NovelToon NovelToon
CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumahhantu / Sistem / Cintapertama / Romansa
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Elara Wynther, seorang gadis yatim dari pinggiran kota Firenze, tak pernah membayangkan hidupnya akan bersinggungan dengan dunia gemerlap kaum bangsawan. Hidupnya sederhana, penuh luka kehilangan, tapi hatinya tetap bersih.
Di sisi lain, Lucien Kaelmont, pewaris tunggal keluarga Kaelmont yang kaya raya, tumbuh dengan beban besar. Kehidupan mewahnya hanya terlihat indah dari luar, sementara di dalam dia merasa hampa dengan kehidupan yang sudah ditentukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri Marquis

Disisi lain, Lucien tiba dirumah utama. Sebenarnya semalam Lucien tiba lebih dulu, pria itu lebih memilih untuk kembali ke mansion pribadi terlebih dahulu daripada menghampiri rumah utama.

Kehadiran Lucien malam itu disambut hangat oleh orang-orang dirumah utama terutama Lady Marianne yang sudah menantikan kehadiran putranya.

"Selamat datang, bagaimana kabarmu." Lady Marianne memeluk putarnya.

"Akus sangat baik, ibu." Jawab nya sembari melepaskan pelukannya.

"Syukurlah. Ayo, masuk nak. Aku sudah menyiapkan jamuan sebagai kedatanganmu."

Lucien mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Lady Marianne, hingga ke meja makan.

Alden menarik kursi untuk Lucien.

Para bangsawan itu mengobrol diruang makan sambil mencicipi makanan mereka.

Lady Marianne berkata.

"Garis keturunan Marquis harus diterima Lucien. Kau mengerti maksud aku bukan?"

"Aku sangat mengerti tapi aku belum memiliki calon ibu."

"Tidak perlu kau pikirkan Lucein. Seorang Marquis telah terlahir dengan garis. Jodoh itu sudah ditentukan. Besok pagi keluarga Aldenor akan mengunjungi Valenbourg dengan putri nya, Seraphina. Perempuan yang sudah dipilih sebagai calon istri Marquis selanjutnya."

Lady Marianne, berhenti sejenak, menatap wajah putranya.

“Dan, Lucien… ajaklah dia berkeliling di kediaman Kaelmont. Perlakukan dia sebagaimana seharusnya seorang Marquis memperlakukan calon wanitanya.”

Lucien hanya menampilkan wajah datar, matanya sama sekali tak menunjukkan ketertarikan. Ia mengangkat sedikit ujung bibirnya—sebuah senyum tanpa makna.

“Dengan senang hati, Ibu,” jawabnya datar, tanpa sedikit pun mengubah ekspresi.

**

Di sisi lain, Elara baru saja selesai membersihkan diri. Rambutnya masih sedikit basah ketika ia duduk di meja belajarnya, menatap ke arah luar jendela. Dari sana, kilatan warna-warni kembang api tampak menghiasi langit di atas rumah utama.

Sepertinya para bangsawan sedang merayakan kepulangan sang Marquis.

Elara menunduk pelan, jemarinya saling menggenggam erat di pangkuan.

“Sampai kapan dia akan berada di sini…Jika aku terus bertemu dengannya, dia pasti akan kembali menyiksaku. Atau—lebih buruk lagi—mempermalukanku di depan semua orang.” Gumamnya lirih.

Keesokan paginya, aroma mawar putih memenuhi aula utama Kaelmont. Kain sutra menjuntai di dinding, lilin-lilin berjejer memantulkan cahaya lembut di permukaan lantai marmer.

Lucien berdiri di dekat jendela tinggi yang menghadap taman. Ia mengenakan jas gelap berbordir halus, rambutnya tersisir rapi, seolah kesempurnaan adalah bagian dari dirinya.

Langkah kaki lembut terdengar mendekat. Lady Marianne muncul, diikuti oleh seorang wanita muda bergaun biru pucat.

“Lucien,” suara ibunya terdengar tenang namun tegas. “Ini Seraphina Aldenor.”

Seraphina menundukkan kepala dengan anggun.

“Sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan Marquis muda Kaelmont.”

Lucien menatapnya sejenak—dingin, tenang, tanpa senyum.

“Selamat datang di Kaelmont, Nona Aldenor,” ucapnya sopan.

“Izinkan aku menunjukkan tempat ini padamu.”

Lady Marianne mengangguk puas, sebelum akhirnya meninggalkan mereka berdua.

Lucien berjalan pelan di lorong panjang, Seraphina mengikuti di belakangnya. Dinding-dinding besar dihiasi lukisan keluarga Kaelmont.

“Tempat ini… terasa begitu sunyi,” ucap Seraphina lirih.

Lucien menoleh sekilas.

“Kaelmont selalu seperti itu. Diam… tapi menyimpan banyak cerita.”

“Termasuk tentangmu?” tanya Seraphina berani, senyumnya lembut namun matanya menelusuri wajah Lucien penuh rasa ingin tahu.

“Mungkin,” jawabnya singkat.

“Tapi beberapa cerita… sebaiknya tidak diungkap.”

Keheningan menyelimuti mereka sejenak, hanya suara burung di kejauhan yang memecah udara.

Langkah-langkah mereka berhenti di taman bagian timur Kaelmont, tempat mawar merah tumbuh rapi di bawah cahaya matahari yang lembut. Lucien berjalan beberapa langkah di depan, sementara Seraphina memperhatikan sekeliling dengan pandangan kagum.

Namun, sesuatu menarik perhatiannya. Di sisi lorong taman, seorang gadis muda tengah membungkuk, merapikan bunga-bunga yang gugur di tanah.

Seraphina memperhatikan cukup lama sebelum akhirnya bersuara,

“… siapa gadis itu?”

Lucien berhenti, menoleh sekilas ke arah yang ditunjuk Seraphina. Wajahnya tetap datar.

“Dia?” Salah satu pelayan di rumah ini.” ujarnya singkat.

“Pelayan?” Seraphina mengerutkan kening halusnya.

“Aku perhatikan sejak pagi, sebagian besar pelayan di kediaman ini telah berumur. Hanya dia yang tampak muda. Apa dia baru dipekerjakan?”

Lucien menatapnya beberapa detik, kemudian menjawab dengan nada datar, “Mungkin bisa dikatakan demikian.”

Seraphina berkata, suaranya menurun, penuh rasa ingin tahu.

“Aku tidak pernah melihat pelayan dengan wajah seanggun itu.”

Lucien menatap lurus ke depan.

“Rasa ingin tahumu terlalu tajam, Nona Aldenor.”

Seraphina menatapnya, sedikit tersenyum.

“Mungkin. Tapi bukankah calon istri seorang Marquis berhak mengetahui setiap orang yang berada di rumah calon suaminya?

Lucien menoleh, senyum tipis tersungging di wajahnya.

“Baru calon, Lady Seraphina. Belum istri.”

Kata-katanya menohok halus, membuat Seraphina sejenak terdiam. Namun rasa ingin tahunya belum padam.

“Boleh aku berbicara dengannya?” tanya Seraphina pelan.

Lucien memandangi Elara sekilas, lalu kembali menatap Seraphina.

“Jika kau ingin berbicara, lakukanlah. Aku akan menunggu disini lady.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!