Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
"Pilihan yang sempurna, Robot T. Tolong taruh di meja balkon saja," jawab Arka antusias.
Para pelayan robot dengan sigap menata hidangan di meja kecil balkon: potongan steak daging wagyu empuk, telur orak-arik, roti panggang artisan, serta segelas jus jeruk segar yang diperas langsung.
[Apakah ada hal lain yang Tuan butuhkan untuk pagi ini?]
"Sementara ini tidak ada. Terima kasih banyak. Oh ya, Setelah sarapan, aku mau jalan-jalan sebentar berkeliling rumah," ujar Arka tak sabar.
"[Tentu, Tuan. Silakan nikmati sarapan Anda. Kami permisi dulu]
Robot T mundur beberapa langkah, lalu menutup pintu kamar Arka dengan amat pelan, hampir tanpa suara.
Arka duduk di kursi bersandaran empuk, mengambil garpu dan pisau, lalu memotong steak di piringnya.
Daging itu begitu lembut hingga terpotong tanpa perlawanan sama sekali. Begitu gigitan pertama mendarat di lidahnya, gurihnya bumbu dan lezatnya sari daging meledak di dalam mulut. Mata Arka seketika berbinar.
"Gila... ini sarapan paling enak yang pernah kumakan seumur hidup," gumam Arka sambil mengunyah puas.
Sambil menikmati setiap gigitan, ia kembali menatap air pancur yang membias warna pelangi dan taman bunga yang tertata rapi di bawah sana.
Kehidupan barunya yang bergelimang kemewahan dan ketenangan baru saja dimulai. Tak ada lagi tumpukan tagihan, tak ada lagi tatapan sinis tetangga, dan tak ada lagi rasa sakit yang menyiksa.
Setelah menghabiskan sarapannya hingga tak tersisa, Arka menyeka bibirnya dengan serbet kain halus. Kemarin malam ia terlalu lelah untuk melihat seluruh isi bangunan raksasa ini.
"Rugi kalau tidak kulintasi setiap sudut tempat ini," bisiknya pada diri sendiri.
Arka mulai berkeliling. Ia melewati koridor demi koridor bergaya modern futuristik.
Di lantai bawah, langkahnya terhenti di depan sebuah pintu besi berat berteknologi pemindai. Ketika pintu terbuka otomatis, matanya membelalak.
Di sana terdapat gudang penyimpanan yang luas, ruang kontrol utama berisikan panel-panel layar holografik yang menampilkan seluruh sudut keamanan rumah.
Di samping rumah itu, ada sebuah kolam renang dengan air biru jernih yang langsung menghadap ke pemandangan kota dari ketinggian.
"Wah... rumah ini benar-benar mewah sekali," kata Arka, tak henti-hentinya bergumam kagum.
Ia menyentuh permukaan air kolam yang dingin dan menyegarkan. "Bahkan ruangan kontrolnya seperti di film-film agen rahasia."
Benaknya mendadak melayang ke masa lalu. Dulu, ia hanya tinggal di rumah kecil.
Dan dulu, ia harus meringis menahan penyakit kronis dan istrinya, wanita yang dulu bersumpah akan setia, memilih pergi begitu saja bersama pria lain.
Arka mengepalkan tangannya rapat-rapat, namun sejurus kemudian ia mengembuskan napas panjang dan tersenyum sinis.
"Lihat aku sekarang," bisiknya pelan, melepas semua masa kelam itu dari pikirannya. "Kalian yang meninggalkanku tak akan pernah bisa menyentuh posisiku yang sekarang."
Setelahnya, Arka segera kembali ke kamar utama untuk mandi. Nanti siang, Clara, putri tunggal dari salah satu konglomerat paling berpengaruh, mengajaknya makan siang bersama.
Ia tahu betul ini bukan sekadar makan siang biasa. Ini adalah pintu gerbang menuju relasi tingkat atas. Ia tak boleh terlihat sembarangan, ia harus tampil sempurna.
Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan setelan jas kasual rancangan desainer ternama yang sudah terpajang rapi di lemari pakaiannya, ponsel canggih Arka bergetar di atas meja.
Sekitar pukul 11:01, sebuah notifikasi pesan singkat masuk.
"Mas Arka, aku share lokasinya ya. Kita ketemu di restoran tersebut jam 12 pas, aku sudah pesan meja khusus."
Arka tersenyum tipis menatap layar ponselnya. Jemarinya bergerak lincah membalas pesan tersebut.
"Siap, Nona Clara. Saya akan tiba tepat waktu. Sampai bertemu di sana."
Arka merapikan kerah jasnya di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang kini terlihat berkharisma, jauh dari sosok Arka yang dulu lesu dan serba kekurangan.
"Waktunya berangkat," gumamnya mantap.
Ia melangkah turun menuju garasi bawah tanah. Di sana, berjejer beberapa mobil mewah yang mengilap.
Arka menuju sebuah mobil sport hitam elegan. Pintu mobil terbuka secara otomatis ke atas saat ia mendekat.
Arka masuk ke dalam kabin lalu menekan tombol engine start.
Dengan perlahan namun pasti, mobil mewah itu melaju mulus keluar dari kediamannya, menuju jalanan kota menuju lokasi restoran mewah yang telah dikirimkan oleh Clara.
❤❤❤❤
Hay gaes...
Di sini ada yang mau masuk grub khusus aku nggak?
Jadi kalau ada novel baru aku share di grub, terus para pembaca juga bisa saling kenal satu sama lain dan saling berinteraksi.
Kalo mau gabung aku share no WA ku ya di sini. chat aja ya, aku nggak galak kok, yang pastinya nggak makan orang🥰🥰 Terima kasih.
0821 6438 0651
Di tunggu ya🥰