NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:387.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Dikasih sama siapa kalung itu? Aku harus tau," desak Cakra.

"Dikasih sama temen aku."

"Teman yang mana?"

"Temen kecil aku."

"Cewek? Cowok?"

"Cowok!"

Cakra tidak mungkin lupa bagaimana bentukan kalung yang ia belikan untuk Risa, karena kalung itu edisi terbatas. Kalung yang dipakai Disa itu sangat mirip dengan kalung Risa yang hilang. Itu sebabnya ia ingin tahu dari mana Disa mendapatkan kalung tersebut karena bisa jadi kalung itu adalah kalungnya Risa.

Okelah, tidak mungkin Disa mencuri kalung itu dari Risa, itu mustahil. Namun Cakra yakin ada seseorang yang sudah memberikan kalung itu kepada Disa. Pastinya orang memberikan itu mengenal Risa. Cakra harus cari tahu bagaimana kalung Risa bisa sampai ke tangan Disa.

Sekarang, tugas Cakra selanjutnya adalah mencari orang yang sudah memberikan kalung itu kepada Disa.

"Nah, ini sudah kelihatan jenis kelaminnya ya. Yang satu perempuan dan yang satunya lagi laki-laki. Selamat bapak, ibu, akan mendapatkan sepasang anak sekaligus."

Perkataan dari dokter yang sedang memeriksa Disa, menyadarkan Cakra dari lamunannya. Ia segera menoleh, memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan kondisi kedua bayi kembarnya di dalam perut Disa.

"Mereka sehat, kan, dok?" Disa bertanya pelan sambil menampilkan senyum bahagianya.

"Alhamdulillah, berat kedua janinnya normal, detak jantungnya juga normal, gak ada yang perlu dikhawatirkan, Bu."

Disa lantas tersenyum setelah mendengarnya. Tidak sia-sia segala usahanya dalam memberikan yang terbaik selama ini untuk kedua buah hatinya. Semuanya terbayarkan dengan keadaan keduanya yang baik-baik saja.

Cakra pun ikut senang. Siapa sih yang tidak bahagia akan mendapatkan anak kembar perempuan dan laki-laki? Siapa yang tidak senang mendengar keadaan mereka sehat tanpa kurang suatu apa pun?

"Aku bantu, Dis," Cakra sigap mendekat ketika Disa hendak turun dari pembaringan.

"Gak usah!" tolak Disa ketua, sambil menepis kasar tangan Cakra.

Perlakuan tidak ramah Disa itu membuat Cakra menghela napas panjang. Semua niat baiknya Cakra tak ada artinya di mata Disa sekarang. Sikap Disa pun berubah seratus delapan puluh derajat dari pada yang dulu.

Tak ada lagi Disa yang ramah dan lemah lembut seperti yang Cakra kenal. Sekarang ini, sikap yang Disa tunjukkan terhadap Cakra selayaknya musuh. Wajahnya judes, lirikannya tajam.

Hingga sesi pemeriksaan selesai.

"Saya sudah resepkan obat dan vitaminnya ya, Bu, silakan bisa ditebus di bagian farmasi."

"Terima kasih, Dokter."

"Sama-sama, Ibu."

Disa sebal sekali karena ada Cakra yang menemaninya. Tahu akan begini, lebih baik Disa mengajak ibunya biar Cakra tidak berani mendekatinya.

Disa tidak mau berjalan beriringan dengan Cakra. Dia sengaja berjalan mendahuluinya.

"Dis."

"Disa...."

"Berisik banget sih!" gerutu Disa.

"Aku aja sini yang ke farmasi. Kamu duduk nunggu aja."

Disa mengabaikan semua omongannya Cakra. Menganggap tidak ada keberadaan pria itu di belakangnya.

Cakra tidak menyalahkan jika sikap Disa menjadi seperti ini. Memang Cakra yang salah. Masalahnya, Cakra jadi tidak bisa dekat dengan calon anak kembarnya. Belum apa-apa, Disa sudah membatasi interaksinya.

Bagaimana kalau nanti anak kembarnya sudah lahir? Bagaimana kalau Disa tidak memperbolehkan Cakra bertemu dengan kedua anaknya?

"Disa," Cakra meraih tangan Disa.

Disa memutar bola matanya. "Periksanya udah selesai, Mas. Mending sekarang kamu pergi, pulang, atau ke mana terserah! Jangan ngikutin aku terus!"

Tatapan Cakra penuh permohonan. Ia berkata dengan suara yang dalam, "Kamu akan tetap mengizinkan aku ketemu sama si kembar, kan, Dis? Aku minta maaf. Aku minta maaf."

Baru kali ini Cakra meminta maaf sambil mengecup dalam telapak tangan Disa. Tak sampai dua detik, Disa segera menarik tangannya dan bergegas pergi.

*

"Kamu masih butuh uang?"

Risa seperti menjilat ludahnya sendiri. Belum lama ia menyuruh Andre untuk menjauh pergi dari hidupnya, kini ia malah menghubungi Andre lebih dulu.

"Kamu mau sukarela ngasih aku uang?" balas Andre dari seberang sana.

Risa mendengkus. "Aku ada kerjaan buat kamu kalau kamu butuh uang. Aku akan bayar kamu kalau kamu bisa berhasil melakukan pekerjaan yang aku suruh."

"Wahhh, sombong amat. Mentang-mentang sekarang suamimu kaya, gaya bicaramu sekarang tinggi banget ya."

"Mau apa enggak? Kalau nggak mau aku bisa kok cari orang lain," Risa mendesah kasar.

"Oke oke. Apa yang harus aku lakukan?" sahut Andre cepat.

"Aku kasih instruksinya lewat chat."

"Okay."

Risa menurunkan ponselnya dari telinga. Ia mencari fotonya dengan Disa yang masih tersisa kemudian mengirimkannya kepada Andre. Beberapa foto-fotonya dengan Disa sudah ia hapus. Mungkin hanya tersisa satu ini saja.

"Aku mau kamu pantau cewek itu," tulisnya.

Andre membalas, "Yang kanan? Kan aku udah kenal. Pernah tidur bareng malah."

Risa mendengkus. "Yang kiri bodoh! Bukan aku!"

"Haha, oke-oke. Terus, kenapa dengan cewek itu?"

"Pantau cewek itu. Namanya Disa, dia mantan istrinya suami aku. Kalau ada kesempatan, celakakan dia. Dorong kek, tabrak kek, atau apakan lah terserah. Yang penting aku mau dia celaka sampai keguguran."

Risa mantap mengirim pesan itu kepada Andre. Jantungnya sangat deg-degan, karena ini untuk pertama kalinya ia akan melakukan tindakan yang berbahaya. Tapi, mau bagaimana lagi? Ia terpaksa melakukan ini kalau ingin Cakra seutuhnya menjadi miliknya.

"Kamu nyuruh aku jadi pembunuh?" balas Andre.

"Aku bayar berapa pun uang kamu mau. Sebutkan aja berapa uangnya."

Cukup lama Risa menunggu balasan selanjutnya dari Andre. Mengapa Andre tidak kunjung membalas? Mungkinkah ia sedang memikirkan jumlah nominal setinggi-tingginya yang akan ia sebutkan kepada Disa?

"Aku udah nggak butuh uang lagi, tapi okelah. Kamu bisa bayar dengan upah yang lain, Ris, gak harus uang."

Kening Risa mengernyit, tidak mampu mencerna apa yang dimaksud Andre.

"Maksud kamu? Bayar pakai apa kalau nggak mau dibayar pakai duit?"

Andre langsung membalas tak sampai sepuluh detik, "Tidur sama aku."

"Andre sialan!"

"Aku udah punya suami, Ndre. Aku nggak mungkin melakukan itu. Kalau suami aku tau, gimana? Aku kasih duit aja," Risa mencoba bernegosiasi.

Risa mungkin sudah terbiasa gonta-ganti pasangan, bahkan memiliki dua pasangan di waktu yang bersamaan. Tapi terhadap Cakra, ia tidak berani melakukan itu.

"Ya udah. Gak jadi kalau gitu."

"Oke, kapan? Atur waktunya."

...****************...

1
SisAzalea
bagus Disa...sering ketawa juga nggak papa kok..bumil bahagia .lagian anak2 mu sudah ditunggu calon Daddy Rayyan.
Farida Dalle
setuju aq tuh sm si Rayyan, klu mau berterimakasih ke Risa,krn Risa mengambil Cakra jd Rayyan bisa nikahin Disa,iya khan
😂🥰🥰
Farida Dalle
Betul sekali, Rayyan gak usah tunggu setahun, kelamaan... tuh si Cakra agresif, pokoknya aq setuju bulan depan nikahnya, 🤭koq aq yg jad buru2🤣😂
Farida Dalle
Duh... senangnya yg dikasi semangat sebelum menghadapi operasai, pokonya hrs semangat Dis, tuh sdh ada yg nunggu jadi calon bpknya si kembar, hehe... aq padamu Rayayan🥰😂🤣
Farida Dalle
Benar sekali thor, jd gak sabaran, ingin lht gmn menyesalnya Cakra dan ibunya si Yuni itu pas tahu klu bayi yg dikandung Risa bukan darah daging Cakra, nyesel2 deh, enang enak tidur sm perempua kek si Risa, Risa itu🤭
Farida Dalle
Nah lho, Risa... hati2🤔
Niza Neza
disa aneh sama orang yg sdh ngancurin rumah tangganya aja sok pema'af sok bijak laaa ini dengerin omongan orang iri dengki aja jd sewot. kemana pikiran sok binak muuu
Kembarr Kembaarr
kemungkinan risa bkn anak kandung dr ayah disa. karna selalu di sembunyikn keberada'annya
Kembarr Kembaarr
kalau risa msh punya malu dn sedkit harga diri risa akan pergi jauh dr kota itu.
Niza Neza
Nahh mulai kebusukannya hadir dngn sendirinya. apem busuk akann tetap busuk. kebejatan pelakor itu akan tetap bejat
Niza Neza
mboyao jngn cuma mintak ma'af doang. kasih ATM yg isi nya banyak itu lbh ber manfa'at.
Niza Neza
bangkai di tutupi dn di sembunyikn sprt apa pun akan tetap ter cium baunya
jngn jd orang bodoh cakraas..... Apem busuk yg sdh kamu nikmati itu akan tetap busuk sampek kapan pun
Niza Neza
kenapa cakra merasa ter coreng nama baiknya. kelakuan aja bejad mintak di sanjung dn di hormati trs
Niza Neza
ini contoh ayah yg baik.dn punya prinsip. tdk sprt ibu nya yg mendukung sfat bejad anak dn perempuan rombeng yg jd menantunya. sesama perempuan ko seneng punya menantu pelakor. alangkah bodohnya si ibu ini
Niza Neza
itu yg namanya sahabat terlaknat. smg di laknat dunia akhirat
Dewi 1234
cerita nya bagus thoorrr...cuman sayang riska dan disa ketukar2
Sky: oke, aku revisi ya kak. makasih masukannya ❤️
total 1 replies
Dewi 1234
kok disa..harus nya riska...bikin bingung aja...
Dewi 1234
oke
Samsiah Yuliana
lagi seru² nya Thor 😓
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏
yazelin
bagus ceritanya seru
kayak di kisah nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!