NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Masih terngiang ditelinga, kata kata bang Fadli padaku pagi itu. Rasanya membuatku salah tingkah saja saat berhadapan lagi dengan bang Fadli. "Hwaa suamiku so sweet banget sih." batinku sudah berbunga bunga saja saat itu.

Pakai hashtag biar orangnya tidak kepedean, hanya didalam batin Sazi saat itu. Awan sore yang jingga sudah mulai terlihat dilangit puncak saat itu.

Sazi berjalan sendirian diarea taman yang letaknya di belakang villa. Mencoba menenangkan pikiran yang acapkali melintas begitu saja dipikirannya.

Namun tak lama derapan langkah kaki seseorang menghentikannya. Lalu membuat Sazi menoleh padanya. Seorang pria memakai jaket yang begitu snada menambah aura ketampanannya.

Entah kenapa semakin hari, semenjak menikah dengan Sazi, wajah Fadli semakin fresh dan terawat. Fadli mendekat. "Kamu masih marah?." Sazi menoleh sebentar lalu menatap awan berwarna jingga yang begitu membuatnya terpana aka keindahan view puncak yang ia lihat oleh kedua netranya saat itu.

"Marah, kenapa harus marah?." tanya Sazi heran. Lalu Fadli semakin mendekat. "hyaa karena aku belum cerita."

"sedikit sih, ah sudahlah bang, santai aja woles, lagian kita nikah aja baru juga kemarin mendadak lagi."

"hmm iya juga sih?,..tapi Zi, aku pikir kamu enggak akan peduli."

"Siapa bilang?."

"Oh, jadi kamu peduli nih?." ucap Fadli mengangkat alisnya sambil tak lama tersenyum pada Sazi sedikit menggodanya.

Mendengar hal itu membuat Sazi sedikit gugupnya bukan main, apalagi sampai di tatap lekat begitu "eng,. enggak,.. maksudku kaget saja."

"Zi,..boleh jujur enggak?."

"Apa?."

"Aku sebenarnya temen chatingan kamu selama ini, dan aku lama kenal kamu."

"Maksudnya?

"Kita memang baru ketemu sekarang hmm tepatnya baru baru ini, to be honest aku sudah liat kamu sebelumnya."

"Kok bisa, dimana emang lihatnya?." tanya Sazi masih mencerna ucapan Fadli dengan ekspresi bingungnya.

"Disekolah mu, lalu dirumah teman mu."

"Hah, siapa teman gue?."

"iya?."

"kamu saja tidak sadar bahkan aku ada dihadapan kamu, sempat ajak ngobrol kamu malahan, haish, coba deh ingat ingat lagi Zi."

"Kamu ngikutin aku, apa kamu dukun, eh tapi kamu bilang pernah ajak ngobrol aku, waktu kapan dah, rasaan ya bang, Sazi mah seringnya Abang tau sendiri menyendiri di kamar."

"Iya, aku tau kok."

"Bahkan aku yang suruh sepupuku buat jamu kamu dengan baik saat itu."

"tapi aku bukan ngikutin dan bukan juga dukun kali Zi."

"terus apa dong?."

"hyaa,..aku tuh dulu sering anter sepupu aku ke sekolah yang sama, sama kamu, kayaknya dia kakak kelas kamu sih Zi."

Sazi hanya manggut-manggut masih mengingat ingat, tapi masih belum ada tanda tanda kilasan ingatan yang terlintas di ingatannya saat itu juga.

"terus terus."

"semangat banget hehe."

"haish masih mau lanjut cerita nggak?."

"yaudah iya aku lanjutin ya, jadi aku pernah lihat kamu waktu,..hmm,..ah iya,..waktu kamu ngomelin anak laki yang abis rusakin taneman di area taman sekolah waktu itu."

"haish malah ingetin kejadian memalukan itu lagi."

"Tapi menurutku kamu gemesin lucu tau."

"Kamu ketawain aku."

"ikh enggak, enggak yah salah lagi kan aku."

Tak lama, kedua tangan Fadli melingkar di area perut Sazi, secara kebetulan angin meniup geraian rambut Sazi hingga membuat sedikit berantakan. Tak lama Fadli membalikan tubuh Sazi agar berhadapan dengannya.

Keduanya saling menatap lekat, dan satu helai rambut Sazi dengan reflek Fadli rapikan yang terjatuh diwajahnya dengan refleknya. Membuat Sazi langsung membeku tak lama menunduk saking gugupnya.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!