NovelToon NovelToon
Penyesalan Balas Dendam

Penyesalan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:123.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: mimicoco

Reno Sebastian seorang Mafia yang kejam di dunia bawah tanah, sifat kejamnya tidak luput dari kejadian masa lalu yang menyakiti dirinya, hingga dia memulai membalas dendam dengan seorang wanita yang diduga anak dari dalang penyebab kematian orang tuanya yaitu Dara Pratiwi.

"Mas, sakit mas tolong jangan siksa aku lagi, sudah cukup mas aku mohon ada anak kita di dalam tubuh ku ini" ucap Dara dengan pasrah.

"Aku tidak peduli dengan anak sialan itu, yang penting orang tuamu harus mengalami kesakitan yang sama denganku!"

Bagaimana jadinya, jika ternyata selama ini Reno salah paham sehingga dengan tega dia menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang bahkan belum lahir, apakah Dara akan memaafkan kesalahan Reno atau Dara kembali berbalik membalas dendam dengan Reno.

Semua itu dapat terungkap di dalam cerita "Penyesalan Balas Dendam"

Note, baca terlebih dahulu season 1 yang berjudul "Istri Kejam Milik Devan" agar teman-teman paham dengan alurnya nanti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mimicoco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampung Alaska

Hampir setengah hari mereka di dalam mobil, akhirnya sampai juga ke tempat tujuan. Di mana tujuan Dara dan orang tuanya adalah Kampung Alaska. Sebuah perkampungan yang saat ini menjadi tempat teduh mereka selama dalam pengejaran Reno.

Kampung Alaska sendiri terletak tepat di bawah kaki gunung yang tidak aktif. Sehingga baik Dara ataupun kedua orang tuanya, tidak akan risau lagi, jika gunung tersebut akan mengeluarkan laharnya.

"Ayah, sekarang rumah mana yang akan menjadi tempat tinggal kita?" tanya Dara.

"Rumah kita jaraknya masih satu kilometer lagi Nak, tapi sekarang kita harus ke rumah kepala desa dulu untuk mendaftarkan diri menjadi penduduk di sini," jelas Pak Yuda yang kemudian mendapatkan anggukan kepala dari Dara.

Setelah semua urusan yang terkait dengan kependudukan selesai, sekarang Dara dan kedua orang tuanya langsung bergegas menuju ke rumah baru mereka.

Sekarang, tampak Dara dan kedua orang tuanya turun dari dalam mobil dan memandang sejenak rumah baru yang kini menjadi tempat tinggal mereka.

Rumah yang mereka pandang hanyalah rumah sederhana, di mana masih menggunakan kayu sebagai pondasi dan bambu sebagai dindingnya. Untuk atapnya sendiri, menggunakan daun nipah yang sekarang kondisinya masih dalam keadaan baik. Namun, semua itu malah membuat Dara semakin betah, karena rumah seperti inilah yang memang dia impikan sejak lama.

"Nak, untuk sementara kondisi rumah kita seperti ini dulu ya, nanti jika Ayah memiliki uang, pasti akan Ayah renovasi," ucap Pak Yuda.

"Tidak apa-apa Ayah, malah Dara merasa senang, akhirnya Dara memiliki rumah yang memang Dara inginkan, rumah yang tampak sederhana dengan pemandangan alam yang luar biasa, apa lagi rumah ini posisinya sangat pas berdekatan dengan kaki gunung, dan bagian depan rumahnya juga sangat bagus pemandangan alamnya yaitu persawahan dan juga sungai." Jelas Dara yang membuat Pak Yuda tampak lega, sebab selama perjalanan menuju ke tempat ini, Pak Yuda sempat memikirkan apakah Dara anaknya betah tinggal di sini atau tidak.

"Kalau kamu betah, baguslah Nak dan Ayah juga tidak perlu menanyakan betah atau tidaknya untuk si Mama ini, pasti di mana saja dia betah, asalkan bersama dengan Ayah," goda Pak Yuda yang ditujukan ke Bu Yana.

Setelah puas melihat sekeliling rumahnya, Dara kemudian mulai memasuki rumah barunya, di mana rumah itu memiliki satu ruang tamu yang tidak luas, dua kamar yang tampak depan dan belakang, serta satu dapur mini di belakangnya yang disekat di bagian sisinya untuk kamar mandi.

"Nak, Ayah sama Ibu akan menempati kamar belakang, sementara kamu pakai saja kamar depannya ya," kata Pak Yuda.

"Baik Yah, malah Dara tadi memang ingin meminta kamar depan untuk Dara," jawab Dara yang kemudian memindahkan beberapa barang ke depan kamarnya.

Setelah sesi menata barang selesai, Dara berpamitan ke orang tuanya untuk membeli beberapa pakaian kebutuhannya.

Tidak menggunakan mobilnya, Dara hanya berjalan kaki menuju pasar. Sebab kata ayahnya tadi, jarak pasar dengan rumahnya tidaklah terlalu jauh, hanya berkisar lima ratus meter saja.

Sementara itu, di sisi lain Reno yang telah terbangun dari tidurnya, langsung berolahraga ringan dan setelahnya kembali menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari Dara dan kedua mertuanya.

"Roy, aku mengutus kamu beserta beberapa orang ini untuk mencari keberadaan Dara istriku, karena aku tahu hanya kamu yang benar-benar melihat wajahnya!" kata Reno dengan nada tegas.

"Baik Bos, aku akan mencarinya." Balas Roy, yang kemudian Reno menginstruksikan kepada beberapa orang untuk ikut bersama dengan Roy.

"Kalian semua ikut dengannya, jika dalam waktu satu Minggu ini tidak berhasil mendapatkan mereka, maka siap-siaplah kalian akan mendapatkan hukuman dari aku," sambung Reno yang mendapatkan kata siap dari mereka, kecuali dengan Roy yang langsung pergi begitu saja setelah Reno menyuruhnya untuk mencari Dara.

Sebenarnya, malam di mana mereka masih di rumah orang tua Dara, Roy sudah melihat Dara beserta orang tuanya di dalam semak-semak, sehingga dia menyuruh yang lainnya untuk ke depan menghadap Reno. Entah kenapa, rasanya Roy tidak tega melihat Dara dan orang tuanya dibunuh begitu saja oleh Reno. Padahal biasanya juga Roy tak acuh saat Reno ataupun dirinya menghabisi nyawa mangsanya.

Masih dengan Reno, sekarang dirinya harus menghadap ke sang paman untuk membahas lebih lanjut masalah perjodohan dirinya dengan Amanda.

"Baiklah Paman, nanti Reno akan kembali ke rumah untuk membahas masalah perjodohan ini," ucap Reno melalui ponselnya.

"Iya sudah, setelah kamu selesai mengerjakan tugasmu, nanti kembalilah pulang."

"Iya Paman," jawab Reno yang kemudian mematikan langsung ponselnya. Setelah itu, Reno mulai bersiap-siap menyelesaikan tugasnya untuk membantai klan mafia lain yang memang tengah menyinggung klan miliknya.

"Ayo kita mulai pertempuran kecil lagi," seru Reno yang ditujukan ke semua anggota mafianya.

Di sisi lain, Dara yang sudah puas berbelanja di pasar, sangat terkejut mendengar harga pakaian yang terbilang sangat murah dibandingkan di tempatnya dulu. Bahkan Dara tak tanggung-tanggung membeli banyak pakaian yang dijual dengan harga sepuluh ribu per potong pakaiannya.

"Bu, ini memang segitu ya harganya, kok murah sekali," ucap Dara yang kemudian mendapatkan tawa kecil dari penjual.

"Tentu saja murah, namanya juga pakaian bekas Nak." Jawab si penjual pakaian yang membuat Dara langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah selesai berbelanja pakaian, Dara sekarang belanja untuk kebutuhan hidup seperti sayur-sayuran, beras, ikan dan juga bumbu dapur lainnya.

"Akhirnya selesai juga belanja hari ini, untung saja tidak menghabiskan uangku yang memang masih ada di dalam celengan ayam di rumah yang dulu," batin Dara dalam hati. Setelah itu kembali pulang dengan menaiki becak.

"Kang ini ya uangnya," ucap Dara yang kemudian turun dari kendaraan tersebut karena sudah sampai di rumahnya.

"Iya Mbak, terima kasih," jawab Kang ojek, setelah itu baru pergi.

Dara yang mulai masuk ke dalam rumahnya, langsung menata barang-barang belanjanya yang dibantu oleh Mamanya.

"Oh iya Ma, Dara dari tadi tidak melihat ayah, memang ayah pergi ke mana Ma?" tanya Dara.

"Tadi ayah kamu katanya mau pergi mencari orang untuk membersihkan lahan yang ada di samping rumah," jelas Bu Yana.

"Lahan di samping rumah, memang lahan siapa kok sampai-sampai Ayah menyuruh orang untuk membersihkannya?" tanya Dara sekali lagi.

"Iya punya ayah kamu lah Dara, memang punya siapa lagi, kan ayah kamu membeli rumah ini beserta lahannya yang ada di samping, untuk jaga-jaga saja sih." Sambung Bu Yana yang membuat Dara hanya bisa menganggukkan kepala tanda dirinya sudah paham terkait penjelasan Mamanya.

1
Yudith Lahay
Sangat bagus
Yunerty Blessa
Ending sungguh menyedihkan...
hajat Reno untuk bersatu kembali dengan Dara tak kesampaian....
Yunerty Blessa
sedih pulak....
Yunerty Blessa
astaga, jangan sampai Reno meninggal.... sedihnya
Yunerty Blessa
sakit nya tu disini di dalam hati mu Reno... melihat wanita yang pernah bersama mu dulu berpindah ke tangan yang tepat...
Yunerty Blessa
sayangilah selagi masih bersama...
Yunerty Blessa
sedih pula...
Yunerty Blessa
keputusan nya adalah bercerai....
Yunerty Blessa
sudah terjadi semua nya, setelah ini gimana hubungan Dara dan Reno...
Yunerty Blessa
mampus kau Aksa
Yunerty Blessa
benar Dara, mereka adalah orang tua kandung mu....
Yunerty Blessa
ternyata tunangan mu saja Reno malah berniat balas dendam terhadap mu 😏
Yunerty Blessa
Reno,kalau memang ibu mu penculik Dara...,ada kemungkinan cinta ibu mu ditolak sama David....
Yunerty Blessa
Markas kau terima Reno tapi kau akan kehilangan Dara....ingat tu..
Yunerty Blessa
apa jangan² Dara adalah anaknya...
Yunerty Blessa
bukan tidak menerima kalau dibagi secara baik² tapi kau lempar begitu saja, pasti lah marah 😤
Yunerty Blessa
jangan kedekut Reno,harta tidak bisa dibawa mati....
Yunerty Blessa
jangan terlalu percaya dengan keluarga yang dekat dengan kita,bisa jadi mereka yang menikam kita kembali...
Yunerty Blessa
seperti nya Putri punya firasat,maka nya dia langsung pulang ke rumah Dara dan mereka mendapati Roy dalam keadaaan menyedihkan
Yunerty Blessa
jawapan yang mantap Dara....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!