NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:94.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya Menginginkan Keturunan

Selesai makan malam yang penuh kehangatan itu, Abi bersikeras membantu Shanum membereskan meja makan dan mencuci piring. Meski Shanum sempat menolak karena merasa itu adalah tugasnya sebagai istri, Abi hanya memberikan tatapan datar yang tidak bisa dibantah.

​"Kalau kita kerjakan berdua, kamu bisa segera mandi dan istirahat," ucap Abi sambil membilas piring.

​Setelah urusan dapur selesai, Shanum segera menuju kamar mandi di dalam kamar utama. Ia membasuh tubuhnya dengan air hangat dan membiarkan uap air yang wangi sabun aromaterapi pilihan Abi tadi sore merilekskan otot-ototnya yang tegang.

Di bawah kucuran shower, Shanum terus terpikir tentang perlakuan Abi yang semakin manis. Debaran jantungnya belum juga normal, apalagi mengingat tatapan Abi yang semakin intens.

​Sekitar dua puluh menit kemudian, Shanum keluar dari kamar mandi. Ia sudah berganti pakaian dengan baju tidur berbahan kaus yang longgar namun sopan, rambutnya yang basah tertutup handuk kecil yang dililit rapi. Aroma segar sabun lily menyeruak dari tubuhnya saat ia melangkah masuk ke area kamar yang remang.

​Di sana, di atas ranjang king size yang luas, Abi sudah menunggu. Pria itu bersandar pada kepala ranjang, mengenakan kaus oblong hitam yang melekat pas di tubuh tegapnya. Di tangannya ada sebuah buku jurnal, namun fokusnya seketika teralih saat pintu kamar mandi terbuka.

​Netra gelap Abi mengikuti setiap gerak-gerik Shanum yang berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambut dan ini adalah pertama kalinya Shanum memperlihatkan rambutnya pada Abi.

​"Shanum," panggil Abi rendah.

Suara Abi memecah keheningan kamar dan terdengar lebih berat dari biasanya, ​Shanum menoleh dan tangannya masih memegang handuk.

"Iya, Mas?" tanya Shanum.

​Abi meletakkan jurnalnya ke atas nakas, ia tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan memberikan isyarat dengan tangannya. Abi menepuk pahanya, memberikan kode yang sangat jelas bagi Shanum untuk mendekat dan duduk di sana.

​Deg!

Jantung Shanum serasa melompat ke tenggorokan, kakinya mendadak lemas. Namun, ia tahu ia tidak bisa menghindar, dengan langkah yang sangat pelan dan ragu akhirnya ka mendekati ranjang, cahaya lampu tidur yang kuning temaram membuat suasana di kamar itu terasa sangat intim dan privat.

​Saat Shanum sudah berdiri tepat di depan Abi, tangan kokoh suaminya itu meraih pinggangnya dan menariknya lembut hingga Shanum terduduk tepat di atas pangkuan Abi.

Posisi mereka kini sangat dekat, Shanum bisa merasakan kerasnya otot paha Abi di bawah tubuhnya, serta aroma parfum maskulin yang bercampur dengan wangi sabun yang maskulin.

​"Mas... rambutku masih basah," gumam Shanum pelan, wajahnya tertunduk dalam dan meremas handuk di pangkuannya sendiri, ia tak berani menatap mata Abi.

​Abi tidak mempedulikan alasan itu, ia justru mengambil handuk dari tangan Shanum dan meletakkannya di sisi ranjang, jemari Abi yang panjang kemudian menyusup ke balik tengkuk Shanum dan mengangkat wajah istrinya agar menatapnya langsung.

​"Biarkan saja, nanti juga kering," gumam Abi.

​Tangan Abi yang lain melingkar posesif di pinggang Shanum dan menarik tubuh kecil itu hingga menempel sempurna pada dadanya, Shanum bisa merasakan deru napas Abi yang hangat menerpa wajahnya, jarak mereka kini tak lebih dari lima sentimeter.

​"Ada yang mau saya bicarakan," ucap Abi dengan nada yang sangat dalam, seolah setiap kata yang keluar memiliki beban perasaan yang besar.

​Shanum mengerjapkan matanya, terpaku pada pahatan wajah suaminya yang tampak begitu sempurna dari jarak sedekat ini.

"Bicara... soal apa, Mas?" tanya Shanum gugup.

Suara Abi yang biasanya menggelegar tegas di ruang kuliah, kini merendah dan berubah menjadi bisikan bariton yang memenuhi rongga pendengaran Shanum.

Jemari Abi yang hangat tidak lagi sekadar mengusap tengkuk, melainkan mulai membelai helai-helai rambut Shanum yang masih lembap dan menyampirkannya ke belakang bahu dengan gerakan yang sangat posesif.

​"Pernikahan kita memang terjadi begitu cepat, Shanum. Mungkin di luar sana orang menganggap ini hanya formalitas atau takdir yang dipaksakan. Tapi bagi saya, sejak saya mengucap kabul di depan Ayahmu, kamu adalah tanggung jawab dunia dan akhirat saya," ucap Abi dan matanya menatap lekat-lekat pada manik mata Shanum yang tampak bergetar.

​Shanum menahan napas, ia merasa seolah tersedot ke dalam pusaran emosi yang dipancarkan oleh tatapan Abi.

"Iya, Mas... aku tahu," jawab Shanum lirih.

​Abi menggeser duduknya dan merapatkan tubuh Shanum hingga tak ada lagi celah udara di antara dada mereka, "Saya adalah anak sulung, Shanum. Ayah dan Bunda sudah lama menantikan kehadiran suara tawa kecil di rumah mereka. Dan saya pun... secara pribadi, saya merasa hidup saya sudah terlalu lama kaku dan mekanis seperti mesin-mesin di laboratorium," ucap Abi.

Tangan Abi yang melingkar di pinggang Shanum sedikit mengencang dan memberikan tekanan yang lembut namun sarat akan permohonan.

"Saya ingin kita membangun keluarga yang utuh, saya ingin ada sosok yang memanggil saya Ayah dan memanggilmu Ibu, saya menginginkan keturunan, Shanum. Saya ingin anak-anak itu lahir dari rahimmu, perempuan yang sekarang menjadi pelengkap iman saya," lanjut Abi.

​Deg!

​Jantung Shanum berdentum kencang, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Permintaan itu begitu lugas, begitu sakral. Shanum bisa merasakan ketulusan yang luar biasa dari getaran suara Abi, ia menunduk dan menyembunyikan wajahnya yang kini terasa panas membara di ceruk leher Abi.

​"Mas... apa Mas yakin aku bisa jadi Ibu yang baik? Aku cuma gadis desa, Mas. Aku takut nggak bisa mendidik anak-anak Mas Abi yang hebat nanti," gumam Shanum, suaranya teredam oleh kaus hitam yang dikenakan suaminya.

​Abi terkekeh rendah, getaran di dadanya merambat ke tubuh Shanum dan memberikan sensasi hangat yang menenangkan. Ia mengangkat dagu Shanum dengan telunjuknya, memaksa istrinya kembali menatapnya.

"Kepintaran bisa dipelajari di buku, tapi ketulusan dan kelembutan hati seperti yang kamu punya itu tidak ada sekolahnya, Shanum. Saya butuh sosok sepertimu untuk mengimbangi sifat saya, kita akan mendidik mereka bersama," ucap Abi yakin.

Mata Abi meredup dan beralih menatap bibir Shanum yang sedikit terbuka karena terkejut, suasana di kamar itu mendadak menjadi sangat pekat. Abi perlahan mendekatkan wajahnya dan membiarkan ujung hidung mereka bersentuhan, ia menghirup aroma sabun lily yang menguar dari kulit leher Shanum.

​"Jadi... apakah kamu bersedia, Istriku?" tanya Abi tepat di depan bibir Shanum.

Shanum tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya memejamkan matanya rapat-rapat dan perlahan melingkarkan kedua lengannya di leher Abi, ia menarik suaminya itu agar semakin dekat dan anggukan pelan dari Shanum menjadi jawaban yang paling dinantikan Abi malam itu.

Abi tersenyum penuh kemenangan, sebuah senyum yang sangat langka dan hanya diperuntukkan bagi wanita dalam dekapannya. Tanpa memutus kontak fisik, Abi perlahan merebahkan tubuh Shanum ke atas kasur empuk, sementara ia tetap mengunci tubuh mungil itu dalam kungkungan lengannya yang kokoh.

​Di bawah temaram lampu tidur yang menjadi saksi bisu, Abi membuktikan bahwa ia bukan lagi Dosen dingin yang tak tersentuh, melainkan seorang suami yang sedang menjemput takdir indahnya bersama sang istri, mengawali babak baru kehidupan mereka dalam balutan doa dan kasih sayang yang tulus.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ladyicha Haruna
Buatlah Shanum berani membela dirinya banyak banyak..jangan jadi manja jadi perempuan
Yuliana Tunru: smoga s3jua badai akan berlalu ..pandu mana ya apa dia tdk cari2 ibu x lagi atau jg sdh tqu kejahatan ihu x pd ahanum diva jg gmn kabar x apa tdk hadir saat sukuran rmh dan kandungan shanum
total 1 replies
Nasiati
mendingan keluar dr rumah shanum
Ha Liyah
kenapa akhir-akhir ini updatenya cuma 1 episode doang thor?
Rea
b
Rea
weslah num, num gemes, mbok yao jangan terus jadi beban suami, kali kali dibuat pinter lah Thor, setidaknya jadi perempuan kuat, untuk dirinya.
Putri Anghita Tera Vita
please lah ko shanum kee cewek lemah banget
Yuliana Tunru
astaga ketemu gea lagi ,yg mukut x kyk racun ayo abi ini kecoak2 yg hrs kaku basmi buat shanum
Ladyicha Haruna
jangan terlalu gambar kan shanum wanita lemah...pantas memang ditindas .dan rasanya enak memang menindas dia..tidak ada perlawanan hanya andalkan orang...bagaimana mau besarkan anak di kejamnya persekolahan🤭🤭🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
mulut Gea minta di tabok pake bakiak nih ..😡
𝐈𝐬𝐭𝐲
dia bilang anak durhaka dia gak sadar kalo dirinya adalah ibu yg durhaka dan biadab👿
𝐈𝐬𝐭𝐲
kenapa kemarin yg mati bapak nya bukan ibunya saja thor...
bikin emosi aja nih ibunya shanum👿👿
Eva Tigan
mati ketabrak aja nya maunya ibu nya si Shanum ini..dia yg ibu durhaka
Nur Syamsi
Siapa tau udah selesai buku nikahnya diurus SMA Mas Abinya cuma lupa dikasi tau Shanumnya,
Nur Syamsi
Alhamdulillah Shanum ngidam mama dan papa mertua 🤲🤲menilai
Nur Syamsi
😂😂😂
Indra Reza Zulkifli
udah baca sampe bab ini,,kurang suka karakter shanum,, 🙏 🤭
Nur Syamsi
Buah dr kesabaranmu Shanum, waktu belum nikah di hina terus Krn miskin dan belum nikah bahkan ibumu sendiri menghinamu ....yg ternyata matre ...
Retno Harningsih
lanjut
Nur Syamsi
Adakah suami yg sebijaksana Abi di dunia nyata ya thor.
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 sabar Shanum ini adalah ujian kehidupan dan rumah tangga ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!