NovelToon NovelToon
Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Tiga tahun lalu, Sony kehilangan segalanya dalam satu malam akibat pengkhianatan sahabatnya dan mantan kekasihnya, Dimas dan Rina. Perusahaan keluarganya direbut, kedua orang tuanya dibunuh secara tragis, dan Sony dijebloskan ke dalam penjara paling kejam dengan tuduhan palsu. Namun, di tempat yang seharusnya menjadi akhir hidupnya itu, Sony justru bertemu dengan seorang guru misterius yang mewariskan ilmu bela diri tingkat dewa dan keterampilan medis kuno kepadanya. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, membantai para petarung terkuat hingga dijuluki Dewa Kematian, Sony kini menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Dengan kekuatan mutlak di tangannya, Sony bersiap untuk memberikan mimpi buruk dan membalas dendam kepada siapa saja yang telah menghancurkan hidupnya tanpa sisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Sony, apa-apaan gaun kekurangan bahan ini?"

Nadhira langsung protes sambil berusaha menarik bagian bawah gaunnya yang terlalu pendek.

"Aku ini seorang jurnalis investigasi, bukan wanita penghibur."

Sony duduk di seberang Nadhira dan menuangkan segelas anggur ringan.

"Malam ini kau bukan jurnalis, Nadhira."

"Kau menyamar menjadi wanita simpananku yang sangat manja dan haus harta."

Sony menyerahkan gelas anggur itu kepada Nadhira sambil menyeringai kecil.

"Kalau kau masuk ke sana memakai celana jeans dan kemeja kotak-kotak."

"Penjaga club itu akan langsung menembak kepalamu sebelum kau sempat memesan minuman."

Nadhira mendengus kesal namun dia tetap mengambil gelas anggur tersebut.

"Baiklah, aku akan mengikuti permainan gilamu ini."

"Tapi kalau ada pria mabuk yang berani menyentuhku di sana, aku akan menendang masa depannya."

Nadhira memberikan ancaman serius dengan mata yang melotot tajam.

Sony tertawa pelan mendengar ancaman wanita tangguh di depannya itu.

"Tenang saja, aku akan memastikan tidak ada yang berani menyentuh milikku malam ini."

Limusin hitam itu mulai melaju membelah jalanan ibu kota yang gemerlap.

Setengah jam kemudian, mobil mewah itu berhenti tepat di depan sebuah gedung megah.

Lampu neon ungu berukuran raksasa bertuliskan kata OBSIDIAN menyala terang menyilaukan mata.

Puluhan mobil mewah dari berbagai merek terkenal terparkir rapi di halaman depan.

Suara dentuman musik elektronik terdengar samar-samar sampai ke luar gedung.

Pintu limousin dibuka oleh seorang petugas valet berseragam rapi.

Sony melangkah turun lebih dulu dengan penuh percaya diri.

Dia kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Nadhira turun dari mobil.

Nadhira menerima uluran tangan itu dan langsung memeluk lengan Sony dengan mesra.

Dia berakting sangat baik sebagai pasangan seorang pria kaya raya.

"Ingat, jangan bicara apa pun dan terus menempel padaku."

Sony membisikkan instruksi terakhir itu tepat di dekat telinga Nadhira.

Nadhira hanya membalas dengan anggukan pelan sambil tersenyum manis ke arah depan.

Mereka berdua berjalan menuju pintu masuk utama yang dijaga oleh empat orang pria bertubuh raksasa.

Mereka semua memakai setelan jas hitam dengan alat komunikasi terpasang di telinga masing-masing.

"Maaf Tuan, malam ini club kami hanya untuk anggota khusus saja."

Salah satu penjaga yang botak menghentikan langkah Sony dengan merentangkan tangannya.

Tatapan penjaga itu sangat meremehkan karena tidak mengenali wajah Sony sama sekali.

Sony tidak menjawab ucapan penjaga itu dan hanya diam dengan wajah arogan.

Dia merogoh saku dalam jasnya dengan gerakan yang sangat lambat.

Sret.

Sony mengeluarkan kartu hitam berlapis emas miliknya dan menjepitnya di antara jari telunjuk dan tengah.

Dia menyodorkan kartu itu tepat di depan wajah penjaga berbadan besar tersebut.

Mata penjaga botak itu langsung terbelalak kaget melihat warna keanggotaan tertinggi di club itu.

Sikap meremehkannya seketika berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat hormat.

"M-maafkan ketidaksopanan saya, Tuan VVIP."

Penjaga itu langsung membungkuk dalam-dalam menyembunyikan wajah pucatnya.

Dia segera menyingkir dari jalan dan membukakan pintu masuk utama selebar-lebarnya.

"Silakan masuk dan nikmati malam yang luar biasa di Obsidian, Tuan."

Sony hanya mendengus dingin dan menyimpan kembali kartunya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dia melangkah masuk ke dalam gedung diiringi oleh Nadhira yang masih memeluk lengannya erat.

Ting.

[Sistem Pemberitahuan: Target Lokasi Berhasil Dimasuki]

[Misi Infiltrasi Tahap Pertama Telah Dimulai]

[Peringatan: Terdeteksi Lebih Dari Lima Puluh Target Bersenjata Di Dalam Area Ini]

Sony tersenyum tipis membaca kotak biru transparan yang melayang di depan matanya.

Begitu pintu ganda itu tertutup di belakang mereka, suasana di dalam langsung terasa sangat berbeda.

Suara musik berdentum sangat keras hingga membuat lantai bergetar hebat.

Lampu sorot warna-warni menyapu seluruh area ruangan luas yang dipenuhi oleh lautan manusia.

Asap rokok cerutu mahal dan bau parfum menyengat bercampur menjadi satu di udara.

"Tempat ini benar-benar gila, Sony."

Nadhira berbisik tepat di telinga Sony agar suaranya tidak tenggelam oleh musik.

"Aku melihat setidaknya tiga orang pejabat pemerintah sedang mabuk di sudut sana."

Nadhira menunjuk pelan menggunakan dagunya ke arah meja VIP di sebelah kanan.

"Abaikan mereka, target kita malam ini ada di bawah tanah tempat ini."

Sony menjawab sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.

[Mata Dewa diaktifkan]

Dalam sekejap, pandangan Sony berubah menembus keramaian manusia yang menari.

Dia mengabaikan lautan warna dan fokus pada titik-titik merah dan energi biru di sekitarnya.

Matanya langsung tertuju pada sebuah lorong gelap yang dijaga ketat di dekat meja bartender.

Ada aliran energi merah pekat yang mengalir kuat dari balik pintu baja di ujung lorong itu.

"Aku sudah menemukan pintu masuknya."

Sony bergumam pelan dengan senyum seringai yang mematikan.

Malam pesta yang sesungguhnya di Club Malam Obsidian ini baru saja akan dimulai.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mawar hitam permalukan ke media sebelum di bantai
kiyoe: bantai
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris beserta keluarganya dengan cara paling kejam dan sadis
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Viktor dengan cara paling kejam
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dimas dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang sudah tiada itu
kiyoe: mau di pajang ke mana kak tubuh nya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!