Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
Melati pergi dari rumah sakit dengan perasaan gamang, dia masih memikirkan saran dari Silvi tadi. Dia sendiri tidak masalah jika diri nya dan Rayan tidak memiliki keturunan, mereka bisa mengadopsi anak sebagai pelengkap kebahagiaan mereka.
"Apa sebaik nya aku turutin saran dari Silvia, ya!" Guman Melati sambil termenung.
"Kasihan mas Rayan, keluarg nya mengingin kan keturunan dari nya. Tapi dia tidak bisa memberi mereka keturunan, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Melati bertanya pada diri nya sendiri.
Melati melajukan mobil nya menuju ke rumah orang tua nya, sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan mereka. Mungkin bicara dengan bunda nya, bisa membuat Melati menemukan solusi dari permasalahan mereka.
Satpam membuka gerbang yang menjulang tinggi, saat mobil Melati tiba di sana. Orang tua Melati hanya tinggal berdua di rumah itu, dengan di temani oleh Art mereka. Sedangkan Brian tinggal bersama anak dan istri nya, tapi tetap di kota ini.
"Bunda nya ada bi?" Tanya Melati pada mbok Sari, asisten di rumah ini.
"Ada di taman belakang, non!" Jawab mbok Sari.
"Ya udah, aku temui bunda dulu!" Melati bergegas menemui ibu nya di taman belakang.
Bunda Ambar saat ini sedang berada di gazebo yang ada di taman belakang, dia sedang memberikan makan pada ikan- ikan peliharaan nya di kolam.
"Bunda,,,!" Sapa Melati.
"Melati, kapan kau datang nak? Kenapa tidak memberi tahu Bunda?" Bunda Ambar langsung meletakkan pakan ikan di atas meja.
"Melati baru saja tiba, Bu!" Jawab Melati sambil mencium tangan bunda nya dengan sopan.
"Rayan nya mana nak?" Tanya bunda Ambar lagi.
"Mas Rayan nya sedang berada di kantor, Bun. Dia sedang ada rapat penting, jadi aku datang sendiri!" Jawab Melati.
"Apa kabar dengan suami mu, nak?" Kembali Bunda Ambar bertanya.
"Alhamdulillah, Mereka baik - baik saja!" Jawab Melati.
Melati dan Bunda Ara berbicara banyak hal, ibu dan anak itu saling melepaskan rindu. Tapi hari ini Bunda Ambar melihat ada sesuatu yang berbeda dari putri nya, dia melihat seperti nya Melati sedang memikirkan sesuatu.
"Melati, apakah kau baik - baik saja, nak?" Tanya Bunda Ambar.
"Iya bun, aku baik - baik saja!" Jawab Melati sambil tersenyum.
"Melati, aku adalah ibu mu. Aku yang melahirkan diri mu ke dunia ini, aku tahu saat ini kau sedang tidak baik - baik saja. Sekalipun mulut mu berbohong, tapi mata mu tidak bisa membohongi Bunda mu ini nak!" Bunda Ambar berkata pada putri nya.
Melati menghela nafas kasar, mungkin dia memang harus menceritakan semua nya pada Bunda nya.
"Aku dan mas Rayan melakukan pemeriksaan kesehatan, Bun. Dan ini hasil nya,,,!" Melati menghentikan ucapan nya.
"Ada apa nak? Bagai mana hasil nya?" Tanya bunda Ambar dengan penasaran.
Melati lalu menceritakan hasil nya pada bunda Ambar, dia mengeluarkan surat hasil pemeriksaan tersebut dari dalam tas nya. Bunda Ambar melihat dan membaca nya dengan teliti.
"Jadi, penyebab kau tidak kunjung hamil adalah Rayan. Rayan yang tidak sehat, bukan diri mu!" Bunda Ambar berkata lagi.
"Iya Bun, aku tidak mempermasalahkan hal itu. Kami bisa mengadopsi anak sebagai pelengkap di antara kami, tapi,,,!" Melati tidak meneruskan ucapan nya.
"Ada apa nak?" Kembali Bunda Ambar bertanya.
"Silvi memberi saran pada ku agar aku mengatakan pada mas Rayan dan keluarga nya bahwa aku yang bermasalah dan tidak bisa hamil. Silvi bilang, semua itu akan membuka sifat asli keluarga mas Rayan!" Jelas Malati.
"Menurut mu bagai mana? Apakah selama ini Rayan dan keluarga nya baik pada mu?" Tanya Bunda Ambar lagi.
"Selama ini mereka semua bersikap baik pada ku, bun. Hanya saja orang tua nya mas Rayan selalu mendesak kami untuk segera memiliki keturunan!" Melati berkata pada bunda nya.
Bunda Ambar terdiam, dia tampak memikirkan ucapan putri nya. Ada benar nya juga yang di katakan oleh Silvi, jika Melati menerima semua kekurangan Rayan. Lalu apa Rayan mau menerima kekurangan Melati?.
"Melati, menurut bunda tidak ada salah nya kau menuruti saran dari Silvi. Jika memang benar Rayan mencintai mu, maka dia dan keluarga nya akan menerima kekurangan mu. Sama seperti kau menerima kekurangan nya!" Bunda Ambar berkata pada Melati.
"Baik lah bun, aku akan coba untuk menuruti saran Silvi. Lagi pula, aku melihat seperti nya Silvi sedang menyembunyikan sesuatu dari ku, tapi aku tidak tahu itu apa!" Ucap Melati lagi.
"Mungkin, ada sesuatu yang dia ketahui tentang keluarga Rayan. Tapi kau tidak mengetahui nya, sebagai sahabat nya dia merasa tidak enak jika mengatakan hal tersebut pada mu!" Ujar Bunda Ambar lagi.
"Mungkin saja bun!" Jawab Melati sambil mengangguk kan kepala nya.
Melati akan menuruti saran dari Silvi, diri nya menerima semua kekurangan Rayan. Sekalipun Rayan tidak bisa memiliki keturunan, tapi dia juga ingin menguji Rayan, apakah dia mau menerima kekurangan Melati seandainya memang Melati yang mandul.
"Bun, ini sudah siang. Aku pamit pulang dulu!" Melati berpamitan pada Bunda nya.
"Kenap cepat sekali nak? Ini kan masih siang!" Bunda Ambar bertanya pada Melati.
"Bun, tadi aku cuma pamit nya ke rumah sakit buat ambil hasil tes, takut nya mereka mikir macem - macem lagi!" Jawab Melati.
"Ya udah, kamu hati - hati di jalan nak. Jangan lupa sering- sering kabari Bunda!" Ujar Bunda Ambar.
"Baik Bun, oh ya Bun aku mau titip hasil tes ini di sini. Biar mas Rayan percaya bahwa aku yang mandul, nanti jika memang di butuhkan aku akan ambil lagi!" Melati menyodorkan kertas hasil tes kesehatan itu pada Bunda Ambar.
"Baik lah nak, Bunda akan simpan!" Bunda Ambar menerima nya.
Melati segera pergi dari rumah orang tua nya, dia sudah setuju untuk melaksanakan saran dari Silvi. Entah seperti apa reaksi Rayan dan keluarga nya nanti, yang pasti Melati akan tahu nanti.
"Benar apa yang di katakan bunda, jika mas Rayan tulus pada ku. Maka dia akan menerima semua kekurangan ku, anak bukan lah masalah besar. Kamu bisa mengadopsi nya dari panti asuhan, tapi jika dia tidak tidak tulus pada ku. Maka aku akan segera mengetahui semua nya!" Guman Melati sambil fokus pada jalanan yang ada di hadapan nya.
Selama 5 tahun ini, Melati banyak membantu keluarga suami nya. Dia mengorbankan karir nya sendiri, demi bisa fokus mengurus rumah tangga nya dan juga melayani Rayan dan orang tua nya. Saran dari Silvi bisa membuktikan apakah mereka semua menghargai pengorbanan Melati atau tidak, Melati akan tahu jawaban nya dalam waktu dekat ini.
terus sehat dan semangat 😍💪