NovelToon NovelToon
BLIND HEIRESS: Akting Buta Sang Istri Konglomerat

BLIND HEIRESS: Akting Buta Sang Istri Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Di depanmu aku tetap buta, tapi di belakangmu aku sedang menggali kuburanmu!"
Gwen, sang pewaris kaya, terbangun dari kebutaannya. Namun, hal pertama yang ia lihat justru suaminya sedang bercumbu dengan sahabatnya sendiri—tepat di samping ranjangnya!
Bukannya melabrak, Gwen memilih tetap berakting buta. Ia menyusun rencana balas dendam yang rapi di bawah hidung mereka.
Keadaan makin panas saat ia menyewa Elang, bodyguard dingin yang menyimpan dendam pada keluarga Gwen. Diam-diam, Elang tahu Gwen hanya berpura-pura.
"Nona, aktingmu hebat. Tapi di depanku, matamu tidak bisa berbohong," bisik Elang.
Bisakah Gwen menghancurkan para pengkhianat itu sebelum rahasianya dibongkar oleh sang bodyguard misterius?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: JEBAK DALAM JEBAK

​Pagi itu, mansion Adiguna terasa seperti peti mati yang indah. Gwen duduk di depan meja riasnya, menatap pantulan dirinya di cermin. Bekas luka kecil di pelipisnya telah mengering, namun luka di hatinya baru saja mulai menganga.

​Di belakangnya, Elang berdiri dengan wajah kaku. Dia sedang merapikan alat komunikasinya, bersiap untuk pergi. Sejak kejadian di dermaga semalam, hanya ada keheningan yang menyesakkan di antara mereka.

​"Kamu mau pergi menemuinya, kan?" suara Gwen memecah kesunyian, dingin dan tajam.

​Gerakan tangan Elang terhenti. "Aku harus menyelesaikan urusanku, Gwen. Sarah adalah kunci untuk mengetahui siapa Tuan Besar di balik Proyek Gerhana."

​Gwen berbalik, senyum sinis tersungging di bibirnya yang dipulas lipstik merah darah. "Urusan bisnis atau urusan hati, Elang? Jangan lupa, dia adalah wanita yang kamu tangisi selama sepuluh tahun. Apa kamu yakin tidak akan luluh saat dia menangis di pelukanmu?"

​Elang mendekat, aura intimidasi terpancar dari tubuh tegapnya. Dia mencengkeram pinggiran meja rias, mengurung Gwen di antara kedua lengannya. "Jangan mengujiku, Nona Adiguna. Kamu tahu aku melakukan ini demi keselamatanmu."

​"Keselamatanku atau kepuasanmu?" tantang Gwen, menatap langsung ke manik mata Elang tanpa rasa takut. "Pergilah. Tapi ingat satu hal, Elang. Begitu kamu melangkah keluar dari pintu ini untuk menemuinya secara rahasia, jangan harap aku akan menunggumu dengan tangan terbuka saat kamu kembali."

​Elang tidak menjawab. Dia hanya menatap Gwen dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara gairah, amarah, dan rasa bersalah—sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

​Begitu suara mobil Elang menjauh, Gwen segera meraih ponsel rahasianya.

​"Hendra, apakah pelacaknya sudah aktif?" tanya Gwen pada asisten intelijennya.

​"Sudah, Nona. Saya menanamnya di balik jam tangan Tuan Elang saat dia mandi tadi pagi. Dia sekarang bergerak menuju area pelabuhan lama di utara," jawab suara di seberang telepon.

​"Bagus. Siapkan tim. Kita akan menyergap mereka. Jika Elang tidak bisa menarik pelatuknya, maka aku yang akan melakukannya."

​Gwen mengganti gaunnya dengan pakaian serba hitam yang praktis. Dia menyelipkan belati kecil di balik botnya. Jika dunia ingin bermain kotor dengannya, maka Gwen Adiguna akan menjadi pemain yang paling licin.

​Pelabuhan Lama, Pukul 23.00 WIB.

​Gedung tua yang terbengkalai itu tampak seperti monster raksasa di tengah kegelapan. Elang melangkah masuk dengan tangan di saku jas, menyentuh pistolnya. Di tengah ruangan yang hanya diterangi satu lampu gantung tua, seorang wanita berdiri menunggunya.

​Sarah.

​Dia tidak mengenakan pakaian tempur. Dia memakai gaun malam sederhana yang dulu sangat disukai Elang. Wajahnya yang cantik tampak bersinar di bawah cahaya remang.

​"Kamu datang, Elang," suara Sarah lembut, seolah sepuluh tahun hanyalah waktu semalam.

​"Kenapa, Sarah? Kenapa kamu bekerja untuk mereka?" tanya Elang, suaranya parau.

​Sarah melangkah mendekat, jarinya yang lentik menyentuh dada Elang. "Karena mereka menyelamatkanku saat keluargamu membiarkanku mati, Elang! Ayahmu lebih memilih menyelamatkan dokumen-dokumen sialan itu daripada menyelamatkan tunangan anaknya!"

​"Itu tidak benar! Ayah mencoba—"

​"Cukup!" Sarah memotong dengan tajam. "Aku di sini bukan untuk bernostalgia. Berikan aku data yang dicuri Gwen dari kantor Pratama, dan aku akan membawamu pergi dari sini. Kita bisa memulai hidup baru, Elang. Jauh dari dendam Adiguna."

​Elang tertegun. Di saat yang sama, dari balik bayangan kontainer di lantai atas, Gwen sedang mengamati segalanya melalui teropong bidik. Dia bisa mendengar percakapan mereka melalui alat penyadap yang ia pasang.

​"Lihat itu," gumam Gwen pada dirinya sendiri. "Dia merayunya. Dan Elang... dia tidak menolaknya."

​Hati Gwen terasa seperti diremas. Rasa Love-Hate yang ia miliki terhadap Elang mencapai puncaknya. Ia ingin mempercayai Elang, tapi matanya melihat pengkhianatan yang hampir nyata.

​Tiba-tiba, pintu gedung didobrak paksa.

​BRAKK!

​Bukan polisi, melainkan anak buah Reno yang dipimpin oleh Reno sendiri yang pincang namun bersenjata lengkap.

​"Hahaha! Pertemuan romantis yang sangat menyedihkan!" teriak Reno sambil mengarahkan senapan mesinnya ke arah Elang dan Sarah. "Sarah, Tuan Besar sudah tahu kamu berencana mengkhianati organisasi demi kekasih lamamu ini!"

​Sarah terkejut dan segera menarik senjatanya. "Reno! Beraninya kamu!"

​"Aku tidak sendirian, Sayang," sahut Reno dengan seringai gila.

​Di saat itulah, Gwen memutuskan untuk muncul. Dia melepaskan tembakan peringatan dari balkon lantai atas.

​DOR!

​Semua orang mendongak. Di sana, di bawah cahaya remang, Gwen berdiri seperti malaikat maut dengan senapan di tangan.

​"Maaf mengganggu drama cinta segitiga ini," ucap Gwen dengan nada dingin yang mematikan. "Tapi sepertinya kalian semua lupa... ini adalah kotaku, dan ini adalah perusahaanku."

​Elang menatap ke atas dengan kaget. "Gwen?! Apa yang kamu lakukan di sini?"

​"Melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan sejak semalam, Elang," jawab Gwen. Dia menatap Sarah dengan tatapan penuh kebencian. "Menyingkir dari pria itu, atau peluru berikutnya akan bersarang di kepalamu."

​Reno tertawa terpingkal-pingkal. "Bagus! Istriku yang hebat! Mari kita lihat siapa yang akan mati lebih dulu dalam kekacauan ini!"

​Suasana menjadi sangat kacau. Tiga kubu saling menodongkan senjata. Elang berada di tengah, Sarah di sampingnya, Reno di depan, dan Gwen di atas.

​"Gwen, turunkan senjatamu! Ini jebakan!" teriak Elang.

​Tapi terlambat. Dari luar gedung, suara helikopter kembali terdengar. Seseorang telah mengunci lokasi tersebut.

​"Jika aku tidak bisa memiliki Proyek Gerhana, maka tidak ada yang boleh memilikinya!" teriak Reno sambil menekan sebuah tombol pemicu di tangannya.

​TIIIT... TIIIT... TIIIT...

​Suara bom waktu mulai berdetak di seluruh penjuru gudang.

​Elang tidak punya waktu lagi untuk memilih. Dia harus memutuskan: menyelamatkan Sarah, cinta masa lalunya yang penuh rahasia, atau Gwen, wanita yang kini menjadi pusat dunianya namun sedang dipenuhi api cemburu.

​Elang menatap ke atas, ke arah Gwen. "Gwen, LARI!"

​Elang melompat ke arah tangga menuju posisi Gwen, mengabaikan Sarah yang juga berteriak memanggil namanya. Di saat yang sama, gudang itu meledak hebat.

1
Anonymous
Semakin seru dan misterius
Anonymous
Semakin komplek dan misterius
Anonymous
Paman ?Memang harta lebih agung dan sangat berharga apalagi hanya sekedar ponak'an
Anonymous
Reno "I B L I S "
Anonymous
Reno kurang bersyukur dengan kehadiran Gwen dalam hidupnya seorang istri yang csntik punya harkat martabat dan derajat
masih saja dikhianati atau mungkin sejak awal tujuan Reno memang bukan membentuk keluarga yang bahagia
Anonymous
Mulai membaca dan larut di dalamnya
Anonymous
Tegar dan percaya diri Gwen tidak mudah terbawa perasaan
Anonymous
Masih misterius semua
Anonymous
Sip.....aku suka karakter Gwenn👍
Leebit
siap!! makasih ya udah berkunjung ke karyaku😊
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!