Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#18
Angin kencang bertiup di padang rumput Texas yang luas, mengguncang jendela kaca patri di mansion megah keluarga Volkov. Di dalam ruang kerja yang berbau cerutu mahal dan kulit tua, Helen Volkov berjalan mondar-mandir dengan langkah yang penuh amarah. Di tangannya, sebuah laporan finansial dari Boston bergetar karena emosinya yang meluap.
Suaminya, Viktor Volkov, duduk dengan tenang di balik meja ek besarnya, menatap istrinya dengan kening berkerut. Viktor adalah pria yang keras, tipe pria yang membangun kekaisaran bisnisnya dengan tangan besi, namun dia belum mengetahui drama personal yang sedang ditenun oleh putranya, Nikolai.
"Viktor! Kau harus menghentikan kegilaan putra kita!" teriak Helen, suaranya melengking tajam. "Dia menghancurkan seluruh keluarga Hudson di Boston dalam waktu satu jam! Hanya karena seorang wanita... wanita tidak jelas itu kembali lagi!"
Viktor meletakkan cerutunya. "Hudson? Keluarga pemasaran itu? Bukankah Nikolai bilang itu hanya urusan akuisisi strategis?"
"Strategis matamu!" Helen menghempaskan foto hasil jepretan mata-mata ke meja Viktor. Foto itu menunjukkan Nikolai yang sedang memeluk Rose Moore di depan kantor desainnya. "Wanita itu, Viktor. Rosemary. Gadis yatim piatu dari Texas yang dulu pernah kusingkirkan lima tahun lalu! Dia kembali merangkak masuk ke hidup Nikolai!"
Viktor menatap foto itu, mencoba mengingat-ingat. "Rosemary? Siapa dia? Aku tidak pernah mendengar nama itu."
Helen tertawa sinis, matanya berkilat penuh kebencian. "Tentu saja kau tidak tahu. Aku membereskan sampah itu tanpa melibatkanmu agar tangan Nikolai tetap bersih untuk masa depannya. Gadis itu hanyalah parasit tanpa asal-usul, tanpa nama belakang, yang hanya tahu cara menggoda anak laki-laki kaya demi mendapatkan beasiswa. Aku sudah memberinya uang dan mengancam akan melenyapkan kariernya lima tahun lalu agar dia pergi. Dan dia pergi! Dia mengambil uang itu seperti pelacur murahan!"
Viktor mengernyit. "Lalu kenapa sekarang dia di Boston?"
"Dia mengubah namanya menjadi Rose Moore. Dia membangun bisnis perhiasan kecil-kecilan dan menikah dengan Asher Hudson. Tapi rupanya, pesonanya sebagai 'wanita kotor' belum hilang. Nikolai menemukannya lagi, dan anakmu yang bodoh itu rela menghancurkan sebuah keluarga terpandang hanya untuk melindungi wanita yang sudah dicicipi pria lain selama dua tahun!"
Helen mendekati suaminya, suaranya merendah namun penuh racun. "Viktor, ini bukan hanya soal selera Nikolai yang buruk. Ini soal kehormatan Volkov. Kau lupa? Empat bulan yang lalu, di hadapan dewan direksi, Nikolai sudah setuju untuk bertunangan dengan Sasha Moretti."
Viktor terdiam. Ya, Sasha Moretti adalah putri dari raja pelabuhan di Chicago. Pertunangan itu adalah kunci untuk menyatukan jalur logistik tengah Amerika dengan kekuasaan finansial Volkov. Itu adalah kesepakatan bisnis abad ini yang dibungkus dengan cincin berlian.
"Nikolai sudah menandatangani kesepakatan pra-nikah itu," lanjut Helen dengan nada menang. "Sasha adalah wanita berkelas, berpendidikan, dan memiliki darah bangsawan Italia. Dia adalah istri yang pantas untuk seorang Volkov. Sedangkan wanita di Boston itu? Dia hanyalah noda yang akan merusak silsilah kita. Bagaimana jika keluarga Moretti tahu bahwa calon menantu mereka sedang berselingkuh dengan istri orang di Boston?"
Viktor memukul meja dengan keras. "Nikolai bertunangan dengan Sasha untuk memperkuat kekaisaran kita! Jika dia bermain-main dengan wanita yatim piatu itu lagi, dia mempertaruhkan miliaran dolar!"
"Itulah masalahnya, Viktor! Nikolai seolah buta. Dia bahkan menggunakan kartu tanpa batasnya untuk memanjakan Rosemary. Dia memberikan kekuasaan yang seharusnya milik keluarga kita kepada wanita yang lima tahun lalu kusebut sampah!" Helen mulai menjelek-jelekkan Rose lebih jauh. "Kau tahu apa yang kudengar? Di Boston, Rose itu dikenal sebagai wanita mandul yang tidak bisa memberikan anak pada suaminya. Dia wanita yang cacat, Viktor. Bagaimana bisa Nikolai mempertaruhkan tunangan sehebat Sasha demi wanita mandul dan tidak berakar seperti itu?"
Helen tahu bahwa Viktor tidak akan mentoleransi kegagalan bisnis. Dengan memicu kemarahan Viktor soal kerugian finansial dan penghinaan terhadap keluarga Moretti, Helen berharap Nikolai akan ditarik paksa kembali ke Texas.
"Nikolai harus segera kembali," Viktor berkata dengan nada yang sangat dingin, nada yang biasanya ia gunakan sebelum menghancurkan lawan bisnisnya. "Sasha akan segera berangkat ke Boston untuk menemuinya. Pastikan dia tidak menemukan wanita itu di sekitar Nikolai."
Helen tersenyum licik. "Oh, aku sudah merencanakannya. Sasha Moretti bukan tipe wanita yang akan diam saja jika miliknya diganggu. Dia memiliki api yang sama dengan kita, Viktor."
Di Texas, rencana jahat sedang disusun. Helen merasa di atas angin. Baginya, Rose hanyalah sebuah batu sandungan kecil yang pernah ia tendang sekali, dan ia tidak keberatan menendangnya lebih keras kali ini. Ia tidak pernah memberitahu Nikolai bahwa dialah yang mengusir Rose lima tahun lalu dengan ancaman pembunuhan karakter. Di mata Nikolai, Rose pergi karena bosan, dan di mata Viktor, Rose hanyalah gangguan yang harus disingkirkan.
Sementara Itu di Boston...
Nikolai sedang duduk di kantornya, menatap cincin pertunangan di laci mejanya—bukan cincin untuk Sasha, melainkan cincin yang ia siapkan untuk Rosemary. Ia sama sekali tidak peduli pada Sasha Moretti. Baginya, kesepakatan empat bulan lalu itu hanyalah formalitas bisnis yang bisa ia batalkan kapan saja.
Namun, ia tidak menyadari bahwa ibunya baru saja menyulut api di Texas. Ia tidak tahu bahwa Sasha, tunangannya yang cantik namun mematikan, sedang dalam perjalanan menuju Boston dengan membawa surat resmi pertunangan yang belum sempat Nikolai batalkan.
"Nik," Rose masuk ke ruangan dengan wajah yang jauh lebih ceria, tanpa tahu bahwa badai dari Texas sedang menuju ke arahnya. "Ada apa? Kau terlihat tegang."
Nikolai segera menutup lacinya dan tersenyum, menyembunyikan badai yang sedang bergejolak di hatinya. "Tidak ada apa-apa, Sayang. Hanya urusan kecil dari Texas."
Nikolai mencium tangan Rose, namun di kepalanya, ia tahu bahwa ia harus segera menyelesaikan masalah Sasha sebelum Rosemary mengetahuinya. Ia tidak ingin Rose tahu bahwa saat dia sedang berjuang melawan kehancuran rumah tangganya dengan Asher, Nikolai sendiri secara teknis masih terikat pada wanita lain di mata hukum keluarga Volkov.
Pertempuran di Boston mungkin sudah dimenangkan Rose atas keluarga Hudson, namun pertempuran melawan kasta tertinggi Volkov dari Texas baru saja dimulai. Dan kali ini, lawan Rose bukan lagi Mia yang manja, melainkan Sasha Moretti yang dingin dan ibu mertua yang sudah pernah menghancurkan hidupnya sekali.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰