NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Aku menatap Fita datar. Wajahnya yang sembap dan suaranya yang bergetar tidak lagi memancing rasa iba di hatiku. Bagiku, air matanya hanya bentuk pembelaan diri yang terlambat. Segala "rahasia" yang ingin dia sampaikan tidak akan mengubah kenyataan bahwa dia telah menusukku dari belakang.

"Fis, sebentar aja..." lirih Fita saat aku mulai melangkah mendekat ke arah pintu.

Aku tidak berhenti. Aku bahkan tidak sudi membalas tatapannya. Saat bahuku berselisih dengannya di ambang pintu, aku hanya berkata pelan tanpa menoleh, "Simpan aja drama lo buat Guntur, Fit. Gue udah nggak butuh."

Aku melangkah keluar kelas dengan kepala tegak, meninggalkan Fita yang terpaku di sana. Bintang segera menyusul di sampingku, langkahnya yang lebar menyesuaikan ritmeku. Dia tidak bertanya apa-apa, seolah tahu bahwa keheningan adalah hal yang paling kubutuhkan saat ini.

"Mau ke kantin? Atau mau ke taman belakang yang lebih sepi?" tanya Bintang lembut saat kami sampai di persimpangan koridor.

"Taman aja, Bin. Gue lagi males liat orang banyak," sahutku.

Kami berjalan menyusuri koridor. Namun, saat melewati tangga menuju atap, aku melihat Guntur sedang turun dengan langkah gontai. Dia sepertinya baru saja kembali dari penantian sia-sianya di atap. Matanya yang tajam langsung tertuju padaku, lalu turun ke arah Bintang yang berjalan di sisiku.

Langkah Guntur terhenti tepat di depan kami. Lorong itu mendadak terasa sempit.

"Suratnya nggak lo baca?" tanya Guntur, suaranya terdengar serak, jauh dari kesan dingin yang biasanya dia banggakan.

Aku berhenti sebentar, menatapnya dengan sisa-sisa kekuatan yang kupunya. "Udah gue baca kok. Tapi di tempat sampah. Pas banget di tempat yang seharusnya."

Guntur terdiam, rahangnya mengeras. Dia menatap Bintang dengan sinis, seolah ingin menyalahkan kehadiran cowok itu atas sikap dinginku. "Lo berubah, Fis. Cuma karena ada dia?"

Aku tertawa hambar, tawa yang membuat Bintang sedikit mempererat posisinya di sampingku seolah menjagaku. "Gue nggak berubah, kok kak . Gue cuma sadar kalau selama ini gue ngejar bayangan yang bahkan nggak punya bayangan. Sekarang minggir, gue mau lewat."

Guntur tidak bergerak, dia justru menatapku seolah ada hal besar yang ingin dia ledakkan, sementara di ujung koridor, Fita muncul berlari mengejar kami dengan wajah panik.

Aku tidak sanggup lagi. Oksigen di koridor ini seolah tersedot habis oleh kehadiran mereka berdua. Melihat Guntur yang masih merasa punya hak untuk menghakimiku, dan melihat Fita yang berlari mendekat dengan drama barunya, membuat perutku mual.

"Fis, tunggu—" Guntur mencoba meraih pergelangan tanganku.

"Jangan sentuh gue!" sentakku keras.

Aku tidak peduli lagi pada Bintang yang menatapku khawatir, atau pada orang-orang yang mulai menjulurkan kepala dari balik pintu kelas. Tanpa aba-aba, aku memutar tubuh dan berlari sekuat tenaga. Aku melewati Guntur, melewati Fita yang baru saja sampai dengan napas tersengal, dan terus berlari menyusuri lorong panjang sekolah.

"Afisa!" teriak Bintang, namun langkahnya tertahan oleh Guntur yang sepertinya juga ingin mengejarku. Aku mendengar suara mereka beradu argumen di belakang, tapi aku tidak menoleh.

Aku terus berlari menuju pintu belakang sekolah, melewati gudang, dan berakhir di belakang lab biologi yang sepi. Napas kudaki dengan rakus, dadaku terasa panas dan perih. Aku jatuh terduduk di atas akar pohon tua yang besar, menyembunyikan wajah di balik kedua lututku.

Aku benci perasaan ini. Aku benci karena di titik ini, aku masih merasa sakit. Harusnya aku sudah mati rasa, harusnya aku sudah menang, tapi nyatanya melihat wajah Guntur dan Fita secara bersamaan tetap terasa seperti luka yang disiram cuka.

Sunyi. Hanya ada suara angin yang memainkan daun-daun kering di sekitarku. Sampai akhirnya, aku mendengar langkah kaki pelan mendekat. Bukan langkah lari yang terburu-buru, melainkan langkah yang sangat hati-hati.

Aku tidak mendongak. Aku takut itu Guntur. Aku takut itu Fita. Atau bahkan Kaila yang ingin membela diri lagi.

"Fis... ini aku. Gak usah takut, mereka nggak bakal nemuin kamu di sini."

Suara lembut itu milik Bintang. Dia berjongkok di depanku, memberikan jarak yang cukup agar aku tidak merasa terpojok. Dia meletakkan sekotak susu coklat yang baru—yang mungkin dia beli lagi karena yang tadi pasti sudah tidak dingin.

"Aku udah halangin mereka tadi. Guntur udah pergi, Fita juga dibawa Ayu ke kelas," ucapnya pelan. "Aku nggak akan paksa kamu cerita. Aku cuma mau temenin kamu di sini sampai kamu ngerasa mendingan."

Aku mengangkat kepala perlahan, menatap wajah Bintang yang tampak tulus tanpa kepura-puraan. Di saat duniaku penuh dengan orang-orang yang pandai bersembunyi di balik kata-kata, Bintang adalah satu-satunya yang memberikan keheningan yang kubutuhkan.

1
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
Rea
nah gitu fis, jangan cengeng, semangat meraih masdep, jodoh gak usah dipikirin nanti datang sendiri
byyyycaaaa: iya kan kak,sapa tahu jodohnya sama oppa'' Korea 🤭😭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
semuanya berebut mau jadi pasangan Afisa
byyyycaaaa: nggak ada yang bisa gantiin posisi guntur 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bisa jadi yang dikatakan Radit bener tentang Arkan Fis
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin temen Afisa yang dulu nyesal termasuk fita. trus Afisa jdian sama bintang
byyyycaaaa: jadi pengacara hebat dulu ,soal jodoh mau kayak in hyuk🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kemana aja lo selama ini Gun jangan ganggu Afisa lagi
palingan dia cemburu dengar cerita dari Radit kalo Afis bersinar di UI dan lagi dekat sama Arkan
nggak usah ditanggapi Fis
Aidil Kenzie Zie
Radit jangan bawa-bawa masa lalu lagi
Aidil Kenzie Zie
si Arkan gercep juga
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kpn blikan sama bintang
byyyycaaaa: nunggu Bintang jadi dokter di jakarta, tapi si Arkan oke juga kak! 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur mulai muncul kemana aja dari maren?? nggak usah gangguin Afis lagi
Aidil Kenzie Zie
semangat Fis jangan sampai goyah hanya karena notif dari Kaila
Aidil Kenzie Zie
apa temannya si Guntur nggak ada bahas Afis lagi apa gimana
Rea
heran aku sama afisa, kayake tipe pemikir dan baperan, hidup dibuat santai jangan terlalu memikirkan sikap orang lain, bisa masuk RSJ nanti🤭
mbuh
skip
muak Ama afis🤣
byyyycaaaa: si afisa mau guntur 🤣🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur cari penyakit sendiri dia nggak PD berdiri di samping Afisa
moga Afis dapat pendamping yang benar-benar membuat dia bahagia
lupakan Guntur dan segala penyesalan itu Fis
Aidil Kenzie Zie
kok si Fita bisa tau y🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
temannya kok pada ngrasa nggak punya salah sama sekali ke Afisa
main gabung aja orang lagi asik b2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!