NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 Informasi Baru

Thomas melangkah kembali ke ruang kontrol utama bentengnya. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan, setiap gerakan ototnya kini begitu presisi dan bertenaga. Efek penyerapan Kristal Tier 1 dari Doberman mutan itu benar-benar mengubah struktur fisiknya dari dalam.

Ia duduk di depan deretan layar monitor, membuka antarmuka jurnal data pribadi yang ia rancang khusus untuk mencatat setiap detail perubahan ekosistem kiamat ini.

Thomas mengetikkan baris-baris analisis baru dengan cepat.

[Catatan Analisis Evolusi Kristal - Thomas]

Tier 1 (Mutasi Biasa/Hewan Darat): Meningkatkan kapasitas fisik dasar manusia (Kekuatan, Kecepatan, Ketahanan, Refleks Visual) hingga dua kali lipat.

Hipotesis Tier 2 & Mutasi Khusus: Kristal yang didapatkan dari mutasi spesies hewan tertentu mulai tingkat Tier 2 tidak hanya akan menambah atribut fisik, tetapi juga mentransfer atribut atau kemampuan eksklusif dari spesies asal tersebut (misal: penglihatan malam, pendengaran ultrasonik, pertahanan sisik tebal, atau kelenturan jaringan).

Thomas memandangi layar dengan binar mata yang dipenuhi ambisi dingin. Jika kristal hewan darat saja sudah memberi peningkatan luar biasa, bagaimana dengan kristal dari spesies-spesies mematikan lainnya?

Pikirannya langsung tertuju pada satu lokasi spesifik yang ada di wilayah pesisir tak jauh dari kota: Akuarium Raksasa & Kebun Binatang Laut Fujimi.

Di sana tersimpan belasan koleksi hewan laut langka dan berbahaya dari berbagai samudra—mulai dari hiu pemangsa, ubur-ubur beracun, hingga spesies predator purba dan gurita raksasa. Jika wabah mutasi ini telah menyebar ke daratan dan hutan, maka dapat dipastikan hewan-hewan laut langka di akuarium raksasa itu telah bermutasi menjadi monster-monster berskala bencana.

"Kemampuan adaptasi bawah air, pemulihan jaringan, ampula peraba impuls listrik, atau racun syaraf..." gumam Thomas pelan. Tangannya mengusap dagunya yang kasar. "Jika aku bisa mendapatkan kristal Tier tinggi dari predator laut langka di sana, kekuatanku takkan lagi bisa disentuh oleh manusia mana pun."

BZZZZT!

Suara alarm peringatan dari salah satu layar monitor memotong jalan pikirannya.

Thomas mengalihkan pandangannya ke layar kamera pengawas nomor 4 yang mengarah ke jalur utama pendakian pegunungan—sekitar satu kilometer di bawah bentengnya.

Di layar terlihat sebuah bus sekolah berwarna hijau yang familiar mogok di pinggir jalan dengan asap mengepul dari kap mesinnya. Pintu bus terbuka paksa, dan belasan siswa serta guru berlarian keluar dengan kepanikan luar biasa.

Itu adalah bus kelompok Takashi Komuro.

Dari dalam semak-semak jalanan, puluhan zombie mengepung mereka dari dua arah. Takashi mencoba bertarung dengan tombaknya, Saeko mengayunkan bokken-nya, dan Kohta menembakkan pistol pakunya. Namun, wajah-wajah mereka terlihat sangat pucat, letih, dan kelaparan. Baju mereka kotor berlumuran lumpur dan darah, jauh dari kesan siswa teladan atau gadis-gadis idola sekolah yang dulu selalu tampil sempurna.

Thomas memperbesar tampilan gambar. Ia bisa melihat Rei Miyamoto terduduk lelah di aspal sambil memegangi perutnya yang melilit kelaparan, sementara Saya Takagi menangis frustrasi di balik kacamata retaknya. Shido Koichi sang guru manipulatif terlihat bersembunyi ketakutan di belakang para siswa, mendorong seorang murid laki-laki hingga terjatuh agar dimangsa zombie demi mengulur waktu.

Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam sejak mereka mengusir Thomas dari bus, ilusi kepemimpinan moral dan kehormatan mereka sudah hancur berantakan dihantam realita kelaparan dan ketakutan.

Thomas menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang nyaman, meraih secangkir kopi hangat yang baru diseduh, lalu menatap layar monitor itu dengan senyum sinis yang teramat dingin.

"Kalian meremehkanku dan memilih idealisme konyol kalian," bisik Thomas sembari menyesap kopinya. "Sekarang, mari kita lihat berapa harga kecantikan dan kepemimpinan kalian saat perut kalian kosong dan mayat-mayat itu datang menagih nyawa."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!