NovelToon NovelToon
Vows Of Silence

Vows Of Silence

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Hazel Bellvania Cavanaugh adalah definisi kesetiaan yang naif. Ia mencintai James Patrick, seorang atlet sekolah yang karismatik namun manipulatif.
Hubungan mereka aneh—tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, karena James berjanji ingin "menjaga" Hazel hingga pernikahan. Namun, di balik topeng itu, James adalah predator yang memanfaatkan jari-jarinya untuk memuaskan hampir seluruh siswi di SMA mereka.
Kebohongan James terkubur rapat di bawah bayang-bayang geng paling berkuasa di sekolah yang dipimpin oleh Kenneth Karl Graciano. Kenneth yang dingin dan tak tersentuh mengetahui rahasia busuk James, namun ia diam. Bukan karena setia kawan, melainkan karena ia sedang menunggu saat yang tepat untuk meruntuhkan segalanya dan mengambil apa yang menurutnya pantas ia miliki, Hazel Bellvania Cavanaugh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Belas

Sesungguhnya di balik obsesi Kenneth. Di balik ruang rahasia yang penuh foto itu, ternyata ada dendam yang lebih dalam dari sekadar persaingan dengan James.

Keluarga Graciano dan keluarga Cavanaugh ternyata memiliki benang merah yang sangat pahit. Kakak perempuan Kenneth, Kiana Graciano, adalah wanita yang dulunya begitu ceria dan penuh cahaya, sampai ia jatuh cinta pada kakak laki-laki Hazel, Arthur Cavanaugh, saat mereka berada di universitas yang sama.

Arthur, yang dikenal dingin dan sangat menjaga prinsip, berulang kali menolak Kiana dengan cara yang brutal hingga menghancurkan harga diri wanita itu.

Dua tahun yang lalu, Kiana mengalami kerusakan mental total. Ia kini hanya duduk diam menatap jendela di paviliun belakang mansion Graciano, terperangkap dalam depresi berat.

Orang tua Kenneth yang bijaksana memilih untuk tidak menyalahkan Arthur. "Cinta tidak bisa dipaksa," kata sang ayah. Namun, Kenneth tidak sebijak itu. Ia melihat kakaknya hancur setiap hari, dan saat ia tahu Arthur memiliki seorang adik perempuan yang sangat disayangi dan dijaga kesuciannya—Hazel—Kenneth mulai menyusun rencana.

Malam itu, di dalam ruang penuh foto, Kenneth berdiri di hadapan foto Hazel yang masih dalam keadaan terikat. Ia menatap salah satu foto lama Hazel.

"Kau tahu, Hazel? Orang tuaku pasrah melihat kondisi Kak Kiana," bisik Kenneth, suaranya terdengar seperti dentuman es yang retak. "Tapi aku tidak. Aku benci melihat kakaku mati tanpa dikubur hanya karena saudaramu yang terlalu sombong itu."

Kenneth membelai pipi Hazel yang sedang tertidur, dan memandangi wajah hazel namun kali ini pandangannya terasa sedikit lebih dingin.

"Mengambil apa yang paling berharga bagi Arthur, yaitu kehormatan adiknya. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya melihat orang yang dicintainya dihancurkan pelan-pelan."

Kenneth mendekatkan wajahnya, menatap lurus ke dalam wajah Hazel yang tertidur kelelahan.

"Tapi rencanaku sedikit kacau, Hazel. Aku tidak menyangka bahwa alat balas dendamku ternyata lebih gila dan lebih menggoda daripada yang kubayangkan. Kau bukan sekadar adik Arthur sekarang... kau adalah obsesiku."

"Sekarang bayangkan, Hazel... apa yang akan dilakukan Arthur jika dia tahu adiknya yang suci ini sudah menjadi budak nafsu dari adik pria yang dia hancurkan?"

Kenneth kembali mengingat malam panasnya tadi bersama Hazel.

Kenneth tidak membiarkan Hazel melihat keraguan di matanya. Baginya, setiap inci kulit Hazel adalah medan perang untuk membalas luka kakaknya.

Saat ia kembali menguasai tubuh Hazel di atas kursi besar itu, gerakannya tidak lagi sekadar tentang gairah, melainkan tentang penaklukan yang brutal dan penuh perhitungan.

Kenneth menghujam Hazel dengan kekuatan yang seolah ingin menembus inti jiwa gadis itu. Setiap sentakan yang ia berikan terasa sangat dalam, membuat Hazel mendongak dengan mata terbelalak, kehilangan oksigen di tengah badai kenikmatan yang menyakitkan.

"Ken... pelan... ahh!" rintih Hazel,

kuku-kukunya mencengkeram lengan kokoh Kenneth hingga meninggalkan bekas merah.

Namun, Kenneth justru mempercepat temponya. Dalam setiap hujaman yang menghujam Hazel, Kenneth membayangkan wajah Arthur—kakak Hazel yang sombong.

Di kepalanya, setiap desahan nikmat yang keluar dari mulut Hazel adalah suara kehancuran harga diri keluarga Cavanaugh. Kenneth merasa puas luar biasa, ia sedang merusak mahkota yang paling dijaga oleh pria yang telah menghancurkan kakaknya.

Ini untuk Kiana, batin Kenneth setiap kali ia merasakan tubuh Hazel bergetar hebat di bawah kuasanya.

Ia mencium leher Hazel dengan rakus, meninggalkan tanda yang lebih gelap dan lebih banyak, seolah ingin menghapus setiap helai genetik Arthur yang ada di dalam tubuh gadis itu.

Kenneth menikmati bagaimana Hazel, si gadis suci kebanggaan keluarga Cavanaugh, kini menangis dan memohon di bawah kendalinya, menjadi budak dari nafsu yang ia ciptakan sendiri.

"Katakan padaku, Hazel," desis Kenneth tepat di telinga gadis itu, suaranya parau dan penuh kemenangan. "Siapa pemilikmu? Siapa yang berhak menghancurkan mu?"

"Kau... hanya kau, Kenneth... ahhh!" teriak Hazel, tubuhnya melengkung hebat saat Kenneth mencapai puncak pelepasannya di dalam sana.

Hazel terengah-engah, matanya sayu dan dipenuhi air mata kenikmatan, sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang sedang memeluknya dengan begitu posesif ini sedang merayakan sebuah kemenangan dendam.

Hazel merasa sangat dicintai, merasa menjadi pusat dunia Kenneth, tanpa tahu bahwa ia hanyalah sebuah instrumen balas dendam yang sangat indah.

Kenneth membelai rambut Hazel yang basah oleh keringat, menatap wajah polos itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia merasa puas, namun ada secercah rasa lapar yang aneh, ia ingin menghancurkan Hazel lebih dalam lagi, sampai tidak ada lagi yang tersisa untuk Arthur banggakan.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍🥰

1
Triana Oktafiani
Selalu menarik cerita2mu 👍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
😍
terimakasih
ceritanya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
kapok kau kenzo
falea sezi
suka deh g bertele tele sat set
falea sezi
aneh wong kakak mu yg ngemis cinta ampe gila kok Arthur di salahkan hadehhh ampe bales dendam ke adeknya abis ini qm pasti nyesel kenn
falea sezi
bodohnya qm hazel
falea sezi
jahat nya kennet
falea sezi
q ksih hadiah deh
falea sezi
tolol harusnya biarin aja tau hadeh
Rahmawaty24
Semangat kk ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!