NovelToon NovelToon
Pencuri Kepala

Pencuri Kepala

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "

Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau

Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.

Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Usil bukan main

Maharani memperhatikan dengan seksama kebun singkong ini karena memang ada energi yang tidak bagus di kebun singkong tersebut, tapi mereka sendiri kebingungan itu energi apa dan kelihatan juga Purnama sedang mencicipi tanah yang sedang mereka pijak tersebut, sudah bukan hal yang mengagetkan untuk Maharani atau para member ketika melihat Purnama memakan tanah seperti itu.

Hal yang dilakukan oleh Purnama ini banyak juga dilakukan oleh para dukun Kondang karena mereka harus merasakan sendiri bagaimana tanah tempat energi itu berasal, hanya dengan menjilat tanah tersebut maka mereka bisa tahu apakah itu energi baik atau buruk dan yang paling parah lagi mereka bisa merasakan sendiri kekejaman yang telah berlangsung.

Meski terkadang terlihat menjijikkan karena mereka juga tidak tahu tanah itu bercampur dengan kotoran apa, namun tetap saja Purnama mau melakukan hal tersebut demi mengetahui apa yang telah terjadi dan bagaimana kejamnya energi yang terserap di dalam tanah tersebut dan dia juga bisa mencari penawar itu.

Sama seperti sekarang ketika mereka sudah datang ke area perkebunan singkong dan Purnama telah menjajal tanah itu maka dia menyadari bahwa memang ada yang tidak beres dengan Kebun singkong milik Pak Muh, tapi dia juga bisa mengetahui bahwa kejadian itu sudah lama berlangsung sehingga membutuhkan beberapa pengetahuan untuk mencari tahu lebih lanjut.

''Ini tanah rintihan dan kemungkinan besar ada seseorang yang disiksa di atas tanah ini.'' Purnama berkata kepada Maharani.

''Atau bisa saja yang sekarang gentayangan mencuri kepala itu adalah seseorang yang mati dengan tidak adil di Tanah ini.'' tebak Maharani pula.

''Semua kematian pasti memiliki alasan dan kita perlu mencari tahu alasan itu.'' ujar Purnama.

''Ah nanti susah payah kita mencari tahu dan ternyata yang mati disiksa di sini adalah para perampok kejam.'' Maharani mengeluh sendiri.

''Ya terserah mau apa saja karena Tugas kita hanya mengetahui atas dasar apa dia mati di sini dan siapa yang sudah melakukan hal itu.'' ucap Purnama.

''Ih malas sekali Aku mencari tahu kasus yang seperti ini.'' Maharani membuang muka dengan sangat kesal.

''Kau kalau kasus yang berbau mesum Maka sangat cepat untuk menangani.'' Purnama sudah hafal dengan tabiat sang kakak itu.

''Kau sendiri yang bilang kalau ini sudah sangat lama dan kemungkinan memang yang mati itu adalah para perampok dan warga sini yang menghajar.'' Maharani sangat yakin tentang hal itu.

Purnama hanya angkat bahu saja karena dia tidak peduli entah itu perampok atau pencuri karena yang jelas mereka hanya perlu mencari tahu orang itu siapa dan kenapa dia bisa meninggal seperti ini, tidak bisa mengungkap kasus bila mereka saja tidak mengetahui asal usul dari pembunuh itu dan Apa motif dia melakukan kekejaman kepada warga desa ini.

''Mau sampai kita jungkir balik pun kalau kita tidak mengetahui asal usul iblis itu maka tidak akan pernah bisa berhasil.'' ujar Purnama sambil berjalan mengelilingi singkong.

''Hei Siapa kalian dan mau apa di kebun singkong ku ini?!'' Pak Muh berteriak keras karena mengira mereka akan mencuri.

''Aih tua bangka itu pasti mengira kita mau mencuri singkong.'' Maharani tahu akan hal itu.

''Aura alkohol Dia sangat kuat sekali.'' Purnama memperhatikan wajah Pak Muh dari kejauhan dan dia bisa langsung tahu.

''Pak! Ini Mbak purnama dan dia yang akan mencari tahu tentang keberadaan iblis tanpa kepala itu.'' Davin berlari kencang karena dia tidak mau ada tragedi.

''Oh ini yang bernama purnama dan akan menangani Desa kita.'' Pak Muh juga langsung berhenti dan dia menatap wajah cantik Purnama itu.

Bila sedikit saja Davin terlambat menghampiri tempat ini dan Pak Muh juga langsung menuduh bahwa Purnama adalah pencuri singkong, maka tragedi buruk bisa saja terjadi karena Purnama yang akan membanting tubuh Pak Muh akibat tidak terima bila dia terkena tuduhan telah mencuri singkong milik orang tua tersebut di kebun ini.

''Maaf ya Saya tidak tahu kalau mbak Purnama yang datang untuk melihat kebun ini.'' Pak Muh merasa tidak enak.

''Makanya jangan terlalu banyak minum alkohol bila kau sendiri saja tidak mampu mengatasi emosi yang ada di dalam diri.'' Maharani langsung memberikan nasihat.

''Udah tidak terlalu banyak saya sekarang minum seperti itu, hanya terkadang saja bila sedang mencari udang di malam hari untuk menghangatkan diri.'' Pak Muh menjawab sambil tersenyum malu.

''Ya Dia sedang berbicara dengan siapa itu?'' Davin memang tidak melihat keberadaan Maharani.

''Kau Membeli tanah ini dari milik siapa?'' Purnama bertanya kepada Pak Muh karena ingin tahu asal usul tentang tanah tersebut.

''Ini warisan dari orang tua dan memang sudah sejak dulu saya menanam singkong.'' Pak Mu menjawab apa adanya.

''Pernah Bapak dulu mendengar kisah yang ada di Tanah ini atau sedikit gosip yang beredar?'' tanya Purnama kembali untuk memastikan lebih lanjut.

Pak Muh menggelengkan kepala karena dia sama sekali tidak mendengar ada berita buruk tentang kebun singkong yang sudah lama dia miliki tersebut, tidak ada gosip buruk yang berlaku di sana sehingga dia merasa semua baik-baik saja dan setelah dia sendiri menyaksikan ada yang tidak beres saat itu maka Pak Muh mulai merasa ketakutan dengan Kebun singkong ini.

''Nduk, kalau memang mau singkong Ini nanti biar saya cabut untuk kamu.'' Pak Muh mendatangi Maharani yang sedang berjongkok menggoyang pohon singkong itu.

''Mbak, Dia sedang berbicara dengan siapa dan apa alkohol baru saja dia minum?'' Davin Jadi ngeri sendiri.

''Huaaaaaa!'' Pak Muh langsung jatuh terjengkang ketika Maharani menoleh dan dia menampakkan wajah hancur berantakan.

''Sampean Ini kenapa sih?'' Davin semakin bingung dengan tingkah Pak Muh.

Pak Muh tidak bisa menjawab pertanyaan dari Davin karena dia sedang ketakutan setengah mati dan sosok yang tadi dia lihat sudah tidak ada lagi di depan mata karena Maharani telah terbang menjauh sembari tertawa kencang, memang tingkah member Purnama ini sedikit saja bila tidak usil maka akan merasa begitu rugi sekali.

''Mbak itu tadi ada setan di kebun singkong saya!'' Pak Muh menoleh kepada Purnama.

''Loh ke mana Mbak Purnama pergi tadi?!'' Pak Muh kembali lagi di landa oleh rasa kaget.

''Aih dia juga bisa menghilang begitu saja.'' Davin mencari keberadaan Purnama yang menghilang entah ke mana.

Memang kelakuan anak buah dan Ratu sama-sama menjengkelkan karena mereka hanya manusia biasa sehingga kesulitan untuk mencari keberadaan Purnama yang sudah menghilang entah ke mana itu, Maharani sendiri sudah terbang ke sana kemari untuk mencari keberadaan setan yang sedang mereka buru itu.

Selamat sore besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
putri wahyu
siang jg Bess...
ada yg sama ga ya,yg judul sebelah kok di aku ilang ya,yg pembunuh bayaran itu Zora/zena🤔
teman2 gimana?
Yeyet Rohaeti
siang' juga , baru buka hp thor 😄
vania larasati
lanjut kak
Ass Yfa
cinta Xavier...bertepuk sebelah tangan dong...kasihan dia..ntar patah hati,jadi jahat lagi...
Ela Jutek
widih cinta
Apriyanti
lanjut thor 🙏
ismi
yg sebelah kok dihapus thhor
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
selamat siang juga kak thor, panas sekali kak siang ini 🤣🤣
Ayuk Witanto
punya malu juga
Ayuk Witanto
bukanya tadi aksara sama jalak ya
Ayuk Witanto
emang minta di bantai nih pur
Ayuk Witanto
emang kau siapa nyuruh purnama stay disitu...lagian dari kemarin kan kau tak percaya 😒
Ayuk Witanto
biar tau rasa si iis
Nurr Tika
lanjut
Ayuk Witanto
kok jadi curiga ya sama Iis...kayak Melda kemarin.sok sok an gak percaya setan ternyata dia punya andk setan
Ayuk Witanto
waduh mana aksara pula kena fitnah
Ayuk Witanto
siapa ya
Fiyan Ayu
tolong mba Pur..banting lah si iis tuh..kesel q..🤣🤣
Wiwit
ii SMA Melda, jgn2.....
Kinnaaa
banting ajala itu iis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!