NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Mentari pagi menyinari langit dengan warna keemasan, kontras tajam dengan kegelapan yang mencengkeram hati seorang pemuda tampan. Tujuh hari berlalu sejak Cintya menghilang, dan setiap detik terasa seperti siksaan. Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi udara cafe, namun aroma itu gagal menenangkan kegelisahan yang mencabik hatinya.

Rico berdiri di balik meja kasir, matanya tak henti-hentinya menyapu setiap sudut cafe, mencari sosok yang ia rindukan.

"May, sini sebentar!" panggil Rico, suaranya sedikit serak. May, gadis bertubuh mungil dengan rambut di ikat ekor kuda menghampirinya dengan wajah khawatir.

"Iya, Bos? Ada apa?" tanya May, tangannya masih memegang kain lap.

Rico menghela napas. "Cintya ... apa dia tidak masuk lagi hari ini?" tanyanya, nada suaranya menyimpan harapan tipis.

May menggeleng pelan, matanya menyiratkan kesedihan. "Belum, Bos. Sudah seminggu ini dia tidak ada kabar. Aku sudah coba telepon dan kirim pesan, tapi tidak ada jawaban."

Rico mengusap wajahnya kasar. "Sia l... aku akan coba ke kontrakannya. Mungkin dia sakit atau ..." Ia menggantung kalimatnya, tak berani membayangkan skenario terburuk.

"Hati-hati, Bos. Kabari Mau kalau ada perkembangan," pesan May dengan nada cemas.

Rico mengangguk singkat, lalu bergegas keluar dari cafe. Udara pagi yang sejuk tak mampu mendinginkan kepanikan yang membakar dirinya. Setiap langkahnya dipenuhi harapan dan ketakutan.

Setibanya di depan kontrakan Cintya, Rico tertegun. Bangunan itu tampak sepi dan suram. Jendela kamar Cintya terbuka lebar, kain gorden putihnya berkibar tertiup angin. Rico mengintip ke dalam, namun hanya melihat kamar yang kosong dan berantakan. Beberapa baju berserakan di lantai, buku-buku terbuka di atas meja, seolah Cintya pergi dengan tergesa-gesa. Pintu kontrakan terkunci rapat, menambah kesan misterius.

"Cin? Cintya, kamu di dalam?" panggil Rico, suaranya sedikit bergetar. Ia mengetuk pintu dengan keras, berharap Cintya akan segera membukakan pintu untuknya. "Cin! Jangan bercanda, deh! Ini tidak lucu!"

Rico menghela napas frustrasi. Ke mana bocah itu pergi? Apakah dia diculik alien yang menyamar jadi tukang bakso keliling? Pikiran konyol itu muncul sebagai upaya untuk meredakan kepanikannya.

Ia kembali mengetuk pintu, lebih keras dari sebelumnya. "Cintya! Kalau kamu di dalam, tolong buka pintunya! Aku khawatir!"

Karena tidak ada jawaban, Rico memutuskan untuk bertanya pada tetangga sebelah. "Permisi, Bu," sapa Rico sopan. "Ibu kenal Cintya? Dia adik saya, tinggal di kontrakan ini. Apa Ibu melihatnya beberapa hari ini?"

Ibu itu mengangguk. "Oh, Neng Cintya. Ya, kenal. Kami sering ngobrol kalau ketemu. Tapi sepertinya dia sudah pindah kontrakan. Subuh itu saya lihat dia keluar membawa tas besar."

Rico menghela napas lega, setidaknya Cintya tidak diculik. "Oh, begitu. Terima kasih banyak, Bu, atas informasinya."

Ibu itu mengangguk. "Sama-sama, Den. Saya permisi dulu ya."

Setelah ibu itu pergi, Rico mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Cintya lagi. Nada sambung terdengar, namun tidak ada jawaban. "Ya ampun, Cin ... ke mana kamu?" bisiknya lirih.

 _____&&_____

Di puncak gedung pencakar langit yang menjulang di jantung kota, Arkana Dimitri berdiri di depan jendela kaca raksasa, menatap kota yang gemerlap di bawahnya. Namun, keindahan kota itu gagal menembus kegelapan yang menggerogoti hatinya. Sudah seminggu ia mencari Alexie, keponakan satu-satunya yang hilang bagai ditelan bumi. Lingkaran hitam menghiasi bawah matanya, rambutnya acak-acakan, penampilannya jauh dari kata sempurna.

Tragedi itu masih segar dalam ingatannya. Serangan malam itu ... malam yang merenggut nyawa sang kakak seeta istrinya, orang tua Alexie. Arkana terlambat tiba, hanya puing dan kepedihan yang menyambutnya.

Alexie menghilang tanpa jejak, menambah luka di hatinya. Arkana merasa bersalah, seharusnya ia bisa melindungi mereka. Seharusnya ia tidak berada di luar negeri saat kejadian itu terjadi.

Amarah dan tekad membara dalam dirinya. Ia akan menemukan Alexie, apapun yang terjadi. Ia berjanji pada mendiang kakaknya, ia akan melindungi keponakannya itu.

Pintu ruangannya terbuka, dan Devano, sahabat sekaligus tangan kanannya, masuk membawa secangkir kopi hitam pekat dan sepiring nasi goreng di tangannya.

"Sabar, Ar," ujar Devano, meletakkan nampan itu di atas meja. "Jangan biarkan dirimu hancur. Kau sudah seperti zombie yang kabur dari lokasi syuting. Kalau kau terus begini, Kak Alex pasti sedih melihatmu."

Arkana menghela napas. "Ini berbeda, Dev. Alexie masih hilang. Aku tidak tahu apakah dia aman, apakah dia berada di tangan orang yang tepat ...."

"Aku tahu kau khawatir, tapi kau harus menjaga dirimu sendiri. Makanlah. Kau terlihat pucat dan tak terurus sejak Alexei hilang."

Arkana menatap nasi goreng itu tanpa nafsu. "Aku tidak lapar."

"Baiklah, kalau begitu aku saja yang makan. Sayang kalau dibuang," kesal Devano, mulai menyantap nasi goreng itu dengan lahap. Suara kunyahannya yang berlebihan terdengar menyebalkan di telinga Arkana.

Tiba-tiba, Dom, tangan kanan Daddynya, masuk dengan wajah serius. "Tuan Muda, maaf mengganggu, tapi kami memiliki perkembangan baru. Tim kami mencurigai seorang wanita membawa bayi yang sangat mirip dengan Tuan Muda kecil, Alexie."

Mata Arkana memancarkan harapan. "Apakah mereka mengirimkan foto wanita itu?"

Dom mengangguk dan memperlihatkan foto di ponselnya kepada Arkana. Di sana terlihat seorang wanita muda mengenakan hoodie oversize dan topi, menutupi sebagian wajahnya dengan masker. Ia menggendong seorang bayi yang mengenakan topi biru muda. Di sisi wanita itu, seekor kucing putih tampak mengikuti, sangat mirip dengan kucing yang hampir ditabrak Arkana malam itu.

Arkana meraih ponsel itu dengan tangan gemetar. "Di mana alamatnya?" tanyanya dengan nada mendesak.

Dom menyerahkan selembar kertas berisi alamat yang diberikan oleh timnya. Arkana menyambarnya dengan cepat. "Dev, kita pergi sekarang!"

"Tunggu, Ar! Satu suap lagi!" Devano menelan nasi goreng terakhirnya dan berlari mengejar langkah Arkana.

Di dalam mobil, Devano memperingatkan Arkana. "Ingat, jangan ngebut seperti orang kesetanan! Aku belum siap mati mendadak! Aku masih mencicil amal untuk masuk surga!"

Arkana menatapnya tajam, membuat Devano terdiam seketika.

Arkana menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi, menyalip setiap kendaraan di depannya. Devano hanya bisa berpegangan erat dan berdoa dalam hati.

Hanya dalam waktu tiga puluh menit, mereka tiba di depan mini market yang tertera di alamat itu. Devano segera keluar dari mobil dan memuntahkan isi perutnya di pinggir jalan.

Tanpa mempedulikan kondisi Devano, Arkana bergegas masuk ke dalam mini market, matanya mencari sosok wanita dengan hoodie kebesaran dan bayi bertopi biru muda.

Sementara itu, Cintya sedang memilih buah dan sayuran segar untuk persediaan di rumahnya. Baby Al tertidur pulas di gendongannya.

Arkana menyusuri setiap lorong, jantungnya berdebar kencang. Ia melihat seorang wanita dengan ciri-ciri yang sama dan melangkah cepat ke arahnya.

"Tunggu, Ar! Aku masih pusing!" protes Devano dari belakang.

Arkana tidak menghiraukannya. Saat ia hampir mencapai mereka, seorang staf mini market yang mendorong troli sayuran menabraknya dari samping. Arkana kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.

"Maaf, maaf, Mas," ucap staf itu dengan nada gemetar.

Arkana menatap staf itu sekilas, lalu bangkit dan melihat ke tempat Cintya berdiri sebelumnya. Wanita itu menghilang.

"Ke mana dia?" gumamnya panik.

"Dev! Di mana Alexie?" tanya Arkana dengan nada putus asa.

Devano mengangkat bahunya, tanda tidak tahu.

Arkana dan Devano bergegas menuju tempat terakhir ia melihat Cintya. "Permisi, Bu," tanya Arkana kepada seorang ibu yang sedang memilih buah. "Tadi ada wanita muda menggendong bayi di sini, ke mana dia pergi?"

Ibu itu mengangguk. "Oh, iya. Ada gadis cantik menggendong bayi, tapi tiba-tiba saja dia pergi."

"Sial!" desis Arkana pelan, lalu bergegas keluar dari mini market. Harapan yang sempat menyala kini padam kembali.

"Siapapun kamu, kamu tidak akan lolos. Aku akan menemukanmu!" bisik Arkana dengan tekad membara.

Bersambung...

1
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
Marsya: lanjut kak seru banget aku suka/Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
vote untuk mu👍
riniandara: terima kasih banyak kakak
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
crazy up thor
Iqlima Al Jazira
next thor
riniandara: suap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!