NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:89.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Malam pun tiba, para pengawal yang menyamar sudah menunggu di sana, menunggu tabib Agung yang menurut rumor akan muncul saat matahari sudah terbenam.

Tapi malam ini empat pengawal itu nampak resah, karena belum ada tanda-tanda tabib Agung akan datang, bahkan lapak yang biasa di isi itu kini nampak sepi.

Bukan hanya mereka saja yang menunggu, ada satu pria yang juga menunggu dengan gelisah. Dan bisik-bisik pun terdengar jika kemungkinan tabib Agung tidak akan muncul.

Amarah di wajah ke empat pengawal itu nampak jelas, mereka sudah cukup lama menunggu. Tapi sepertinya mereka akan pulang dengan tangan kosong.

...****************...

Di dapur kediaman Menteri Li, di mana makanan yang baru saja akan siap di sajikan justru di tolak, makan malam yang seharusnya terasa nikmat itu di tolak oleh menteri Li, yang masih berdiri menunggu pengawal datang untuk membawa tabib Agung.

Makan mewah itu masih tertata rapi, bahkan yang tadi siang juga masih utuh, pelayan tidak berani menyentuh makanan yang khusus untuk tuan mereka.

Di kolong meja Di bawah temaram lampu minyak dapur yang sibuk, Li Zie dan Ji Yu benar-benar terlihat seperti dua bayangan yang menyatu dengan kegelapan.

 Dengan hanfu hitam legam dan wajah yang diolesi arang hingga hanya menyisakan mata yang bersinar jenaka, mereka tampak seperti ninja yang sedang menjalankan misi rahasia... padahal misinya adalah mengisi perut.

Di tengah kegaduhan itu, tak ada yang menyadari dua sosok bayangan berpakaian hanfu hitam legam, yang warnanya nyaris menyatu dengan jelaga tungku sedang meringkuk di kolong meja kayu raksasa di pojok ruangan.

Wajah Li Zie dan Ji Yu sudah tidak berbentuk. Bukan karena luka, tapi karena mereka sengaja mengolesi wajah dengan arang hitam agar tidak memantulkan cahaya.

"Nona, ini tumis daging sapi bumbu wijennya... masih panas," bisik Ji Yu sambil menyodorkan piring porselen yang berhasil ia curi dari atas meja saji.

Li Zie langsung menyambar potongan daging itu dengan sumpit perak yang ia keluarkan dari Cincin Ruang Dimensi.

"Hmm... kurang garam sedikit, tapi lumayanlah untuk ukuran koki amatir menteri Li," gerutu Li Zie sambil mengunyah dengan lahap. Meski wajahnya cemong dan bajunya kotor, ia tetap duduk bersila dengan punggung tegak, berusaha menjaga sisa-sisa martabatnya, walau posisinya saat ini sedang ngumpet di bawah meja.

Krak!

Tiba-tiba sepasang sepatu bot mewah berhenti tepat di depan meja persembunyian mereka. Itu sepatu Menteri Li!

"Cepat siapkan teh penenang! Istri ku terus menjerit!" suara Menteri Li terdengar gemetar di atas kepala mereka.

Li Zie yang sedang asyik mengunyah daging hampir tersedak. Ia cukup kaget, Li Zie menyeringai di balik lapisan arang.

 "Rasakan itu, Ayah tua bangka. Itu balasan karena kau membiarkanku membusuk di paviliun reot," batinnya sinis.

Ji Yu menyenggol lengan Li Zie dan menujukan ke atas, "Nona, dia tepat di atas kita. Kalau dia menunduk sedikit saja..."

"Tenang saja, kita tidak akan ketahuan, dia sedang pusing delapan keliling," bisik Li Zie , meski mulutnya penuh daging.

Tiba-tiba, Menteri Li menggebrak meja di atas mereka.

BRAK!

"Di mana Tabib Agung itu?! Kenapa dia belum muncul juga?" ujar Menteri Li dengan penuh amarah karena terlalu lelah, bahkan ia tidak tahu harus bagai mana, tanpa sadar ia juga datang kedapur.

Li Zie mendongak, menatap bagian bawah meja dengan tatapan meremehkan.

 "Dia ada di bawah kakimu, dasar bodoh," gumamnya pelan, lalu kembali mengambil potongan daging terakhir dengan santai.

Menteri Li kembali ke kediaman utama, dengan lunglai ia bingung melihat putri tercintanya yang sekitar dua puluh hari lagi akan menikah . Justru kini penyakitan.

Li Zie tidak peduli pada pria tua itu yang hanya mempedulikan putri dari selirnya saja. Bahkan bertahun-tahun mengabaikan dirinya, tak peduli dengan kondisinya.

Ji Yu melihat Nona mudanya melamun, Ji Yu tidak rela jika nona mudanya harus merasa bersalah, Ji Yu kembali mengintip situasi saat ada kesempatan, kepalanya sedikit menyembul dan kembali mengambil mangkuk berisi daging dengan buncis yang di bumbu kecap.

Gerakannya sangat cepat, nyaris tak terlihat, Ji Yu langsung kembali duduk di kolong, dengan senyum mengembang dan menyodorkan mangkuk, "Nona makan lagi."

Li Zie langsung tersenyum mantap daging yang terlihat lezat itu. Li Zie tidak egois ia juga membagi makanan bersama Ji Yu.

Perut Li Zie sudah terasa kencang setelah menghabiskan tumis daging tadi. Tapi matanya masih berkeliling dengan liar.

Di matanya, dapur ini bukan sekadar tempat masak, tapi gudang harta karun yang harus dikosongkan sebelum ia kembali ke paviliun reotnya yang menyedihkan itu.

1
Osie
eh msh continue ya? aku dah kebutbaca lho kirain udah end ternyata oh ternyata...kuylah moga msh ada lanjutannya💪💪💪💪💪💪
Osie
ciiee gadisku nih yeeee
Osie
ya pasti hilang jejak lah..tabib n pengawalnya masuk ruang dimensi🤣🤣🤣🤣
Osie
duuh nih tabib kocak banget🤣🤣🤣 apa yg bisa gitu agak dikurangi efek samping dr mata dewa..kasihan ee jd kayak org kesurupan🤣🤣🤣
Retno Palupi
kaisar cemburu yg dicemburui masih suka main main
Osie
kocak🤣🤣🤣🤣🤣
Osie
yuuhuuu ku mampiirrrr..selalu suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n smart..btw dijaman now ortu lizie n para pengkhianat mati kan thor...aku harap mari semuanya
Nurhayati Sobana
Kalau Kaisarnya bijak ajak aja Yan dan Feng duduk minum bersama, anggap trik untuk menarik hati sang pujaan, sayang tehnya udah dicampur air spritual bagus untuk tubuh Yan dan Feng. Kausar ngalah sedikit untuk menang 🤭😄😄😄
Nurhayati Sobana
Kaisar pencemburu pisan gak bisa dengar kabar Shen Zie diganggu Wang He, dia langsung cemburu, ayo cepat tembak Shen Zie nya biar jiwamu tenang
Maria Lina
rajin aj up n double nya kudukung thor ok👍
nur
kasian yan sama feng dah
Iyus Iyus
mantapb
Tiara Bella
kapok rahasianya langsung dibuka sm Shen zie
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
😱😱😱 wahhhh aku suka aku suka
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 mantap, ternyata sudah memiliki penyakit disfungsi🤣🤣, bagus Shen Zie, permalukan saja si Wang He itu🤣🤣
Nurhayati Sobana
HaHaHa, ternyata Wang He benar2 letoy adik kecilnya, thor kamu pintar, alur ceritamu tentang si Wang He sesuai harapanku, syukurin petantang petenteng eh gak tahunya burungnya gak bisa hidup apalagi terbang 🤭😄😄😄
Batara Kresno
keren ceritanya
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ihhh, bener bener ya si Wang He, ayo berikan pelajaran buat si Wang He ini Shen Zie /Determined//Determined//Scream//Scream/
Cty Badria
lg
Nurhayati Sobana
Ayo Shen Zie sentik Tuan Wang He pakai jarum kecil, buat adik kecilnya letoy biar dia frustrasi, muak lihat tingkah si Wang He sok kegantengan masih ganteng mas buahlil 🤭😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!