Renata Smith, berada dalam keadaan yang sangat kritis akibat ulah keluarganya sendiri. Bahkan, mereka sengaja merencanakan semua ini agar Renata meninggal dunia.
Disaat-saat terakhirnya, seseorang datang dan menyelamatkan hidup Renata dengan ramuan yang tengah dikembangkannya. Membawa Renata menuju kehidupan baru yang jauh lebih baik untuknya.
Tak hanya itu, Renata bahkan langsung memiliki suami, dan para tetangga yang tampan serta orang-orang yang selalu baik kepadanya. Dengan melupakan keluarganya beserta kesalahan yang mereka perbuat padanya, Renata menjalani hidup dengan baik dalam sisa waktu yang dimilikinya.
Hidup dan bertindak semuaunya, serta mendapatkan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Itulah hidup yang dijalaninya saat ini.
Tanpa terasa, waktu terus berjalan dan hubungan mereka semakin terikat. Sedangkan, Renata sudah pasti akan berpisah dengan mereka nantinya. Apakah Renata harus bertahan? atau, meninggalkan mereka semua dengan kesedihan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon park de ya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu sang suami
Eps 12~
Hai para readers....tetap semangat ya🤭
dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌
.
.
.
.
Author Pov~
" APA?! " Renata syok mendengar perkataan Ace.
" Hem, kau tidak perlu syok begitu. Aku emang baik gini kok aslinya." Jawab Ace sembari memuji dirinya.
Renata mencoba untuk menenangakan dirinya.
" Huft....Ace, aku tidak perlu tumpanganmu itu. Lagipula, aku ini akan ke rumah suamiku. Kalau dia cemburu bagaimana? Aku juga tinggal telfon kepala pelayan disana untuk menjemputku, jadi kau tidak usah repot mengantarku." Jelas Renata
" Bukankah kau akan membawakannya makanan? Kalau menunggu supir datang, pasti akan memakan waktu yang lama. Makanan yang kau buat untuk suamimu juga pasti jadi dingin." Ace berusaha membuat penjelasan agar Renata mau diantarnya.
Renata mulai memikirkan perkataan Ace. Melihat hal itu, Ace yakin Renata akan ikut dengannya dan mencoba untuk meyakinkannya lagi.
" Tidakkah kau mau membuatkan suamimu kejutan?" Pancing Ace.
" Kejutan? " Renata mulai penasaran.
" Iya, kejutannya adalah dirimu yang datang ke sana dengan membawakannya makanan. Pasti dia akan terkejut melihatmu tiba-tiba datang kan? " Terang Ace.
" Hm...tidak buruk "
" Kalau begitu, ambilah mobilmu dan aku akan mengambil makanannya dulu didalam."
Renata memutuskan untuk setuju pada ajakan Ace. Lagipula, ajakan ini tidak merugikan dirinya sama sekali.
" Tin..tin.." Suara klakson mobil Ace yang sudah tidak sabaran menungguku.
" Ck...dasar bocah itu." Gerutu Renata.
" IYA!!! TUNGGU SEBENTAR KAMPRET !!! "
Ace yang mendengar suara Renata dari dalam mobil hanya terkekeh mendengar suara kesalnya itu.
Tepat setelah itu, Renata keluar dari rumahnya dan berjalan menuju arah mobil Ace dengan penampilannya yang sudah siap. Ace memandangi Renata tanpa sepengetahuannya dari dalam mobil. Segera, Ace keluar dan membukakan Renata pintu mobilnya.
" Cih, untuk apa repot-repot membukakanku puntu? " gerutu Renata.
" Itu karena, ini adalah kali pertama aku melihatmu cantik seperti ini. Hanggaplah ini hadiah dariku karena kau mau tampil cantik didepanku." Jawab Ace ceplas ceplos.
" Siapa juga yang tampil cantik demi kamu? Dan asal kamu tau, hal yang kau lakukan ini mengingatkanku tentang Lucas!" Tungkas Renata
" Hah? kenapa jadi Lucas sialan itu? " Tanya Ace penasaran.
" Karena waktu itu, ia juga pernah mengantarku seperti ini. Tetapi, ia mentertawakanku karena berharap dibukakan pintu olehnya." Terang Renata.
" Pft...hahaha" Tawa Ace terbahak-bahak.
" jadi, kau dihiraukan olehnya Si Lucas Liston itu?" Ejek Ace pada Renata.
Renata menjadi kesal seketika.
" Sudah-sudah!!! Kau jadi mengantarku atau tidak? " Ujar Renata dengan kesal.
" Tentu saja jadi, my queen " Jawab Ace sambil mencium telapak tangan Renata.
Sekujur tubuh Renata jadi merinding seketika. Tetapi, terbesit juga rasa malu yang membuat pipinya merona.
" K..kau apa-apaan sih?! Cepat masuk dan menyetirlah."
" Hahaha...my queen jadi malu-malu padaku ya? " Ledek Ace.
" Aku nggak malu !! " Renata menyanggah ucapan Ace.
" Baiklah....baiklah...."
Ace tersenyum hangat pada Renata, sehingga membuatnya tersipu malu lagi.
Ace Morgan adalah seorang aktor, penyanyi, model, dan juga penerus keluarga Morgan. Tidak ada satupun wanita yang tidak mengenalnya di kota ini, termasuk Renata. Tetapi, disaat ia memberikan Renata kesempatan untuk menemuinya, disanalah Ace merasakan perbedaan dari Renata.
Jika wanita lain, mereka pasti akan membanggakan dirinya dengan segala prestasi, jabatan, dan keluarga kaya yang dimilikinya. Sedangkan, saat Renata menemuinya, ia hanya menggunakan baju biasa dan bahkan berbau keringat. Sama sekali tidak berniat mendekati dirinya. Bahkan, ia memperkenalkan diri tanpa menyebutkan marga keluarga besarnya.
Yang lebih menarik lagi, ia dapat menghadapi sikap Ace yang acuh tak acuh dan blak-blakan. Mungkin saat pertemuan pertamanya itu, Ace telah mengucapkan kata-kata yang cukup tajam dan menusuk. Tetapi, tidak ditanggapinya dengan serius dan ia malah menceritakan masalahnya kepada Ace.
Sejak saat itu, Ace langsung tertarik untuk mengenal Renata lebih dalam lagi.
Kediaman William~
" Aku turun sendiri Ace " Ujar Renata agar Ace tidak turun membukakannya pintu.
" Terimakasih ya, sudah mengantarku !!" Renata keluar dari mobil dan menutup pintu mobilnya.
" Hem, harus ada balesannya dong." Ujar Ace bercanda.
" Next time aku bakal traktir makan kok, tenang aja." sahut Renata.
" Aku pegang lho perkataanmu."
" Tentu !" Renata menjawab dengan senyuman di akhir perkataannya.
Ace beranjak mengemudi dan menjauhi tempat Renata berdiri saat ini. Sedangkan, Renata masih melambai kepadanya dengan senyum yang sama. Sontak, gemercik senyuman tumbuh di wajah Ace yang mulai memanas.
' Hmm, sepertinya aku merasakan peristiwa yang sungguh familiar. Mengapa mereka berdua melakukan hal-hal yang sama ya? Sepertinya Ace dan Lucas itu kembar, hahaha....' Batin Renata
Renata Pov*
" Kurasa, aku punya kunci untuk membuka gerbang rumah ini. Aku taruh dimana ya? "
Aku mencari kunci itu di seputaran tasku dan menemukannya terpojok di dalam sana. Segera, aku mengambilnya dan membuka pintu gerbang ini.
Aku berjalan sambil melihat lihat area sekitar taman.
Kok tumben disini sepi sekali ? Apa semua orang ada di dalam ya?
Langsung saja, aku berjalan menuju ke pintu utama rumah ini.
" Tok..tok..tok.." Kuketuk pintu sambil menyembunyikan rantang makanan yang ku bawa di balik badanku.
" Cklek " Pintu rumah terbuka.
Terlihat, Paman Han mulai keluar dari belakang pintu besar ini.
" No..nona ? " Tanya Paman Han terkejut.
" Hai Paman Han !!!" Sapaku dengan gembira.
Sudah kuduga ! Ada yang aneh dari kelakuan orang-orang ini. Paman Han juga terlihat kaget melihatku tiba-tiba berkunjung kesini. Apa mereka tidak menginginkan kedatanganku ya? Atau...Ada orang lain di rumah ini, yang tidak boleh aku temui. Lebih baik aku pura-pura bodoh saja lah.
" Halo.."
Ujarku sambil melambai-lambaikan tangan didepan wajah Paman Han yang sedang memikirkan hal lain.
" Paman baik-baik saja kan? Apa terjadi sesuatu selama aku pergi? "
Paman Han tersadar dari lamunannya.
" Ah, maafkan saya nona. Tadi, saya sedang memikirkan sesuatu."
" Ayo non, silahkan masuk " Paman Han membukakan pintu kayu yang besar itu untuk Renata.
" Hm..terimakasih paman." Ucap Renata pada Paman Han.
Sepertinya, aku perlu memancing Paman Han agar mengatakan apa yang sedang terjadi di rumah ini.
" Paman Han, Kevin ada dimana? "
Paman Han tersentak mendengar pertanyaan dariku. Namun, dirinya tetap bersikap tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.
" Tuan sedang bersiap-siap untuk pergi dikamarnya "
Rasa penasaranku semakin memuncak
" Pergi kemana ya Paman? Apa kau tau sesuatu? "
Sebelum Paman Han menjawab pertanyaanku, seseorang dari lantai atas menjawabnya terlebih dahulu.
" Bukan Urusanmu."
Suara itu sontak membuatku terkejut dan menoleh ke sumbernya. Seseorang bersuara dingin itu, turun dari tangga dengan santainya yang tidak lain adalah Kevin.
" Ada apa kemari? Apa uangnya tidak cukup? Atau rumahnya kurang bagus? " Tanya Kevin penuh keangkuhan.
Sepertinya, suamiku ini bukanlah lawan yang mudah. jadi, aku harus berhati-hati dalam mengambil tindakan. Pft...rasanya, aku seperti sedang bermain dengan bom yang bisa meledak kapan saja hahaha.
Meski bom sekalipun, aku akan mendapatkanmu Kevin.
BERSAMBUNG~
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
Tkan prgil q ajaa yaaa😍
vielen danke😘
Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"
Semangat🥰
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
Semangat !! Ada MAHMUD mampir 😍
** Rahasia Hati
**Yena Mengejar Yook
mari saling dukung......
dapat salam dari JEBAKAN UNTUK PERNIKAHAN 🖤🌵 Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya kak. terima kasih 🌻