Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Sama Dengan Kalian
☕☕☕
Ayu bangun pagi pagi sekali dan memulai aktifitasnya seperti sebelum nya ketika Ia baru pertama kali bekerja di rumah itu, Ia sadar sekarang bulan waktunya untuk berdiam diri seperti beberapa hari belakangan ini. Ia khawatir itu malah akan mengundang kecurigaan.
Meskipun Ia sadar cepat atau lambat yang namanya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi dan mereka harus menjalaninya.
" Bu Ayu, kenapa ada di sini. Bagaimana kalau Pak Ray tahu kalau Ibu bekerja, bisa bisa tamat riwayat kami " Ucap seorang ART panik.
Ayu buru buru menempelkan jarinya di bibirnya sebagai isyarat agar wanita itu diam dan tidak meneruskan ucapan nya.
" Jangan panggil Ibu Bi, panggil Ayu saja "
" Tapi Bu......
" Sudahlah Bi turuti saja apa yang aku katakan sekarang demi kenyamanan rumah ini "
" Tapi Bu......
" Bibi, Bibi akan lebih ada dalam masalah kalau tetap memanggilku Ibu karena Bu Nadia sudah kembali tadi malam. Sebelum kita semua berada dalam masalah lebih baik kita diam saja. Ingat untuk tidak memanggilku Ibu ya, aku juga hanya sama seperti Bibi dan yang lain nya.
Nadia dan Rayyan turun ke meja makan untuk sarapan bersama, Ayu yang masih asyik menata meja makan tidak mengetahui keberadaan mereka.
" Eh Ibu Pak, mari silahkan duduk " Ucap ART yang lain.
Ayu terkejut dan sontak menoleh, nampak olehnya Nadia dan Rayyan yang turun sambil berpegangan tangan. Sungguh sakit rasanya namun Ayu secepatnya menyadari kekeliruan nya.
..." Sadar Yu, mereka itu adalah suami istri wajar saja kalau mereka berpegangan tangan atau bahkan lebih dari itu "...
Ayu membungkukkan sedikit tubuhnya untuk pamit kebelakang bersama yang lain. Rayyan terus saja memandangi kepergian Ayu, ingin rasanya Ia meminta wanita itu untuk duduk bersama di meja makan namun dia belum punya alasan yang tepat untuk melakukan itu.
" Mas, Mas memandangi apa sich, sejak tadi seperti nya perhatian Mas selau kesana bahkan hampir tidak berkedip. Apa ada yang Mas sembunyikan dari aku " Tanya Nadia sembari ikut melihat dimana tujuan pandangan suaminya namun tidak ada apa apa di sana karena para ART sedang duduk di lantai.
" Yang sabar ya Ayu, semoga semuanya baik baik saja "
Semua teman teman nya yang berada disana sudah tahu semua yang menimpa pada Ayu, mulai di jebak dan akhirnya terpaksa menjadi yang kedua.
" Tidak apa apa Bi, yuk kita kerja lagi "
Rayyan sejak tadi mencari cari keberadaan para ART nya termasuk Ayu yang tiba tiba hilang.
" Ini kita mau sarapan atau Mas akan terus memperhatikan dapur "
Nadia sudah tidak tahan lagi melihat sikap Rayyan
" Eh... tentu saja makan lah, kamu juga sejak tadi tidak mengambilkan apa yang harus aku makan kan aku nungguin "
Rayyan sudah bisa tersenyum karena melihat Ayu dan yang lain nya dan nampaknya mereka baik baik saja.
" Sayang kenapa buru buru begitu "
Rayyan ingin bergegas ke kantor karena sudah tidak dapat menahan rasa hatinya, Ia takut tidak dapat mengendalikan diri melihat wajah Ayu yang Ia tahu suasana hatinya pasti sedang tidak baik.
" Aku harus berangkat bekerja Nadia, keburu telat "
" Apa Mas, keburu telat. Hello, sejak kapan Mas berpikir seperti itu. Mas kan yang punya perusahaan, kenapa harus takut telat. Hari ini jangan masuk kantor dulu ya, kan aku baru pulang, temani aku jalan jalan atau berbelanja dulu ya, banyak keperluan ku yang sudah habis soalnya. Belum lagi ada beberapa barang keluaran terbaru, aku ingin yang menjadi salah satu yang memiliki nya "
Nadia terus membujuk Rayyan agar menemani nya hari ini namun Rayyan tetap bersikeras dengan keputusan nya.
" Aku ada pekerjaan penting hari ini, kalau mau pergi maka pergi saja. Kamu bisa bawa Bibi Bibi di rumah ini untuk menemanimu, sekalian kamu belikan mereka juga "
Rayyan berucap sambil melangkah keluar karena dirinya memang ada pekerjaan penting yang tidak bisa di tinggalkan.
" Tapi sayang..... uangnya tidak cukup apalagi kalau harus membelikan mereka juga "
" Nanti aku transfer di jalan, sekarang aku sudah telat " Jawab Rayyan yang langsung masuk kedalam mobil dan melajukan nya perlahan.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat