Mengandung kata kata kasar.
Salah paham yang berujung di cap sebagai pelakor. Davina Brigita gadis yang menyukai tantangan itu memilih bermain main dan mengikutinya dibanding dengan menyangkal semuanya.
Siapa sangka semuanya menjadi kenyataan ketika satu minggu menjelang pernikahan, tiba tiba sang tunangan yang begitu ia cintai lebih memilih menikahi sahabatnya.
Davin memilih pergi menjauh, rasa sakit yang ia terima membuatnya benar benar menjadikan dirinya pelakor hanya karena sebuah dendam.
Empat tahun kemudian dia datang membawa kejutan untuk membalas dendam. Bagaimana cinta Davina akan berakhir? akankah dia bahagia setelah menghancurkan pernikahan mantan tunangannya?
Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelajaran Kecil
Pagi ini diadakan pertemuan untuk membahas peluncuran produk di kantor Mega. Rapat akan dihadiri para penanam modal, rekan bisnis dan tentu desainer yang sangat menentukan keberhasilan peluncuran produk tersebut.
Tanpa Mega sadari Marchel dan Evan adalah salah satu penanam modal di perusahaannya ditambah Davin sang desainer, dia tidak tahu jika akan ada kejutan yang akan diberikan Davin sebagai hadiah kecil untuknya.
Semua sudah hadir untuk mengikuti rapat, Marchel duduk berseberangan dengan Alfian, sementara Evan duduk disamping Marchel, seharusnya rapat dimulai sayangnya masih ada satu orang yang ditunggu, dan itu membuat Mega murka.
"lihatlah pelakormu itu, dia tidak disiplin, seharusnya rapat sudah dimulai tapi kemana dia? atau jangan jangan dia kabur karena tidak berhasil menyelesaikan deadline kerjanya"
"jangan bicara sembarangan Meg, tidak enak jika didengar para investor"
"kenyataannya memang begitu, apa kalian bermain semalaman hingga lupa waktu sampai sampai dia terlambat bangun"
Sebelum Al menjawab, pintu sudah terbuka menampilkan sosok Davin yang terlihat begitu anggun membuat semua mata melihat kearahnya dan hal itu membuat Mega semakin marah.
"apa anda tidak bisa menghargai waktu nona? seharusnya rapat sudah di mulai tapi kami harus menundanya karena anda terlambat" Mega tersenyum sinis ke arah Davin.
"maafkan saya" Davin tidak memperpanjang ucapan Mega,
"baiklah kita mulai saja, saya selaku pemiliki perusahaan mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan semuanya, kita disini akan membahas rencana peluncuran produk baru kami, seperti yang sudah kita tahu jika Miss Gi adalah desainer perusahaan kami, jadi bagaimana Miss perkembangan produk yang sudah berjalan, berapa persen sisa yang belum terlaksana?" tanya Dewa
"semua sudah siap tuan Dewa, desain saya sudah di produksi, sisanya tinggal 30% dan akan selesai dalam waktu satu bulan"
"apakah anda bisa menjaminnya nona?, hanya rapat saja anda sudah terlambat, apalagi menangani produk sebesar itu" sindir Mega, Davin tersenyum menyeringai
"tentu saja saya sudah memastikannya nona Mega, saya terlambat pun karena sedang meninjau hasil produksi pegawai pegawai saya, saya harus memastikan semuanya beres tanpa mengecewakan perusahaan anda apalagi para investor yang menanam mod diperusahaan anda yang hampir kolaps ini"
"apa maksud anda nona?"
"saya rasa anda tahu maksud saya nona Mega, perusahaan anda dalam keadaan kolaps sekarang, jadi untuk membantu anda saya harus memastikan jika produk ini akan launching sesuai rencana"
"berani sekali anda mengatai perusahaan saya akan bangkrut, jangan sok tahu, anda bukan siapa siapa!!!"
"Mega sudah, kembali ke tempatmu" tegur Dewa, ia tak mau malu karena ulah putrinya, apalagi semua orang mulai bisik bisik
"biarkan saja pa, biar semua orang tahu siapa dia, dia hanyalah pelakor yang merusak rumah tangga orang"
"jaga ucapan anda nona Mega!!" sentak Marchel
"tu....tuan saya mengatakan yang sesungguhnya. Apa anda mengenal pelakor ini?" jawab Mega gugup
Alfian hanya diam, dia tak mau memperpanjang masalah,
"yang kamu sebut pelakor itu adalah putriku nona, dan atas penghinaan ini saya menarik modal saya" ucap Evan dengan santai membuat Dewa ternganga,
"dan wanita yang anda sebut pelakor itu adalah tunangan saya nona Mega, tidakkah anda berkaca, anda selalu menyebut Davin pelakor lalu bagaimana dengan anda sendiri? apa anda sudah cukup baik? aku rasa anda memiliki suami yang setia jadi apa yang anda khawatirkan?" skak Marchel membuat Mega terdiam seketika
"tuan Marchel dan tuan Evan saya mohon maafkan putri saya, kami benar benar tidak tahu jika nona Davin adalah anak dan tunangan anda"
"saya hanya kecewa tuan Dewa, putri anda berlaku seenaknya sendiri, padahal putri saya sudah bekerja keras membantu perusahaan anda, saya memutuskan kerja sama kita, permisi" Evan melenggang pergi setelah tersenyum pada putrinya.
"saya masih berbaik hati tuan, tapi jika putri anda masih mengusik tunangan saya maka saya tidak segan segan untuk menutup perusahaan anda" Marchel berjalan menghampiri Davin lalu keduanya berlenggang keluar ruangan rapat. Sebelum pergi Davin berbalik
"saya profesional nona Mega, jadi kerja sama kita masih berlanjut" ucapnya kemudian Davin pergi bersama Marchel.
"kau lihat siapa musuhmu? seharusnya kamu selidiki dulu sebelum bertindak, kita jadi kehilangan satu investor penting"
"mana aku tahu jika pelakor itu anak tuan Evan dan tunangan Marchel, itu semua karena Alfian"
"kenapa jadi aku Meg, kamu selalu saja seperti itu, kamu seharusnya mencari bukti dulu sebelum menuduhku yang bukan bukan" Al langsung pergi dari ruang rapat, sementara Mega kembali kesal
Semua ini gara gara wanita sialan itu, awas saja aku akan buat perhitungan denganmu, bathin Davin.