Hai semua !!
Ini adalah series ke-II dari menikahi bos dingin ya.. kali ini nggak hanya menceritakan percintaan antara pasangan karena akan ada juga tentang kasih sayang adik-kakak.
Untuk lanjutnya mohon dukungannya ya semua, selalu beri kami perhatiannya ya😄
Happy reading guys ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Listiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Perlahan Arletta mulai membuka matanya, melihat sekelilingnya yang sangat familiar dimatany.
"Aku dirumah sakit ??" gumamnya lemah
"Kamu sudah sadar.?" suara bariton laki-laki mengagetkannya.
"Untuk apa anda disini. " ketusnya
"Tentu saja melihat kondisimu, kamu terluka saat bekerja jadi sudah sewajarnya jika saya disini melihat keadaanmu." ucapnya dengan nada dinginnya
"Anda sudah lihat saya baik-baik saja, jadi anda sudah bisa pergi dari sini." usirnya dengan masih memalingkan wajahnya.
"Tak usah kau usirpun aku juga akan pergi.!!" marahnya saat berbalik meninggalkan kamar inap
Melihat kemarahan Arga saat meninggalkannya membuat hatinya sedikit merasa tak enak, namun ia menguatkan hatinya sendiri agar tak lemah didepan laki-laki yang pernah menghinanya.
Tepat pukul 13.00 Arletta sampai dikontrakannya, perlahan ia membuka pintu rumahnya. Namun sebelum pintu itu terbuka ada sebuah tangan yang menepuk bahunya.
"Bibi Arum .. ??" tubuhnya menegang saat ia membalikan badannya dan menatap orang didepannya.
"Apa kabar keponakan tersayangku ??" membelai rambut panjang Arletta.
Tubuh Arletta menegang ketakutan, keringat dingin membanjiri wajah cantiknya. Arum yang melihat ketakutan itu tersenyum puas.
"Kenapa sayang ?? apa kau takut dengan bibi mu ini ??" berpura-pura memelaskan wajahnya
"A-aapa yang bibi inginkan ?? kenapa harua menemui Letta lagi ??"
"Tentu saja karena ini ." menyerahkan sebuah map coklat ketangan Letta
Arletta membaca dengan teliti isi dari map itu. Matanya membelalak kaget, tangannya bergetar hebat hingga semua isi map itu berjatuhan dilantai
"Kenapa ?? sepertinya kau terkejut sayang ..??" seringainya licik
"Sampai kapanpun aku tak akan pernah menandatanganinya. Sampai aku matipun aku tak akan pernah menyerahkan semua aset milik daddy dan mommy terlebih perusahaan yang dibangun oleh orang tuaku." serunya tanpa sadar air mata sudah kembali membasahi wajahnya.
Sika yang saat itu berniat menghampiri Letta menghentikan mobilnya saat melihat ada banyak orang didepan rumahnya. Tentu ia datang setelah kakaknya memberi tahu keadaan Letta padanya.
"Siapa mereka semua?? kenapa banyak laki-laki berbaju hitam?? " gumanya memperhatikan kontrakannya
"Apa?? sampai mati ..?? Apa kau juga ingin mati secara mengenaskan seperti daddy dan mommymu Letta ..??" geramnya saat membisikan ucapnya.
"Kau pembunuh !! kalian semua pembunuh !! pergi kalian semua, pergii !!!" Arletta yang diingatkan kembali dengan kecelakaan orangtuanya menjadi histeris. Bahkan Sika yang tengah memperhatikan juga ikut terkejut dengan Letta tiba-tiba histeris.
"Kalau kau tak ingin bernasib sama seperti mereka, cepat tanda tangani surat ini bodoh!! " geramnya menjambak rambut Letta.
Cuih .. Seakan meluapkan emosinya Arletta memilih meludahi Arum yang sedang berjongkok didepannya.
Plakk..
"Berani sekali kau meludahiku ?? kau akan tau apa akibat dari ulahmu ini anak brengsek !!" geramnya menampar wajah Letta. Sebelum ia benar-benar pergi meninggalkannya, ia kembali menginjak tangan Letta yang ada ditanah.
Sika terlihat marah saat melihat Letta disana tengah dianiaya. Dengan segera ia keluar dari mobilnya menghampiri mereka, namun saat ia berlari menghampiri rombongan orang-orang itu sudah pergi meninggalkan rumah Letta.
"Letta .. " memeluk erat tubuh Arletta yang tengah menangis histeris.
"Haaaaaa .. haaaaa .. daddy, mommy ,bawa Letta bersama kalian . Daddy .. " histerisnya didalam pelukan Sika.
Sika berhasil membawa Letta masuk kedalam rumahnya, dan kini mereka tengah berada dikamar. Sika duduk dipinggir ranjang dengan membelai kepala Letta yang tengah tertidur setelah lelah menangis.
"Aku gak tau apa yang terjadi sama kamu Letta, tapi aku janji aku bakal selalu ada buat kamu. Aku bakal jagain kamu juga, jadi aku mohon jangan berucap ingin ikut bersama daddy dan mommy mu .. " tanpa ia sadari air matanya sudah membajiri wajah cantiknya