NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:246.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Dikasih sama siapa kalung itu? Aku harus tau," desak Cakra.

"Dikasih sama temen aku."

"Teman yang mana?"

"Temen kecil aku."

"Cewek? Cowok?"

"Cowok!"

Cakra tidak mungkin lupa bagaimana bentukan kalung yang ia belikan untuk Risa, karena kalung itu edisi terbatas. Kalung yang dipakai Disa itu sangat mirip dengan kalung Risa yang hilang. Itu sebabnya ia ingin tahu dari mana Disa mendapatkan kalung tersebut karena bisa jadi kalung itu adalah kalungnya Risa.

Okelah, tidak mungkin Disa mencuri kalung itu dari Risa, itu mustahil. Namun Cakra yakin ada seseorang yang sudah memberikan kalung itu kepada Disa. Pastinya orang memberikan itu mengenal Risa. Cakra harus cari tahu bagaimana kalung Risa bisa sampai ke tangan Disa.

Sekarang, tugas Cakra selanjutnya adalah mencari orang yang sudah memberikan kalung itu kepada Disa.

"Nah, ini sudah kelihatan jenis kelaminnya ya. Yang satu perempuan dan yang satunya lagi laki-laki. Selamat bapak, ibu, akan mendapatkan sepasang anak sekaligus."

Perkataan dari dokter yang sedang memeriksa Disa, menyadarkan Cakra dari lamunannya. Ia segera menoleh, memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan kondisi kedua bayi kembarnya di dalam perut Disa.

"Mereka sehat, kan, dok?" Disa bertanya pelan sambil menampilkan senyum bahagianya.

"Alhamdulillah, berat kedua janinnya normal, detak jantungnya juga normal, gak ada yang perlu dikhawatirkan, Bu."

Disa lantas tersenyum setelah mendengarnya. Tidak sia-sia segala usahanya dalam memberikan yang terbaik selama ini untuk kedua buah hatinya. Semuanya terbayarkan dengan keadaan keduanya yang baik-baik saja.

Cakra pun ikut senang. Siapa sih yang tidak bahagia akan mendapatkan anak kembar perempuan dan laki-laki? Siapa yang tidak senang mendengar keadaan mereka sehat tanpa kurang suatu apa pun?

"Aku bantu, Dis," Cakra sigap mendekat ketika Disa hendak turun dari pembaringan.

"Gak usah!" tolak Disa ketua, sambil menepis kasar tangan Cakra.

Perlakuan tidak ramah Disa itu membuat Cakra menghela napas panjang. Semua niat baiknya Cakra tak ada artinya di mata Disa sekarang. Sikap Disa pun berubah seratus delapan puluh derajat dari pada yang dulu.

Tak ada lagi Disa yang ramah dan lemah lembut seperti yang Cakra kenal. Sekarang ini, sikap yang Disa tunjukkan terhadap Cakra selayaknya musuh. Wajahnya judes, lirikannya tajam.

Hingga sesi pemeriksaan selesai.

"Saya sudah resepkan obat dan vitaminnya ya, Bu, silakan bisa ditebus di bagian farmasi."

"Terima kasih, Dokter."

"Sama-sama, Ibu."

Disa sebal sekali karena ada Cakra yang menemaninya. Tahu akan begini, lebih baik Disa mengajak ibunya biar Cakra tidak berani mendekatinya.

Disa tidak mau berjalan beriringan dengan Cakra. Dia sengaja berjalan mendahuluinya.

"Dis."

"Disa...."

"Berisik banget sih!" gerutu Disa.

"Aku aja sini yang ke farmasi. Kamu duduk nunggu aja."

Disa mengabaikan semua omongannya Cakra. Menganggap tidak ada keberadaan pria itu di belakangnya.

Cakra tidak menyalahkan jika sikap Disa menjadi seperti ini. Memang Cakra yang salah. Masalahnya, Cakra jadi tidak bisa dekat dengan calon anak kembarnya. Belum apa-apa, Disa sudah membatasi interaksinya.

Bagaimana kalau nanti anak kembarnya sudah lahir? Bagaimana kalau Disa tidak memperbolehkan Cakra bertemu dengan kedua anaknya?

"Disa," Cakra meraih tangan Disa.

Disa memutar bola matanya. "Periksanya udah selesai, Mas. Mending sekarang kamu pergi, pulang, atau ke mana terserah! Jangan ngikutin aku terus!"

Tatapan Cakra penuh permohonan. Ia berkata dengan suara yang dalam, "Kamu akan tetap mengizinkan aku ketemu sama si kembar, kan, Dis? Aku minta maaf. Aku minta maaf."

Baru kali ini Cakra meminta maaf sambil mengecup dalam telapak tangan Disa. Tak sampai dua detik, Disa segera menarik tangannya dan bergegas pergi.

*

"Kamu masih butuh uang?"

Risa seperti menjilat ludahnya sendiri. Belum lama ia menyuruh Andre untuk menjauh pergi dari hidupnya, kini ia malah menghubungi Andre lebih dulu.

"Kamu mau sukarela ngasih aku uang?" balas Andre dari seberang sana.

Risa mendengkus. "Aku ada kerjaan buat kamu kalau kamu butuh uang. Aku akan bayar kamu kalau kamu bisa berhasil melakukan pekerjaan yang aku suruh."

"Wahhh, sombong amat. Mentang-mentang sekarang suamimu kaya, gaya bicaramu sekarang tinggi banget ya."

"Mau apa enggak? Kalau nggak mau aku bisa kok cari orang lain," Risa mendesah kasar.

"Oke oke. Apa yang harus aku lakukan?" sahut Andre cepat.

"Aku kasih instruksinya lewat chat."

"Okay."

Risa menurunkan ponselnya dari telinga. Ia mencari fotonya dengan Disa yang masih tersisa kemudian mengirimkannya kepada Andre. Beberapa foto-fotonya dengan Disa sudah ia hapus. Mungkin hanya tersisa satu ini saja.

"Aku mau kamu pantau cewek itu," tulisnya.

Andre membalas, "Yang kanan? Kan aku udah kenal. Pernah tidur bareng malah."

Risa mendengkus. "Yang kiri bodoh! Bukan aku!"

"Haha, oke-oke. Terus, kenapa dengan cewek itu?"

"Pantau cewek itu. Namanya Disa, dia mantan istrinya suami aku. Kalau ada kesempatan, celakakan dia. Dorong kek, tabrak kek, atau apakan lah terserah. Yang penting aku mau dia celaka sampai keguguran."

Risa mantap mengirim pesan itu kepada Andre. Jantungnya sangat deg-degan, karena ini untuk pertama kalinya ia akan melakukan tindakan yang berbahaya. Tapi, mau bagaimana lagi? Ia terpaksa melakukan ini kalau ingin Cakra seutuhnya menjadi miliknya.

"Kamu nyuruh aku jadi pembunuh?" balas Andre.

"Aku bayar berapa pun uang kamu mau. Sebutkan aja berapa uangnya."

Cukup lama Risa menunggu balasan selanjutnya dari Andre. Mengapa Andre tidak kunjung membalas? Mungkinkah ia sedang memikirkan jumlah nominal setinggi-tingginya yang akan ia sebutkan kepada Disa?

"Aku udah nggak butuh uang lagi, tapi okelah. Kamu bisa bayar dengan upah yang lain, Ris, gak harus uang."

Kening Risa mengernyit, tidak mampu mencerna apa yang dimaksud Andre.

"Maksud kamu? Bayar pakai apa kalau nggak mau dibayar pakai duit?"

Andre langsung membalas tak sampai sepuluh detik, "Tidur sama aku."

"Andre sialan!"

"Aku udah punya suami, Ndre. Aku nggak mungkin melakukan itu. Kalau suami aku tau, gimana? Aku kasih duit aja," Risa mencoba bernegosiasi.

Risa mungkin sudah terbiasa gonta-ganti pasangan, bahkan memiliki dua pasangan di waktu yang bersamaan. Tapi terhadap Cakra, ia tidak berani melakukan itu.

"Ya udah. Gak jadi kalau gitu."

"Oke, kapan? Atur waktunya."

...****************...

1
Yunita Sophi
Alhamdulillah Andre datang untuk menikahi Risa... Rayyan dan Andre nikah bareng aja biar seru...
Diny Julianti (Dy)
bukanny panggil ibu kenapa tadi manggil ma
Ma Em
Semoga Disa secepatnya menikah dgn Rayyan agar tdk ada orang yg bisa memisahkan Disa dgn Rayyan , begitu juga Risa secepatnya menikah dgn Andre agar Zara bisa merasakan kasih sayang dari papanya .
weewwww ky nya papa terigu main tikungan tajam lagi niihhh😒
walllaaahhh.. pantesan risa jahat ke disa😒
syaitoonn emang si mama nya nih, bukan nya insyaf, tobat.. malah makin gila aja akal nya😒
Untung bapak baik bgt sama disa, sejak mereka bercerai, hamil dan sampe melahirkan.. maka nya bpk setiap saat, setiap waktu masih ada kesempatan jumpa si kembar🤭
lagian othor kasih nama bini sah vs valak dgn nama yg hampir mirip.. jadi typo mulu kan🤭
Sky: lah iya yak? 🤣🤣🤣 maap ya kak
total 1 replies
yazelin
lama amat nunggu updatenya thor😭
Sky: maaf kak 😭
total 1 replies
wkwkkk.. lo kira barang hasil rampasan bakal selama nya ada dlm genggaman lo utk lo nikmati 🤭🤣🤣🤣
lo boleh curiga gitu ya mantan mamer.. nanti lo yg bakal menyesal saat tau anak Risa ternyata bukan darah daging anak lo si terigu Cakra😒
Luar biasa
Vivi Zenidar
Alhamdulillah... kehidupan Risa membaik. Dan Andre mau menikahi Risa
wkwkkk kasian Risa, udah capek2 rebut suami temen nya sendiri.. tetap aja ga bisa go publik.. tetap disembunyikan wujud nya🤭🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
Oma Gavin
semua akan bahagia dgn jodoh masing"
Yunita Sophi
siapa itu yah yg membayar orang untuk menghasut... apa si Cakra atau siapa
Yunita Sophi
jangan mau Disa nikah lg sama Cakra... apaan mau sama dia lg gak penting banget..
Retno Harningsih
up
Soraya
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!