allea aulia ghassani gadis dewasa berusia 22 tahun.. yg di jodohkan dengan pria..dingin..cuek agak kasar yang bernama abraham bayu aji wijaya keduanya di jodohkan karena janji kedua orang tua mereka apakah kehidupan rumah tangga mereka akan harmonis,kisah cinta yg berawal dari benci karena suaminya telah memiliki kekasih sebelumnya bagaimana kah kisah allea apakah akan berakhir bahagia ataukah menyakitkan dan berujung perceraian... simak kisah nya.. check this out..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evoy yoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKAD NIKAH
Hari pernikahan pun tiba semuanya sibuk sejak pagi hari ada yang menyiapkan makanan untuk prasmanan ada yang sibuk menata karpet, kamera, dan perlengkapan lainnya sedangkan Allea sudah mulai di make-up oleh penata rias.
"neng calon suaminya orang mana" tanya sang penata rias kepada Allea
"heumm keturunan jawa padang mbak!" Allea mencoba menjawab
"mudah-mudahan akad nikahnya lancar, calonnya ga gugup yaa, semoga pernikahannya langgeng sampe kakek nenek!" mbak penata rias mendoakan pernikahan Allea.
Setelah selesai di make up Allea duduk di depan kaca rias di kamarnya, ia memandang wajahnya yang di makeup secantik mungkin namun ia tak bahagia, hatinya terasa sakit bila teringat akan ucapan Bram,dan ia mengingat pernikahan ini hanya sandiwara, tak lama kemudiam papa dan mama masuk ke kamar Allea.
"ka, kaka ikhlas dan terima kan dengan perjodohan ini" tanya papa pelan pelan ke Allea.
"iyaa pah Allea ikhlas, kalo memang ini sudah jadi jalan hidup Allea" Allea menjawab pertanyaan papa.
"nak, pesen mama buat kamu jadilah istri yang baik, yang bisa membantu suami dan mendukung suami dalam hal apapun urus segalanya kebutuhannya, jangan pernah ada rahasia di dalam rumah tangga kalian, bila bertengkar selesaikan secara baik baik" mama memberi wejangan ke Allea
"iyaa ma, pa insha Allah Allea bisa menjadi istri yang baik, paa maa makasih sudah merawat Allea hingga seperti ini maaf Allea belum bisa membuat papa dan mama bahagia." Allea menangis memeluk mamanya.
"iyaa mama dan papa maafkan, mama juga minta maaf telah menjodohkan kamu dengan Bram, tapi mama yakin Bram anak dan suami yang baik, dan inget seburuk Apapun suamimu nanti jangan pernah membuka aib dan kejelekan suami mu di depan orang lain" mama membelai pipi Allea, Allea mengangguk sambil menangis
Tak lama kemudian seseorang masuk ke kamar Allea.
"bu Lita, pak Ardi itu keluarga dan pengantin laki lakinya sudah datang" ternyata tetangga sebelah rumah mengabari Allea dan orang tuanya.
Kedua orang tua Allea keluar lebih dulu tiba-tiba Maria masuk ke kamar Allea dengan tergesa-gesa.
"llea lu nikah ma cowok itu??" tanya Maria dengan kagetnya
"heum, iyaa mar.." Allea mengangguk membenarkan perkataan Maria.
"tapi dia kan udah....!!" maria tak melanjutkan bicaranya.
"iyaa gue tau tapi gue gak bisa menolak perjodohan ini Maria gua hanya ingin melihat orang tua gue bahagia." Allea tertunduk menahan tangis.
"llea.. yang sabar yaa" Maria memeluk Allea.
"Allea ayoo keluar" ajak ka Jihan kekasih mas Wisnu
Allea di gandeng kiri kanan oleh Maria dan ka Jihan.
Setelah sampai di ruang tamu tempat di adakannya akad nikah semua mata terpesona oleh kecantikan Allea.
"cantik banget."
"iyaa pangling banget Allea kan ga pernah dandan "
para tetangga terpukau dengan kecantikan Allea
mami Ajeng pun sama ia terlihat bahagia ketika melihat Allea datang, bram terhenyak melihat ke arah Allea namun ia segera tersadar
"bramm jangan terpesona sama cewek bginian, ahh seandainya Celine yang memakai nya" Bram terdiam ia sama sekali tak menoleh ke arah Allea.
Acara akad nikah pun digelar dengan suasana khidmat. Allea duduk di samping Bram dan keduanya dipakaikan kerudung putih tipis, sedangkan yang menikahkan mereka sendiri adalah papa Allea sendiri, sebelum akad nikah berlangsung Allea di persilahkan untuk meminta izin ke papanya.
"pa.. hari ini Allea meminta restu kepada papa dan tolong nikahkan Allea dengan lelaki pilihan Allea sendiri yang bernama ABRAHAM BAYU AJI WIJAYA anak pertama dari bapak Prasetyo aji wijaya, sudi kiranya papa menikahkan Allea hari ini, dan Allea juga memohon maaf bila selama ini Allea banyak melakukan kesalah terhadap mama dan papa.."allea menahan sesak menahan tangis nya dan semua yg hadirpun larut dalam kesedihan, setelah Allea meminta izin lalu akad nikahpun di mulai.
Papa menjabat tangan Bram.
"ananda ABRAHAM saya nikahkan dan kawinkan anak saya yang bernama ALLEA AULIA PUTRI GHASSANI dengan mas kawin seperangkat emas dan uang sebesar 150 juta rupiah dibayar tunai..!!" papa menjabat erat tangan Bram.
"saya terima nikah dan kawinnya ALLEA AULIA PUTRI GHASSANI dengan mas kawin tersebut tunai...!" bram pun berjabat tangan dengan papa
"bagaimana saksi sah..??" papa bertanya pada saksi pernikahan
"sah...sah..." semua mengucapkan sah dan berucap.
"alhamdulliah ..." akhirnya acara akad nikah pun selesai..
"aku resmi menjadi istrinya Bram, Allea lo harus kuat lo pasti bisa" bisik hati Allea, acara akad nikah pun selesai dan semua tamu menikmati acara dan menikmati hidangan yang sudah tersaji, tak lupa pula Allea dan Bram beramah tamah dengan para tamu, sore harinya semua para tamu undangan telah pulang ke rumah masing masing.
Allea kembali ke kamar untuk mengganti pakaian dan menghapus make up nya di kamar Allea di bantu Maria dan penata rias untuk membuka satu persatu accesories di kepala Allea dan tiba tiba Bram masuk ke kamar Allea.
"oo my god..ck..!!. malah ada orang..!!" bisik hati Bram melihat banyak orang di kamar Allea.
"heum istri aku lagi apain nih" bram membuka suara seolah olah ia sangat peduli dengan Allea.
"ehh ini suaminya yaa..?? ganteung..!! ih beruntung banget Allea" ledek salah satu penata rias, namun Maria hanya terdiam karena ia sudah tau semuanya dari Allea.
"Lea gue pamit yaa" pamit Maria pada Allea.
"heumm yaudah thanks yaa udah dateng" mereka saling berpelukan, Bram hanya diam tak peduli, Maria langsung pergi tanpa berpamitan ke Bram pandangnnya sinis ketika melihat Bram.
Setelah selesai semuanya keluar dari kamar Allea.
"kita langsung ke apartemen ajah" perintah Bram ke Allea
"haaah ...! emng ga bisa besok??" Allea mulai kesal
"besok..?? terus gue harus tidur di sini, di ranjang elu yang cuma muat 1 orang ini" Bram menendang ranjang Alles sambil tersenyum licik.
"heumm minta izin sana ke orang tua aku" pinta Allea.
"okeee elu udah jadi bini gue. sooooo.. ga da yang bisa ngelarang gue buat bawa elu ke apartemen hari ini juga," Bram mendekatkan wajahnya ke Allea.
"gue ga betah tinggal di rumah jelek kayak begini..!!" bram pergi meninggalkan Allea.
"astagfirullah belum apa-apa dia udah bikin gue sakit hati begini" Allea menetes kan air matanya,
ia tak tahu apa yang akan terjadi bila mereka pindah ke apartemen entah perlakuan apa yang akan Allea dapatkan di sana nanti ia hanya bisa pasrah.
.