NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Setelah mengalami kebutaan selama bertahun-tahun, Samira Hadid justru mendapatkan kembali penglihatannya lewat kecelakaan jatuh yang melukai kepalanya.

Ia kembali melihat dunia yang dulu terasa gelap. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama saat ia melihat suaminya memeluk wanita lain di dapur rumah mereka.

Terkepung rasa sakit dan kemarahan, Samira memutuskan untuk tetap berpura-pura buta dan mengamati semua permainan licik sang suami.

Lalu, ia mulai memutuskan pembalasan dendam. Ia bertekad untuk mengambil kembali semua yang telah suaminya rebut dan mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Keesokan paginya, Arga dan Larissa pergi ke sekolah putri mereka untuk memindahkannya ke panti asuhan.

“Kau yakin benar-benar akan melakukan ini kepada anak kita?” tanya Larissa, sedikit tidak setuju dengan gagasan Arga untuk memindahkan putri mereka ke panti asuhan.

Arga mengangguk yakin, ia menoleh pada Larissa dan kembali menatap ke jalanan. “Iya, karena hanya dengan itu kita bisa mendapatkan uang itu, Larissa!”

Larissa menunduk ragu, “Tapi … mengapa harus anak kita? Kau bisa saja mengadopsi anak yang lain di panti asuhan. Aku kurang setuju dengan idemu itu.” 

Arga menoleh sedikit, satu tangannya menggenggam tangan Larissa erat. “Larissa, aku bukan tanpa pertimbangan. Coba kau bayangkan, jika putri kita menjadi anak angkat Samira. Bukankah dia akan lebih sering bersama kita? Kau tidak perlu khawatir lagi tentangnya,” jelas Arga.

Larissa pun tersenyum tipis dan mengangguk setuju. “Baiklah jika kau pikir itu yang terbaik.” 

Mereka sama sekali tidak tahu bahwa di belakang mobil mereka, Samira tengah membuntuti mereka.

“Kau yakin mereka akan mengirim anak mereka ke panti asuhan?” tanya Rayhan. Ujung matanya melirik Samira yang duduk di sebelahnya sambil mengecek ponsel. “Untuk apa mereka berbuat sampai sejauh itu?”

Samira menoleh, “Untuk meyakinkan diriku. Aku yakin, setelah mereka mengirim putrinya ke panti asuhan, Arga akan berpura-pura mengajakku ke panti dan mencari seorang anak agar kami bisa mengadopsinya.”

Rayhan tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada Samira. “Wah, pemikiranmu dan perhitunganmu benar-benar luar biasa. Aku tidak heran mengapa dulu kau sangat dipuji-puji,” katanya tertawa pelan.

Samira tak menyahut, tatapannya fokus melihat mobil di depannya, yang berbelok ke kiri dan memasuki area sekolah. 

“Berhenti di sini,” titahnya yang langsung diangguki Rayhan.

Dari dalam mobil, mereka berdua memperhatikan gerak-gerik Arga dan Larissa. Keduanya terlihat keluar dari mobil dan menjemput seorang anak perempuan lalu kembali pergi.

Dan dugaan Samira sangat tepat, mobil Arga dan Larissa kembali terhenti di depan sebuah panti asuhan. Keduanya tampak keluar, anak perempuan itu terlihat menangis namun Larissa memaksanya untuk ikut.

Tangan Samira terkepal. “Mereka bahkan memperlakukan putri mereka sendiri dengan begitu kasar,” gumamnya menahan geram.

Rayhan menoleh, “Apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanyanya, bersiap berkendara kembali dan mengantar Samira kemanapun ia ingin pergi.

“Kita harus mengunjungi seorang kenalan lama,” gumamnya. Ia menoleh dan menatap Rayhan dengan senyum manisnya. “Ayo pergi ke rumahmu, Dok. Ada sesuatu yang ingin aku diskusikan dengan ayahmu.” 

“Ayahku?” tanya Rayhan seakan tak percaya.

•••

“Ayo masuk, mereka pasti senang jika melihatmu datang,” kata Rayhan mengajak Samira untuk masuk. “Oh, ya … aku lupa menanyakan ini. Haruskah aku memberitahu mereka mengenai keadaanmu?” tanyanya setengah berbisik.

Samira tersenyum tipis, berpikir sejenak lalu menggeleng pelan. “Kurasa, untuk saat ini, sebaiknya menjadi rahasia kita saja, ya?” 

“Baiklah, rahasiamu aman bersamaku.” 

“Ayah, Ibu. Lihatlah siapa yang datang!” teriak Rayhan begitu mereka masuk ke ruang tamu.

Aryan dan Rena yang mendengar teriakan putranya itu langsung tergopoh-gopoh ke ruang tamu. Keduanya terkejut melihat kehadiran Samira di sana.

Rena, ibunya Rayhan, langsung mendekati Samira dan memeluknya selayaknya putri kandungnya sendiri. “Ya Tuhan, Samira. Bagaimana kabarmu, Nak? Lama sekali kami tidak mendengar kabarmu sejak insiden itu. Kau baik-baik saja, bukan?” tanyanya penuh perhatian.

Aryan pun ikut senang melihat Samira, namun alih-alih memeluk Samira seperti yang dilakukan istrinya. Aryan lebih memilih duduk di sofa dan menunggu Rena mengajak Samira untuk duduk bersama dengannya.

“Kabarku sangat baik,” jawab Samira singkat. Dari balik kacamata hitamnya, Samira merasa bahagia bisa bertemu dengan teman lama orang tuanya. “Aku juga bahagia bisa bertemu dengan kalian lagi.” 

“Omong-omong,” kata Aryan membuka percakapan. “Mengapa kau tidak pernah menghubungi kami? Sejak menikah dengan karyawan itu, kau sepertinya benar-benar lupa dengan kami.” 

Samira menggeleng pelan, baru saja hendak menjawab ketika tiba-tiba Rayhan mendahuluinya.

“Bukan dia yang melupakan kita, tapi bajingan itu yang tidak mengizinkannya berinteraksi dengan dunia luar. Aku tidak tahu mengapa dia bisa bertahan selama 4 tahun dan bersikap seperti burung yang patuh,” cibir Rayhan yang langsung mendapat pukulan dari sang ibu.

“Maafkan dia, Samira. Saat tidak menjadi dokter, dia memang selalu cerewet seperti ini,” kata Rena berkelakar.

“Tidak apa-apa, aku mengerti apa yang dimaksud Dokter Rayhan. Karena kenyataannya aku memang begitu bodoh mempercayai suamiku selama bertahun-tahun,” kata Samira sambil tertawa getir. 

Rena yang mendengar itu lantas mendekati Samira lagi. “Apa yang sebenarnya terjadi, Mira? Apakah kau tidak bahagia dengan pernikahanmu? Apakah terjadi sesuatu?” tanyanya cemas saat melihat ekspresi Samira yang tertekan.

Berbeda dengan Aryan yang langsung menatap sang putra untuk mendapatkan jawabannya. Tatapannya seolah bertanya, “Apakah yang kita khawatirkan benar-benar terjadi?” 

Rayhan mengangguk tipis yang menjawab tatapan penuh pertanyaan ayahnya itu.

“Sebenarnya … aku membutuhkan bantuan kalian,” katanya tiba-tiba yang langsung membuat Aryan dan Rena memandangnya dengan serius.

•••

Sore harinya, Arga dan Larissa baru menyelesaikan semua urusan mereka. Saat mereka masuk dan mencari keberadaan Samira, mereka cukup terkejut.

“Kurasa dia pergi lagi,” bisik Larissa setelah mencari ke kamar dan tidak menemukan keberadaan Samira.

Kening Arga mengernyit, merasa curiga. Namun, kecurigaannya itu langsung sirna saat Samira pulang bersama dengan seseorang.

“Samira? Kau dari mana saja? Dan siapa pria tua ini?” tanyanya dengan tatap curiga.

Samira tersenyum tipis dan memperkenalkan Aryan dengan sopan. “Perkenalkan, Sayang. Ini Tuan Aryan, beliau yang akan membantu kita untuk mengurus dokumen adopsi dan klaim warisan itu.” 

Aryan yang merasa sudah diperkenalkan itu tersenyum sopan dan menyambut uluran tangan Arga. “Salam kenal,” katanya singkat.

“Astaga, maaf jika aku bersikap tidak sopan. Aku hanya merasa harus berhati-hati dengan orang asing,” kata Arga sungkan. Lalu mengajak Aryan untuk duduk di sofa dan mendiskusikan masalah warisan itu.

Larissa yang masih berdiri di sana menatap Samira dengan sedikit heran. Ia merasa ada sesuatu yang lain, yang sedang Samira sembunyikan. Dari cara Samira berbicara, bersikap dan tersenyum, entah mengapa Larissa merasa Samira sudah berbeda dari sebelumnya.

“Larissa.” Samira memanggilnya tiba-tiba. 

Larissa tersentak kaget. “I-iya, Nyonya. Aku di sini,” katanya menunduk sopan. Lalu mendekati Samira. 

“Buatkan kami teh dan buatkan juga camilan yang enak, ya. Aku dan suamiku harus mendiskusikan hal yang penting bersama dengan tamu penting kita,” ucapnya sengaja menekankan kata ‘suamiku’, semata agar membuat Larissa merasa cemburu.

Larissa yang awalnya tersenyum tipis itu langsung berubah masam saat Samira duduk di samping Arga dan bersikap manja. 

“Untuk sekarang, aku biarkan kau bermanja-manja dengan suamiku. Tetapi, awas saja nanti, saat aku dan Arga mendapatkan semua hartamu, aku pastikan akan langsung menendangmu keluar dari rumah ini,” gumam Larissa berjanji pada dirinya sendiri.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang hanya kebahagiaan yg akan menghampirimu Samira 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
omooo.. sejak kapan ray?
HK: Sejak ...
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
karepmu
HK: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Astiana 💕
baru 20 bab masa dah tamat, cerpen kah🙏
HK: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
cinta semu
jgn bilang kayak film India ,,setelah musuh ny mati ,,,polisi ny datang 🤣🤣
HK: Kak 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
cinta semu
q lebih suka cepat tamat .. daripada lama sampai bab ny banyak tamat kagak malah di gantung iya ...🤣🤣yg penting kn happy. ending 💪
HK: Betul 🤭🤭🤭
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
lanjut dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga berjodoh dengan Rayhan 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah Wanita hebat 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu karmamu 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa mereka akan mati bersama..?
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Good job Samira 👍🏻
Siti Siti Saadah
pertarungan yg cukup tegang samira punya dokter reyhan kenapa ngga bantu cari cara melawan arga
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu yg akan tertipu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar orang gila 😏
Rosmayanti 80
dikit se x update nya trs LM pula update 🙏😄🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
dikit ihh
HK: Ngejar target Nyak 🤣
total 1 replies
Siti Siti Saadah
arga ternyata sungguh terlalu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jahat sekali kamu Arga 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!