NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:970.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Berkunjung Ke Rumah Orang Tua Nayra

     "Tiana adalah pasien gangguan mental. Dan aku salah satu yang jadi terapis dan konselornya. Jadi, otomatis aku harus bertemu dengannya," jawabnya sambil berlalu.

     Nayra terpaku, dia tidak yakin kalau Tiana hanya sebatas pasien yang kebetulan diterapis oleh suaminya.

**

     Lantunan lagu dari ponsel Nayra terdengar begitu syahdu. Nayra membenamkan diri di Sanggar Mini miliknya setelah kepergian Ardana tadi.

     Suara tinggi melengking Lyodra penyanyi yang ia kagumi itu terdengar, meskipun bernada tinggi, namun lirik lagu itu begitu dalam dan seolah menggambarkan keadaan dirinya kini. Entah kebetulan atau tidak, musik yang ia setel terdengar begitu sedih. Nayra seolah larut dalam kesedihan, terutama di bagian lirik;

Teganya kau curangiku, kau bertemu dengan dia yang kau cinta dulu di masa lalumu, perih hati ini. Saat kau mulai menatap dia, kau sebut namanya, saat bersamaku, tak bisakah sedikit saja hargai, perasaan ini, kau acuhkan aku. Di depan temanmu, baiknya kau jujur saja kepadaku, Kau tak cintaiku.

Hu..bayangkanlah jadi aku, luka hatiku, uh...teganya kau permainkanku, patah hatiku. Uh...teganya kau....

     Nayra sampai menangis, saking larut dalam lagu itu yang begitu syahdu seakan mewakili perasaannya. Setelah lagu Lyodra selesai, bahkan lagu lain yang ia setel, hampir berlirik sama, syahdu dan menyedihkan.

     "Kapan kamu bisa mencintai Nay, Mas? Dan kini, bukan hanya cinta Mas Arda yang masih jadi tembok penghalang, tapi kehadiran perempuan bernama Tiana itu. Bahkan rasanya lebih tebal lagi tembok penghalang itu," tulisnya dalam buku diarynya. Hanya buku itu menjadi curahan hatinya.

    Hari sudah menjelang siang, tapi Ardana masih belum juga pulang. Sesuai rencananya, siang ini Nayra akan mengunjungi Ibunya, Bu Lila. Karena sudah kurang lebih enam bulan ia dan Ardana tidak berkunjung. Beda dengan mertuanya, Bu Karina, Nayra dan Ardana hampir sebulan sekali berkunjung, malah Bu Karina dan suaminya yang lebih sering mendatangi rumah Ardana dalam dua bulan terakhir ini.

     Setelah siap, Nayra segera menuju motor listrik yang sudah siap di halaman rumah. Jarak rumahnya menuju rumah orang tuanya lumayan makan waktu, yakni satu jam.

     Satu jam kemudian, Nayra tiba di rumah orang tuanya. Kedatangannya disambut oleh Pak Kemal sang Ayah yang kebetulan sedang duduk santai menikmati kopi di depan teras rumahnya.

     "Nayra, kamu datang? Sendirian?" Pak Kemal berdiri, bibirnya merekah melihat anak perempuan keduanya datang berkunjung. Namun senyum itu kembali pudar, saat mendapati Nayra hanya sendirian.

     "Bapak...bapak sehat?" Nayra menghampiri Pak Kemal lalu meraih tangan lelaki paruh baya itu.

     "Alhamdulillah sehat. Kamu sendiri saja, Nay? Mana suami kamu? Sudah lama bapak tidak bertemu kalian. Kangen rasanya," ungkap Pak Kemal sambil menatap Nayra.

     "Nay, sendiri, Pak. Mas Arda kebetulan sibuk. Hari ini dia harus bertemu pasien gangguan mental yang diterapis olehnya," ujar Nayra, setidaknya begitu yang tadi didengarnya dari Ardana.

     "Oh, begitu? Ya sudah, masuk saja. Kebetulan ada kakakmu, Nayma."

     "Ada Kak Nayma, tapi mobilnya nggak ada, Pak?" Nayra menatap ke dalam rumah mencari sosok Nayma sang kakak yang dibilang Pak Kemal tadi.

     "Tadi diantar Reno suaminya ke sini. Reno pergi lagi karena mobilnya mau ganti oli," jelas Pak Kemal.

     "Oh...ya udah, Nay masuk, ya. Nay sudah kangen sama Ibu dan Kak Ima," sahutnya sembari bergegas menuju ke dalam rumah mencari sosok kakak perempuan satu-satunya yang selisih umur dengannya hanya dua tahun saja.

     Pak Kemal menatap kepergian putrinya menuju dalam, ada rasa yang tidak biasa ketika Nayra terlihat berlari kecil sambil tertawa menuju dalam.

     "Assalamualaikum, Ibu, Kak Ima," serunya sambil meletakkan kantong oleh-olehnya di atas meja.

     "Waalaikumsalam. Nayra...kamu datang, Nak? Mana suami kamu?" Bu Lila melirik ke arah belakang mencari sosok Ardana, tapi tidak ditemuinya.

     Beberapa saat kemudian, Nayma sang kakak muncul dari dalam kamar, setelah menidurkan anak bayinya yang baru berumur satu tahun.

     "Nay, kamu ke sini? Jangan berisik anak Mbak baru tidur." Nayma meletakkan telunjuknya di bibir, memberi kode supaya Nayra jangan berisik.

     "Ya sudah-sudah, kemarilah, kita di dapur saja ngobrolnya. Fero, cucuku itu telinganya rombengan. Kalau mendengar berisik saja, langsung terbangun. " Bu Lila mengajak kedua putrinya menuju dapur sambil meraih kantong oleh-oleh yang dibawa Nayra.

     "Bagaimana keadaan rumah tangga kamu, Nay? Sudah ada perubahan?" Bu Lila tiba-tiba bertanya, setelah ia meletakan secangkir coklat panas kesukaan Nayra di atas meja. Wanita paruh baya yang baru berusia 46 tahun itu, seakan sudah tahu keadaan rumah tangga sang putri bungsunya.

     Nayra diam, dia tidak mampu menjelaskan bagaimana sebetulnya hubungan rumah tangga yang dibangun saat ini bersama suaminya. "Kenapa diam Nay, suamimu masih dingin seperti biasa?" sela Nayma.

     "Seperti biasa. Masih sama kayak pertama kali menikah. Tapi, hubungan kami baik-baik saja kok Bu. Mas Ardana kan tipe yang tidak banyak bicara," kilahnya menutupi hal yang sebenarnya.

     Bu Lila mendesah, ia bangkit dari kursi makannya. Ia meletakkan cangkir bekas minumnya yang terasa masih panas ke atas wastafel.

     "Seandainya perjodohan itu tidak kami lakukan, mungkin saat ini kamu sudah mempunyai suami yang mencintai kamu. Ibu memang sudah salah telah menjodohkan kamu pada anaknya Karina," sesal Bu Lila sedih.

     "Bu, tidak perlu disesali, ini sudah terjadi. Toh Nayra masih bisa menerima sikap Mas Arda. Ibu tenang saja, kalau Nayra hamil, Nay yakin Mas Arda akan berubah hangat," tukas Nayra cepat. Ia tidak ingin membuat Ibunya kepikiran dengan sikap Ardana padanya. Sebisa mungkin Nayra menutupi hal yang sebenarnya agar kesedihan sang Ibu tidak berlanjut.

     "Ibu pikir, bahwa Ardana akan bisa mencintai kamu dengan cepat seiring waktu. Tapi sangkaan Ibu dan Bapak salah. Karina juga terlalu percaya diri, kalau Ardana akan bisa mencintai kamu dengan cepat," ucap Bu Lila lagi. Kini ia membalikkan badan menatap Nayra yang masih berada di meja makan.

     "Lalu, gimana? Apakah sekarang kamu sudah ada tanda-tanda hamil?" Bu Lila penasaran sambil dalam hati penuh harapan besar agar ada jawaban dari Nayra yang membahagiakan.

     Nayra menggeleng. Bu Lila mendesah sedih, lalu ia bergegas meninggalkan dapur.

     "Bicaralah, Nay. Suamimu masih tidak menganggap kamu? Kamu pasti tidak jujur, kan? Dan sekarang suami kamu ke mana, kenapa dia tidak ikut datang?" Kini giliran Nayma menelisik keadaan rumah tangga Nayra.

     "Hemmm...Mas Arda sibuk, Mbak. Akhir-akhir ini dia harus bulak-balik ke RSAU untuk menangani pasien gangguan psikis." Nayra masih memberikan alasan yang sama kepada sang kakak.

Nayma menghela napas dalam, ia cukup memahami perasaan sang adik, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan yang terbaik untuk Nayra.

     Beberapa jam kemudian akhirnya kebersamaan itu harus berakhir. Nayra berpamitan sebelum jarum jam di tangannya menuju ke angka tiga. Ia ingin tiba di rumah sebelum jam tiga sore.

     Namun, ketika motor listriknya tiba di perempatan Otista, tepat di depan sebuah kafe bernuansa alam, Nayra melihat mobil suaminya terparkir di sana.

     Nayra menghentikan motornya lalu menatap dalam ke arah kafe itu.

Apakah Nayra akan menghampiri Ardana ke dalam kafe itu atau justru melanjutkan perjalanan pulang? Nantikan kelanjutannya nanti ya, di bab selanjutnya.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo jd nepa udah ku bales: mbak emang ga gila cuma jatohnya stress menuju depresi 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah si nepa ga dateng ke nikahan nya si arda sm nayra? kok ga ngenalin suami dr temen sendiri 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo belum nikah sih ini udah ku suruh putus aja nayra sama modelan cowok bingung & ga punya arhan eh arah kayak gini 😩 masalahnya udah nikah, kalo di suruh pisah dosa gasih 🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
heran deh sm pasien (orang lain) bisa sabar giliran sm istri kok berasa kesabarannya di uji, emang kampring ni manusia 😤
Lina Zascia Amandia: Heheheh.... biasa itu Kak... pria yg tak bersukur.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!