Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.
Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.
Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang ke Kandang yang Tertutup
Perjalanan pulang bukanlah sebuah pelayaran, melainkan sebuah jeratan. Semakin dekat Leo dengan tata surya, semakin kuat ia merasakannya: sebuah medan penahan multi-dimensi yang membungkus Bumi dan bulan dalam gelembung energi keemasan yang berdenyut. Itu bukan hanya karantina seperti sebelumnya. Ini adalah pensegelan skala sistem—sebuah prosedur Pengadilan Tier tinggi yang secara bertahap memampatkan realitas di dalamnya, memutus koneksi ke ruang-waktu normal, dan mengisolasi semua energi eksotis. Di dalam segel itu, hukum fisika akan perlahan-lahan dikembalikan ke "normal" yang ditentukan Pengadilan, menghapus semua teknologi dan kemajuan yang melampaui Tier 0.73. Pada dasarnya, mereka sedang mengatur ulang Bumi.
Dan mereka melakukannya dengan cepat. Segel itu sudah mencapai orbit Mars. Dalam beberapa hari, ia akan mencapai Bumi, dan proses "penormalan" akan dimulai.
Leo muncul dari lipatan ruang di pinggiran luar segel, wilayahnya yang seluas ribuan kilometer—sekarang diperkaya dengan hikmah dari monumen dan data fragmen—bertabrakan dengan bidang energi keemasan. Ada desisan, sebuah perasaan seperti menggesekkan dua potong kaca. Ia tidak bisa masuk begitu saja. Segel ini dirancang untuk menahan ancaman hingga Planetary Core Tier 5. Ia masih Tier 1.
Tetapi ia memiliki keunggulan: ia tahu cara kerja Pengadilan. Dan ia memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki: Fragmen Jantung yang aktif dan terintegrasi.
Kekerasan tidak akan berhasil, pikirnya, menganalisis pola segel. Ini adalah perintah yang dikodifikasikan. Sebuah dekrit. Kita harus membatalkan dekrit itu, atau menemukan celah di dalamnya.
Dia mengulurkan kesadarannya, menyentuh permukaan segel. Ia merasakan struktur logisnya: lapisan-lapisan perintah yang tak terhitung jumlahnya, masing-masing mengunci aspek realitas. Udara. Energi. Informasi. Bahkan kemungkinan. Itu adalah karya yang kejam dan indah.
Di dalam segel, di dekat bulan, ia merasakan sumber sinyal darurat: sebuah kantong energi kecil yang berdetak dengan pola tidak teratur—teknologi Bumi yang disamarkan, mungkin basis Dr. Arif. Dan di sekeliling Bumi, ia merasakan dua kehadiran Pengadilan yang kuat. Bukan Pemburu atau Pencerai. Ini adalah Arbiter-Level, mungkin bahkan setingkat Planetary Core Tier 3 atau 4. Mereka mengawasi proses pensegelan.
Salah satunya berada di stasiun tersembunyi di titik Lagrange Bumi-Bulan. Yang lainnya mengorbit di dekat Bumi, mungkin di dalam segel itu sendiri, memastikan tidak ada yang melarikan diri.
Leo perlu masuk tanpa menarik perhatian mereka. Ia perlu menjadi tidak terlihat bagi segel.
Ia teringat cara ia mengelabui Pencerai: dengan menjadi sesuatu yang tidak dapat mereka pisahkan. Prinsip yang sama bisa berlaku di sini. Segel ini dirancang untuk mendeteksi dan menahan "anomali"—sesuatu yang melanggar parameter yang ditetapkan Pengadilan. Jika ia bisa menyamarkan dirinya agar terlihat seperti bagian dari segel, atau seperti sesuatu yang secara eksplisit diizinkan oleh hukum segel...
Sebuah ide muncul. Segel itu pasti memiliki protokol untuk anggota Pengadilan sendiri. Sebuah "tanda tangan izin". Apakah Vael pernah memberinya sesuatu seperti itu? Tidak. Tapi ia memiliki sesuatu yang mungkin lebih baik: data fragmen dari planet es. Data itu mengandung jejak-jejak "entitas cahaya" kuno yang mungkin merupakan pendahulu atau musuh bebuyutan Pengadilan. Mungkin segel memiliki celah untuk mereka—atau ketakutan terhadap mereka.
Dengan sangat hati-hati, Leo mengekstrak pola energi dari data fragmen—getaran halus dari "kebijaksanaan" dan "keterbukaan" yang bertentangan dengan sifat Pengadilan yang kaku. Ia tidak mencoba meniru tanda tangan Pengadilan. Sebaliknya, ia mengelilingi wilayahnya dengan pola asing ini, seperti menyelubungi dirinya dengan aroma yang membuat anjing penjaga bingung.
Lalu, ia menyentuh segel lagi.
Segel itu bergetar. Lapisan-lapisan logikanya bergolak, seolah-olah menghadapi paradigma yang tidak dikenal. Itu mengenali pola itu sebagai "bukan Pengadilan", tetapi juga bukan "ancaman yang diketahui". Untuk sesaat, ada kebingungan dalam kode pelaksanaannya.
Pada saat kebingungan itulah, Leo mendorong. Bukan dengan kekuatan, tapi dengan presisi. Ia memusatkan dirinya menjadi sebuah "jarum" kesadaran yang sangat kecil dan tajam, dan menusukkannya ke titik terlemah dalam matriks segel—sebuah titik di mana perintah untuk "mengizinkan pergerakan pengamat" dan "mencegah pelarian" saling bertentangan, menciptakan ambiguitas logis yang sangat kecil.
Ia merasakan tekanan yang sangat besar, seolah-olah seluruh massa segel itu mencoba menghancurkan titik kecil ini. Tapi ia menahannya, mempertahankan pola samarannya, dan meluncur melalui celah itu.
Dan ia masuk.
Dunia di dalam segel terasa... kental. Seperti berjalan di dalam madu. Ruang-waktu terasa berat dan terbatas. Ia bisa merasakan kehadiran dua Arbiter seperti dua matahari kecil yang dingin—satu di dekat bulan, satu di atas Bumi. Ia dengan cepat menarik kembali wilayahnya, memampatkannya hingga radius hanya beberapa ratus meter, membuat tanda tangan energinya sekecil mungkin. Ia harus bergerak cepat.
Dengan kecepatan yang diperlambat oleh segel, ia meluncur menuju bulan. Sisi jauh bulan tidak lagi menjadi tempat yang sunyi. Di bawah kamuflase canggih, ia melihatnya: Lunar Bastion Aeternum. Sebuah kompleks kubah geodesik raksasa yang setengah tertanam di dalam regolith, bercahaya dengan lampu buatan dan dilindungi oleh perisai energi berbasis singularitas pasif yang berdenyut dengan irama yang panik.
Dan di luar kubah utama, berdiri sebuah sosok.
Bukan Pengadilan. Dr. Arif.
Dia mengenakan pakaian lingkungan luar angkasa sederhana, berdiri di atas permukaan bulan, tanpa kendaraan, hanya dilindungi oleh bidang energi tipis. Di tangannya, dia memegang perangkat yang memancarkan sinyal darurat. Dia sedang menunggu. Menantang.
Leo mendarat di dekatnya, permukaan bulan berdebu di bawah "kakinya" yang terbuat dari kehendak murni. Dia mematikan samarannya, membiarkan dirinya terlihat.
Dr. Arif menatapnya. Wajahnya lebih tua, lebih kurus, dengan garis-garis ketegangan yang dalam, tapi matanya masih tajam. Dia memandang Leo—bukan lagi manusia muda yang dia kenal, tapi sosok yang memancarkan aura hijau dan hitam yang tenang, dengan mata yang bersinar dan kulit yang memancarkan cahaya samar. Dia melihat, tapi tidak terkejut.
"Leo," katanya melalui komunikator, suaranya terdengar langsung di kesadaran Leo. "Atau haruskah saya memanggilmu dengan nama lain?"
"Leo masih cocok," jawab Leo, suaranya terdengar aneh baginya sendiri—lebih dalam, bergema dengan nada ganda. "Kamu mengambil risiko besar, berdiri di luar sini."
"Ketika sangkurator memberi tahu saya bahwa sebuah anomali energi besar memasuki segel dan bergerak ke arah kita, saya memutuskan untuk menyambutnya secara langsung." Dr. Arif mengangguk ke arah kompleks di belakangnya. "Mereka semua sedang bersiap untuk bertarung atau bersembunyi. Tapi saya mengenali... rasanya. Seperti giok, tapi lebih besar."
"Ada banyak yang harus diceritakan," kata Leo. "Tapi pertama-tama, status Bumi? Segel ini..."
"Memampatkan. Dalam tujuh puluh dua jam, segel akan mencapai permukaan. Setelah itu, mereka akan mulai 'Penormalan'. Itu adalah eufemisme untuk memformat ulang peradaban. Teknologi kita akan berhenti berfungsi. Kemajuan energi akan terhapus. Memori tentang Aeternum, tentang kamu... mungkin juga." Dr. Arif mengatupkan rahangnya. "Kami mencoba melawannya. Kami meluncurkan segala yang kami punya—singularitas mikro pasif, pulsa EMP yang dimodifikasi. Tidak berguna. Segelnya menyerap semuanya. Dua Arbiter itu bahkan tidak menyadari kami. Kami terlalu tidak penting bagi mereka."
"Di manakah Arbiter yang dekat Bumi?" tanya Leo.
"Di orbit geostasioner, tepat di atas khatulistiwa. Dia seperti tukang kunci yang sedang mengamati proses penguncian." Dr. Arif menatap Leo. "Kamu telah berubah. Kamu... lebih besar."
"Planetary Core," kata Leo sederhana. "Dan sekarang saya mengerti kenapa mereka takut. Saya bukan anomali. Saya adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah mereka biarkan terjadi."
Dia memberikan ringkasan cepat: hierarki, fragmen, perang kuno antara entitas cahaya dan keteraturan murni, perannya sebagai pewaris eksperimen yang hilang.
Dr. Arif mendengarkan, wajahnya berubah pucat, lalu berkerut dengan kemarahan yang tertahan. "Jadi... semua ini. Semua penderitaanmu, semua perjuangan kita... ini semua karena perang dingin kosmik antara dua filsafat?"
"Kelihatannya begitu," jawab Leo. "Dan Bumi adalah korban kolateral karena kebetulan memiliki sebuah fragmen, dan karena hampir mencapai Tier 1 tanpa 'bimbingan' mereka."
"Lalu apa yang bisa kita lakukan? Kamu Tier 1. Mereka di luar sana setidaknya Tier 3, didukung oleh teknologi seluruh Pengadilan."
Leo memandang ke arah Bumi, planet biru-hijau yang indah yang sekarang dibelit oleh jaring emas. "Segel adalah masalah terbesar. Selama segel aktif, mereka memiliki kendali penuh. Kita harus mematahkannya."
"Bagaimana?"
"Tidak dengan kekuatan," kata Leo. "Tapi dengan logika. Segel adalah sebuah dekrit. Sebuah perintah. Kita harus menemukan kontradiksi dalam perintah itu dan memperbesarnya. Atau... kita harus memberikan perintah yang lebih tinggi."
Dia teringat sesuatu. Data fragmen juga mengandung jejak-jejak bahasa perintah yang digunakan oleh entitas cahaya—bahasa yang mungkin menjadi dasar dari bahasa Pengadilan, tetapi lebih tua dan lebih fundamental.
"Kamu memiliki database Aeternum_Seed di sini?" tanya Leo.
"Ya. Lengkap."
"Bawa saya ke sana. Dan siapkan pemancar energi terkuatmu. Kita perlu menyiarkan sesuatu."
Di dalam bastion bulan, di ruang kendali utama yang dipenuhi oleh para ilmuwan dan teknisi yang ketakutan namun bersemangat, Leo berdiri di depan konsol utama. Dr. Arif menghubungkannya ke inti database.
Leo menutup matanya. Dia menyelam ke dalam ingatan fragmen, mencari pola bahasa purba itu. Dia menemukannya: serangkaian simbol konseptual yang mewakili "Hak untuk Tumbuh", "Kebebasan Memilih Jalan", dan "Kedaulatan atas Nasib Sendiri". Ini adalah prinsip-prinsip entitas cahaya.
Dia mengambil prinsip-prinsip itu dan menggandakannya. Bukan secara fisik, tapi secara konseptual. Dia memperkuatnya, memberinya bobot kosmik dari kesadarannya sendiri sebagai simbiosis yang berhasil, dan kemudian menanamkannya ke dalam sebuah paket data mentah.
"Pancarkan ini," perintahnya kepada Dr. Arif. "Pada semua frekuensi, termasuk dimensional sub-strata yang digunakan oleh segel. Siarkan terus-menerus."
"Apa ini akan dilakukan?" tanya salah satu teknisi.
"Ini akan memberikan pertanyaan," jawab Leo. "Kepada segel. Sebuah dekrit adalah sebuah pernyataan. Saya memberikan sanggahan. Sebuah klaim bahwa Bumi, melalui warisan fragmen ini dan pencapaiannya sendiri, memiliki kedaulatan eksistensial yang lebih tinggi daripada dekrit Pengadilan. Ini akan memaksa segel untuk memvalidasi klaim tersebut terhadap basis datanya sendiri."
"Dan jika basis data Pengadilan mengatakan tidak?"
"Maka kita bertarung," kata Leo dengan tenang. "Tapi ada kemungkinan bahwa dalam hukum kosmik kuno yang menjadi dasar segel, prinsip-prinsip ini memiliki bobot. Dan saya adalah bukti hidup bahwa prinsip-prinsip itu bisa berhasil."
Pancaran dimulai. Gelombang energi konseptual yang aneh menyebar dari bulan, merambat melalui segel yang pekat.
Untuk beberapa saat, tidak ada apa-apa.
Lalu, segel itu berhenti.
Jaring emas yang sedang menyusut berhenti bergerak, berkedip dengan irama yang tidak menentu.
Dan dari orbit Bumi, kehadiran Arbiter yang dingin tiba-tiba berubah menjadi fokus yang tajam dan marah. Mereka merasakan tantangan terhadap otoritas mereka.
Pertempuran untuk Bumi belum dimulai dengan tembakan.
Itu dimulai dengan sebuah debat hukum kosmik.
Dan Leo telah mengajukan bandingnya.