Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelang hari jadi sekolah
Kesibukan itu kian menjadi. Berbagai acara telah disiapkan. Penanggung jawab dari setiap agenda telah ditentukan. Dan tak terasa agenda tersebut akan berlangsung seminggu lagi. Tugasnya belum dapat dikatakan selesai sebelum kegiatan itu usai.
Disinilah Fifi berada lagi, di ruang osis yng terdapat 28 anggota termasuk dirinya. Ia memimpin rapat kembali, untuk mengecek kesiapan setiap penanggung jawab.
"Acara hari 1 sampai ke 5 gimana? Adakah sesuatu yang kurang?" tanyanya.
"Untuk jadwal telah siap. Dan setiap acara insyaallah bisa jalan semua," jawab Ipul, sekertaris osis 1, setelah ia angkat tangan dan dipersilakan bicara dahulu.
"Untuk acara hari ke 3 lomba memasak. Mungkin akan ada kendala dengan kompor dan gas. Mengingat sekolah kita haya mempunyai 2 kompor. Sementara kelas yang berpartisipasi ada 12 kelas," jawab yang lainnya lagi, setelah sebelumnya ia angkat tangan dan dipersilakan bicara dahulu.
"Kalau untuk kompor kenapa tidak masing2 kelas menyiapkan sendiri saja, mungkin yang rumahnya dekat bisa membawa," usul Mega, bendahara Osis 1, setelah ia angkat tangan dan dipersilakan bicara dahulu.
"Bagaimana pendapat yang lainnya?" tanya fifi kemudian. Dan tidak ada yang mengusulkan pendapatnya lagi. "Yang setuju dengan usulan kak Mega tolong angkat tangan?" tanyanya kemudian, dan disambut dengan para anggota yang mengangkat tangannya setuju.
Rapat terus berlanjut dari jam istirahat ke 2 hingga menjelang sore. Karena banyak yang perlu mereka teliti lagi.
...----------------...
Sementara disisi lain. Ega dan yang lainnya latihan kembali disekolahannya. Tepatnya berlatih tanding dengan timnya yang dicampur dengan relawan dari berbagaii kelas. Mereka dibagi menjadi 2 tim sama rata.
Saat sesi latihan selesai mereka beristirahat disisi lapangan. Sambil berbincang-bincang hal-hal yang tidak berguna.
"Eh Ga. Cewek lo jarang tu nemenin lo latian," gurau Mail, teman setimnya.
"Bukannya pacar kak ega itu kak fifii ketua osis ya?" tanya Ikshan kelas 10 yang tadi ikut bermain bersama mereka.
"Ya elah telat lu san. Kita juga tau kalik!" seloroh jimi teman tim Ega.
"Lagi sibuk-sibunya. Nanti kalo dah Ultah sekolah juga nemeni," ucap Ega.
"Semoga kita bisa lolos tahun ini," do'a Mark teman setimnya yang sekarang telah kelas 12.
"Iya kak, kalian semangat ya, kami dukung dari bangku penonton," ucap salah satu adik kelas mereka.
"SEMANGAT!" teriak Mark mengangkat tangan kanannya diudara saat bersorak. Lalu diikuti dengan yang lain.
"SEMANGATT!"
Kemudian mereka bubar untuk pulang kerumah masing-masing. Karna jam menunjukan jam 4 sore lebih.
Mereka yang membubarkan diri disambut oleh pacar mereka masing-masing. Ega kembali melihat jam tangannya. 'Mungkin fifi belum pulang,' batinnya. Ia berjalan dengan perlahan. Mungkin ia harus menunggu di parkiran motornya nanti.
"DORRR!" teriak seseorang dari balik tembok tempat Ega akan berbelok. Tentu saja Ega kaget. Karena sedari tadi ia melamun. Ia mengelus dadanya sambil memejamkan matanya. "Eh maaf ga, kamu gak papa kan?" tanya orang itu panik dan berlari mendekati Ega. "Jantung kamu apa mau copot Ga?" tanyanya lagi. Ketika ia ikut meletakkan tangannya di dada Ega. Ega langsung menarik dan memeluk tubuh mungil itu.
"Gak kaget kok," ucap Ega dengan membelai rambut Fifi. Gadis yang tadi mengejutkannya. Untunglah ia tadi pulang terahkir setidaknya ia dapat memekuk fifi dengan aman, tanpa takut ada yang memergoki. Dan beruntungnya ia, lapangan volly ini terletak cukup jauh dari berbagi fasilitas umumnya. Hanya kamar mandi dan tempat parkir yang berada disekitarnya. Ya, mungkin jika mencari kantin harusnya berjalan tak jauh dari lapangan.
" Ish kamu modus ya," sungut fifi memberontak untuk melepaskan pelukannya pada Ega.
"Iya," jawabnya singkat.
"Ayo pulang," kata fifi menyatukan jari jemari mereka dan berjalan kearah tempat parkir.
"Ayo," balasnya dan menggenggam erat tangan fifi. Mereka berjalan beriringan. Dan pulang bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih membaca.
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......