NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemenangan di atas aspal dingin

Raungan mesin Nyx memekakkan telinga di kesunyian tebing Devil’s Curve. Di depan sana, tikungan maut tanpa pembatas itu menganga lebar, seolah siap menelan siapa pun yang melakukan kesalahan sekecil atom.

Kalingga, yang berada dua meter di depan Cassia, mulai menarik tuas remnya sedikit demi sedikit. Sebagai seorang kakak, insting pelindungnya berteriak agar ia tidak memacu motor terlalu gila yang bisa membuat adiknya ikut celaka.

Namun, Cassia justru melakukan hal sebaliknya. Di telinganya, suara Zelene bergema lewat earpiece.

"Cassie! Titik pengeremanmu lewat! Rem sekarang atau kamu jatuh ke jurang!"

"Nggak akan," desis Cassia.

Alih-alih mengerem, Cassia melakukan downshift secara ekstrem. Ban belakangnya berdecit hebat, menciptakan kepulan asap karet yang tipis. Ia memiringkan motornya begitu rendah hingga lututnya—yang dilapisi pelindung—bergesekan dengan aspal, memercikkan bunga api.

SREEEEET!

Kalingga membelalakkan mata dari balik helmnya. Ia melihat motor hitam adiknya meluncur di sisi dalam tikungan, hanya berjarak beberapa sentimeter dari tepian jurang yang gelap.

Saat itulah, stang motor Cassia sedikit goyang karena menyentuh kerikil di pinggir jalan. Tubuhnya oleng ke arah kanan, dan bahunya menghantam tiang rambu peringatan yang ada di sana dengan keras.

BRAK!

Cassia mengerang kesakitan, tapi ia tidak melepaskan gasnya. Meski bahu kirinya terasa nyeri luar biasa dan jaket kulitnya robek hingga memperlihatkan luka lecet yang mengeluarkan darah, ia berhasil menyeimbangkan Nyx kembali. Ia melesat keluar dari tikungan, melewati Kalingga yang sempat tertegun sesaat.

Garis finis tinggal 100 meter lagi. Cassia memacu gasnya hingga maksimal, melintasi bendera yang dikibarkan Galaksi sebagai pemenang.

Begitu motor berhenti, Cassia langsung terjatuh bersama motornya. Ia tidak sanggup lagi menahan berat motor dengan bahunya yang cedera.

"CASSIE!" Galaksi adalah orang pertama yang berlari menghampirinya. Ia segera mengangkat motor yang menimpa kaki Cassia dan membuka kaca helm gadis itu.

Wajah Cassia pucat, peluh membasahi dahi dan rambut pendeknya yang berantakan. "Aku... aku menang, kan?" bisiknya lemah.

Kalingga baru saja sampai, ia turun dari motornya dengan tangan yang gemetar. Ia melihat adiknya yang lemas di pelukan Galaksi, melihat jaketnya yang robek dan darah yang mulai merembes di bahu putih itu.

Amarah Kalingga seketika lenyap, digantikan oleh rasa sesak yang menghimpit dada. Ia berlutut di depan Cassia, tangannya yang kekar gemetar saat menyentuh pipi adiknya.

"Kamu gila... Kamu hampir mati, Cassie," suara Kalingga serak, menahan tangis yang jarang sekali ia perlihatkan.

"Aku nggak mati, Kak," Cassia menatap Kalingga dengan senyum tipis, meski air mata menetes karena menahan sakit di bahunya. "Sekarang Kakak percaya? Aku bisa jaga diriku sendiri. Aku bukan boneka kaca lagi."

Kalingga terdiam cukup lama, menatap luka di bahu Cassia, lalu menatap motor Nyx yang kini lecet di beberapa bagian. Ia kemudian menoleh ke arah Galaksi yang menatapnya dengan pandangan 'gue-udah-bilang-kan'.

Kalingga menghela napas panjang, ia melepas jaket Acheron-nya dan menyampirkannya ke tubuh Cassia yang gemetar kedinginan.

"Oke. Kamu menang," ucap Kalingga pelan, namun tegas. Ia menatap para anggota Acheron yang menonton dari kejauhan. "Dengar semuanya! Mulai malam ini, tidak ada yang boleh mengganggu The Valkyries! Dan siapa pun yang menyentuh adikku di jalanan, dia berurusan langsung dengan ketua Acheron!"

Sorak-sorai kecil terdengar dari Talishia dan Zelene yang langsung berlari memeluk Cassia.

Galaksi menggendong Cassia menuju mobil untuk diobati. Saat mereka melewati Kalingga, Galaksi berhenti sejenak.

"Dia lebih mirip lo daripada yang lo kira, Ling," ucap Galaksi.

Kalingga hanya bisa tersenyum getir sambil memandangi sisa goresan ban di aspal. "Ternyata selama ini gue yang menghalangi sayapnya buat terbang."

Namun, di tengah suasana haru itu, Zelene melihat sesuatu di tabletnya. Wajahnya berubah tegang.

"Cassie, Kak Galaksi... ada masalah," ucap Zelene pelan. "Elara baru saja memposting sesuatu di media sosial sekolah. Dia menyebarkan foto Cassia yang sedang memegang helm di sirkuit tadi. Seluruh sekolah sudah tahu identitas 'Phantom' sekarang."

Cassia menoleh ke arah Zelene, lalu ke arah luka di bahunya. Ia tidak merasa takut.

"Bagus," ucap Cassia dingin. "Biarkan mereka tahu siapa aku yang sebenarnya. Besok pagi, kita tidak perlu wig itu lagi."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!