Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabar kematian Erik Meijer
Berita tentang kematian Erik Meijer menyebar seperti racun yang melumpuhkan sekaligus membakar dunia bawah tanah. Kabar ini tidak hanya sekadar berita duka, melainkan lonceng dimulainya kekacauan total, adalah dampak besar dari menyebarnya berita kematian sang "Hiu Hitam".
Tanpa sosok Erik yang tangan besinya menekan semua faksi, Pelabuhan Utara—jalur emas perdagangan ilegal—menjadi tak bertuan.
Geng-geng kecil yang dulunya tunduk kini saling bantai di jalanan untuk memperebutkan wilayah.
Suara tembakan yang dulu jarang terdengar karena "rasa segan" pada Erik, kini menjadi musik harian di kota tersebut.
Para pemimpin mafia dari negara tetangga mulai mengirimkan utusan mereka. Mereka mengincar aset-aset tersembunyi Erik yang dikabarkan bernilai triliunan. Namun, yang paling mereka cari adalah Chip Perak milik keluarga Medici yang diyakini masih berada di tangan Erik saat "kematiannya" terjadi.
Di kediamannya yang mewah, don Medici justru tidak merayakan berita itu. Ia adalah seorang pria tua yang terlalu sering melihat musuh bangkit dari kubur.
"Erik Meijer tidak akan membiarkan dirinya mati sebelum dia membalas setiap tetes darah Sofia," gumamnya sambil menatap laporan intelijen tentang kegagalan Marcus di pegunungan.
Don menyadari bahwa berita kematian ini adalah perisai yang dibangun Erik untuk melindungi Luna. Ia justru semakin yakin bahwa cucunya masih hidup dan Erik sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar persembunyian.
Anak buah setia Erik yang masih tersisa mulai diburu oleh klan-klan rival. Mereka disiksa untuk mendapatkan informasi tentang di mana "makam" asli sang bos. Beberapa tetap setia dan memilih mati, sementara yang lain mulai meragukan apakah pemimpin mereka benar-benar meninggalkan mereka tanpa perlindungan.
Sementara dunia mafia saling menghancurkan diri karena berita kematiannya, Erik justru sedang duduk di depan perapian, membacakan buku. Baginya, dunia boleh terbakar, asalkan api itu tidak menyentuh ambang pintu rumahnya.
____
Kematian Erik Meijer bukan sekadar akhir dari sebuah nyawa, melainkan awal dari badai yang menghancurkan tatanan dunia bawah tanah,mengenai dampak "kematian"
Di katedral megah di pusat kota, sebuah upacara pemakaman mewah digelar. Karangan bunga dari berbagai klan mafia memenuhi halaman. Namun, di baris terdepan, Don Medici berdiri dengan mata menyipit. Ia tidak melihat kesedihan di wajah para pengawal setia Erik, melainkan sebuah kewaspadaan yang janggal.
Saat ia mendekati peti mati untuk memberikan penghormatan terakhir, don menyentuh permukaan kayu mahoni tersebut. Ia merasakan sesuatu yang aneh—peti itu terlalu ringan.
"Kau pikir kau bisa mengubur dirimu sendiri, Erik?" bisik don pelan, hampir tak terdengar.
Tepat 24 jam setelah kabar kematian Erik menyebar, sebuah pesan otomatis terkirim ke seluruh server gelap (Dark Web) milik organisasi kriminal dunia. Erik telah menanam sebuah program di dalam chip perak yang kini aktif karena ia tidak memasukkan kode verifikasi harian.
Kebocoran Data, Satu per satu, rincian transaksi pencucian uang klan Timur dan rahasia keluarga Medici mulai muncul di permukaan.
Kepanikan, Para petinggi mafia menyadari bahwa meski Erik "mati", hantunya masih memegang leher mereka. Mereka kini terjepit antara mencari Erik yang mungkin masih hidup atau menghancurkan sistem yang ia tinggalkan.
Di persembunyiannya, Erik menyaksikan berita tersebut melalui televisi tua. Ia tahu bahwa dengan menyebarnya kabar kematiannya, ia telah membeli waktu. Namun, ia juga sadar bahwa don Medici tidak akan berhenti sampai ia melihat jasad Erik dengan matanya sendiri.
"Tuan, kenapa orang-orang di TV menyebut namamu?" tanya seseorang, yang kini membaca berita di layar.
Erik mematikan televisi . "Itu bukan aku , Itu adalah orang jahat yang sudah pergi jauh.
Sekarang, kita hanya punya satu sama lain."
Erik tahu, kebohongan ini adalah satu-satunya cara agar seseorang itu bisa tidur nyenyak, meski di luar sana, seluruh dunia sedang berburu "hantu" bernama Erik Meijer.
****
Begitu kabar kematian Erik dikonfirmasi oleh sumber-sumber di Pelabuhan Utara, kekacauan pecah.
Klan Timur langsung menyerbu gudang-gudang logistik yang dulu dijaga ketat oleh anak buah Erik.
Di jalanan, para petarung jalanan yang dulu gemetar mendengar nama "Erik si Tanpa Jantung" kini saling bantai untuk memperebutkan posisi Don yang baru.
Namun, mereka tidak sadar bahwa Erik telah memasang "bom waktu" finansial. Semua rekening bank organisasi terkunci secara otomatis, membuat para pengkhianat tidak bisa membayar tentara bayaran mereka.
don Medici tidak percaya pada nisan. Ia menyewa tim forensik independen untuk membongkar puing-puing ledakan di dermaga.
"Jika tidak ada gigi yang cocok dengan rekam medisnya, berarti dia masih bernapas," geram don.
don mulai melacak pengiriman susu bayi khusus dan obat-obatan pediatrik ke seluruh wilayah terpencil. Ia tahu kelemahan Erik bukan lagi senjata, melainkan seorang anak kecil bernama emia.
Di persembunyiannya, Erik tidak sepenuhnya diam. Menggunakan laptop dengan koneksi satelit terenkripsi, ia mulai menghancurkan musuh-musuhnya satu per satu dari kejauhan:
Ia membocorkan lokasi transaksi narkoba Klan Timur ke polisi internasional (Interpol).
Ia mengirimkan foto-foto bukti perselingkuhan dan korupsi para petinggi keluarga Medici kepada publik.
Erik ingin dunia mafia saling menghancurkan diri mereka sendiri, sehingga saat Luna tumbuh dewasa nanti, tidak akan ada lagi "monster" yang tersisa untuk mengejarnya.
Marco , tangan kanan Erik kaget sekaligus panik , apa yang ia akan katakan jika Claudia bertanya tentang Erik lagi , apa lagi Claudia selalu bertanya , kapan Erik akan kembali, Marco , mukanya pucat , panik , dan emosional yang membara , saat sedang di landa kecemasan, tiba - tiba Sofia bertanya.
" Marco , kenapa Erik belum juga kembali ,? Kau bilang dia akan baik-baik saja ? tapi sampai sekarang dia juga belum keliatan Marco " lirih Claudia.
" Maff , Claudia kita tunggu saja , aku pastikan Erik akan kembali menemui dirimu dan emia. " kata Marco.
" kamu pembohong Marco , ini sudah 2 tahun berlalu , tapi Erik tidak kembali " marah Claudia,pada Marco.
begitu melihat Claudia marah , Marco langsung mematikan tv , agar Claudia tidak melihat berita yang beredar diluaran sana tentang Erik Meijer, tapi semua terlambat Claudia sudah lihat.
" kau tidak usah mematikan tv itu, Marco , aku sudah melihat semua, diluar sana banyak mengira Erik mati , aku yakin Erik tidak akan begitu tega meninggalkan kami ." sarkas Claudia.
" tenangkan dirimu Claudia, berita itu jangan di percaya itu hanya hoax , ia kamu betul Arik tidak bakalan mati , dia pasti akan menemui kalian , lihat saja " kata Marco ,menenangkan Claudia
Dengan menahan Amara Claudia pergi dari hadapan Marco , entah apa yang akan di lakukan Claudia, yang pastinya Marco tahu Claudia tidak akan berdiam diri saja saat kondisi mencekam.