kisah cinta yang rumit
Alio Ibrahim adalah kakak dari Antoni Ibrahim mereka adalah kembar namun tidak identik.
Alio yang tak pernah di harapkan kehadiranya oleh sang ayah harus menelan kepahitan, di saat ia mencoba menyerah, sosok seorang wanita mampu membuatnya semangat kembali dalam menjalani hidup.
namun ia harus merelakan cintanya saat ia mengetahui sang Adik juga menaruh hati pada gadis itu. walaupun sesungguhnya adiknya tau sang wanita telah mencintai Alio.
konflikpun memanas saat sang wanita dengan lantang menginginkan Alio di hadapan Antoni.
mampukah mereka mempertahankan hubungan persaudaraan, atau hubungan itu akan hancur hanya karena seorang wanita??
jangan lupa tinggalkan jejak,like komen dan masukkan ke daftar vavorit!
bantu Author dengan vote ya..
ELEPIYU 😘 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#12. DI MANA LETAK SALAHKU ?
Di saat Antoni dan Tama sedang bergurau, tiba -tiba ayah Antoni menghampiri dengan raut wajah yang penuh amarah.
"Dasar anak tidak tau di untung !" Teriak sang ayah dengan mencengkeram baju Antoni.
Antoni hanya terdiam, Ia tau, sebab Daddy nya murka, Tama yang melihat itupun, menjadi bingung untuk mengambil sikap, ingin melerai namun Ia tak memiliki keberanian.
Antoni yang melihat raut wajah Tama pun, seketika paham, dan Antoni berisyarat mengedipkan matanya, maksud hati mengatakan pada Tama, sudah kau jangan khawatir ini masalah sepele !.
Tama yang melihatnya pun, seketika paham, lalu Ia pura- pura tidak tau, dengan memainkan ponselnya.
"Ada apa Dad ?" Tanya Antoni kepada papanya.
" Kau masih bertanya hah !" Ucap Adaluts dengan muka penuh amarah.
" Lantas di mana letak kesalahanku ?, Aku hanya bertemu mamong , kak Lee , di mana salahnya? " Ucap Antoni dengan menaikkan nada bicaranya.
" Kau tak perlu, bertemu dengan mereka, bukankah Daddy sudah mengatakannya berkali- kali," kata Aldaluts.
" Aku ini anakmu Dad, bukan bonekamu !" Ucap Antoni.
Adaluts kesal, rasanya percuma Ia berdebat dengan Antoni, sifat Antoni adalah semakin Ia di kekang, semakin keras pula sifatnya.
Berbeda dengan Alio, Ia adalah tipikal orang yang lembut penurut, dan hangat, tapi akan terkesan dingin, bagi yang tak mengenalnya.
Adaluts melepaskan cengkraman di baju Antoni, lalu dengan wajah yang menahan emosi, Aldaluts berlalu.
Setelah sang Ayah pergi, Antoni kembali duduk, namun Tama hanya terdiam.
" Itu muka, bisa biasa aja nggak ? Tanya Antoni.
" Lah mukaku kan emang udah biasa," ucap Tama.
"Itu ekspresi mu kok gitu ?" tanya Antoni.
" Lantas aku harus bagaimana, melihatmu sedang ber'argumen dengan Daddymu, rasanya aku seperti salah berkunjung, seharusnya aku tak datang tadi," kata Tama datar.
" Bhuahhahahah, astaga anggap saja kau sedang menonton film action" kata Antoni sambil tertawa terbahak-bahak.
" Lanjut ke cerita tadi, bagaimana Lo udah tau, soal orang baru yang kerja di kantormu?" tanya Tama.
" Oh itu, dia temen Marissa," jawab Antoni
Antoni pun menceritakan, bagaimana Ia tau soal sahabat Marissa tadi, setelah menceritakan panjang kali lebar, lebar kali tinggi, kini Tama pun paham.
" Bro, malam ini ke klub yok, cari angin" ajak Tama.
" Bentar, Lo diam di sini dulu !" Kata Antoni sambil berjalan ke arah kipas angin.
Tama pun menyerngitkan dahinya, untuk apa Antoni mengambil kipas angin? tanya Tama dalam hati.
" Hla dalah, ngapain Lo angkat-angkat kipas bro? tanya Tama sambil beranjak berdiri ingin membantu Antoni.
Antoni tak menjawab, lalu Ia menyalakan kipas Angin seraya menghadapkannya ke arah Tama.
" Dah kagak perlu ke klub buat cari angin, nih udah aku kasih angin," Kata Antoni sambil tertawa.
" O.. dasar kampr*t !!" Kata Tama dengan melotot
Antoni semakin tertawa seraya memegangi perutnya.
" Iye ntar malam kita ke klub, sekalian aku mau cari binik," kata Antoni dengan cengengesan.
" Lambe madu " kata Tama
" Lain di mulut lain di hati !" Ucap mereka bersamaan dengan di iringi tawa.
****
Nindy sedang menata baju, setelah sesaat tadi Ia melipat bajunya, setelah dirasa semuanya telah selesai, Nindy kini merebahkan tubuhnya, Nindy mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.
Seraya menyalakan MP3 Nindy mulai ikut bernyanyi,
" BARU KU SADARI, CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN, KAU BUAT REMUK SELURUH HATIKU"
Begitulah sepenggal lirik lagu yang di nyanyikan Nindy, lagu yang di populerkan oleh band Dewa 19, itu seakan mewakili perasaannya.
" Ini lagu kok mewakili sekali, tisu mana tisu," gumam Nindy.
Sambil menatap langit-langit kamarnya, Nindy memikirkan, langkah apa selanjutnya untuk menyikapi Alio.
Nindy membuka sosmednya, seketika ada perasan menususuk dan menyayat hatinya.
Ia melihat postingan Alio di Instagram pribadinya tiga puluh menit yang lalu.
Dalam postingan Alio, nampak Ia sedang duduk, dan di sebelahnya ada Marissa yang sedang tertawa sambil mengacak- acak rambut Alio.
Sebenarnya foto itu nampak biasa, tapi perasaan Nindy yang tidak bisa menganggap foto Itu biasa.
Hatinya seketika hancur, hanya karena melihat gambar Alio dan Marissa.
" Jadi ini alasamu menolakku Lee?" Gumam Nindy.
Sedangkan di lain tempat, Alio sedang mengecek hasil postingannya baru tiga puluh menit yang lalu Ia memposting, namun ada satu nama yang menyita perhatiannya.
Nindy Aulia, memberikan like dan komen.
Dalam komennya Nindy berkata..
" Pasangan yang sangat serasi" kata Nindy .
Sebenarnya ada rasa tak enak hati, namun pikir Alio ini adalah satu loncatan untuk membuat Nindy jauh darinya, cara agar Nindy bisa membuka hati untuk adiknya.
Sebenarnya foto tadi tidak kebetulan alias setiingan antara Alio dan Marissa.
FLASHBACK ON..
" Mar..bisakah kau membantuku?" tanya Alio di sela percakapannya dengan Marissa.
"Soal apa Lee ?" tanya Marissa.
Setelah menjelaskan maksudnya, dan Marissa menyetujuinya, Alio bergegas ke kamar untuk mengambil ponselnya.
Setelah mengambil ponsel kini Alio bersiap-siap mengambil gambar.
Awalnya ada rasa canggung, namun Alio dan Marissa bersepakat untuk bersikap senormal mungkin.
Setelah memilih gambar yang di rasa pas Alio segera memposting hasil jepretannya.
FLASHBACK OFF..
" Kenapa Lee ? " tanya Marissa karna melihat ekspresi wajah Alio yang berubah.
Alio tak menjawab, itu membuat Marissa penasaran, lalu Ia mengambil ponselnya, dan membuka sosmednya, lalu Ia paham sebab Alio merubah ekspresi wajahnya.
"Sudah jangan di ambil pusing ! sudah sabar, orang sabar pasti kesel" kata Marissa sambil terkekeh.
Alio yang mendengarnya hanya tersenyum.
" Ah Lee aku rasa aku harus pulang, mana mamamu aku mau pamit ?" kata Marissa.
" Mamong lagi tidur, sudah tidak perlu berpamitan, tunggu sebentar, aku akan mengantar kau pulang," kata Antoni seraya beranjak dari duduknya.
Ketika Alio mau beranjak, seketika tangannya di tahan oleh Marissa, Alio menoleh seraya berkata..
"why are you holding my hand ?" tanya Alio
" Biar aku pulang sendiri saja" kata Marissa sambil tersenyum.
" Apa kau tak percaya padaku, hingga kau tak mau ku antar ? " tanya Alio.
" Bukan begitu, ya sudah aku mau kamu antar, " jawab Marissa.
Alio segera melangkah menaiki Anak tangga, setelah selesai Alio turun dan memakai kaos hitam, topi, sepatu dan celana jeans hitam, itu membuat ketampanan Alio semakin bertambah.
Marissa yang melihatnya pun kini terlena, ada rasa kagum.
Alio yang melihatnya pun merasa bingung, apa ada yang salah akan penampilannya pikir Alio.
Namun saat menuruni anak tangga terakhir, rasa sakit di dadanya kembali datang.
Namun Alio seketika menahan, agar Marissa tak mengetahui rasa sakitnya.
Namun tiba-tiba….
Bersambung…
BENCI SKALI DGN TOKOH ANTONI & NINDY...
TPI YG PLING KU BENCI DI SINI TOKOH NINDY NYA...
JDI GK JELAS KISAH CINTA SELANJUTNYA...
ASLI AKU IKUT SESAK LIAT SI ALIO...
GARA2 ANTONI & NINDY...😡😡😡😡😡
CINTA SEGI TIGA YG MEMBAGONGKAN... DGN ENDING GK JELAS SKALIGUS MNECEWAKN, OTHOR GK ADIL DGN TOLOH ALIO...
bagus
semangat
trus knpa yg ditampilkan keegoisan seorang adik n kemunafikan seorang kakak ny
Seharusny antoni tdk menghancurkan cinta kk nya sehingga membuat alio hrus mengalah demi kluarga nya
Ga masuk akal cerita mu thor
aku shunting saja.