namun, ketika pedang Valerius tinggal sejengkal dari leher Ren, keberadaan sang Absolute Anomaly di luar realitas melakukan intervensi terkecilnya. Konsep "Panas" dan "Ketajaman" di sekitar koordinat Ren ditarik keluar dari hukum fisika lokal.

​Klang.

​Pedang mitril murni itu patah tiga.

​Valerius terbelalak. Tatapannya tidak sengaja menembus ruang hampa di atas kepala Ren—ia mencoba mengamati "siapa" yang sebenarnya mengendalikan dan melindungi pemuda Zero-Core ini.

​Feedback Loop konseptual terjadi seketika.

​Mata Valerius mendadak menyemburkan darah. Otaknya berusaha memproses struktur entitas yang tidak dibuat dari data, Qi, atau hukum realitas mana pun. Sang Absolute Anomaly tidak menyerang Valerius—Valerius hancur sendiri karena nekat menatap ke arah Tokoh Utama Sejati yang berada di luar kapasitas otaknya.

​"Argh—AAGHH!" Valerius meronta di lantai, kejang-kejang saat seluruh jaringan energinya mengalami Total System Crash.

​Seluruh jenderal kasta Sovereign mundur tiga langkah. Keringat dingin membasahi seluruh karpet perak.

​"Siapa... siapa yang berdiri di belakangmu, Ren Vaelen?!" teriak Pangeran Pertama dengan suara gemetar, tangannya memegang erat tongkat pusaka. "Kau hanya manusia tanpa Qi! Siapa yang menggunakanmu sebagai wadah?!"

​Ren memegangi dadanya yang sesak, terbatuk darah kecil. Ia menatap ke arah Pangeran Pertama dengan mata manusia yang lelah, lalu berbisik pelan:

​"Aku tidak kenal siapa Dia... Aku hanya wadah yang Dia pilih untuk berjalan di dunia kalian yang sombong ini."

​Udara di atas kepala Ren melipat. Sebuah tekanan dingin yang mutlak—suara dari The Absolute Anomaly yang diproyeksikan langsung ke dalam pikiran seluruh isi Aula Utama—bergema tanpa membutuhkan pita suara:

​[Dunia ini terlalu kecil untuk Keberadaanku. Maka dari itu, Cermin Fana bernama Ren Vaelen ini... cukup untuk meratakan takhta kalian.]

​Kaisar Aethelgard yang berada di Takhta Perak perlahan berdiri, wajahnya pucat pasi saat menyadari bahwa yang selama ini mereka lawan bukanlah Ren Vaelen si Zero-Core... melainkan bayangan dari Sang Tokoh Utama yang bahkan tidak berada di dimensi yang sama dengan mereka.

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!