NovelToon NovelToon
Reneesha?

Reneesha?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Komedi / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.


mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~Bab 12~

sepanjang kelas Renee hanya melamun menatap ke arah luar, ia sama sekali tidak mendengarkan materi yang di ajarkan oleh guru.

pikiran nya begitu buntu, ia mengira semua akan berjalan sesuai dengan apa yang sudah ia perkirakan.

namun melenceng nya situasi benar-benar membuat nya ingin mengacak-acak dunia.

Vanesha saat ini berada di mansion utama basten, untuk menjalani hukuman yang sesuai dengan perbuatan nya.

karena vanesha sama sekali belum mempelajari aturan basten, mungkin hukuman nya akan lebih berat, dari yang selalu Renee dan anak basten lain pernah dapatkan.

Renee benci itu, jika saja ayah Floana mau mengikuti ucapan Renee maka Vanesha seharusnya sudah berada di dalam jeruji sekarang.

"cih!

Renee berdecih karena rasa kesalnya benar-benar seperti mencekik ulu hatinya.

"ctass"

"Ctass"

cambukan demi cambukan menghantam punggung Vanesha.

gadis itu meringis kesakitan, ia mengigit sudut bibir nya agar tidak mengeluarkan suara sekecil apapun, karena semakin ia bersuara maka cambukan nya akan semakin keras.

punggung putih bersih itu kini berubah menjadi berwarna merah kecoklatan dengan rupa yang mengerikan.

di belakang vanesha, terlihat Caesar memegang cambuk yang telah mencambuk i tubuh nya dari kemarin.

pria tua itu terlihat sangat tenang, ia mengayunkan cambuk nya ke tubuh Vanesha dengan irama yang selaras dengan denting jam dinding di sebelah mereka.

di belakang Caesar, Casava dan Vatares tengah menyesap nikotin mereka dengan ekspresi datar melihat keadaan Vanesha.

Casava memang mendapatkan hukuman, namun hukuman pria itu tidak lah seberat Vanesha, ia hanya mendapatkan sekitar 60 cambukan di punggung nya, dan hal itu sudah selesai kemarin.

dengan tiba tiba saja tidak ada angin, tidak ada hujan, Andreas memasuki ruangan diikuti oleh Alucard di belakangnya.

mereka berdua datang dengan tergesa-gesa, seolah olah akan ada hal besar yang terjadi.

Vatares lalu menoleh ke arah dua orang yang baru datang tadi, ia memasang ekspresi bertanya kepada Alucard.

Alucard yang di tatap oleh Vatares, memutar bola mata malas lalu melirik ke arah Andreas.

Vatares yang mengerti pun langsung menyenggol lengan kakaknya.

mereka berdua lalu berdiri dan berjalan ke arah Alucard, ketiganya berdiri sejajar di belakang Andreas dan Caesar yang sedang adu argumen panas.

situasi di ruangan itu memanas!, tak ada satupun orang yang berani mendekat karena takut ikut terbakar🔥🔥.

dan tiga gapura itu hanya menyaksikan dengan tenang, mungkin jika yang di sana adalah Renee, mereka akan menunjukkan reaksi seperti apa ya?.

"lo gak pulang? tanya Karen saat memasuki kelas Renee dan mendapati anak itu yang masih bengong sendirian di jendela, di saat murid kelas nya sudah pada pulang.

Renee melihat sekilas karen lalu mengangguk dan mengambil tas nya dan pergi ke luar.

ia mengabaikan karen yang berdiri tepat di tengah tengah pintu.

Karen lalu mengikuti langkah Renee yang keluar menuju parkiran, ia dan Renee pun pulang bersama meskipun arah jalan yang berbeda.

"kak"

sesampainya di rumah, Renee langsung di cegat oleh Rey yang beberapa hari ini memang tidak terlihat, anak itu sedang menjalani masa kurung, atau masa belajar mandiri untuk meningkatkan nilai nya nanti di perebutan bendera.

"apa? balas Renee, gadis itu lalu mendekat dan menempelkan punggung tangan nya di kening Rey.

wajah anak itu terlihat sangat merah dan pucat, sepertinya ia terkena demam belajar.

" kapan selesai? tanya Renee sambil menarik Rey menuju lift ke lantai 3.

"kemarin" balas Rey mengikuti langkah Renee.

"kak!

" apa yang udah terjadi selama aku belajar? tanya Rey penasaran, pemuda itu baru saja keluar dari kamarnya, namun hal pertama yang ia dengar dari para pembantu adalah Renee Vanesha dan teman kakaknya.

ia ingin tahu apa yang sudah terjadi selama ia sedang dalam masa kurung, namun ia tidak bisa mendapatkan jawaban yang pasti karena Sheila menolak memberitahu, para kakaknya juga tidak ada.

Satu-satunya orang yang bisa ia tanyai hanyalah Renee, namun seperti nya gadis itu menolak berbicara.

sesampainya di lantai 3, Renee menarik Rey menuju ruang obat.

ia lalu mengambil kompres demam dan menempelkan nya di kening Rey.

ia juga mengambil kan beberapa obat demam untuk Rey.

Rey menerima perlakuan Renee padanya dengan tenang, baginya Renee adalah orang terpenting di hidup nya.

mereka berdua lalu kembali turun ke lantai 2 menuju kamar Rey.

meskipun dengan kepala yang pusing, Rey tetap mencoba menyamahi langkah Renee yang sangat cepat.

di dalam kamar, Renee menyuruh Rey berbaring di ranjang nya, ia lalu menyeka tubuh Rey dengan air hangat lalu menyelimuti cowok itu.

setelah semua sudah selesai, Renee menyiapkan semua yang di butuhkan oleh orang demam dan kembali ke kamar nya untuk mandi.

ia lalu kembali lagi ke kamar Rey membawa guling lalu tidur di samping adiknya.

Rey menyuruh Renee tidur di kamar nya sendiri karena takut kakaknya itu akan tertular, namun Renee justru kekeuh dan memilih tetap tidur di samping adiknya itu.

mereka berdua lalu tertidur pulas, sesaat meninggalkan beban yang ada di pundak masing masing, dengan kebersamaan sebagai saudara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!