HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
''Baiklah semuanya, pertemuan hari ini cukup sampai sini saja'' ucap seorang dosen yang mengajar di kelas desain, setelah itu melangkah meninggalkan kelas.
Di meja paling tengah Hazel langsung meletakkan kepalanya di atas meja dan terlelap, sejak tadi dia terus berusaha menahan kantuknya, karna takut mendapat hukuman jika tertidur saat jam kelas sedang berlangsung, semalam Hazel tidur hampir jam tiga pagi, demi menonton drama favoritnya sampai akhir.
''Hazel kenapa Cla?, dia sakit?'' tanya David melihat Hazel yang menelungkupkan wajahnya di atas meja.
Clara menggelengkan kepalanya, sembari membantu memasukkan buku buku Hazel ke dalam tas.
''Tida kak, dia lagi tidur'' tukas Clara.
''Tidur'' beo David dan bergegas menengok wajah Hazel yang menghadap ke samping, dan benar saja mata Hazel tertutup rapat, dengan mulut sedikit terbuka tapi tidak mengurangi kecantikannya sedikitpun, bahkan terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
"Ronald, Ronald, beruntung banget kamu, nanti pas bangun tidur langsung di suguhi pemandangan secantik ini" batin David senyum senyum sendiri.
Bukk
Aduhh
"Cla, kenapa kamu memukulku" seru David karna Clara memukul punggungnya menggunakan gulungan buku.
"Kak David ngapain natap Hazel sampai seperti itu?, jangan jangan Kak David suka ya sama sahabatku?" tukas Clara sembari menatap David penuh curiga.
Sontak David langsung membulatkan matanya, dan menutup mulut Clara dengan telapak tangannya yang lebar.
"Jangan sembarangan kalo ngomong" tegur David panik.
Clara langsung menghempaskan tangan David yang tengah menutup mulutnya dengan kesal. " Terus ngapain Kak David natap Hazel seintens itu?, kalau karna Hazel cantik, semua orang di universitas Pamela ini juga tahu kalau Hazel sangat cantik" cetus Clara.
"Haiss,,, kalian berdua ribut apa sih?, berisik tahu" omel Hazel yang terbangun, karna merasa terganggu dengan berdebatan Clara dan David.
"Enggak ada Zel, Clara aja yang cerewet" sahut David dan kembali mendapat pukulan dari Clara, kini pindah di bahunya.
Bukkk
Aduhh
"Kenapa kamu mukul aku lagi sih"
"Suruh siapa ngatain aku cerewet" cetus Clara.
Hazel yang tidak bisa tidur karna kegaduhan yang di buat oleh Clara dan David, akhirnya memilih bangun dan bangkit dari kursinya.
" Kalian berdua jangan ribut terus, nanti jodoh baru tahu rasa" tukas Hazel dan berlalu pergi begitu saja sembari membawa tas ranselnya.
"Ih, amit amit" ucap Clara sembari mengetuk ngetuk dahi dan meja beberapa kali secara bergantian.
"Eh Zel, tunggu!" seru Clara dan buru buru mengejar Hazel yang sudah sampai di ambang pintu.
Sedangkan David dia menggelengkan kepalanya sembari terkekeh, melihat Clara yang tergopoh gopoh mengejar Hazel.
"Dasar gadis centil, untung gak kalah cantik juga dari Hazel" gumam David lalu juga ikut meninggalkan kelas.
Menurut David yang suka menilai kadar kencantikan seorang wanita, sejak dulu mahaiswa yang menurutnya sangat cantik bukanlah Veronika yang katanya di juluki sebagai primadona kampus tapi Clara, bagi David kecantikan Clara terlihat sangat alami di bandingkan Veronika yang selalu memakai riasan di wajahnya, mungkin kalau Veronika tidak memakai riasan bisa jadi kecantikan wanita itu ada di bawah standar rata rata, tapi dengan kehadiran Hazel kecantikan seluruh mahasiswi di kampus di geser oleh Hazel, bahkan semua di universitas Pamela mengakui kecantikan Hazel yang sangat alami dan memukau, dan aroma wangi yang menguar dari tubuh Hazel menjadi nilai plusnya.
''Zel, ke kantin yuk'' ajak Clara saat sudah ada di samping Hazel.
''Ayo, tapi aku mau ke toilet dulu sebentar, mau cuci muka'' timpal Hazel.
''Kalu gitu aku ikut kamu, aku juga mau buang air kecil''
Hazel menganggukkan kepalanya, lalu keduanya berjalan beriringan menuju ke toilet wanita, yang letaknya ada di belakang kantin kampus.
''Zel, tungguin'' ujar Clara saat hendak masuk ke dalam salah satu toilet.
''Iya, ya, sana cepetan, jangan sampai ngompol di sini'' sahut Hazel diringi kekehan kecil.
''Isshhh nyebelin'' dengus Clara lalu bergegas masuk ke dalam toilet.
Sedangkan Hazel dia membasuh tangannya di wastafel beberapa kali lalu mencuci wajahnya, dan saat itu Luna masuk ke dalam toilet untuk mencuci tangannya.
''Hai Zel'' sapa Luna.
''Hai juga'' balas Hazel tersenyum.
Ceklek
Hazel dan Luna sama sama menoleh saat salah satu pintu toilet terbuka.
''Udah Cla?'' tanya Hazel.
''Udah, ayo'' ajak Clara.
Hazel menganggukkan kepalanya, lalu menoleh pada Luna yang masih belum selesai mencuci tangannya.
''Lun, kami duluan ya''
''Iya Zel''
Saat Hazel dan Clara keluar dari toilet, mereka berdua berpapasan dengan Veronika dan kedua temannya yang juga masuk ke dalam toilet, tapi Hazel maupun Clara tidak menyadari kalau Veronika membawa timba berisikan air got.
Byurrr
Akhhh
Brakkk
Bugh
Bugh
Bugh
Ahh,, sakit!!
Hazel dan Clara tersentak kaget mendengar pekikan kesakitan dari dalam toilet, lalu mereka berdua kembali masuk ke dalam toilet, dan alangkah terkejutnya saat melihat keadaan Luna yang sudah basah kuyub dengan posisi duduk di lantai, dan kakinya tengah di pukuli menggunakan alat pel oleh Veronika.
''Hei, apa yang kamu lakukan?'' sentak Hazel bergegas maju dan mendorong Veronika sampai terjatuh di atas lantai.
Bruk
Akhh
Veronika memekik saat bokongnya mendarat di atas lantai kamar mandi.
''Ve, kamu tidak apa apa?'' kedua teman Veronika bergegas membantu Veronika untuk berdiri.
''Sialan, kamu siapa?, berani sekali kamu mendorongku!'' teriak Veronika marah.
Hazel langsung menoleh dan menatap tajam Veronika.
''Ha,, Hazel'' Veronika dan kedua temannya terkejut ternyata Hazel yang menolong Luna.
Hazel berdiri dan menghampiri Veronika.
Plakk
Akhh
''Kenapa kamu menamparku, ha!'' sentak Veronika sembari memegang pipinya yang terasa kebas.
''Kamu memang pantas di tampar, bahkan di hajar sekalipun, karna sudah melakukan perundungan di dalam kampus'' ucap Hazel marah.
''Dia memang pantas mendapatkannya, gara gara dia aku di skors!'' teriak Veronika tak kalah marahnya.
Hazel mengerutkan dahinya, mendengar perkataan Veronika, saat dia hendak menanyakan kebenarannya pada Luna, tiba tiba Veronika sudah beringsut maju dan menarik rambut Luna dengan kasar.
Sreettt
''Akhhh,, sakit!'' teriak Luna.
''Sakit hem,, rasain, gara gara mulut embermu, aku harus di skors'' cetus Veronika.
Hazel yang tidak tega melihat Luna memekik kesakitan, dia mencoba melepaskan tangan Veronika dari rambut Luna, tapi Veronika menghempaskan tangan Hazel dengan sekuat tenaga, hingga membuat Hazel terdorong ke belakang tapi tidak sampai jatuh, setelah itu Veronika kembali menarik rambut Luna dengan kasar dan juga beberapa kali menamparnya.
Plakk
Plakk
''Ck'' decak Hazel.
Dan akhirnya Hazel yang sudah tidak tahan melihat Luna yang menyedihkan, dia kembali maju dan kini dia menarik rambut Veronika.
Akhhh
''Sialan kamu Hazel''
Dan akhirnya Veronika juga menyerang Hazel, kini berganti Hazel dan Veronika yang sedang adu kekuatan, mereka saling jambak jambakan.
Kedua teman Veronika tidak ada yang bisa menghentikan pertengkaran keduanya, bahkan saat salah satu dari mereka ada yang hendak memisahkan, Hazel dengan secepat kilat menendangnya.
''Astaga, Hazel''
Ronald yang baru tiba di dalam toilet wanita bersama kedua sahabatnya dan juga Clara terkejut, melihat Hazel dan Veronika saling jambak.
Lalu Ronald bergegas mendorong Veronika dengan kuat, hingga cengkraman tangannya di rambut Hazel terlepas, lalu Ronald menarik Hazel ke dalam pelukannya, Veronika yang hendak kembali menyerang Hazel langsung di tahan oleh David dan Kenzo lalu di bawa keluar dari toilet.
Sedangkan Hazel dia berusaha berontak di dalam pelukan Ronald.
''Kak lepas!, aku belum puas jambak rambutnya'' teriak Hazel meronta ronta.
''Hazel, sudah ya'' bisik Ronald sembari mendekap Hazel dengan erat
Dan akhirnya Hazel tidak berontak lagi, dia terdiam di dalam dekapan Ronald dengan nafas naik turun, pertengkarannya dengan Veronika benar benar menguras tenaganya.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....