NovelToon NovelToon
Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka

Status: tamat
Genre:Thriller / Cintapertama / Reinkarnasi / Matabatin / Cinta Terlarang / Horor / Tamat
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Awal Petaka ini bermula ketika Arini bersama kedua temannya memutuskan untuk pergi berlibur ke sebuah Air Terjun yang berada di desa Neneknya Ida, salah satu teman Arini. Arini tidak pernah menyangka jika niat liburannya kali ini malah membawa dia masuk ke Alam lain. Disana Arini mengalami perjalanan Ghaib, sehingga dia mengingat tentang masalalu nya, karena ternyata Arini adalah titisan Ratu Siluman Ular Roro Ajeng.
Arini pun akhirnya bertemu kembali dengan Rangga Wisesa Raja Siluman Ular, yang ternyata adalah Suaminya pada masa lalu disaat dia menjadi Roro Ajeng. Namun, ada kejadian naas yang Arini alami disana, sebab Arini harus kehilangan Ayah nya untuk selamanya dikarenakan terjatuh dari atas Air Terjun. Akankah Cinta Arini dan Rangga Wisesa kembali bersatu? karena ada dua orang laki-laki lain juga yang berusaha memperebutkan Cinta Arini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 ( Rasa Rindu yang terobati )

Matahari kini telah menampakan diri dari persembunyiannya, Mudah-mudahan hari ini dan seterusnya berjalan dengan lancar Ya Alloh, ucapku dalam do'a.

Setelah melakukan sholat subuh berjamaah, aku dan Ani pun memutuskan untuk ikut membantu Nek Ipah memasak di dapur, Kami tidak berani membangunkan Ida karena kejadian semalam, lagian malah Ida sekarang yang lagi PMS.

Hari ini rencananya aku mau masak Pindang Ikan mas, karena tadi pagi Kek Soleh dan Arga sudah mengambil ikan di empang.

Cara memasak disini pun masih tradisional yakni dengan menggunakan tungku serta kayu bakar, makanya kalau dingin-dingin gini tempat favorit kami ngumpul di depan tungku.

"Oh ya Rin, semalam sebenernya Ida kenapa sih sampai pingsan gitu?" Ani pun memulai percakapan pada pagi hari ini.

"Kalau di ceritain semuanya terlalu panjang Ni, tapi intinya dia pingsan karena semalam di gangguin oleh setan kuntilanak yang lagi numpang mandi di empang," jawabku pada Ani.

"Iiiiiiiiih...serem banget sih Rin...jadi takut deh kalau ke empang sendirian malem-malem," ujar Ani.

Aku tidak menceritakan kejadian sebenarnya tentang Ida yang pingsan karena mengetahui kebenaran tentang Arga, toh nanti juga Ida pasti cerita yang sebenarnya sama Ani.

"Yang penting kita jangan putus baca do'a aja Ni, terus kalau ada yang mau ke toilet malem-malem saling antar aja, kamu sih malem dibangunin sama Ida katanya susah banget," ucapku.

"Iiiiih....Arini aku tuh bukannya gak denger Ida bangunin, cuma tanggung karena lagi asyik-asyiknya mimpi pacaran sama Lee Min Hoo, tuh yang lagi duduk di sebelah kamu," tunjuk Ani dengan menunjuk Arga menggunakan dagunya.

"Ani...Ani..kamu tuh ada-ada aja sih," inget noh ada orangnya jangan suka kecentilan," ucapku mengingatkan Ani.

Arga pun hanya tersenyum mendengar percakapan kami.

Apa Ani masih akan tetep mengagumi Arga ya, kalau dia mengetahui tentang jati diri Arga yang sebenarnya? gumamku dalam hati.

Kini waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi, setelah kami semua beres sarapan, termasuk dengan Ida yang tadi sudah bangun setelah mencium aroma masakan, akhirnya aku bersama Arga beserta kedua temanku berencana untuk bermain ke Air terjun.

Sepanjang perjalanan Arga terus saja berusaha memegangi tanganku dengan erat, aku pun selalu berusaha untuk menepisnya, karena aku tau ini salah sebab kami bukanlah muhrim, tapi dia memohon katanya untuk yang terakhir kalinya sebelum dia pergi, sampai akhirnya sepanjang perjalanan aku pun membiarkan Arga untuk menggenggam tanganku.

Ani dan Ida yang berjalan di depan kami kini terdengar kasak-kusuk bergosip. Namun, Aku tahu kalau sebenarnya pasti Ida sedang menceritakan tentang kejadian yang dia alami semalam serta berusaha untuk menceritakan kepada Ani soal kebenaran tentang Arga.

Aku tidak terlalu memikirkan tentang pembahasan mereka apa pun itu, tapi sekarang yang aku pikirkan adalah Rangga Wisesa, aku ingin sekali mengetahui keadaannya.

Mungkin di kehidupanku yang sekarang Rangga Wisesa bukanlah Suamiku, aku pun menyadari hal itu, tetapi pada kenyataannya kini setelah aku mengetahui semuanya aku merasa Rangga Wisesa adalah belahan jiwaku.

Beberapa saat kemudian kami berempat pun akhirnya sampai di bawah Air terjun, karena jarak dari rumah Nek Ipah kesini tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

Ani dan Ida pun sudah nampak bermain air di bawah Air Terjun, mereka berdua mengajakku, tapi suasana hatiku kini sedang tidak baik, jadi aku berusaha menolak mereka dengan bilang lagi gak enak badan.

Ini baru pertama kalinya aku bermain kesini saat di dunia nyata, karena sebelumnya aku kesini hanya dalam mimpi saja.

Arga nampaknya mengetahui tentang kegundahan hatiku, dia sampai beberapa kali terlihat membuang napas.

"Rin, ayo sekarang cepat kamu ikut aku, aku akan mengajakmu ke sebuah tempat," ucap Arga dengan menarik tangan kanan ku.

"Sekarang coba pejamkan matamu," pinta Arga.

"Arga aku gak mau ya kalau kamu mau aneh-aneh, kamu modus kan mau cium aku?" tanyaku padanya.

"Enak aja, emang aku cowok apaan yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, lagian kamu tuh otaknya mesum ya sudah bayangin aku mau cium kamu?" Arga nampak menggodaku dengan memajukan wajahnya.

Mungkin wajahku sekarang merah kayak kepiting rebus, saking malunya karena sudah berpikiran negatif kepada Arga, sehingga akhirnya aku pun menyangkal pertanyaan Arga.

"Enggak..enggak, siapa juga yang mikir jorok, Ya udah gak usah ngambek lagi ya, maafin aku, udah nih sekarang aku udah merem, kamu mau ngapain aku sekarang? ucapku pada Arga.

Secara tiba-tiba Arga memegang erat tanganku, hingga beberapa saat kemudian dia kembali berkata,

"Ayo sekarang buka matamu Arini", titah Arga.

Secara perlahan aku mencoba membuka mataku, hingga mataku membulat melihat keberadaanku sekarang ini.

"Lho bukannya ini Istana Rangga Wisesa?" tanyaku pada Arga sambil melihat ke sekeliling.

"Iya Arini aku tau kamu sangat merindukan Rangga Wisesa kan? makanya aku membawamu untuk menemuinya."

Aku pun merasa terharu dengan pengorbanan yang Arga lakukan, ini semua pasti tidak mudah untuknya, hatinya pasti sangat sakit karena sudah mengantarkan orang yang dia cintai untuk menemui lelaki lain.

"Terimakasih banyak Arga," saking senangnya sampai- sampai aku memeluknya.

"Sama-sama Arini, Ayo cepetan masuk sana sebelum aku berubah pikiran," ucapnya lagi dengan tersenyum. Namun, aku dapat melihat dengan jelas matanya kini berkaca-kaca karena menahan tangis.

"Oh iya..nanti pulangnya aku gimana?" tanyaku pada Arga.

"Tenang saja nanti malam aku pasti akan menjemputmu kembali sambil melihat keadaan Arga. Namun, jika kamu membutuhkan sesuatu maka tutuplah matamu serta panggil namaku tiga kali," jawab Arga.

"Wah kaya manggil om Jin donk?" celetukku pada Arga.

"Memangnya kamu lupa kalau sebenarnya aku ini Om Jin?" ucap arga sambil mengelus kepalaku yang tertutup hijab.

Sampai akhirnya aku masuk pun dia nampak masih berdiri mematung melihat kepergianku.

Aku pun mencoba untuk membuka pintu utama Istana dengan membacakan Basmallah, Nampak dayang dan pengawal tertunduk hormat padaku, aku sempat terkejut karena sudah melihat wujud mereka sebenarnya, yaitu manusia setengah ular, dari atas sampai pinggang mereka berwujud manusia, namun dari pinggang ke bawah mereka berwujud ular. Namun, anehnya aku tidak merasa takut sedikit pun, mungkin karena dulu aku juga memiliki wujud yang sama dengan mereka.

Beberapa dayang nampak berjalan untuk membawaku masuk ke dalam kamar Rangga Wisesa.

Tiba-tiba aku berteriak sambil menangis karena melihat keadaan Rangga yang memiliki luka lebam pada sekujur tubuhnya, dia nampak terbaring lemah, dan tanpa basa basi aku pun langsung berlari untuk memeluknya.

"Rangga kenapa tubuhmu menjadi seperti ini? maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu," ucapku padanya dengan mengurai pelukanku.

Akhirnya dengan perlahan Rangga terlihat mencoba untuk membuka matanya.

"Apa aku sedang bermimpi karena sudah melihat Permaisuriku kini berada di hadapanku," Ucap Rangga.

"Ini bukan mimpi sayang, aku kesini datang untuk melihat keadaanmu," jawabku pada Rangga Wisesa.

Aku pun akhirnya meminta pelayan untuk membawakan obat-obatan tradisional serta air panas untuk mengompres tubuh Rangga yang panas.

Maafkan aku Ya Alloh, aku tau aku sudah berbuat dosa karena sudah mencintai lelaki yang bukan manusia, hamba mohon ampunilah semua dosa hamba, do'a ku dalam hati.

1
Nur Bahagia
wah Arga bukan manusia toh
Nur Bahagia
ini ga di jelasin kah penyebab arini muntah2 binatang kecil2 🤔
Nur Bahagia
kayaknya Arga akan menjadi penolong arini saat nanti mau dijadikan permaisuri di dunia gaib
Nur Bahagia
oh ternyata Arga.
Nur Bahagia
kalo dia namanya rangga wisesa.. trs Arga tuh siapa 🤔
Nur Bahagia
👍👍👍🥰
Nur Bahagia
nih 3 bocah labil moga ga kenapa2.. belum apa2 udah banyak yang gangguin soalnya
Nur Bahagia: sami2 kak.. semangat terus untuk berkarya kak 🙏🥰
total 2 replies
gaby
Novel horror yg seru. Seremnya dapet, sedihnya dapet, lucunya apalg. Syg aja aq br nemu novelnya. Jadi like & komenku ga ngaruh apa2 ke othornya
Rini Antika: makasih banyak 🙏
total 4 replies
gaby
Sumpah bagus bgt critanya. Jarang2 ada novel kerajaan jin ular yg bereinkarnasi jd manusia
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
gaby
Lah kan emang Arini istrinya Rangga, knp mesti di jauhkan??? Ksian Rangga dah setia menanti Arini kembali
gaby
Baru gabung ka, karena baru nemu. Aq baca endingnya kayanya bagus. Jd aq mulai baca dr bab awal
Rini Antika: makasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya, semoga berkenan baca karya saya yang lainnya 🙏
total 1 replies
Nurhayati Hsy
Luar biasa
Rini Antika: terimakasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
estycatwoman
Wuih seruuu cinra segi4 , enkya jadi rebutan cogan2 hikkkks , yg jomblo ckup gi2t jari 😭🤣🤣
estycatwoman: Sama2 ka q tggu crta laen yg lbih creeepy yak 🤭

Semngt
Thanks 🙏😘😘
total 2 replies
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🙏
total 1 replies
Dehan
mampir kak
Dehan: sama2 kak.. sudah aku kirimin mawar juga buat kakak semoga bisa makin up
total 2 replies
Dehan
dua iklan mendarat kak thor..
Rini Antika: makasih banyak say, 🤗
total 1 replies
Dehan
satu mawar lagi buat author mendarat disini
Dehan
setangkai mawar buat author
Ina Sukiana
haha...g da serem"nya malah ngakak q bcanya
Rini Antika: aku gak bisa nulis yg seram" Kak, soalnya suka takut sendiri. Terimakasih sudah berkenan baca Karya receh saya, 🙏
total 1 replies
Dehan
halo thor, udh aku kasih dukungan banyak..
dukung balik ya hehehe🤣
Rini Antika: oke siap, nanti aku nyempetin baca ya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!