NovelToon NovelToon
Garis Takdir Zeana

Garis Takdir Zeana

Status: tamat
Genre:Romantis / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ega Mdf

Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.

Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.

Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.

Next....

NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro






Selamat membaca karya pertamaku 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Carilah kebahagian dengan orang baru, dan semoga keputusan yang ku ambil saat ini adalah bagian dari takdir baikku...

✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰

Dengan berat hati zee menandatangi surat persetujuan, ingin rasanya menolak tapi apalah daya itu hanya angan angan karena tidak mungkin dia mampu mencapai uang pengganti sebanya 500 jt.

Setelah selesai melakukan kesepakatan roy dan zee mengakhiri pertemuan, roy lebih dulu meninggalkan cafe sementara zee masih terpaku di tempatnya masih tidak menyangka apakah keputusan yang di ambil saat ini sudah benar? pikirnya.

Zee di kagetkan dengan suara notifikasi yang berasal dari ponselnya menandakan ada sebuah pesan masuk, zee merogoh ponselnya dan melihat isi pesan yang masuk dan ternyata nomor asing.

📩 ×××××278

Jangan coba coba untuk kabur setelah melakukan tanda tangan surat persetujuan, jika kamu berani melakukannya maka kamu akan tau akibatnya. nona zeana febiola.

#alvaro

Zee kaget dengan isi pesan yang di bacanya, sekarang zee sudah terika dengan keputusan yang di ambilnya, tidak bisa melakukan apa apa lagi.

Menarik nafas dengan begitu berat dadanya serasa sesak dan kenapa ujian hidupnya seberat ini. kenapa takdirku seburuk ini? pikirnya. kedua netranya sudah menggenang seolah tidak bisa menahannya lagi, cepat cepat zee mengusap sudut matanya yang berair tidak ingin kesedihannya di ketahui oleh orang orang berada di sekitar cafe.

Tiba tiba pikiran zee tertuju kepada mama rini, dia sudah cukup lama meninggalkan mama rini, zee bangkit meninggalkan cafe. lalu zee keluar untuk mencari taksi.

Selama perjalanan zee terus memikirkan surat persetujuan yang telah di tanda tangani tadi, memikirkan apa yang terjadi ke depannya, bagaimana caranya ia menjelaskan kepada mama rini nanti? sudah jelas jelas keputusan yang di ambil akan berpengaruh terhadap masa depannya nanti. segala macam pikiran berkecamuk di dalam otaknya.

Sudah mengendarai taksi selama 20 menit akhirnya zee sampai di halaman rumah sakit. jam sudah menunjukan pukul 14.00 waktu.

Zee berjalan menuju ruang perawatan mama rini, pada saat berjalan di lorong rumah sakit mata zee menangkap zio yang berjalan ke arah berlawanan.

"Zee, kamu habis dari mana aku sudah mencarimu sejak tadi tapi hanya tante rini saja yang berada di ruangan.. maaf aku sudah lancang masuk ke ruangan tante rini, aku berniat untuk menjenguknya tapi kamu tidak ada jad aku hanya sebentar saja." jelas zio panjang lebar agar zee tidak salah paham mengatainya lancang masuk ke ruangan mama rini.

Zee terlihat mengangguk menanggapi penjelasan yang di lontarkan oleh zio dia tidak ingin mengobrol panjang lebar dengan laki laki yang ada di depannya sekarang, masih ada bagian perasaannya yang terusik jika terlalu lama bertatap muka dengan zio.

"Maaf aku masuk dulu, aku harus menemui mama." kata zee yang ingin cepat cepat menghindar.

"Apa kamu ada waktu, aku ingin mengobrol sebentar." ucap zio sambil menahan pergelangan tangan zee.

"Sebentar saja zee." ucapnya lagi.

Zee hanya diam tidak merespon sama sekali tidak mengangguk dan juga tidak menolaknya, ada rasa sesak di dadanya yang berusaha di kendalikan. entah kenapa jika berhadapan dengan laki laki ini hatinya selalu ingin menurut dan tidak tega dengan raut wajah zio yang terlihat memohon. akhirnya zee mengangguk menuruti keinginan zio.

"Kita bicara di kantin saja." saut zee yang segera di angguki oleh zio.

Keduanya berjalan menuju kantin rumah sakit zio berniat menjelaskan semuanya dan ingin meminta maaf kepada zee.

setelah sampai di tempat yang mereka tuju, zee mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk yang kosong kemudian mengajak zio untuk duduk di meja yang masih terlihat kosong. zio mengikuti zee dan keduanya pun duduk berhadapan.

"Apa kamu sudah makan siang.? kalau belum sebaiknya kita pesan makan saja." tanya zio

"Sudah, aku ingin minum jus jeruk saja."

Seorang pelayan kantin menghampiri meja yang mereka duduki, kemudia zio segera memesan dua jus jeruk.

Keduanya masih diam dengan pikiran masing masing, terlihat seorang pelayan kantin mengantar minuman pesanan mereka.

"Terimakasih." ucap zio dan di angguki oleh seorang pelayan dengan sopan.

"Ehmm.. zee aku mau menjelaskan semuanya agar kamu tidak salah paham mengenai aku waktu itu." zio berdehem dan berkata dengan hati hati takut zee akan bereaksi menolak akan penjelasan zio.

dan benar saja raut wajah zee menampilkan penolakan tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari laki laki yag ada di hadapannya sekarang.

"Zio aku tidak mau lagi mendengarkan penjelasan apapun." sarkas zee dengan suara tegas.

Zio sudah menduganya zee akan bereaksi seperti ini maka dari itu dia sudah mempersiapkan mental untuk menghadapi suasana hati zee ketika berusaha ingin menjelaskan semuanya meskipun zee sudah menganggapnya masa lalu yang tidak perlu di bahas lagi. tapi keinginan zio sangat besar untuk tetap harus memberikan zee penjelasan agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

"Sekali ini saja zee tolong dengarkan penjelasanku." zio berkata sambil menangkupkan kedua tangannya sangat berharap zee mau mendengarnya kali ini.

"Zio stop, aku tidak mendengarkan penjelasan apa pun." zee dengan suara sedikit meninggi hingga orang orang yang sedang berada di kantin tersebut menoleh ke arah mereka berdua.

Zee berusaha menahan sesakdi dada kedua matanya sudah menggenang tidak bisa ia tahan, entah kenapa dirinya bereaksi seperti itu ketika zio sedang berusaha menjelaskan kesalahan masa lalu.

Ada rasa iba terhadap laki laki tersebut tapi egonya lebih mendominan sehingga tidak ingin memberikan kesempatan maaf kepada zio, laki laki yang pernah memberinya harapan begitu besar seolah tidak pernah ingkar. tapi nyatanya berbanding terbalik justru zee merasa di hianati atas perginya zio waktu itu.

"Jadi kamu tidak ingin memberiku kesempatan untuk bisa menjelaskannya sedikit saja zee.?" ucap zio dengan raut wajah penuh kecewa.

Zee menggeleng lalu pergi begitu saja meninggalkan zio sendirian ia tidak sanggup lagi berlama lama di hadapan zio. zee melangkah dengan sedikit berlari sambil menghapus air mata yang sudah sejak tadi keluar tanpa bisa di kendalikan.

Melihat kepergian zee memandangnya dari kejauhan tanpa mengikutinya. zio rasa sudah cukup mungkin zee sudah tidak ingin lagi penjelasan apapun. mungkin wanita itu sudah sangat salah paham terhadapnya waktu itu. pikirnya dalam hati

"Semoga kamu tidak akan pernah menyesal zee setelah mendengar penjelasanku suatu saat." gumam zio dalam hati.

Zio masih terpaku di tempatnya di mengirah zee sudah mau sepenuhnya mendengar penjelasan darinya tapi nyatanya zee malah bereaksi seolah sudah tidak ingin berada di hadapannya lagi.

Zio mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya, menarik nafas dalam dalam lalu bangkit dari tempat duduknya untuk membayar minuman yang telah di pesan tadi. tidak lama setelah itu zio segera meninggalkan gedung rumah sakit, mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.

Pikiran zio masih saja tertuju pada zee, wanita yang pernah mengisi hari harinya, wanita yang selalu ada di dalam hatinya, wanita yang paling mempercayainya hinggah kejadian naas waktu itu membuat zee salah paham hinggah sekarag.

Bersambung...

Terimakasih para readers sudah Setia membaca ceritaku, semoga tidak membosankan jangan lupa tinggalkan jejak like, koment, vote se ikhlasnya saja 😊🤗🙏🙏

1
antha mom
😭😭😭😭
antha mom
Huaaaa thor 😭😭😭😭😭
antha mom
zio kamu harus sembuh liat anak mu bentar lagi akan lahir
antha mom
tetangga yang julid
antha mom
nasib mu lah itu varo , menyesal pun tidak ada gunanya
antha mom
harapan ku thor,zio sembuh, biar lah zio dan zea berjodoh 😂
antha mom
penyesalan mu tiada guna Alvaro, itulah keputusan yang terbaik buat kalian ,tuai lah hasil dari kekejaman mu ke zea,,se sabar sabar nya,se manut manut nya istri mu ,,ada titik ke jenuhan nya dengan sikap tempramen mu,
antha mom
makasih thor akhir nya happy ending walaupun banyak air mata di episode sebelumnya
antha mom
dasar iblis kamu Alvaro 😡😡
antha mom
laki laki Cemen berani nya cuma sama perempuan
antha mom
dendam menguasai diri mu Alvaro dan kamu akan menyesal setelah tau kebenaran nya
antha mom
karakter Alvaro yg kejam terhadap zea menikahi zea hanya untuk balas dendam tapi akhirnya zea mendapatkan kebahagiaan nya
antha mom
laki laki jahat, hormati lah perempuan karena Kamu juga Alvaro lahir dari rahim seorang perempuan, jangan nanti kamu menyesal 😡
antha mom
laki laki macam apa si Alvaro ini, berani nya sama perempuan, menampar,menjambak rambut zea, dasar kamu ya 😡
antha mom
"restoran"bukan "lestoran"
Alifah Azzahra💙💙
Bikin mewek lgi 😭😭 aku kasihan melihat Jihan Thor yg kehilangan sosok seorang ayah padahal kan dia msih terlalu kecil 😭😭
Alifah Azzahra💙💙
mudah2an Al bisa berubah yach
Alifah Azzahra💙💙
Mewek lgi 😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Sungguh bikin mewek 😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Ayo Zio berjuang untuk anak dan istrimu 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!