NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

...****************...

  Restoran mewah itu dipenuhi aroma khas hidangan premium dan alunan musik lembut yang menenangkan.

  Pintu kaca terbuka.

  Evelyn melangkah masuk dengan percaya diri. Gaun simpel namun elegan membungkus tubuhnya dengan sempurna, menarik beberapa pandangan tanpa ia sadari—atau mungkin, tanpa ia pedulikan.

  Seorang pelayan segera mendekat.

  “Selamat siang, Nona. Silakan.”

  “Aku ingin meja di dekat jendela,” ucap Evelyn singkat.

  “Baik, silakan ikuti saya.”

  Evelyn duduk dengan anggun, lalu langsung membuka menu.

  “Aku lapar sekali…” gumamnya pelan.

  Pelayan berdiri siap mencatat.

  “Aku mau spaghetti aglio e olio, fettuccine alfredo, lasagna, dan… satu bruschetta sebagai pembuka.”

  Pelayan sedikit terkejut, tapi tetap profesional.

  “Baik, Nona. Minumannya?”

  “Air putih dulu.”

  “Baik.”

  Setelah pelayan pergi, Evelyn menyandarkan tubuhnya sejenak.

  “Baru sekarang terasa…” gumamnya. “Lapar setengah mati.”

  Tak lama kemudian, hidangan datang satu per satu.

  Aroma makanan khas Italia langsung memenuhi meja.

  Evelyn tidak menunggu lama.

  Ia mulai makan.

  Cepat. Lahap.

  Namun tetap… elegan.

  Gerakannya rapi, tidak berantakan, meski jelas ia sangat kelaparan.

  “Enak…” gumamnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.

  Ia terus makan tanpa peduli sekitar.

  Di sisi lain restoran—

  Arseno Andreas baru saja masuk.

  Langkahnya tenang, aura dingin langsung terasa bahkan tanpa perlu ia berbicara.

  Beberapa pelayan langsung menyadari kehadirannya.

  “Selamat siang, Pak Arseno.”

  Arseno hanya mengangguk singkat.

  “Meja biasa.”

  “Silakan, Pak.”

  Ia duduk tidak jauh dari jendela—tanpa ia sadari, hanya beberapa meja dari Evelyn.

  Seorang pelayan mendekat.

  “Apa yang ingin Anda pesan, Pak?”

  “Steak medium rare,” jawabnya singkat. “Dan wine terbaik yang kalian punya.”

  “Baik, Pak.”

  Setelah pelayan pergi, Arseno mengambil ponselnya.

  Layar menyala, email bisnis, laporan, angka-angka yang sudah menjadi dunianya.

  Namun Tiba-tiba konsentrasi teralihkan oleh sebuah suara.

  “Permisi.”

  Suara seorang wanita terdengar tidak jauh darinya.

  “Aku mau tambah satu gelas wine. Yang paling mahal.”

  Arseno berhenti.

  Jarinya terdiam di atas layar.

 " Suara itu…" ingatannya kembali mengulang.

  Aneh tapi familiar.

  Ia perlahan mengangkat pandangannya.

  Dan di sanalah Seorang wanita duduk di dekat jendela.

  Cantik.

  Elegan.

  Dan…

  Sedang makan dengan sangat lahap.

  Arseno menyipitkan mata sedikit.

  “…Dia? wanita mabuk itu !”

  Bayangan beberapa hari lalu langsung muncul di kepalanya.

  di pintuLift.

  Suara teriak penuh umpatan dan kata-kata kasar.

  “Dia selingkuh!”

  Wanita mabuk yang hampir jatuh itu.

  Dan sekarang, Wanita yang sama duduk anggun, menikmati makan siangnya seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

  Arseno bersandar di kursinya, tanpa sadar memperhatikan.

  Evelyn mengambil pasta, memakannya dengan cepat, pipinya sedikit mengembung karena terlalu banyak makanan.

  Arseno menahan senyum.

  “Bar-bar…” gumamnya pelan.

  Namun matanya tidak lepas.

  Evelyn kemudian mengangkat gelas wine yang baru saja datang.

  Tanpa ragu Ia meneguknya cukup banyak. Seolah itu hanya air biasa.

  Alis Arseno sedikit terangkat.

  “Minum siang-siang…” gumamnya.

  Namun bukannya merasa aneh Ia justru semakin tertarik.

 " Wanita ini…, Kontradiktif. Di satu sisi, ia terlihat seperti wanita kelas atas—elegan, tenang, berkelas." ucapnya jujur.

  Di sisi lain Ia makan seperti tidak peduli dunia.

  Minum wine seperti air putih.

  Dan beberapa hari lalu… berteriak di dalam lift karena patah hati.

  Arseno tanpa sadar tersenyum tipis.

  Pandangan matanya melembut—sesuatu yang jarang terjadi.

  “Menarik…”

  Di meja lain, Evelyn masih fokus pada makanannya.

  Ia bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan.

  Sesekali ia menghela napas puas.

  “Akhirnya..” gumamnya kecil.

  Ia kembali mengambil makanan, kali ini sedikit terlalu banyak hingga pipinya kembali mengembung.

  Arseno menatap itu.

  Dan kali ini—

  Senyumnya sedikit lebih jelas.

  “Seperti tupai.” gumamnya pelan.

  Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama Arseno tidak memikirkan bisnis.

  Tidak memikirkan angka.

  Tidak memikirkan keuntungan.

  Hanya Seorang wanita asing.

  Yang tanpa sadar menjadi tontonan paling menarik di siang itu.

  Dan tanpa Evelyn sadari, Seseorang yang seharusnya hanya menjadi rekan bisnis.

  Sedang mulai memperhatikannya, lebih dari sekadar itu.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!