NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.

“Untung saja lukanya tidak dalam, kalau sampai luka ini dalam saya tidak tahu apa yang akan terjadi denganmu Res.Bagaimana bisa terjadi?” Ucap Dokter yang Tengah memberikan penangan pada Ares.

“Dia bodoh makanya bisa terjadi” sahut Flo yang berdiri di sebelah mereka. Ares yang Tengah duduk di pinggir ranjang menatap kearah Flo.

“Tapi setahu saya Ares orangnya pintar” jawab dokter muda tersebut yang merupakan teman Ares sekolah dulu.

“Ya itu kan setahu mu, tapi kenyataannya dia bodohkan sampai terluka” cibir Flo sambil menatap Ares yang juga menatapnya.

“Aku begini karena nolong Perempuan sok jago, tapi bertindak tidak dengan otaknya” cibir Ares balik.

Flo langsung menatap nyalang Ares yang cuek, dia tak perduli dengan tatapan itu.

Vano teman Ares itu hanya tersenyum saja melihat dua orang yang ribut di depannya.

“Langgeng terus kalian, jangan sampai putus” ucap Vano kemudian.

“what maksud lo apa, gue bukan ceweknya” ucap Flo.

“Nggak usah ngada-ngada Van, kamu tahu Perempuan seperti apa yang level dengan saya. Dia bukan type saya”

“Cihh, lo juga bukan type gue ngerti” kesal Flo lalu memalingkan wajahnya.

“Oh, maaf kalau kalian nggak pacarana. Sudah beres, res” ucap Vano setelah memberikan perban di kepala Ares.”tapi saya lihat-lihat kalian cocok” ucap Vano lagi sambil tersenyum berjalan kearah meja kerjanya.

“Nggak usah mengada-ngada anda pak dokter” tukas Flo tak terima.

Ares diam saja, dia berdiri dari duduknya menatap datar Flo dan melewati Perempuan itu begitu saja.

“Makasih Van,” ucap Ares.

“Iya sama-sama, duduk dulu kita ngobrol dulu” ucap Vano.

“Saya masih sibuk, apalagi harus ngurus perempuan gila yang setiap hari bikin saya pusing” sindir Ares, lalu ia pamit pergi pada Vano.

Flo menatap tajam tapi tak di perdulikan. Dia lalu mengejar Ares yang berjalan keluar lebih dulu.

“Ayo nona ambil hati Ares, semangat” ucap Vano malah memberikan semangat pada Flo.

“Ambil hati apaa, gila ya lo” ketus Flo berhenti dan berbalik menatap sinis Vano. Dia lalu langsung keluar.

Flo berlari kecil untuk menyamai langkahnya dengan Ares.

“kenapa? Kenapa lo nyelametin gue? Gue nggak butuh lo selametin” ucap Flo yang sudah berjalan di sebelah Ares.

“Sudah tugas saya”

“Tugas? Tugas apaan. Gue nggak butuh lo selametin.”

“Tidak usah berisik, ini rumah sakit”

“Gue tahu ini rumah sakit”

Ares diam, dia tetap berjalan tapi Flo terus mencecar dirinya dengan pertanyaan kenapa menyalamatkan Perempuan itu.

Kesabaran Ares habis, dia berhenti tiba-tiba sehingga Flo membentur dada bidangnya.

“Aughh, lo..” geram Flo menatap Ares yang melihatnya dingin.

“Sudah saya bilang itu tanggung jawab saya sebagai ajudan, jadi tidak usah berisik mencecar saya” ucapnya dengan nada dinginnya.

“Ciih nggak mungkin lo nolong gue tanpa ada sesuatu, jangan bilang lo suka sama gue ya. Iya kan lo suka sama gue” ucap Flo kepedean.

“Ngaku aja kalau suka sama gue” ucap Flo lagi mendekatkan dirinya pada Ares.

Ares malah mendorong dahi Flo dengan telunjuknya

“Jangan kepedean nona”ucapnya. Ucap Ares, lalu dia akan berbalik tapi Flo tiba-tiba saja menarik kerah bajunya. Dan hal yang tidak pernah Ares duga sebelumnya Dimana Flo mencium dirinya.

Flo mencium Ares, bukan ciuman biasa tapi lumatan, Ares akan melepaskan ciuman itu tapi Flo menahan dengan kuat.

Mereka berciuman di depan umum menjadi perhatian orang lain yang lewat bahkan yang melihat sesekali mencibir mereka dengan perkataan kasar karena tidak tahu aturan.

Ares langsung mendorong kuat Flo hingga membuat Perempuan itu terjatuh ke lantai.

“Aughh” rintih Flo kesakitan, dia menatap Ares

“Jangan Gila, kau mempermalukan saya mengerti. Jangan ajak saya dalam kegilaanmu Flo” bentak Ares, dia cukup marah dengan Tindakan Flo barusan.

Flo sendiri yang masih terduduk di lantai, mengusap bibirnya dengan masih menatap Ares.

“Salah sendiri kau sok jadi pahlawan dalam hidupku, mulai sekarang Florencia akan selalu mengikutimu. Kau jangan coba-coba menghindari dariku Kapten Ares” ucap Flo lantang,

Ares termangu di tempatnya, dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Perempuan di depannya tersebut.

“Terserah kau,” ucap Ares yang sudah muak, dia merasa marah sendiri saat ini. Ia berjalan lebih dulu meninggalkan Flo yang masih di tempatnya.

………………………

Pagi ini Flo akan berenang, dia mengenakan kimono untuk menutupi baju renangnya. Tapi sebelum ia membuka kimononya itu dia terdiam melihat seorang yang Tengah berenang di kolam renangnya. Siapa lagi dia kalau bukan Ares, “Dia berenang lagi di kolam ku” ucapnya tersenyum miring. Perlahan ia melepas kimono mandinya itu lalu berjalan ke tepi kolam, masuk kedalam kolam secara perlahan.

Ares sendiri tak menyadari kehadiran Flo, Flo lalu menghadang Ares tepat di depan pria itu berenang. Jelas Ares kaget dengan hal itu,

“kau,.? Apa yang kau lakukan disini” ucapnya dingin melihat Flo yang di depannya.

“Harusnya aku yang bertanya begitu, ini kolamku kenapa kau disini?”

Ares seperti tak mau ribut lalu ia akan minggir tapi Flo Kembali menghadangnya.

“Mau kemana?” tanya Flo

“Bukan urusanmu, kau mau berenangkan silahkan..”

“Iya, aku memang mau berenang tapi aku mau berenang denganmu” ucap Flo langsung memeluk Ares.

“gila, lepaskan,.” Ares berusaha melepaskan pelukan itu tapi Flo semakin erat memeluknya.

“tidak akan ku lepaskan” lirih Flo, Ares melepaskan paksa pelukan Flo.

“tidak usah mencoba menggodaku, nggak mempan” ucap Ares sinis karena Flo menyusuri tubuhnya dengan jari lentik Perempuan itu.

“Yakin nggak mempan” Flo mendorong Ares ke pinggir dinding kolam menyudutkan Ares.

“Jangan Gila Flo,”

“Aku memang gila, kenapa?”

“Kau tadi bilang nggak mempan kan, mari buktikan kau akan tergoda atau tidak” Flo mendekatkan dirinya, dia menekan Ares ke dinding kolam.

Jarak mereka saat ini cukup intim bahkan di bawah Ares begitu menempel dengan milik Flo, dan dengan nakalnya Flo memegang tangan Ares dan menaruh di panttnya. Dan tangan Flo meremaskan tangan Ares di pntt sintalnya itu.

Ares syok, dia mencoba menarik tangannya tapi Flo tak membiarkannya. Flo juga semakin menekan milik Ares yang mulai terbangun.

“Sstt..arghh. Ja..jangan gila Flo” ucap Ares dengan suaranya yang mulai serak.

Flo tak bergeming sama sekali, dia terus melakukannya.

Ares sudah tak tahan lagi dengan semuanya, Dia sekuat tenaga mendorong Flo hingga akhirnya ia terlepas dari Flo. Ia sudah tahan, kalau ia tak melawan ia tak bisa menjamin kedepannya.

“Masih bilang tidak tergoda, punyamu berdiri barusan” ucap Flo

Ares menatap dingin Flo, dia tak bicara dan langsung naik keatas.

Ares pergi tanpa sepatah katapun meninggalkan Flo begitu saja, Flo sendiri masih berdiri ditempatnya.

“Salah mu sendiri sudah masuk dalam hidupku kapten Ares, tak akan ku biarkan kau lepas dariku. Salahmu sendiri perduli dengan Perempuan sepertiku” ucap Flo menatap datar Ares yang pergi dengan Langkah tegapnya mengambil handuk di meja.

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!