Tidak mudah hamil di usia muda, apalagi jika itu kembar lima. itu lah yang dirasakan oleh Alya, setelah orang tua nya meninggal, mahkota Alya di ambil oleh orang yang tidak ia kenal sehingga ia hamil.
Bagaimana Alya menjalani kehidupan nya itu?
Silahkan pada mampir siapa tau suka kan,
jangan lupa like komen dan vote nya yaa makasih
Follow Instagram author
@mawarjk_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar Jk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
Hi semua 🤗
Jangan lupa like Vote dan komen nya yaa
...Happy reading...
.......
.......
.......
"A-anak pak gara? Anak pak gara dimana?" tanya Kepala sekolah itu gugup
"Katanya bapak akan menghukum anak saya, kira-kira hukum nya apa ya pak" ucap Gara
"M-mana mungkin saya berani menghukum tuan muda pak" sahut Kepala sekolah itu yang tampak berkeringat
"Benarkah?" tanya Gara menaikkan alisnya sebelah ke atas
"Iya pak mana mungkin saya berani" ujar kepala sekolah itu
Sedangkan yang lain nya tampak bingung dengan ucapan Gara
"Tapi saya dengan dengan telinga saya sendiri kalau bapak akan menghukum Afkan dan Arsan anak saya" ujar Gara lantang membuat mereka semu terkejut tak main
"A-apa anak bapak?" tanya itu itu yang tampak syok sedangkan Alya sudah diam mematung
"Ya" jawab Gara singkat
"Jadi bapak akan menghukum anak saya" tanya Gara
"T-tapi anak bapak kan hanya satu pak" sahut ibu-ibu lain lagi
"Tidak saya punya anak lagi tapi saya tidak publikasi kan" ujar Gara
"M-maaf pak saya tidak tau kalau Argan dan adik-adik nya itu anak-anak bapak" ucap kepala sekolah itu dengan wajah pucat
"Kamu saya pecat" ujar Gara membuat pria paruh baya itu terkejut
"T-tapi pak" " saya mohon pak jangan pecat saya saya janjikan saya tidak akan memperlakukan anak bapak seperti tadi" ujar nya memohon
"Seorang korupsi pantas untuk di pecat" ucap Gara dan membuat pria paruh baya itu terkejut lagi
"Saya mohon pak, jangan pecat saya saya khilaf" pinta nya
"Bawa dia keluar" ujar Gara kepada bawahan nya dan dengan segera bawahan Gara menyeret nya keluar
"Apakah masih ada yang ingin anda keluh kan?" Tanya Gara kepada keempat ibu-ibu itu
"T-tidak pak kalau begitu kita pamit ya" ujar ibu-ibu itu dan mereka keluar dari ruangan itu meninggal gara Alya dan lima 'A'
"Terima kasih pak atas bantuannya, karena bapak anak saya tidak dihukum" ujar alya tulus
"Ini bukan masalah besar jadi tidak usah berterima kasih seperti itu" ucap gara
"Ayo sayang bilang terima kasih sama Om Gara" ucap Alya memerintahkan anak nya
"Makasih Om" ujar mereka berlima bersamaan
"Iya sama-sama boy" Gara tersenyum dan mengelus kepala Arsan "Ayo kita pulang" ajak gara
"Ah tidak usah pak kami naik angkot saja" tolak alya secara halus
"Saya tidak terima penolakan Alya jadi ikut lah dengan saya" ujar Gara dan menarik lengan Alya
Sedangkan lima 'A' hanya diam dan mengikuti Mama mereka
Selama di perjalanan Argan, Afkan, Arsan, Arkan, Alfan hanya diam begitu pun dengan Alya sedangkan Gara ia tengah fokus menyetir hingga mereka sampai di tujuan atau Rumah Alya
Rumah
"Terima kasih pak atas tumpangan nya terima kasih juga tadi sudah membela anak saya" ucap Alya
"Tidak usah terlalu formal Al, panggil Gara aja" ujar gara dan mengusap kepala Alfan
"Ah iya pa- eh Gara" ucap Alya
"Makasih ya Om udah bantu kita" kata Argan mewakili adik-adik nya
"Iya sama-sama sayang" ujar Gara dan mengelus kepala mereka bergantian
"Kalau begitu saya pamit ya, assalamualaikum" pamit gara
"iya"
"Waalaikumsalam" Alya dan lima 'A'
***
Saat ini Alya beserat Aira, Argan, Afkan, Arsan, Arkan dan Alfan berada di ruang keluarga dimana itu juga yang jadi ruang tamu, Mereka baru menyelesaikan acara makan malam nya
"Mah lusa Argan dan Arsan pergi ke Jakarta ikut perlombaan karate" ujar Argan kepada Alya yang sedang duduk dan nonton dapat mengalihkan perhatian dari tv
"Apa? kalian akan ke jakarta?" tanya Alya
"Iya mah Argan dan Arsan perwakilan angkatan untuk ke jakarta" ucap Arsan
"Mama gak usah khawatir kita didampingi oleh senior serta pengurus lainnya dan semuanya akan di fasilitas jadi kita tidak perlu bawa bawaan" jelas Argan
"Dan juga mungkin Om Gara akan ikut, kan Om Gara ada di jakarta" ucap Arkan spontan
Alya menghela nafas, Sebenarnya ia tidak mau membiarkan anak-anak pergi keluar kota Tampa di dampingi oleh nya mengingat umur nya yang masih kecil, Tapi karena anak-anak nya meyakinkan nya Alya pun menyetujui nya
"Baiklah Mama akan mendukung apa yang kalian lakukan" ucap Alya dan tersenyum menatap ke-lima anaknya
"Kakak gak usah khawatir mereka itu laki-laki yang tangguh dan banyak juga kan yang akan mendampingi mereka kan" timpal Aira
"Dan aku yakin kalau kak Argan dan Arsan akan pulang membawa kemenangan" ucap Alfan
"Amin"
"Oh iya jadi kamu mukul teman kamu itu karena apa gan" tanya Aira yang jiwan nya mulai kepo
"Ekhm sini biar Alfan yang ganteng yang menjawab nya" ujar Alfan dengan PD menyebutkan dirinya tampan, Ya emang tampan sih
"Pd amat" nyinyir Aira membuat mereka terkekeh
"Jadi gini"
flashback
Argan, Afkan, Arsan, Arkan dan Alfan sedang duduk di depan kelas kebetulan saat itu sedang jam istirahat mereka habis makan bekal mereka
Saat mereka dengan tenang nya duduk-duduk dan anak-anak yang seumuran dengan nya menghampiri nya
"Aku dengar mereka itu tidak punya ayah" ujar salah satu anak tersebut
"Iya kata mami anak yang tidak memiliki ayah itu adalah anak haram" ucap salah satu nya lagi yang seakan-akan berbisik tapi dengan suara yang besar seakan menyindir Argan dan adik-adiknya
Tapi Argan Afkan Arsan Arkan dan Alfan mereka hanya diam dengan wajah datar mereka tampa melihat ke arah anak yang tadi
"Anak haram?" tanya anak yang ada di samping nya
"Iya anak haram, kata Mami kalau gitu mama nya katanya pasti dia kasih dirinya sama orang trus jadi deh anak haram" jelas anak tersebut dengan polos
Argan Geram mendengar nya begitu pun dengan lain nya, Mereka memang diam saat di hina tapi jangan harap mereka diam jika mama nya yang di hina
"Apa ya aku lupa"
"lupa apa"
"Itu kalau perempuan seperti itu nama aku lupa" " Oh iya ****** kata Mami" sambung nya dapat membuat emosi lima 'A' meluap
Arsan langsung berdiri dan menarik kerah baju anak yang berbicara seperti itu.
"Hei apa yang kamu lakukan" tanya teman anak yang yang di pukul oleh Arsan tadi
"Apa?" tanya Arsan dingin
"Kau" anak tersebut sudah bersiap untuk memukul Arkan tapi akan dengan cepat menghindarinya
Teman yang lainnya pun ikut ingin memukuli lima 'A' sayang Arkan dan Argan dengan cepat memukul mereka sehingga mereka terjatuh
"Itu pantas untuk kau dapatkan" ujar Arkan
"Mana ada" anak itu pun bersiap untuk memukuli Arsan tapi dengan cepat Argan menghalau nya membalikkan nya ke pada anak tersebut
"Cih lemah" ejek Afkan
"Dasar anak haram" teriak anak yang Arsan pukul tadi
"Ibu kamu tidak ajari sopan santun yaa" bentak anak lain nya
"Jadi menurutmu kau sudah sopan dengan begitu?" tanya Arkan
"Dasar ibu nya ****** anak nya liar" ejek anak anak tersebut
"Aku bilang jangan menghina Mama ku brengsek" Teriak Argan dan memukuli anak itu lagi sehingga terjadi lah mereka saling memukul sehingga anak itu babak belur tapi tidak dengan lima 'A' karena mereka dengan lihai menghindari nya
Mereka berhenti hingga guru memisahkan nya dan sampai di ruang kepala sekolah hingga orang tua mereka datang
flash back and
"Astaga anak-anak itu" Aira dan menggeleng kan kepala nya
"Makanya kami pukul, Itu gak salah kan?" tanya Alfan
"Gak salah ko boy kalian memang hebat gak ada luka sedikitpun" puji Aira bangga melihat keponakan nya
"Hehe"
Alya hanya terdiam mendengar cerita anak nya ia tak tau mau bicara apa
Alya berniat mengganti topik nya pun angkat bicara "Tidak apa sayang, jadi bagaimana dengan persiapan lomba kamu" tanya Alya
"Semua nya sudah siap ma" ujar Argan
Mereka pun berbincang-bincang hingga waktu nya mereka tidur
Bersambung~
Sampai jumpa di chap selanjutnya guys
Jangan lupa like dan komen nya yaa, wajib pokoknya, hehe
Terima kasih atas dukungan nya🤗💜
See u
kata ada bodyguard bayang
tapi tolong tulis San yg byk typo secara sadar dan tdk di bagusin, apalagi yg salah tulisan tolong byk cari recommend buku2 utk nambah Ilham.....mu GKI. sekedar hiburan tp jgn bikin salah penulisan nya... Villa bukan Fila, itu sangat berbeda..dll lahh..ttp smgt utk berkarya 👍🏻💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹