NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:501.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Malam pun tiba, para pengawal yang menyamar sudah menunggu di sana, menunggu tabib Agung yang menurut rumor akan muncul saat matahari sudah terbenam.

Tapi malam ini empat pengawal itu nampak resah, karena belum ada tanda-tanda tabib Agung akan datang, bahkan lapak yang biasa di isi itu kini nampak sepi.

Bukan hanya mereka saja yang menunggu, ada satu pria yang juga menunggu dengan gelisah. Dan bisik-bisik pun terdengar jika kemungkinan tabib Agung tidak akan muncul.

Amarah di wajah ke empat pengawal itu nampak jelas, mereka sudah cukup lama menunggu. Tapi sepertinya mereka akan pulang dengan tangan kosong.

...****************...

Di dapur kediaman Menteri Li, di mana makanan yang baru saja akan siap di sajikan justru di tolak, makan malam yang seharusnya terasa nikmat itu di tolak oleh menteri Li, yang masih berdiri menunggu pengawal datang untuk membawa tabib Agung.

Makan mewah itu masih tertata rapi, bahkan yang tadi siang juga masih utuh, pelayan tidak berani menyentuh makanan yang khusus untuk tuan mereka.

Di kolong meja Di bawah temaram lampu minyak dapur yang sibuk, Li Zie dan Ji Yu benar-benar terlihat seperti dua bayangan yang menyatu dengan kegelapan.

 Dengan hanfu hitam legam dan wajah yang diolesi arang hingga hanya menyisakan mata yang bersinar jenaka, mereka tampak seperti ninja yang sedang menjalankan misi rahasia... padahal misinya adalah mengisi perut.

Di tengah kegaduhan itu, tak ada yang menyadari dua sosok bayangan berpakaian hanfu hitam legam, yang warnanya nyaris menyatu dengan jelaga tungku sedang meringkuk di kolong meja kayu raksasa di pojok ruangan.

Wajah Li Zie dan Ji Yu sudah tidak berbentuk. Bukan karena luka, tapi karena mereka sengaja mengolesi wajah dengan arang hitam agar tidak memantulkan cahaya.

"Nona, ini tumis daging sapi bumbu wijennya... masih panas," bisik Ji Yu sambil menyodorkan piring porselen yang berhasil ia curi dari atas meja saji.

Li Zie langsung menyambar potongan daging itu dengan sumpit perak yang ia keluarkan dari Cincin Ruang Dimensi.

"Hmm... kurang garam sedikit, tapi lumayanlah untuk ukuran koki amatir menteri Li," gerutu Li Zie sambil mengunyah dengan lahap. Meski wajahnya cemong dan bajunya kotor, ia tetap duduk bersila dengan punggung tegak, berusaha menjaga sisa-sisa martabatnya, walau posisinya saat ini sedang ngumpet di bawah meja.

Krak!

Tiba-tiba sepasang sepatu bot mewah berhenti tepat di depan meja persembunyian mereka. Itu sepatu Menteri Li!

"Cepat siapkan teh penenang! Istri ku terus menjerit!" suara Menteri Li terdengar gemetar di atas kepala mereka.

Li Zie yang sedang asyik mengunyah daging hampir tersedak. Ia cukup kaget, Li Zie menyeringai di balik lapisan arang.

 "Rasakan itu, Ayah tua bangka. Itu balasan karena kau membiarkanku membusuk di paviliun reot," batinnya sinis.

Ji Yu menyenggol lengan Li Zie dan menujukan ke atas, "Nona, dia tepat di atas kita. Kalau dia menunduk sedikit saja..."

"Tenang saja, kita tidak akan ketahuan, dia sedang pusing delapan keliling," bisik Li Zie , meski mulutnya penuh daging.

Tiba-tiba, Menteri Li menggebrak meja di atas mereka.

BRAK!

"Di mana Tabib Agung itu?! Kenapa dia belum muncul juga?" ujar Menteri Li dengan penuh amarah karena terlalu lelah, bahkan ia tidak tahu harus bagai mana, tanpa sadar ia juga datang kedapur.

Li Zie mendongak, menatap bagian bawah meja dengan tatapan meremehkan.

 "Dia ada di bawah kakimu, dasar bodoh," gumamnya pelan, lalu kembali mengambil potongan daging terakhir dengan santai.

Menteri Li kembali ke kediaman utama, dengan lunglai ia bingung melihat putri tercintanya yang sekitar dua puluh hari lagi akan menikah . Justru kini penyakitan.

Li Zie tidak peduli pada pria tua itu yang hanya mempedulikan putri dari selirnya saja. Bahkan bertahun-tahun mengabaikan dirinya, tak peduli dengan kondisinya.

Ji Yu melihat Nona mudanya melamun, Ji Yu tidak rela jika nona mudanya harus merasa bersalah, Ji Yu kembali mengintip situasi saat ada kesempatan, kepalanya sedikit menyembul dan kembali mengambil mangkuk berisi daging dengan buncis yang di bumbu kecap.

Gerakannya sangat cepat, nyaris tak terlihat, Ji Yu langsung kembali duduk di kolong, dengan senyum mengembang dan menyodorkan mangkuk, "Nona makan lagi."

Li Zie langsung tersenyum mantap daging yang terlihat lezat itu. Li Zie tidak egois ia juga membagi makanan bersama Ji Yu.

Perut Li Zie sudah terasa kencang setelah menghabiskan tumis daging tadi. Tapi matanya masih berkeliling dengan liar.

Di matanya, dapur ini bukan sekadar tempat masak, tapi gudang harta karun yang harus dikosongkan sebelum ia kembali ke paviliun reotnya yang menyedihkan itu.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!