NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:360.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

💔

💔

💔

💔

💔

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya Gibran dan Monica pun sampai di Semarang. Gibran berjalan di depan tanpa memperdulikan Monica yang saat ini terlihat kesusahan menyusul langkah Gibran.

Gibran segera menghentikan taksi dan langsung masuk ke dalam taksi itu.

"Pak Gibran tunggu!" teriak Monica.

Sayangnya Gibran tidak memperdulikan Monica dan langsung pergi dengan taksinya itu meninggalkan Monica.

"Ih..menyebalkan sekali, kenapa dia meninggalkanku? apa kecantikanku sudah pudar ya sampai-sampai Pak Gibran tidak pernah melirikku sedikit pun," gumam Monica dengan kesalnya.

Dengan menghentak-hentakan kakinya, akhirnya Monica pun menghentikan taksi dan pergi menuju hotel untuk beristirahat. Gibran saat ini sudah sampai hotel dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, masih ada waktu sampai nanti sore untuk menuju proyek yang sedang Gibran kerjakan.

***

Waktunya Gilsya pulang, kali ini Nasya sudah ada didepan sekolah Gilsya untuk menjemputnya. Setelah mendengar Gibran pergi keluar kota, Nasya langsung menjemputnya karena kalau ada Gibran sudah dipastikan Nasya dilarang menjemput Gilsya.

"Gilsya...!" teriak Nasya dengan melambaikan tangannya.

"Tante Nasya."

Nasya mengerutkan keningnya tapi sedetik kemudian Nasya pun tersenyum, dia tahu pasti Gibran sudah melarangnya untuk memanggil Nasya dengan sebutan Mami lagi.

Gilsya berlari dan langsung memeluk Nasya. "Kok Tante yang jemput Gilsya?"

"Lah, memangnya Gilsya ga mau dijemput sama Tante?"

"Mau banget."

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu," seru Nasya.

"Yeayyy...Gilsya mau Tante."

Gilsya dan Nasya pun langsung masuk kedalam mobil, hari ini Nasya akan membawa Gilsya ke Mall untuk jalan-jalan. Sementara itu, mobil Damar baru saja sampai di sekolah kali ini Damar yang menjemput Demir karena pekerjaannya sudah selesai dan Damar berniat ingin membawa anaknya itu jalan-jalan.

Damar berdiri dan menyandarkan tubuhnya ke body mobil sembari mengotak-ngatik ponselnya. Demir terlihat sangat bahagia ketika Papanya sudah ada didepan sekolah untuk menjemputnya.

"Papaaaaahh...."

Damar mengangkat wajahnya dan tersenyum, Demir berlari dan Damar langsung menyambutnya dengan merentangkan kedua tangannya. Damar mengangkat tubuh Demir membuat Demir tertawa.

"Astaga, anak Papa sudah berat sekarang."

"Iya dong Pa."

"Hari ini Papa sedang tidak sibuk, bagaimana kalau kita jalan-jalan."

"Yeayyy..."

Damar hendak membuka pintu mobil dengan masih menggendong Demir, Demir menoleh ke belakang dan dilihatnya Livia sedang berjalan.

"Bu Livia!" teriak Demir.

Deg...

Damar menghentikan gerakan tangannya yang akan membuka pintu mobil saat anaknya memanggil nama yang selama ini Damar rindukan. Damar segera membalikan tubuhnya, dan betapa terkejutnya Damar saat melihat wanita yang selama ini dia cari sekarang ada dihadapannya.

Begitu pun dengan Livia, yang awalnya tersenyum lebar karena melihat Demir yang tampak bahagia digendong oleh Papanya. Tiba-tiba, senyuman itu luntur saat melihat siapa orang yang saat ini menggendong Demir.

Damar menurunkan Demir dan mendudukan Demir di dalam mobil. "Tunggu sebentar ya, Papa mau kesana dulu."

Damar hendak menghampiri Livia tapi Livia segera berlari dan menghentikan taksi, taksi itu segera melaju meninggalkan Damar yang mengejarnya.

"Tunggu Livia!" teriak Damar.

Damar mengusap wajahnya dengan kasar, dia tidak menyangka kalau ternyata Livia mengajar di sekolah anaknya. Dengan langkah gontai, Damar pun masuk ke dalam mobilnya.

"Sayang, apa dia guru yang selalu kamu ceritakan kepada Papa?"

"Iya Pa, dia Bu Livia Guru baru Demir."

Damar menghembuskan napasnya dengan kasar.

"Ayo Pa, katanya mau ngajak Demir jalan-jalan."

"Ah iya, kita berangkat sekarang."

Damar pun segera melajukan mobilnya dengan perasaan yang tidak menentu, Damar terbayang wajah Livia tadi. Terlihat sekali kalau dari tatapan Livia, dia sangat membenci Damar.

Sementara itu, Livia sampai di kontrakannya. Livia segera masuk dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, airmata yang dari tadi dia tahan akhirnya tumpah juga.

"Jadi Demir itu anaknya Damar dan Monica," gumam Livia.

Hatinya kembali terasa sangat sakit kala mengingat pengkhianatan suami dan sahabatnya dulu, bahkan dia tidak menyangka kalau Demir adalah anak Damar dan Monica.

Livia semakin menenggelamkan wajahnya ke bantal.

Sore pun tiba...

Gibran sudah terlihat segar dan semakin terpancar aura ketampanannya, jadi wajar saja kalau banyak wanita yang menginginkan Gibran menjadi pasangannya. Siapa yang tidak mau dengan seorang Gibran, sudah tampan, kaya pula tapi sayang hatinya membeku terhadap seorang wanita.

Gibran keluar bersamaan dengan Monica, Monica merasa senang dan dia segera merapikan bajunya yang menurutnya sudah sangat seksi dan Gibran akan tergoda olehnya.

"Sore Pak Gibran!" sapa Monica.

Seperti biasa, Gibran tidak memperdulikannya dan terus saja melangkah dengan mengotak-ngatik ponselnya. Monica kembali mencebikan bibirnya, dengan setengah berlari Monica mengejar Gibran dan merangkul lengan kekar milik Gibran.

Gibran menghentikan langkahnya dan melihat kearah lengannya kemudian menatap wajah Monica dengan tajam sedangkan Monica tersenyum dengan sangat manisnya.

"Berani sekali kamu menyentuhku," seru Gibran dingin.

Tatapan Gibran sangat tajam membuat Monica dengan susah payah menelan salivanya. Perlahan Monica melepaskan rangkulannya, Monica terlihat salah tingkah. Gibran segera melanjutkan langkahnya meninggalkan Monica.

"Sial, dingin banget jadi cowok. Sepertinya aku akan susah mendekati Pak Gibran, tapi aku suka dengan yang cuek seperti itu jadi ada tantangannya," gumam Monica dengan senyumannya.

Gibran dan Monica pun sampai disebuah tempat pembangunan perusahaan yang didirikan oleh Gibran dan rekan-rekan bisnis lainnya termasuk Papa Monica yang saat ini diwakilkan oleh Monica.

Gibran terlihat berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya yang lain, tapi Monica terlihat memikirkan cara untuk mencari perhatian Gibran. Akhirnya Monica mempunyai ide, dia menghampiri orang-orang yang sedang bekerja.

Monica melihat ada sebuah batu bata yang hendak jatuh dari atas, bukannya menghindarinya Monica malah mendekat karena Monica rela terluka demi mendapatkan perhatian dari Gibran.

"Tidak apa-apalah luka sedikit, yang penting aku dapat perhatian dari Pak Gibran," gumam Monica.

Perlahan Monica mendekat dengan hati yang ragu-ragu, baru saja Monica akan mendekat tiba-tiba seseorang berteriak.

"Bu Monica jangan kesana bahaya!" teriak salah satu rekan bisnisnya.

Semuanya menoleh kearah Monica dan itu akhirnya membuat Monica malu dan salah tingkah.

"Ckckck...dasar bodoh, kalau mau bunuh diri jangan disini cari tempat lain," seru Gibran dingin sembari berjalan menjauh.

Lagi-lagi Monica dibuat mati kutu oleh Gibran, awalnya ingin mencari perhatian Gibran malah sebaliknya dipermalukan Gibran.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!