Vita yang masih kelas 3 SMA terpaksa menikah dengan randy seorang pengusaha muda karena ia tidak bisa membayar ganti rugi kerusakan mobil randy yang ditabraknya. Namun randy memiliki syarat disaat kekasih nya pulang dari luar negri, randy akan menikahi kekasihnya tetapi tidak akan menceraikan vita..
Akankah vita dan randy saling jatuh cinta dan melupakan syarat pernikahan mereka ataukah randy tetap menikahi kekasihnya dan menjadikan madu vita..
Yuk ikuti kisah vita dan randy..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utami Pravita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 12
Kehebohan terjadi dua kali lipat di saat bel pulang berbunyi. Untuk murid murid seperti Fabian yang memang malas belajar, bel pulang adalah waktu yang paling di tunggu.
" Wuuaahhhh, asyikkk pulangggg, " teriak Fabian semangat 86.
" Kamu ya Fabian, bel pulang berbunyi semangat sekali. Tapi, saat ibu suruh maju kedepan ngerjain soal di papan tulis, langsung lemas seperti orang yang gak makan setahun, " tegur bu Mira guru matematika.
Semua anak anak menertawai Fabian yang terkena tegur bu Mira. Memang benar benar si Fabian, pelajaran apapun yang diajarkan kalau didalam nya ada rumus rumus otak nya ngeblank. Tapi, giliran pelajaran biologi Fabian langsung seger otak nya. 😆
" Yahh, ibu jangan gitu dong. Kan saya jadi malu bu ditertawai temen temen, " gumam Fabian dengan wajah merah menahan malu.
" Memang nya kamu masih punya urat malu, Fabian? Biasanya juga kamu malu maluin, " balas bu Mira yang langsung disambut gelak tawa anak anak yang semakin kuat.
Fabian yang terus dipojokin guru dan teman teman nya, cuma bisa tersenyum kecut dan menahan malu dengan wajah yang semakin merah semerah tomat.
" Sudah sudah jangan diledekin lagi, kasian Fabian. Sekarang kalian bubar dan langsung pulang kerumah, sambung belajar lagi dirumah. Ujian Akhir Nasional sudah dekat. Ibu sebagai wali kelas kalian, berharap semua nya lulus dengan nilai yang bagus, " ucap bu Mira dengan tulus.
" Baik bu, terima kasih, " jawab anak anak serempak dan dibalas senyuman oleh bu Mira.
Setelah kepergian bu Mira, satu persatu anak anak pada keluar menuju parkiran dan pulang kerumah masing masing. Hanya tinggal Vita, Ayu, Aldo dan juga Alfian yang masih berada di dalam kelas.
" Al, hari ini gue izin lagi ya belum bisa masuk kerja. Gue mau urus masalah pembayaran ganti rugi mobil yang gue tabrak, " gumam Vita.
" Gak apa apa Vit. Lo tenang aja, nanti gue bilang sama maneger cafe. Terus, lo mau gue dan Ayu anterin ke sana? Jadi, kalau ada apa apa kami bisa bantu?, " tawar Aldo.
Alfian yang dari tadi mendengarkan, penasaran tentang masalah ganti rugi. Memang nya kemarin vita jatuh sendiri atau nabrak orang lain? Terus, besar gak biaya ganti rugi nya? Alfian semakin khawatir, karena semua temen temen tau keadaan keuangan Vita.
" Vit, memang nya kemarin lo kecelakan itu karena lo yang nabrak? Terus, besar gak biaya ganti ruginya? Kenapa gak bilang ke kita semua? Kita semua kan bisa bantu lo patungan bayar ganti rugi nya. Seenggaknya mengurangi kesusahan lo saat ini, " tanya Alfian bertubi tubi.
" Iya Fian, kemarin gue gak sengaja nabrak mobil orang. Tapi, lo semua gak usah khawatir. Gue kemarin udah bicarain sama yang punya mobil dan minta keringanan. Syukurnya, dia mau memberi keringanan, " jawab Vita berbohong.
Vita berbohong karena gak mau membuat semua teman teman nya semakin khawatir dan kerepotan membantu masalah nya. Udah cukup selama ini teman teman nya membantu, Ia gak mau lagi menjadi beban orang lain.
" Ya udah kalau gitu, lo hati hati kesana nya ya. Gue khawatir banget sama lo. Mana tangan kaki lo masih luka gitu, terus badan lo juga masih pegel pegel " ucap Ayu sambil memegang tangan Vita.
" Tenang aja Yu, gue pasti baik baik aja. Terima kasih, kalian udah khawatirin gue. Meskipun ayah bunda udah meninggal, tapi karena kalian, gue jadi gak pernah merasa sendiri, " balas Vita dan memeluk Ayu dengan erat.
" Terima kasih teman teman, kalian membuat gue merasa memiliki keluarga didunia ini. Apapun akan gue lakuin agar kalian tetap bisa bahagia, sebagai balasan atas kebaikan dan kebahagiaan yang kalian berikan untuk gue, " batin vita.
Vita melepas pelukan nya dan berpamitan.
" Yaudah, gue pamit ya. Doain semua nya baik baik aja, " pamit Vita dan dianggukin Ayu, Aldo dan juga Alfian.
Setelah berpamitan, Vita bergegas ke parkiran dan berangkat menuju kantor Randy.
**********
Sesampainya di kantor Randy, Vita memarkirkan motornya dan masuk ke dalam gedung. Ia langsung menuju meja receptionist dan meminta izin untuk bertemu dengan bos pemilik gedung ini.
" Siang mbak. Maaf, apa boleh saya bertemu dengan mas ehh maksud saya pak Randy " tanya Vita sopan.
" Maaf kalau boleh tau nama adek ini siapa? Apa sudah membuat janji sebelum nya?, " balas Anita receptionist di bagian loby kantor Randy.
" Sudah mbak. Kemarin, saya sudah janji dengan pak Randy. Tolong beri tau nama saya, Vita Anggraini " jawab Vita.
" Ohh dek Vita. Silahkan naik keatas, ruangan pak Randy dilantai 5. Pak Randy udah menunggu dek Vita diruangannya, " Anita dengan senyum manis nya mempersilahkan Vita menemui Randy.
" Terima kasih ya mbak, " balas Vita tersenyum dan segera pergi menuju lift.
Setelah pintu lift terbuka, Vita segera masuk kedalam lift dan memencet tombol 5. Sesampainya di lantai 5, Vita segera keluar dari lift dan menuju ke meja sekertaris Randy untuk meminta izin bertemu.
" Permisi mbak, saya Vita mau ketemu dengan pak Randy " ucap Vita sopan.
" Ohh iya silahkan, mari saya antar ke dalam ruangan, " balas Siksa.
Siksa dan Vita berjalan menuju pintu Randy. Lalu, Siska mengetuk pintu Randy meminta izin masuk.
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk, " jawab Randy dari dalam ruangan.
" Permisi pak, ini mbak Vita sudah datang, " Siska memberitahu kedatangan Vita.
Randy yang mendengar jika yang datang adalah Vita, langsung mempersilahkan nya masuk dan duduk di sofa. Lalu, meminta Siska meninggalkan ruangan nya.
Randy meletakkan file yang sedang Ia baca. Ia pun segera berjalan ke sofa dan duduk disebrang sofa yang diduduki Vita.
Randy memperhatikan Vita yang sedari tadi menunduk dan meremas remas rok sekolah yang Di kenakan nya.
" Ehemm, " Randy berdehem untuk memulai pembicaraan dan menghilangkan kecanggungan yang ada.
Vita yang mendengar deheman Randy langsung mengangkat kepala nya dan menatap canggung Randy.
" Rasanya, kok berbeda ya dengan yang kemarin. Jadi canggung banget gue dihadapan nya. Kemarin, kok gue merasa biasa aja, " batin Vita.
" Saya gak suka berbasa basi. Kita langsung aja ke inti pembicaraan kita. Apa kamu udah memutuskan menerima lamaran ku?, " tanya Randy dengan wajah datar dan tegas.
" Wuaahhh, dalam hidup nya gak ada humor nya kali ya. Langsung to the point aja. Memang kalau bos gitu kali ya?, " batin Vita.
" Emmm, sa..saya sudah mengambil keputusan, kalau... saya menerima lamaran mas dan mau menikah dengan mas, " jawab Vita terbata bata.
Randy tersenyum kecil mendengar jawaban Vita. Ia merasa lega karena permasalahan nya dengan Clara akan segera terselesaikan.
" Tapi mas. Sebelum saya menikah dengan mas, saya juga mempunyai syarat untuk mas penuhi " gumam Vita takut takut.
Randy menatap tajam ke arah Vita.
" Berani juga gadis kecil ini meminta syarat dari ku. Baiklah, kita dengarkan apa yang di minta nya, " batin Randy.
" Apa syarat nya? Katakan pada ku, " tanya Randy.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
semangat thooor...💪💪🌹🌹
di tunggu karya" selanjutnya thooor...👍🏼👍🏼
berapa kilo bawang nya thoor...🥰🥰
udah baca yg ke sekian kali nya, tapi masih baper aja...🥰🥰