NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 12] Emosi yang tidak terbantahkan lagi.

Pesawat yang di kendalikan oleh Alrescha dan Alissa itu sukses total dalam pendaratan, bahkan mereka langsung di temui oleh para pemimpin bandara secara private, betapa kagetnya semua orang melihat banyak mayat yang bertebaran di dalam sana, bagi Alissa yang sebagai orang awam mungkin dirinya dan pria itu akan di nanti oleh jajaran polisi yang akan mengintrogasi, bahkan akan siap menjebloskan dirinya ke dalam jeruji besi.

bukankah itu hal yang mungkin untuk di lakukan semua orang mengigat pesawat yang mereka tumpagi ada bekas mayat di dalamnya, bahkan pilotnya saja menjatuhkan diri untuk menghilangkan jejak, dan mayat-mayat dari anak buah Alrescha sangat bertebaran dimana-mana, dan menurut Alissa pria itu seharusnya ketakutan setengah mati menghadapi situasi ini.

Tapi, dengan sikap tenang dan angkuh seperti dirinya biasa, pria itu berjalan kehadapan kepala kepolisian di kota ini, untuk menginvestasi ancaman pembunuhan pada dirinya, bahkan telah banyak yang menunggu Alrescha disana dengan Title yang mereka sandang di bahu masing-masing, entah itu Kepala Kepolisian, Jaksa Umum, Dokter, dan Direktur Bandara hingga nampak sekali bagaimana banyaknya orang penting yang tunduk pada dirinya.

“Kenapa malah mereka yang besikap sungkan, bukankah seharusnya pria dingin ini yang tunduk dan gugup” fikir Alissa ketika melirik kearah Alrescha.

Membuat kening Alissa berkerut dalam karna kenyataan yang ada di depan matanya, tidak sesuai dengan harapan, bahkan ia tidak menyangka jika Alrescha masih bersikap tenang, seolah tidak ada darah yang mengalir untuk mengendalikan emosinya, bukankah sikap tenang pria itu terkesan seperti psikopat, setelah mengalami kejadian yang mungkin traumatis bagi Alissa seharusnya ia melihatkan sedikit getir dalam melangkah atau mengucapkan kata, namun tidak dengan Alrescha ia masih seperti dirinya biasa, seolah sikap dingin itu sudah merambat ke pembuluh darah tanpa bisa diotak-atik lagi.

“Apa dia seorang manusia?” gumam Alissa saat memandang punggung kokoh itu dari arah belakang, seolah dirinya masih tidak percaya jika ia akan terlibat dengan semua hal konyol tentang dunia Alrescha.

Selain itu alissa cukup puas dengan pria itu, setidaknya ia sudah memperkirakan tentang Darkson dan Saga yang terluka, sehingga tim medis cepat tanggap dalam mengobati luka tembak pasien, membuat Alissa merasakan sedikit kelegaan atas sesak yang hampir mencekik lehernya.

Semua orang bubar saat Alrescha di kawal ke iring-iringan mobil, bahkan mereka semua seperti sudah menunggu kedatangan pria itu, hanya saja Alissa sedikit binggung kemana dirinya harus pergi? Atas tindakan implusif yang ia lakukan, Alissa tanpa sengaja pergi tanpa persiapan apapun, tidak ada sepeser uangpun di kantong celananya, bahkan Alissa tidak membawa ponsel untuk menghubungi siapa-siapa, lain dari itu tidak ada yang berharga atas apa yang Alissa kenakan, bahkan tidak ada emas atau perak untuk ia jual, jadi bagaimana nasib Alissa? Apa dia akan menjadi gembel di Negeri orang, membuat gadis itu sedikit takut dengan rasa gugup yang bercampur aduk, bahkan saat berjalan menyelusuri kerumunan pengawal Alrescha, ada sebuah takut yang mampu membuat tubuhnya merinding.

“Alissa” teriak seorang pria dari arah belakang, membuat Alissa tertegun dengan diam, sedangkan Alrescha yang tengah berjalan angkuh di depannya, membalikan badan melihak ke sumber suara, begitupun semua orang, yang anehnya para pengawal Alrescha memberi hormat padanya, hingga perhatian Alissa terpecahkan.

“Tuan Muda Nero, apa yang anda lakukan disini?” tanya pengawal Alrescha kepada Ken, bahkan wajah Alrescha meredup seolah kehadiran pria itu membuat dirinya tidak suka, Alissa paham betul sikap Alrescha, dia bukan orang yang akan peduli kepada dirinya, melainkan pria itu peduli kepada orang asing yang tiba-tiba ada di antara mereka.

Lain dari semua ketegangan yang melanda benar-benar membuat Alissa masih penasaran, kenapa pria itu mengucapkan Tuan Muda Nero padanya, apakah mereka berdua beradik kakak, jika benar begitu kenapa suasana antara kedua adik kakak ini tidak terkesan baik.

“Ikut aku” tarik Ken secara perlahan kepada pergelangan tangan Alissa, membuat gadis itu tidak percaya jika pria asing yang baru ia kenali ini malah mengiginkan dirinya, tapi apa maksud dari semua ini, Alissa bahkan tidak mengerti kenapa pria asing itu mengenal namanya, sungguh situasi yang membuat siapa saja frustasi.

“Tuan maaf, sepertinya anda salah orang” ucap Alissa saat melirik kepergelangan tanganya yang di cengkram kuat oleh Tuan Muda Nero, bahkan secara perlahan Alissa mendorong tangan itu untuk melepaskan dirinya. “Eh, bukankah kau yang menolongku di perusahaan Alrescha barusan? Kenapa kau ada disini?” sambung Alissa dengan wajah kaget yang tidak mampu ia sembunyikan, bahkan gadia itu menunjukan jari telunjuknya pada Kenderick, membuat pria itu menatap penuh cinta ketika merasa bahagia jika Alissa meninggalkan kesan padanya.

“Alissa, ikutlah denganku. Nanti aku ceritakan apa yang terjadi” ucap pria itu saat memandang kearah Alrescha dengan tatapan dingin, bahkan keduanya saling memancarkan isyarat yang mungkin hanya di pahami oleh mereka berdua.

“T-Tapi, aku benar-benar tidak mengenal anda Tuan Muda Nero, jikapun kau mengenal ku, bukankah aneh jika aku harus bersama orang asing untuk pertama kalinya” tolak Alissa dengan nada sopan, bahkan dirinya sedikit gugup membantah perkataan pria itu, mendengar bantahan itu tentu Kenderick memalingkan pandangan kepada Alissa, kali ini tatapan membara penuh ketidak sukaan itu meredup, seolah wajah Alissa benar-benar mengubah suasana hatinya.

“Alissa, mungkin kau tidak mengenalimu, tapi aku megenalmu" paksa Kenderick pada Alissa. "Apakah bantahan barusan, tengah mengatakan jika Alrescha Nero bukan orang asing untukmu” timpal Kenderick dengan menyudutkan gadis itu, membuat Alrescha menyunggingkan senyum sambil melipat kedua tanggan, untuk mendengarkan penuturan dari Alissa.

“Bu-bukan itu maksud ku T-Tuan. Sepertinya anda salah paham, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Alrescha Nero, bahkan tidak ada hubungan perteman diantara kami, hanya saja aku mengenal pria ini, setidaknya aku terlibat beberapa hal denganya, jadi sepertinya akan lebih mudah jika aku ikut dengan Tuan Alrescha Nero” balas Alissa seolah mempertahankan dirinya, bahkan ia tidak mengerti kenapa orang asing itu sebegitu ingin menariknya, apakah Alrescha Nero benar-benar memiliki bisnis dalam menjual organ manusia, sehingga Alissa akan pergi dengan adiknya itu lalu lenyap begitu saya.

“Gadis gila, sepertinya kau salah paham, aku bahkan tidak berniat untuk membawamu ikut denganku” timpal Alrescha dengan kalimat angkuh, membuat kedua mata a

Alissa membulat secara sempurna, bahkan sudah sejauh ini Alissa menolong pria brengsek itu, tapi dia malah menelantarkan Alissa di kota asing tanpa meminjamkan uang atau apapun.

Melihat reaksi Alissa yang mulai memanas, tentu ada sebuah kepuasan setelah berhasil menyulut emosinya, seolah Alrescha sangat ingin memancing kemarahan wanita itu, tentu ia sadar gadis selurus Alissa tidak akan mau pergi dengan orang asing, meskipun hubungan Alissa dan Alrescha tidak sedekat itu, tapi Alrescha sadar Alissa tidak akan mau pergi dengan Kenderick, lantaran di otak gadis itu hanya di penuhi hal-hal menakutkan untuk terhadap orang asing.

Begitupun dengan Alissa, ia tidak bisa percaya kepada siapapun selain menarub kepercayaan pada Alrescha, setidaknya Alissa sadar pria itu tidak akan melenyapkanya, jadi secara tidak sengaja Alissa sudah menaruh kepercayaan pada Alrescha, untuk itulah wanita itu menolak Kenderick.

“Apa kau ingin mati” ancam Alissa dengan suara pelan, bahkan tatapannya saja mengancam melihat kepada Alrescha, membuat pria itu membalas ancaman dari Alissa yang tidak membuat dirinya takut sama sekali, bahkan sorot mata keduanya saling tanya jawab seolah hanya mereka berdua yang mengerti, tentu ini kali pertama untuk Kenderick melihat kakaknya bersikap cair, bahkan bersama dengan Arabella saja Alrescha masih menjadi dirinya yang dingin dan otoriter.

“Tolong aku kali ini, jika tidak aku tidak akan menolongmu lagi” bisik Alissa dengan mata yang terus saja menajam, bahkan ia meminta dengan sangat pada pria menyeblkan itu.

“Ada syaratnya” ucap pria itu dengan suara pelan penuh maksud licik.

“Baiklah, tapi kau harus tepati janjimu!” bentak Alissa dengan mengancam penuh peringatan, setidaknya ia harus selamat untuk kembali ke kota, dan bersama Alrescha adalah orang yang tepat untuk membawa dirinya, selain ia menaruh sedikit kepercayaan, Alissa hanya mengenal pria itu diantara ribuan orang yang saat ini menatap mereka.

“Ken, lain kali aku akan memberikanya padam. Tapi kali ini biarkan aku yang membawa orang-ku ini pergi, bagaimanapun kami pergi bersama sudah sepantasnya untuk pulang bersama” ucap Alrescha kepada adiknya, bahkan ia melingkarkan tanganya kebahu Alissa, membuat semua mata terpana akan sikap santai yang Tuan Alrescha Nero lakukan, bahkan mereka semua tidak pernah melihat jika Alrescha Nero bisa berisikap seperti itu.

“O-Orang ku..”ucap Kenderick saat membeokan kalimat Alrescha, bahkan ia tidak percaya jika saat ini gadis yang ia cintai tidak mempercayai dirinya, apakah bagi Alissa seorang Kenderick tidak pernah ada, dan ia melupakan Ken begitu saja.

“Ya, dia adalah pembantuku” sontak kalimat itu mengundang kemurkaan yang hampir saja menyemburkan lahar panas di jantung Alissa, bahkan pria yang sudah ia selamatkan dari kematian itu menganggap dirinya sebagai seorang pembantu, bahkan menerima tawaran kerja di perusahaanya saja Alissa tidak sudi, dan sekarang ia malah di anggap sebagai pembantu, bukankah ini suatu penghinaan yang tidak pantas di lakukan Alrescha kepada Alissa.

Melihat gadis itu memuncakan emosi marah padanya, Alrescha mengusap kepala Alissa seolah seorang pria yang menenangkan wanita, bahkan pemandangan itupun berulang kali membuat siapa saja tidak percaya, sedangkan Kenderick mengepalkan tangan penuh kemurkaan atas tingkah kakaknya, bahkan ia sudah mengatakan jika dirinya mencintai Alissa, bukankah seharusnya Alrescha menghargai perasaan Kenderick.

“Antar gadis gila itu kemobil” ucap Alrescha kepada pengawalnya, membuat Alissa tidak percaya dirinya akan di hina seperti itu, bahkan wajahnya saja tanpa dosa ketima mengucapkan kata merendahkan itu. Dengan emosi yang terpaksa di tahan Alissa keluar dari rangkulaan pria itu, sembari berlalu ke mobil mewah yang harus ia tumpangi.

Melihat Kenderick dilanda rasa marah yang dapat di mengerti, ada sebuah ketidak sengajaan yang di rasakan Alrescha, ia tidak bermaksud untuk membuat adiknya terhina, atau merasa terluka, hanya saja ia memiliki beberapa urusan dengan gadis bernama Alissa, dan juga Alrescha menyadari jika gadis itu tidak mudah mempercayai orang lain, dilihat dari interaksi Alissa sepertinya ia tidak mengenali Kenderick, hal inilah yang membuat Alrescha mengambil keputusan untuk membawa Alissa bersamanya.

“Ken…” lirih Alrescha saat meraih bahu adiknya, hanya saja niatan itu terbantahkan saat Kenderick menepiskan tangan kakaknya dengan kasar, bahkan tatapan dendam itu terpancar jelas kepada Alrescha, membuat keduanya saling memandang untuk menantap satu sama lain.

“Kak, apa kau tidak tahu. Sikap yang kau berikan pada Alissa berbeda sekali dengan dirimu biasa, seolah dia bukan seorang gadis biasa untukmu. Apa kau tidak sadar, bersama dengan Kak Abel kau tidak pernah sesantai ini, bahkan aku tidak percaya kakak kandungku yang sedingin itu, bisa berubah cair hanya karna gadis bernama Alissa”

Sontak hinaan yang Kenderick lontarkan membuat Alrescha tertegun, ia bahkan tidak percaya jika Kenderick akan sejengkel ini atas dirinya, dua adik kakak itu saling mengancam penuh ketidaksukaan, seolah keduanya tersulut api emosi yang tidak terbantahkan lagi.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!