NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Devi mengetahui keberadaan Ardian dan keluarga kecilnya berada di kota Garnet. Dhona menuju ke kota Garnet menggunakan bus. Dhona bersyukur, masih mempunyai uang di dalam rekeningnya. Zayyan juga sebelumnya mentransfer uang nafkah untuk Dhona.

Dhona akan tinggal di kota Garnet. Jari Dhona berselancar di internet mencari tempat tinggal. Dhona menemukan rumah yang harganya sangat murah beserta isinya. Dhona mengirim pesan kepada penjual apakah rumah tersebut masih ada. Penjual pun menjawab rumah itu masih ada. Mereka membuat janji temu.

Untuk memuluskan balas dendam Dhona, Devi merubah wajah Dhona menjadi wajah dirinya. Kekuatan Devi sekarang bertambah karena Devi sudah banyak menghirup sukma orang yang meninggal.

Perjalanan selama 12 jam telah ditempuh. Dhona turun dari bus. Dhona memesan taxi online menuju rumah yang akan dibelinya. Dhona memperhatikan kota Garnet dari balik jendela mobil taxi.

Kota Garnet tidak jauh beda dengan kota Topaz. Gedung pencakar langit berdiri tegak memenuhi kota. Jalanan kota berisik di bawah panas terik. Debu jalanan, asap knalpot berhamburan terbawa angin.

Aku akan menjalani hidup di kota ini. Tidak ada keluarga, tidak ada cinta, tujuanku mencarimu Ayah, batin Dhona.

Dhona bertemu dengan penjual rumah. Dhona melihat kondisi rumah yang terlihat masih bagus. Rumah itu mempunyai dua buah kamar tidur, satu ruang tamu dan satu ruang tengah. Ada kamar mandi dan juga WC di dekat dapur. Halaman belakang rumah luas. Perlengkapan rumahnya juga masih layak dipakai.

Dhona meminta Devi mencek seluruh rumah, Dhona curiga di rumah itu ada sesuatu yang disembunyikan. Rumah itu terlihat terawat, kok bisa dijual murah beserta isinya.

Devi melesat masuk ke dalam rumah. Ternyata di rumah itu, banyak sekali sosok arwah tersesat seperti Devi. Suasana di dalam rumah terasa panas, tidak nyaman. Rumah itu sudah lama ditinggalkan oleh pemilik aslinya.

Dhona juga mendapatkan residual energi dari rumah itu. Rumah itu dulunya didiami keluarga kecil yang bahagia. Tetapi rumah itu tiba-tiba saja jadi sarang makhluk astral. Pemilik rumah tidak betah dan akhirnya meninggalkan rumah itu.

"Beginilah keadaan rumahnya," kata pemilik rumah.

"Rumahnya sungguh terawat. Jauh dari tetangga ya," Dhona memperhatikan sekitar.

"Iya, di sini cuman ada satu rumah. Tapi di depan sana mini market, rumah makan banyak, jadi Kaka gak susah nyarinya," jawab pemilik rumah.

Devi mengangguk ke arah Dhona. Devi sudah mengusir arwah tersesat dan makhluk astral lainnya di rumah itu. Dhona aman tinggal di sana.

Dhona menandatangani akta jual beli dengan pemilik rumah. Dhona sekarang sudah mendapatkan sertifikat rumah. Dhona resmi menjadi pemilik rumah yang baru.

Dhona memesan makanan lewat aplikasi. Setelah memesan, Dhona berisitirahat sejenak di dalam kamarnya. Dhona merasa lelah selama 12 jam duduk di dalam bus. Dhona pun mulai terlelap.

Satu jam kemudian, Dhona dibangunkan oleh suara ketukan di depan pintu. Dhona beranjak dari tempat tidur menuju pintu depan. Dengan langkah lunglai, setengah sadar, Dhona membuka pintu.

"Maaf, ini pesanannya," Abang ojol memberikan pesanan.

"Oh, iya, ini, ambil aja kembaliannya," Dhona menyerahkan uang cash 150 ribu.

"Terima kasih," ucap Abang ojol.

Dhona membawa pesanannya ke ruang tamu. Dhona mengeluarkan seember ayam goreng, nasi putih, minuman soda, kentang goreng, salad dan juga puding. Dengan sangat perlahan Dhona menikmati makan siangnya yang tertunda.

Dhona berdiri, membereskan semua yang ada di meja tamu. Dhona melangkahkan kakinya ke dapur. Dhona juga membuka jendela rumah membiarkan udara pengap keluar.

Dhona mulai berkeliling rumah. Pemilik rumah begitu dermawan. Dhona mendapatkan mesin cuci dan lemari es baru. Walaupun peralatan dapurnya bekas tapi masih terlihat baru. Dhona hanya perlu beli alat kebersihan. Dhona kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Dhona kembali memesan ojol lewat aplikasi. Dhona dan Abang ojol menuju dealer motor terdekat. Dhona ingin membeli sebuah motor.

Dhona masuk ke dalam dealer. Dhona disambut dengan hangat. Sales memberikan Dhona brosur. Dhona duduk di kursi sambil membaca brosur yang diberikan sales.

Dhona melihat Alia masuk ke dalam dealer. Jarak mereka sangat dekat. Dhona sempat melihat tanda pengenal yang menggantung di leher Alia. Ternyata Alia bekerja di sebuah kantor pembiayaan.

Alia tersenyum menatap Dhona. Dhona hampir saja lupa, wajahnya yang sekarang berubah menjadi wajah Devi. Alia tentu saja tidak mengenalinya.

Alia menghampiri Dhona dan menanyakan apakah Dhona ingin membeli motor. Alia merekomendasikan beberapa buah motor edisi terbaru. Alia akan memberikan diskon jika Dhona membeli cash pada hari ini. Dhona juga akan mendapatkan hadiah.

Dhona kembali melihat brosur. Dhona memilih motor metik dengan mesin bluecore 125cc. Dhona langsung membayar cash. Alia dengan ramah melayani Dhona. Alia memproses pembelian motor metik Dhona.

"Seperti janji kami sebelumnya, pembelian cash mendapatkan hadiah. Silakan dipilih hadiahnya," Alia memberikan brosur hadiah kepada Dhona.

"Hmmm, maaf Ka sebelumnya. Saya baru hari ini pindah ke kota ini. Boleh gak hadiahnya lowongan pekerjaan," tanya Dhona.

Alia dan sales dealer berpandangan dan tertawa kecil. Mereka mengira Dhona bercanda. Tapi Dhona berusaha membujuk Alia agar bisa menjadikannya karyawan.

Alia kemudian memberikan tantangan kepada Dhona. Jika Dhona bisa menjual tiga buah unit motor hari ini, Alia akan mempertimbangkannya.

Tentu saja semua itu tidak mungkin. Alia melirik ke jam tangan miliknya. Waktu sudah menunjukkan jam 3 sore. Biasanya penjualan jam segitu sepi. Alia yakin Dhona tidak akan bisa.

"Bagaimana, Mbak Devi? Apa mau mencobanya?" tanya Alia.

"Saya akan mencobanya. Tolong berikan saya sedikit pengarahan karena saya belum pernah sebelumnya," Dhona merendahkan diri.

Alia meminta sales dealer menjelaskan secara singkat unit yang ada di dealer Yabangga. Dhona memperhatikan dan fokus. Dhona sudah menghapal semuanya.

Satu persatu pengunjung dealer berdatangan. Para sales mulai melayani tapi pengunjung itu lebih memilih Dhona.

Dalam waktu dua jam, Dhona berhasil menjual unit motor sebanyak 5. Tentu saja semua itu tidak lepas dari campur tangan Devi. Devi menebarkan pesona pemikat kepada semua pengunjung.

Alia merasa puas dengan hasil kerja Dhona. Alia menepati janjinya. Mulai besok Dhona akan bekerja di dealer sebagai sales penjualan. Dhona berterima kasih kepada Alia.

Setelah membayar cash, Dhona langsung membawa pulang motor barunya. Dhona melihat Alia mengendarai mobilnya di jalan raya. Dhona mengikuti dari belakang. Alia masuk ke dalam halaman rumah yang sangat sederhana.

Dhona dari kejauhan melihat Ardian duduk di teras rumah minum kopi. Tidak berapa lama Rana keluar membawa piring yang berisi cemilan sore dan menaruhnya di atas meja.

Mereka terlihat bahagia. Mereka makan cemilan bersama.

Terbersit tanya di dalam hati Dhona, kenapa Ardian tinggal di kota Garnet. Ardian juga tinggal di rumah yang sederhana jika dibandingkan dengan rumahnya yang ada di kota Topaz.

"Ayah, kita bertemu lagi. Inikah keluargamu? Sungguh keluarga yang harmonis. Demi mereka, Ayah rela meninggalkan Ibu. Aku benci!"

Dhona meninggalkan rumah Ardian. Devi juga sama seperti Dhona sangat benci melihat Ardian, Rana dan Alia. Hari mulai senja. Devi ingin memberikan salam pertemuan kepada Ardian dan keluarganya.

Devi perlahan masuk ke dalam halaman rumah Ardian. Devi berpakaian compang camping seperti pengemis. Rana, Ardian, Alia menoleh ke arahnya.

"Permisi, apakah kalian tahu, senja gak boleh keluar rumah?" ujar Devi sambil menundukkan kepalanya.

"Emangnya kenapa? Ini juga masih rumah kami. Kamu itu siapa!" Sahut Rana kasar.

"Maaf, kami gak punya uang kecil. Pergi sana!" Usir Alia.

"Anda siapa? Kenapa senja gak boleh keluar rumah?" Ardian penasaran.

"Karena, a ... da setaaaaaaaan!"

Devi dalam sekejap merubah wajahnya menjadi begitu menyeramkan. Ardian, Rana, Alia bergegas masuk ke dalam rumah. Mereka dengan keras berteriak.

"ADA SETAAAAAAN!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
Al!f
lanjut 💪
Al!f
Tabrak aja sekalian
Al!f
/Tongue/
Al!f
Hadeh, lepas dari Alia ketemu Mak Lampir 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!