NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satria

Hiruk pikuk Kota Bandar Lampung seakan tak pernah berhenti, apalagi saat tengah hari , jalanan sangat ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang, sekelompok pelajar nampak sedang menikmati es teh di halte Damri Tanjung Karang

" Satria, loe lulus mau kemana?" tanya Bimo pada temannya yang sedang menikmati es tehnya

" Ga tahu, kemungkinan gw langsung nyari kerja!" sahut Satria, matanya tak lepas dari jalanan yang ada di depannya di mana motor dan mobil berseliweran

" rencananya mau kerja di mana?" tanya Hadi

" Gw rencananya mau ngelamar di kantor PT KAI, siapa tahu aja di terima" sahut Satria " Kalau kalian mau kuliah?" tanya balik Satria

" Iya, kalau bisa masuk sih gw pengen di UNILA, tapi kalau ga bisa ya paling di kampus swasta" sahut Bimo

" Iya gw juga, loe kenapa ga kuliah aja" saran Hadi

" Duit darimana? loe tau sendiri gw cuma tinggal sama kakek gw," jawab Satria

" Kan bisa part time" Celetuk Bimo.

" Ya sih, tapi gw harus nyari kerja yang gajinya gede kalau mau sambil kuliah" sahut satria

" Iya yah, yang gajinya gede pastinya sibuk mana ada waktu lagi buat kuliah" Hadi menyahut sambil manggut manggut

" Dah yuk pulang, laper gw" sahut Satria, sambil memegang piagam penghargaan Satria naik ke motor Hadi, sedangkan Bimo pulang sendiri dengan motornya karena arah rumahnya tak sama, Satria tinggal di jagabaya di kaki gunung Sula, Hadi di Way Halim sedangkan Bimo di Garuntang. mereka baru saja menghadiri perpisahan yang di adakan sekolah di dekat Hotel Marcopolo

" Loe ga mampir dulu?" ucap Satria saat sudah sampai di rumahnya

" Ga usah, gw buru buru mau ngasih kabar sama orang tua gw" sahut Hadi dan langsung tancap gas

tok

tok

tok

" Assalamualaikum" Satria mengetuk pintu saat sampai di depan rumahnya

" Waalaikum salam" Terdengar sahutan dari dalam rumah.

" Udah pulang Tria?" saat Satria masuk ke dalam suara kakeknya terdengar menyapa

" Sudah kek, kakek sudah makan?" tanya Satria , ia mendekat dan mencium takzim tangan kakeknya

" sudah tadi, kamu makan dulu sana" sahut sang kakek

" Iya kek, mau salin dulu" jawab satria, ia masuk ke kamarnya, dan berganti pakaian.

makan siang nya sederhana hanya nasi putih dengan lauk tempe goreng dan sambel kecap buatannya ( irisan bawang merah dan cabe yang di siram kecap) , namun terasa nikmat, karena ia lapar. makan yang paling enak memang makan di saat lapar, walau dengan lauk sederhana.

" Uhuk"

" Uhuk"

dari depan terdengar suara kakek Satria batuk batuk, memang sudah beberapa hari ini kesehatan kakek Pandu, kakek Satria menurun, ia sering batuk batuk, dan pingsan. Satria telah beberapa kali membawanya berobat, tetapi belum kunjung baikan

" kek minum dulu" Satria segera mengambil air hangat dan memberikan pada kakeknya

" Kamu sudah makannya?" tanya Sang kakek

" Sudah kek" sahut Satria sambil mengurut pelan dada sang kakek

" Kamu ambilkan kotak di laci lemari kakek" ucap Kakek Pandu menunjuk lemari pakaiannya

Satria membuka lemari dan mengambil kotak yang ada di dalam laci.

" Ini kek" Satria memberikan kotak itu pada kakeknya, kakek Pandu membuka Kotak kayu itu, dan mengeluarkan sebuah gelang dari dalamnya

" Wah kek bagus amat, punya kakek?" tanya Satria saat melihat gelang itu, gelang itu berwarna putih keemasan

Satria memegang dan mengamati gelang itu, entah mengapa ia merasa sangat dekat dengan gelang itu.

" Kamu pakai saja, " ucap kakek Pandu, ia membantu memasang gelang itu pada tangan Satria.

"Wah bagus kek,cocok sekali di tanganku" ucap Satria senang saat melihat gelang itu sangat pas di lengannya

" pakailah, biar tak hilang itu memang milikmu, dia ada di dalam bedonganmu" sahut kakek Pandu, Namun ucapan Kakek Pandu membuat Satria kaget

" Bedongan? maksut kakek ?" tanya Satria heran

" baiklah aku akan memberitahukan tentang dirimu sebenarnya" ucap Kakek Pandu sambil menatap langit langit di ruang itu seakan mencoba menggali ingatan yang sudah puluhan tahun terlupakan

" Delapan belas tahun yang lalu, saat aku pulang dari puncak gunung Gede mengunjungi guruku aku melihat satu cahaya terang dari langit, karena aku penasaran aku mendekati di mana cahaya itu jatuh, dan saat aku sampai di sana, satu keranjang bayi tergeletak, dan itu dirimu, awalnya aku pikir aku salah lihat, tetapi setelah aku mengucek mataku beberapa kali ternyata itu benar " ucap kakek Pandu bercerita

" Apa bayi dalam keranjang itu aku kek?" tanya Satria

" iya , itu memang kamu. karena aku menunggu beberapa lama di sana tak ada yang datang aku memutuskan membawa pulang bayi itu dan merawatnya hingga sekarang, aku memberinya nama Satria Langit, karena aku berharap kau berjiwa satria yang datang dari langit" tutur kakek Pandu

" jadi aku bukan cucu kandung kakek?" tanya Satria bergetar

" Walau kita tak mempunyai hubungan darah tetapi di hatiku kau adalah cucuku" sahut kakek pandu sambil tersenyum

" Kakek, kau selamanya kakekku" Satria memeluk kakek pandu,

" Selama ini gelang itu aku sembunyikan , karena aku merasakan satu kekuatan besar yang ada di dalam gelang itu, aku merasa jika kau sudah berusia tujuh belas tahun aku akan memberikannya padamu" ucap kakek Pandu

" kenapa harus begitu mbah, mengapa harus menungu aku berusia tujuh belas baru di perlihatkan?" tanya Satria bingung.

" karena jika kau sudah berusia tujuh belas tahun maka kau bisa memahami gelang itu, dan juga mungkin usiaku tak akan lama lagi" sahut Kakek Pandu

" kek jangan tingalkan aku, aku sama siapa ?" Satria menangis saat mendengar ucapan sang kakek

" satria, Lahir dan mati adalah perjalanan, semua orang pasti akan mengalami, yang membedakan adalah apa yang kita lakukan  dalam mengisi kehidupan kita ini" tutur sang kakek

" Iya kek, aku mengerti"sahut Satria, kakek Pandu memang sering memberinya nasihat saat sedang berbincang bincang berdua

" Jika suatu saat kau kesulitan memahami apa yang ada di dalam gelang itu, pergilah ke gunung Gede, temui guruku Ki Sangga Langit, ia pasti bisa memberimu petunjuk tentang gelang itu-

" Uhuk"

" Uhuk"

kakek pandu terbatuk lagi,  dan kali ini ia memuntahkan segumpal darah kental

" kakek kenapa!" Satria yang melihat itu menjadi panik dan cemas, namun tak ada reaksi dari kakek Pandu, melihat kakek pandu ternyata pingsan ia segera menelpon Hadi

" Hadi, Gw minta tolong, anter gw ke rumah sakit, simbah muntah darah" Satria menelpon dan meminta tolong pada Hadi yang mempunyai mobil

" Tunggu bentar, gw kesana" sahut Hadi cepat.

Sambil menunggu kedatangan Hadi, Satria mencoba memijat tubuh kakek Pandu di beberapa tempat mencoba menyadarkan kakek

1
Dewi kunti
bimo pamer sama Bimo piye Iki kang
Blue Angel: tandain kak biar nanti saya revisi
total 1 replies
Dewi kunti
mentang2 beli nasi Padang ada bila sambel nya
Dewi kunti
menundukkan kepala,kok kepalane ketinggalan siiiich kan gak bs cuci mata
Dewi kunti
heeeehhh jari nya main ketetangga,Hadi ya😤
Blue Angel: tangannya ke gedean jadi salah pencet 🤣🤣🤣🙏🙏🙏
total 1 replies
Dewi kunti
kaget dan terkejut😤😤😤😤😤
Dewi kunti
tak tunggu updatenya,Yen iso Ojo gur sak bab to🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: sesok tak up date 2 bab, 🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
ajian lembu sekilan.mantab lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut
pendekar angin barat
semangat thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor
Aman Wijaya
mantab Baron bercumbu dengan babi montok dan semlohe . lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Was pray
aji lembu sekilan milik satria macet kah? kok terkena peluru satria nya? jangan2 udah luntur... 🤣🤣🤣
Was pray
katanya satria udah punya aji lembu sekilan? kok takut sama kestol? 🤣🤣
Was pray: waduh.... parah tuh satria... harusnya dia udah menguasai baru diajarkan pada oranf lain. .Kan otomatis di sini posisi satria sebagai pelatih/guru. .. masak guru belum punya kemampuan di suatu bidang udah diajarkan pada orang lain... harus satria udah menguasai dengan sempurna baru diajarkan pada orang lain karena dia udah mengalami proses menguasai ilmu itu sampai berhasil jadi bisa membimbing jadi dan Bimo agar berhasil menyerap ilmu tersebut, dirinya masih awam mnau membimbing orang lain
total 4 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪 terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!