NovelToon NovelToon
Kesalahan Semalam Menjadi Takdir

Kesalahan Semalam Menjadi Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

Raina, wanita mandiri yang sudah bercerai, mencari pelarian di malam yang kelam. Di tengah kebingungan karena mabuk, ia tanpa sengaja menghabiskan malam bersama Dika—seorang mahasiswa muda tampan yang ternyata merupakan pewaris tunggal keluarga kaya raya.

Perbedaan usia, masa lalu yang kelam, serta penolakan keras dari orang tua Dika menjadi tembok tinggi yang memisahkan mereka. Namun takdir seolah punya rencana lain, menumbuhkan cinta tulus di antara dua dunia yang berbeda.

Mampukah sebuah kesalahan semalam, berubah menjadi takdir cinta yang abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

 

Bab 8: Rumah yang Penuh Cinta

Hari-hari berlalu dengan damai sejak Dika pindah ke apartemen Raina. Awalnya sempat ada rasa canggung dan ragu, namun perlahan suasana di rumah itu berubah menjadi sangat hangat dan penuh kebahagiaan. Dika yang rajin dan teliti, mulai membantu mengurus segala keperluan rumah, membuat suasana apartemen yang dulu dingin dan sepi kini menjadi hidup dan penuh warna.

Mereka belajar banyak hal satu sama lain. Raina yang terbiasa hidup mandiri dan kaku, perlahan menjadi lebih lembut dan tenang berkat kesabaran Dika. Sebaliknya, Dika yang dulu hanya tahu dunia kuliah dan kemewahan, kini belajar arti kerja keras, kesederhanaan, dan rasa syukur dari wanita yang dicintainya.

Pagi itu, aroma masakan yang lezat menyebar ke seluruh ruangan. Dika sedang sibuk di dapur, mengenakan celemek milik Raina yang sedikit kebesaran, sambil tersenyum menatap wajah wanita itu yang sedang duduk di meja makan sambil menatapnya takjub.

"Kamu benar-benar pandai memasak ya," puji Raina sambil menatap hidangan lengkap yang tersaji di meja.

Dika meletakkan piring dengan hati-hati, lalu duduk di hadapan Raina sambil tersenyum bangga. "Aku belajar. Aku ingin bisa merawatmu sebaik mungkin. Selama ini kamu yang selalu bekerja keras, sekarang giliranku membuatmu merasa nyaman di rumah sendiri."

Kata-kata sederhana itu membuat hati Raina terasa hangat hingga ke ulu hati. Selama pernikahannya yang dulu, ia selalu yang melayani, selalu yang mengalah, dan jarang sekali diperlakukan dengan sebaik ini. Di hadapan pemuda yang lebih muda darinya, ia justru merasa dihargai dan dimanja sepenuhnya.

"Terima kasih, Dika," ucap Raina lembut, matanya berkaca-kaca.

Dika meraih tangan Raina di atas meja, menatapnya dalam-dalam. "Terima kasih sudah membiarkanku masuk ke dalam hidupmu, Raina. Kamu membuatku menjadi laki-laki yang lebih dewasa dan bertanggung jawab."

Namun ketenangan itu tidak berarti masalah selesai sepenuhnya.

Beberapa hari kemudian, Ibu Dika datang berkunjung ke apartemen itu. Kedatangan ibu itu tidak lagi dengan amarah seperti dulu, melainkan dengan perasaan yang campur aduk antara canggung dan ingin tahu. Saat pintu terbuka, Ibu Dika tertegun melihat suasana rumah itu. Tidak ada kemewahan berlebihan, namun setiap sudutnya tertata rapi dan memancarkan kehangatan yang tulus.

Raina menyambutnya dengan sopan dan rendah hati, mempersilakan duduk dan menyajikan minuman. Tidak ada rasa dendam, tidak ada rasa sombong.

"Maafkan kedatanganku yang tiba-tiba," ucap Ibu Dika pelan, menatap wajah Raina yang tenang. "Aku hanya ingin melihat bagaimana kalian hidup di sini."

"Kami hidup dengan sederhana namun bahagia, Bu," jawab Raina lembut. "Dika sangat baik padaku. Dia membantuku banyak hal, dan aku juga selalu mendukung apa pun yang dia lakukan."

Tak lama kemudian Dika pulang. Melihat ibunya ada di sana, ia tersenyum lega. Percakapan mereka berjalan dengan tenang. Ibu Dika mulai melihat bagaimana cara Raina memperlakukan anaknya dengan penuh rasa hormat dan perhatian, serta bagaimana Dika tampak begitu sehat, bersemangat, dan bertanggung jawab di samping wanita itu.

Di perjalanan pulang, hati Ibu Dika perlahan luluh. Ia menyadari bahwa prasangkanya selama ini salah besar. Wanita yang ia tuduh merusak masa depan anaknya, justru adalah wanita yang membuat anaknya menjadi jauh lebih baik.

Meskipun demikian, perjalanan menuju restu sepenuhnya masih membutuhkan waktu. Namun setidaknya, tembok kebencian mulai retak.

Di sisi lain, Arga dan Sasa mulai berhenti mengganggu. Arga akhirnya menyadari bahwa usahanya untuk memisahkan mereka tidak akan berhasil, dan kebahagiaan Raina yang nyata membuatnya sadar bahwa ia memang sudah tidak memiliki tempat di hati wanita itu lagi. Sasa pun akhirnya mengerti bahwa ia tidak akan pernah bisa memaksa cinta dari seseorang yang hatinya sudah milik orang lain.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Hubungan Raina dan Dika semakin kuat dan tak tergoyahkan. Mereka saling melengkapi kekurangan satu sama lain, menjadi pendukung paling setia dalam setiap langkah kehidupan.

Suatu malam yang indah, saat mereka sedang duduk berdampingan di balkon apartemen memandang lampu-lampu kota yang berkelap-kelip, Dika tiba-tiba memegang tangan Raina dengan erat.

"Raina," panggilnya pelan namun tegas.

Raina menoleh, menatap wajah pria yang kini menjadi seluruh dunianya itu. "Ya, Sayang?"

Dika menarik napas dalam-dalam, lalu menatap lekat ke dalam mata wanita yang dicintainya.

"Kita sudah melewati begitu banyak hal bersama. Kita sudah membuktikan bahwa perbedaan usia, masa lalu, dan omongan orang tidak bisa memisahkan kita," ucap Dika dengan suara bergetar karena haru. "Aku tidak ingin lagi hanya berpacaran. Aku ingin menjagamu selamanya secara sah. Aku ingin kita menjadi suami istri yang sesungguhnya."

Dika meraih sebuah kotak kecil dari saku jaketnya, membukanya perlahan. Di dalamnya terdapat cincin sederhana namun sangat indah berkilau diterangi cahaya lampu kota.

"Raina... Maukah kamu menikah denganku?"

Air mata kebahagiaan langsung mengalir deras di pipi Raina. Selama ini ia sering bertanya-tanya apakah mimpi indah ini akan berakhir atau tidak. Namun kini, di hadapannya, pria yang paling ia cintai meminta untuk menemaninya seumur hidup.

Raina tidak bisa berkata-kata, ia hanya bisa mengangguk berulang kali sambil tersenyum bahagia. "Aku mau, Dika. Aku mau menikah denganmu."

Malam itu menjadi malam paling indah dalam hidup mereka berdua. Sebuah kesalahan semalam yang tak disengaja, telah membawa mereka pada pertemuan, perjuangan, dan akhirnya pada janji suci cinta yang abadi.

Mereka tahu, perjalanan kehidupan berumah tangga nanti pasti tidak akan selalu mudah. Namun mereka tidak takut, karena mereka tahu selama mereka saling percaya dan saling menjaga, tidak ada yang tidak bisa mereka hadapi bersama.

Dan di sanalah, di bawah langit malam yang indah, mereka mengukir janji bahwa cinta sejati memang tidak pernah mengenal usia, status, atau masa lalu. Cinta sejati datang untuk menyatukan dua hati yang saling melengkapi, dan menjadikan sebuah kesalahan tak terduga sebagai awal dari takdir yang paling indah.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!